Beranda blog Halaman 274

Maklum, Mainnya Sama Bebek!

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Satu saat di sebuah puncak tebing. Seorang pendaki profesional mendapati sarang elang yang berantakan. Pecahan cangkang telur terlihat berserakan di sekitarnya. Sepertinya, sarang elang ini baru saja diserang oleh hewan pemangsa. Hal yang biasa terjadi ketika induk elang sedang mengudara, mencari nafkah untuk keluarganya.

Lalu, perhatian Si Pendaki tertuju pada sejumput ilalang yang cukup rimbun di dekat sarang elang yang berserakan. Ia seperti melihat telur yang masih utuh. Ia lalu menghampirinya untuk memastikan. Dan ternya benar. Telur elang yang satu ini masih utuh. Boleh jadi, hewan pemangsa keburu dikagetkan oleh kedatangan Si Pendaki, dan lari tanpa sempat menghabiskan santapannya.

Si Pendaki membawa telur elang yang tersisa itu. Pelan-pelan, ia bungkus dengan beberapa helai daun. Lalu ia masukan ke dalam ransel. Ia pastikan, telur elang tersebut harus aman, terutama ketika nanti ia menuruni tebing.

Tiba di kaki tebing, ia segera menuju perkampungan penduduk yang tak jauh dari sana. Ia menemui seorang pria desa dan menceritakan tentang telur elang yang ia temukan. Pria desa itu mengatakan, kalau telur elang kadang-kadang bisa menetas, walaupun dierami oleh induk ayam atau bebek. Berharap telur tersebut berumur panjang, Si Pendaki segera menyerahkan telur elang pada pria desa.

Di rumahnya, pria desa itu memelihara bebek. Dan kebetulan, induk bebeknya baru saja bertelur. Tanpa berfikir panjang, telur elang yang ia dapat dari si pendaki, ia simpan di antara telur bebek.

Singkat cerita, telur elang itu menetas. Ia lahir bersamaan dengan beberapa ekor bebek dalam satu eraman. Dan sejak itu, ia berfikir bahwa induk bebek adalah ibunya. Dan bebek-bebek kecil yang satu kandang dengan dirinya, adalah saudara kandungnya.

Setiap hari, elang itu menjalani kehidupan sebagai seekor bebek. Kemana induk dan saudaranya pergi, kesana pula ia mengikuti. Ia tak pernah berfikir sedikitpun, bahwa dirinya harus belajar terbang, atau melatih kekuatan paruh dan cakarnya yang tajam. Sehari-hari, ia merasa cukup dengan pakan yang diberikan oleh pria desa pada hari dan sore hari. Ya, elang itu makan dedak, bekatul, bungkil kacang atau jagung. Persis seperti bebek.

Elang itu tak pernah menyadari, bahwa bebek-bebek yang ia anggap saudara kandungnya, sebenarnya adalah target empuk untuk dimangsa oleh bangsanya. Meski paruh dan cakarnya semakin hari semakin besar dan tajam, ia tak pernah menggunakannya untuk memangsa siapapun.

Bahkan ketika satu saat ia melihat ke langit, dan melihat seekor elang terbang gagah tanpa harus mengepakkan sayap, dia sama sekali tak menyadari, bahwa yang ia lihat adalah dirinya. Jangankan terbang dan menjadi raja angkasa, saat bertemu kucing kampung milik tetangga saja, elang itu sama gelisahnya dengan bebek-bebek yang lain.

Hingga tua, elang yang seharusnya jadi raja di udara itu tak punya kehebatan apa-apa. Maklum, seumur-umur, elang itu mainnya sama bebek!

So, pilih-pilih lingkunganmu seperti apa. Karena lingkungan pergaulanmu, turut menentukan seperti apa dirimu. (Lintas Priangan)

Lowongan Kerja BUMN DAMRI, Usia 45 Bisa Lamar

0

lintaspriangan.com, LOWONGAN KERJA. Salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu DAMRI, saat ini tengah membuka lowongan kerja untu beberapa posisi. Sebagai informasi, DAMRI merupakan BUMN berstatus Perum (Perusahaan Umum), yang saat ini memiliki empat kantor regional, serta 44 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Perum DAMRI ini adalah BUMN yang bergerak di bidang transportasi jalan.

Lowongan di Perum DAMRI ini dibuka mulai tanggal 9-14 Januari 2025. Berikut informasi mengenai formasi, kualifikasi, persyaratan administrasi dan cara melamar.

Formasi yang dibuka: Kepala Divisi Strategi Korporasi

Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Pendidikan minimal S1 atau S2 di bidang yang relevan
  • Usia maksimal 45 Tahun
  • Memiliki pengalaman 8 tahun di bidang terkait dan 5 tahun pada posisi manajerial 
  • Memiliki kemampuan analisis strategis yang baik
  • Menguasai alat analisis bisnis seperti SWOT, PESTEL, atau Balance Scorecard 
  • Memiliki pengalaman dalam pengembangan dan implementasi strategi korporasi, analisa pasar, dan manajemen portofolio bisnis
  • Memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan risiko, pengembangan serta inovasi model bisnis
  • Memiliki Sertifikat Strategic Management, Project Management Professional, atau sertifikasi lainnya dalam bidang terkait menjadi nilai tambah

Formasi yang dibuka: Kepala Sub Divisi Rencana Korporasi

Kualifikasi yang dibutuhkan:

  • Pendidikan minimal S1 di bidang yang relevan
  • Usia Maksimal 45 Tahun
  • Memiliki pengalaman 5 tahun di bidang terkait dan 3 tahun pada posisi manajerial
  • Memiliki kemampuan analisa strategi yang kuat untuk penyusunan strategi jangka pendek dan panjang perusahaan
  • Memiliki pengalaman dalam menyusun dan mengimplementasikan rencana strategis serta mengelola proyek strategis perusahaan
  • Memiliki pengalaman dalam mengelola data dan riset pasar
  • Memahami tren bisnis, industri, dan dinamika pasar
  • Memiliki kemampuan analisa dan mitigasi risiko terkait strategi/investasi Perusahaan
  • Memiliki Sertifikasi bidang perencanaan korporasi menjadi nilai tambah

Adapun berkas administrasi yang harus dilampirkan bersama surat lamaran antara lain sebagai berikut:

  • CV Terbaru
  • Pas Foto terbaru
  • KTP
  • Kartu Keluarga
  • Ijazah dan transkrip nilai pendidikan terakhir
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat Pengalaman Kerja/Paklaring
  • Surat Keterangan Sehat
  • Sertifikasi dalam bidang yang relevan

Untuk tata cara melamar lowongan Perum DAMRI tersebut di atas, calon pelamar dapat membuka link di bawah ini:

https://bit.ly/ProfessionalHire-PERUMDAMRI.

Jempol Buat Polres Tasik, Nayla Ditemukan di Brebes!

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tangis bahagia memenuhi ruangan Mapolresta Tasikmalaya. Lima orang perwakilan keluarga Nayla tak kuasa membendung air mata ketika Nayla tiba, Jumat (10/01/2025). Nayla adalah gadis cantik asal Tasik, yang beberapa hari lalu, oleh keluarganya dinyatakan hilang. Hanya dalam waktu empat hari, Polres Tasikmalaya berhasil menemukan keberadaan Nayla yang ternyata terdeteksi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

“Anda bisa bayangkan, bagaimana caranya nyari orang hilang seperti kasus Nayla? Pasti susah kalau buat kita yang nggak punya ilmunya. Polres Tasik perlu dapat acungan jempol!” ujar Otong Koswara, mantan Ketua DPRD Kota Tasikmalaya yang kini menjadi Pemimpin Umum Lintas Priangan.

Entah seperti apa teknik pencarian yang dilakukan Polres Tasikmalaya. Yang pasti, informasi awal yang diperolah dari keluarga sangat minim. Dalam laporannya, pihak keluarga Nayla Salsabila hanya menginformasikan bahwa Nayla pergi dari rumah sekitar jam 05 subuh, dijemput oleh sebuah kendaraan roda empat, sebagaimana diberitakan oleh Lintas Priangan edisi 05 Januari 2025. Plus, informasi mengenai ciri-ciri fisik dan outfit terakhir yang dikenakan Nayla. Informasi awalnya segitu-gitunya. (Baca: Gadis Cantik Asal Tasik Ini Hilang. Bantu Cari, Yuk!) Tapi hanya dalam waktu empat hari, Nayla berhasil ditemukan. Lokasi tempat ditemukan Nayla pun tak bisa dibilang dekat. Kabupaten Tasikmalaya – Brebes itu berjarak sekitar 180 km!

Setibanya Nayla di Mapolresta Tasikmalaya, orang tua Nayla dan beberapa perwakilan keluarga langsung menyambut Nayla. Mereka memeluk dan menciumi Nayla. Ucap syukur terus digumamkan oleh bibir mereka. Dan beberapa kali, mereka membalik badan, menghadap kepada beberapa petugas kepolisian dari Polres Tasikmalaya yang sedari tadi mendampingi mereka. Tak henti-hentinya, mereka juga mengucapkan terima kasih kepada Polres Tasikmalaya.

Meski sudah menunjukkan kinerja profesional yang handal, tak membuat Polres Tasik jumawa. Ucapan syukur justru jadi kalimat pertama yang disampaikan Kasat Reskim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, kepada awak media kemarin.

Alhamdulillah. Atas izin Alloh SWT, ananda Nayla kami temukan di Brebes, Jawa Tengah,” jelas AKP Ridan Budiarta, sebagaimana dilansir DetikJabar.

Usai mengucap syukur, AKP Ridwan Budiarta menambahkan, keberhasilan Polres Tasikmalaya menemukan Nayla juga tak terlepas dari banyak pihak, khususnya UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPPA) Polres Kabupaten Tasikmalaya dan para petugas kepolisian dari Polsek Brebes.

Hingga berita ini ditulis, Polres Tasikmalaya belum melakukan pendalaman informasi terhadap Nayla. Prioritas yang dilakukan kemarin adalah menyelamatkan Nayla hingga kembali ke tengah-tengah keluarganya. Tim Dokkes Polres Tasikmalaya langsung memerika kondisi fisik Nayla ketika tiba di Mapolres Tasikmalaya. Dan hasilnya, kondisi Nayla dinyatakan baik.

Nayla adalah gadis cantik asal Tasik yang berusia 16 tahun. Ia adalah warga Kampung Cidua, RT 002, RW 005, Desa Kaputihan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

“Kebayang itu kan, betapa bahagianya keluarga Nayla. Namanya orang tua kehilangan anak, waaah perasaannya sulit digambarkan. Bukan mustahil mereka tidak bisa tidur, bahkan sulit makan itu. Tapi kemudian ditemukan. Alhamdulillah. Sekali lagi, dobel jempol untuk Polres Tasikmalaya,” pungkas Otong. (Lintas Priangan)

Peringati HLHN 2025, DPRKPLH Ciamis Ajak Masyarakat Lestarikan Lingkungan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Nasional (HLHN) tahun 2025, Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis terus memberikan pembinaan, sosialisasi, edukasi kepada seluruh stakeholder dan masyarakat agar selalu menjaga juga melestarikan lingkungan.

Kepala DPRKPLH Ciamis, Okta Jabal Nugraha, S.T., M.T. mengatakan, Hari Lingkungan Hidup Nasional diperingati setiap tanggal 10 Januari, untuk peringatan HLHN tahun 2025, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tema ‘Wujudkan Bumi Lestari’.

“Peringatan HLHN ini merupakan momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kondisi lingkungan hidup di Indonesia dan bersama-sama berupaya menjaga kelestariannya,” katanya, Jumat (10/01/2025).

Dijelaskannya, tema yang ditetapkan ini merupakan himbauan kepada masyarakat agar terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Sehingga masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan seperti sosialisasi edukasi, penanaman pohon, bersih-bersih pantai, menjaga kebersihan taman bermain, juga menjaga kebersihan pasar atau terminal dan lain-lainnya.

“Masyarakat harus lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan bekerja sama dalam mewujudkan bumi yang lestari untuk kehidupan generasi mendatang,” jelasnya.

Menurutnya, agar lingkungan tetap lestari, pihaknya terus memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang dampak kerusakan lingkungan. Ia juga mengajak untuk memelihara sumber mata air dan konservasi lainnya.

“Kedepannya kami akan meningkatkan program pengelolaan, pemantauan, pengawasan dan perlindungan lingkungan hidup yang terus berkelanjutan termasuk peningkatan kapasitas dan mitigasi perubahan iklim serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

BACA JUGA: “Indeks SPBE enam daerah di Priangan Timur masih di bawah rata-rata. Kabupaten Tasikmalaya mengalami kenaikan signifikan. Sementara Pangandaran stagnan!”

Okta juga mengatakan, untuk masa depan lingkungan yang lebih asri dan melindungi keserasian alam, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, diantaranya meningkatkan sistem pengelolaan sampah yang efektif, termasuk pengurangan, daur ulang, dan penggunaan kembali bahan-bahan yang dapat didaur ulang.

Selain itu, melindungi dan memulihkan ekosistem penting seperti hutan, lahan basah, dan terumbu karang yang berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengendalikan pencemaran udara, air, dan tanah untuk kesehatan lingkungan yang lebih baik. Meningkatkan penggunaan energi terbarukan seperti energi surya, angin, dan biomassa untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Tak kalah penting menerapkan pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian anak-anak terhadap kelestarian lingkungan sejak dini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, DPRKPLH Kabupaten Ciamis telah meraih berbagai prestasi di bidang lingkungan hidup, diantaranya penghargaan Adipura Kencana, Nirwasita, Tantra (Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup), Proklim Lestari dan Utama, Adiwiyata Mandiri dan Nasional (Sekolah Berbudaya Lingkungan), Adiniti (Penerapan Instrumen Pengelolaan Lingkungan Hidup) Bank Sampah Terbaik, dan lainnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com).

Pentingnya Membangun Madrasah Yang Sehat, Aman Dari Bullying

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bullying atau perundungan di lembaga pendidikan merupakan masalah serius yang perlu ditangani. Madrasah atau sekolah-sekolah di seluruh Indonesia meluncurkan kampanye “Stop Bullying” untuk meningkatkan kesadaran di kalangan peserta didik, pendidik dan orang tua tentang fardhu ‘ain hukumnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan mendukung. Bullying mencakup kekerasan fisik, verbal dan sosial, dan berdampak jangka panjang pada korban terlebih kesehatan mental. Bullying menyebabkan kurangnya rasa percaya diri bagi korban dan kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, penting bagi pihak madrasah atau sekolah untuk mengambil langkah preventif dan memastikan bahwa setiap siswa merasa aman dan dihargai.

Pentingnya Pengetahuan Anti-Bullying

Kampanye Stop Bullying yang digelar oleh KPAI Daerah Kabupaten Tasikmalaya bersama sejumlah lembaga pendidikan ini bertujuan untuk mengedukasi peserta didik dan pendidik mengenai pentingnya saling menghormati dan menjaga toleransi di madrasah. Melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, seminar, edukasi  dan diskusi. Diharapkan kegiatan-kegiatan tersebut bisa mengubah sikap dan perilaku peserta didik serta dapat memperkenalkan cara-cara positif untuk menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.

“Bullying tidak hanya merugikan korban, tetapi juga menciptakan suasana yang tidak sehat di Madrasah. Kita harus menciptakan lingkungan yang ramah, inklusif dan penuh kasih sayang, yang setiap siswanya dapat berkembang tanpa dihantui rasa takut,” ujar Komisioner KPAI Daerah Kabupaten Tasikmalaya, H. Asep Nurjaeni, SH., M.Si. Sosok yang lebih dikenal Abah Asnur ini juga menambahkan bahwa selama tahun 2024, KPAID Kabupaten Tasikmalaya menerima 482 pengaduan terkait kasus bullying. “Di Kabupaten Tasikmalaya ada 482 pengaduan dari kasus bullying yang kita terima sepanjang tahun 2024”. 

Testimoni Peserta Didik dan Pendidik

Salah satu sekolah yang telah sukses menjalankan kampanye ini adalah Madrasah Tsanawiyah Al-muniroh Sukahurip Kecamatan Sukaratu, Kepala MTs Almuniroh, Kikim Abdul Hakim, S.Ag., menyatakan bahwa mereka telah mengadakan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif untuk mengedukasi tentang bullying di kalangan peserta didik. “Kami telah mengadakan sesi konseling dan pelatihan bagi para pendidik untuk menangani permasalahan bullying dengan lebih efektif. Selain wali murid, kami juga melibatkan peserta didik  itu sendiri untuk menjadi pribadi yang berakhlakul karimah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat,” kata Kikim Abdul Hakim, S.Ag., Kamis (9/01/2025).

Diharapkan para peserta didik merasa lebih aman dengan adanya kampanye ini. “Dulu mah, saya teh merasa cemas pergi ke sekolah karena sering diejek oleh teman-teman. Sekarang, saya merasa lebih dihargai dan didukung oleh teman-teman saya, berkat program anti-bullying ini” ujar Zahra, seorang peserta didik kelas 8 Madrasah Tsanawiyah Al-muniroh Sukahurip yang pernah menjadi korban bullying.

Langkah Konkret dalam Mengatasi Bullying

Selain kampanye, pihak sekolah juga menerapkan kebijakan tegas terhadap tindakan bullying. Setiap kasus bullying yang dilaporkan akan ditangani dengan serius dan sanksi yang sesuai akan diberikan. Orang tua juga dilibatkan dalam proses ini, agar mereka dapat membantu mendukung perkembangan anak di rumah dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan mental anak.

Harapan ke Depan

Kampanye Stop Bullying di madrasah diharapkan dapat menciptakan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan memperkuat pemahaman tentang dampak buruk bullying dan pentingnya tasamuh atau saling menghargai, diharapkan para peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang lebih empati, peduli dan bertanggung jawab.

“Ini adalah langkah awal yang baik, tetapi tantangan kita masih panjang. Kami berharap semua pihak, mulai dari sekolah, orang tua, hingga masyarakat, dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari bullying,” kata Abah Asnur.

Dengan upaya bersama, diharapkan bullying dapat ditekan dan setiap peserta didik dapat belajar, berkembang dan berprestasi tanpa takut atau merasa terintimidasi. Kampanye ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang sehat dan penuh kasih sayang.

Janji yang Mematikan

0

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Saat musim dingin sedang membuat semuanya mengigil. Seorang pengusaha sukses keluar dari rumahnya. Tak ada tujuan khusus, ia sekedar ingin melihat situasi di luar yang didominasi oleh warna putih salju. Saat sedang berjalan santai di halaman rumahnya, ia melihat ada seorang pengemis di bawah pohon, tepat di depan rumahnya. Ada hal yang membuat heran, kenapa Si Pengemis itu tidak kedinginan, padahal dia tidak mengenakan jaket yang tebal. Si Pengusaha pun kemudian menghampiri pengemis itu.

“Pak. Apakah Anda tidak merasa kedinginan? Kenapa tidak memakai jaket yang cukup tebal?” tanya Si Pengusaha.

Si Pengemis menoleh, lalu melempar senyum pada Si Pengusaha.

“Saya sudah terbiasa dengan cuaca apapun. Dingin memang, tapi tubuh saya sudah bisa menahannya. Lagi pula, kebetulan saya tidak punya jaket untuk dipakai,” jawab Si Pengemis.

Mendengar jawaban Si Pengemis, Si Pengusaha merasa tergugah. Ia berniat memberikan beberapa jaket miliknya kepada Si Pengemis.

“Tunggu ya, Pak. Saya punya beberapa jaket,” ujarnya, seraya melangkahkan kaki ke arah rumahnya yang mewah dan hangat.

Belum juga kakinya melewati pintu masuk, handphone miliknya berdering. Ia merogoh kantong mantelnya yang tebal. Lalu segera menerima telepon tersebut. Ternyata, telepon dari rekan bisnisnya, yang ingin mendiskusikan beberapa hal yang berkaitan dengan rencana transaksi esok hari.

Perbincangannya di telepon, ternyata harus membawanya ke meja kerja dan membuka laptop. Ia harus membuka sebuah file dan membuat beberapa penyesuaian data untuk kelancaran transaksi besok. Cukup lama ia bekerja di depan laptopnya, hingga tak sadar, ia pun kelelahan dan tertidur.

Dini hari, sekitar jam 02, ia terbangun. Ia kaget karena ketiduran. Ia segera memeriksa kembali pekerjaannya di laptop. Saat itulah, ia teringat kembali janjinya pada Si Pengemis. Setengah berlari, ia segera menuju lemari pakaian. Terburu-buru, ia segera mengambil beberapa jaket. Hatinya diliputi rasa bersalah, karena sudah berjanji tapi malah lupa ketiduran.

Langkahnya cepat, bergegas ke arah pintu keluar. Salju yang semakin tebal di pekarangan rumah tak memberhentikan jejak Si Pengusaha. Ia segera membuka gerbang seraya memanggil Si Pengemis.

“Pak… Pak, Anda dimana?” setengah berteriak, tapi tak ada jawaban.

Si Pengusaha meneruskan langkahnya, menuju pohon dimana ia tadi bertemu dengan Si Pengemis. Namun betapa kagetnya dia, ketika mendapati Si Pengemis telah tersandar di dinding pagar rumahnya. Setengah bagian badannya terkulai. Mata dan mulutnya tertutup rapat, banyak salju bergelayut di janggut yang sudah semakin memutih. Si Pengemis itu sudah meninggal dunia.

Si Pengusaha menghela nafas panjang. Rasa bersalah seperti membongkar semua pori-pori di tubuhnya, dan membuat dirinya mengigil. Ia segera menghampiri jenazah Si Pengemis itu. Ia berniat mengurus pemakamannya. Lalu kemudian, ia menemukan selembar sobekan kertas di tangan pengemis itu. Sepertinya Si Pengemis sempat menulis sesuatu sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhirnya.

“Tuan, tubuhku sudah terbiasa dengan cuaca apapun. Karena aku dan tubuhku sepakat, tak ada pilihan lain, selain bertahan dan melawan rasa sakit dari cuaca yang aku hadapi. Tapi ketika kau berjanji, tubuhku tak sekuat sebelumnya. Dan aku, terlalu berharap kau menepati janji untuk ikut memberiku jaket tebal,” begitu isi tulisan Si Pengemis.

Jadi, jangan terlalu mudah berjanji. Karena tak jarang, sebuah janji yang kita anggap sepele, bisa jadi sangat penting, atau bahkan seharga nyawa untuk orang lain. (Lintas Priangan).

Siswi SD di Garut Dirundung Pakai Terung

0

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Nahas apa yang dialami siswi SD di Garut berinisial D. Siswi yang baru berusia 12 tahun itu, jadi korban perundungan yang dilakukan oleh kakak kelasnya. Berdasarkan informasi sementara, jumlah pelaku sebanyak tiga orang. Mereka bekerja sama, yang satu memegang tangan korban, satu lagi memegang kaki, dan satu lagi beraksi tak senonoh menggunakan terung ungu (Solanum melongena), sayuran buah berwarna ungu menyerupai bentuk pisang. Dalam bahasa Sunda dikenal dengan nama terong ungu.

Kasus perundungan siswi SD di Garut ini sebenarnya terjadi pada Agustus tahun lalu, bertepatan dengan momentum peringatan HUT RI. Dan kasus ini sudah dilaporkan secara resmi oleh orang tua korban ke Polres Garut, pada hari Jumat, tanggal 20 Desember 2024 lalu. Namun kemudian, kasus ini kembali mencuat ke permukaan, setelah orang tua korban menceritakan kasus ini ke awak media di Bandung. Polres Garut pun membenarkan masuknya laporan tersebut.

“Benar. Ada laporan tersebut dan sedang kami tangani,” terang Kasatreskrim Polres Garut, AKP Ari Rinaldo, kepada wartawan kemarin, Kamis (09/01/2025), sebagaimana dilansir oleh beberapa media nasional.

Kasus ini terjadi bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus, tahun 2024. Ketika itu, korban dihampiri oleh tiga orang kakak kelasnya. Lalu tiba-tiba, yang satu memegang tangan korban. Kakak kelasnya yang satu lagi melebarkan kaki korban. Dan yang satu lagi, berbuat tidak senonoh dengan menggunakan terung bekas lomba HUT RI. Saat itu korban masih mengenakan celana panjang. Namun karena aksi kakak kelasnya dilakukan dengan cukup keras, korban pun merasa kesakitan.

Lebih dari itu, bukan sekedar sakit secara fisik, sejak dirundung pakai terung, korban mengalami trauma. Pasca mengalami kejadian itu, kepada orang tuanya, ia bahkan meminta pindah ke Bandung. Perundungan siswi SD di Garut ini mulai terbongkar setelah korban bicara pada orang tuanya, tentang rasa sakit yang dia rasakan.

Saat ini, pihak kepolisian tengah memeriksa beberapa orang saksi. Visum pun sudah dilakukan, tinggal menunggu hasil dari RSUD dr. Slamet, Kabupaten Garut. Kasus perundungan siswi di Garut ini terjadi di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. (Lintas Priangan)

Pancasila Harus Berubah tapi Tak Boleh Diubah

0

lintaspriangan.com, WASBANG. Pertanyaan tentang mengubah Pancasila kerap jadi diskusi yang menarik. Meski kebanyakan, berakhir dengan ujung yang membayang, alias kurang jelas.

Pancasila itu memang harus berubah. Karena kalau tidak, ia akan jadi ideologi usang yang ketinggalan zaman. Bagaimana ia bisa jadi dijadikan pedoman, jika tidak bisa relevan dengan tuntutan zaman. Dan memang, Pancasila selama ini pun sudah berubah. Dulu, sampai tahun 1990-an, Pancasila hanya berisi 36 butir nilai. Tapi sekarang, isinya sudah bertambah jauh lebih banyak, jadi 45 butir. Perubahan ini terjadi karena apa? Karena era-nya berubah. Dan Pancasila harus bisa mengimbangi perubahan yang terjadi.

Tapi Pancasila juga tak boleh diubah. Karena kalau diubah, bukan mustahil kelak anak perempuan kesayangan kita, akan tinggal serumah dengan kekasihnya, lalu melahirkan cucu kita, tanpa diikat oleh tali pernikahan yang sah. Atau, anak laki-laki kebanggaan kita, bisa menegak minuman beralkohol karena minuman tersebut dijual bebas, dan tidak ada lagi pembatasan apalagi larangan dari negara.

Jadi, Pancasila itu ada yang harus berubah, tapi ada yang tidak bisa diubah. Ini topik yang sederhana sekali sebetulnya. Hanya perkara, apanya yang harus berubah, dan dimana yang tidak boleh diubah.

Pancasila itu mengandung tiga jenis nilai di dalamnya. Ada nilai dasar, ada nilai instrumental, dan ada nilai praksis. Apa pengertian dari setiap nilai tersebut? Kita kupas.

Nilai dasar adalah nilai fundamental atau nilai asas. Bung Karno mengistilahkan hal ini dengan terminologi philosofische grondslag. Nilai ini tidak boleh berubah. Bahwa Indonesia itu bertuhan, menjungjung tinggi kemanusiaan, menjaga persatuan, mengutamakan musyawarah, dan memperjuangkan keadilan. Lima nilai ini tidak boleh berubah. Nilai dasar ini yang jadi landasan untuk dua nilai lainnya.

Nilai instrumental adalah nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam berbagai aturan yang ada di Indonesia. Intinya. Tidak boleh ada satupun aturan di Indonesia, yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila. Tapi nilai instrumental ini justru harus berubah, harus berkembang, mengikuti tuntutan zaman. Undang-undang atau peraturan harus terus di-update, agar sesuai dengan kebutuhan. Tapi, perubahan yang terjadi, tidak boleh tercerabut dari nilai dasar.

Lalu nilai praksis, ini adalah nilai-nilai Pancasila dalam perilaku atau dalam tindakan. Nilai yang satu ini juga pasti berkembang. Dulu, mungkin kita tak perlu membahas bagaiman etika perilaku berinteraksi di dunia maya, karena dunia tersebut belum ada. Tapi hari ini, dinamika di dunia maya dan dunia nyata, sama riuhnya. Karena itu Pancasila harus hadir juga di sana.

Perubahan dan pengembangan nilai instrumental dan nilai praksis, harus terus terjadi, agar ideologi Pancasila bisa tetap relevan. Tapi, keduanya harus tetap berpijak di atas nilai dasar.

Yang tidak boleh itu, mengubah nilai dasar. Tadinya percaya Tuhan, jadi tidak. Tadinya menjunjung tinggi kemanusiaan, jadi tidak, dan seterusnya. Ini bahaya. Karena ketika nilai dasar berubah, nilai instrumental dan praksisnya akan berubah. Nikah menjadi tidak wajib, minuman keras beredar luas, pornografi dan pornoaksi merajalela, adalah contoh-contoh fenomena yang akan terjadi ketika nilai dasar Pancasila diubah. Emang mau anak cucu kita hidup dalam dunia seperti itu? Na’udzubillahi min dzalik! (Lintas Priangan)

Herdiat Sunarya Resmi Ditetapkan Sebagai Bupati Ciamis 2024-2029

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis resmi menetapkan Dr. H. Herdiat Sunarya sebagai Bupati Ciamis terpilih periode 2024-2029. Keputusan itu disampaikan dalam rapat pleno terbuka yang berlangsung di Aula Hotel Tyara Plaza, Rabu (9/1/2024). Penetapan ini sekaligus menjadi puncak dari seluruh rangkaian Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdani, menyebutkan bahwa seluruh tahapan Pilkada telah dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar. “Alhamdulillah, seluruh proses Pilkada serentak di Ciamis berjalan tanpa kendala. Hari ini, kami menetapkan Dr. H. Herdiat Sunarya sebagai Bupati Ciamis terpilih,” ujarnya.

Namun, Oong juga menjelaskan bahwa posisi wakil bupati masih kosong karena calon wakil, H. Yana D. Putra, meninggal dunia sebelum hari pencoblosan. “Kita menetapkan pasangan Herdiat-Yana, meskipun nanti pelantikan hanya atas nama Herdiat saja,” tambahnya.

Apresiasi untuk Semua Pihak
Dalam kesempatan tersebut, Oong mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pilkada. Ia juga mengajak masyarakat Ciamis untuk menjaga persatuan setelah melalui proses demokrasi ini. “Meskipun kita berbeda pilihan, mari jadikan Pilkada ini sebagai momentum mempererat persaudaraan dan membangun Ciamis yang lebih baik,” katanya.

Penjabat (PJ) Bupati Ciamis, Budi Waluya, turut hadir dalam rapat pleno tersebut. Ia memberikan apresiasi kepada KPU dan semua pihak yang bekerja keras selama proses Pilkada. Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari peran aktif masyarakat. “Partisipasi masyarakat Tatar Galuh sangat luar biasa. Ini bukti bahwa demokrasi di Ciamis semakin matang,” ujarnya.

Budi berharap, pasangan terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik. “Tanggung jawab sebagai pemimpin tidak mudah, tetapi dengan semangat kebersamaan, saya yakin kita bisa membangun Ciamis yang lebih maju,” katanya.

Dr. H. Herdiat Sunarya, Bupati terpilih, menyatakan rasa syukur atas penetapan tersebut. Ia berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dan almarhum Yana D. Putra. “Amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Ciamis,” ucapnya.

Terkait pelantikan yang dijadwalkan mundur, Herdiat menegaskan hal itu bukan masalah. “Mau dilantik kapan saja, kami siap. Fokus kami adalah memastikan pemerintahan berjalan lancar,” ujarnya.

Mengenai pengganti wakil bupati, Herdiat mengaku belum memikirkan hal tersebut. “Setelah dilantik, baru kita bahas bersama partai pengusung. Yang penting sekarang adalah menjaga stabilitas dan fokus pada program kerja,” jelasnya.

BACA JUGA: Perampokan di Indomart Diwarnai Tembakan

Dengan ditetapkannya Bupati Ciamis terpilih, semua pihak berharap momentum ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangun Kabupaten Ciamis. Oong Ramdani menekankan pentingnya menjaga keamanan dan stabilitas. “Mari kita jadikan Ciamis sebagai contoh demokrasi yang damai dan berkualitas,” pungkasnya.

Rapat pleno diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan Pilkada serentak 2024. Semua pihak yang hadir, mulai dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat, sepakat untuk mendukung langkah-langkah Herdiat Sunarya dalam membawa Ciamis menuju kemajuan yang lebih baik. (Nanang Irawan/lintas priangan.com)

Pancasila mah Emang Beda

0

lintaspriangan.com, WASBANG. Minuman keras atau minuman beralkohol, pernah dilarang di Amerika Serikat. Larangan ini dilatarbelakangi oleh banyak fakta dan hasil riset, yang menunjukkan pengaruh besar minuman keras terhadap berbagai fenomena negatif yang terjadi di Negeri Paman Sam. Sebut saja misalnya meningkatnya tindak kriminalitas, pengangguran, konflik antar gengster, dan sebagainya. Larangan ini kemudian diberlakukan, setelah semua negara bagian di AS meratifikasi larangan minuman keras di masing-masing wilayahnya.

Namun kemudian, larangan untuk memproduksi, menyimpan, memasukkan, menjual dan mengonsumsi minuman beralkohol ini ternyata tak berlangsung lama. Usia larangan ini hanya seumur jagung. Diberlakukan tahun 1920, lalu dicabut pada tahun 1933. Larangan ini keburu mati muda, sebelum bisa menunjukkan implikasi positif yang awalnya diharapkan para penggagasnya.

Sebuah amandemen (perubahan) dalam konstitusi Amerika Serikat, baru bisa diberlakukan jika minimal disetujui oleh 2/3 suara kongres, dan diratifikasi (diberlakukan) oleh sekurang-kurangnya 3/4 negara bagian. Intinya, di Amerika Serikat, mendapatkan dukungan untuk sebuah keputusan itu tidak mudah. Siapapun dia, harus berusaha mencapai dukungan anggota kongres dan negara bagian sebagaimana formulasi di atas. Benar-benar tak mudah. Tapi, ketika batasan-batasan itu sudah dalam genggaman, tak ada lagi rintangan untuk memberlakukan sebuah putusan. Apapun itu. Sekalipun misalnya, keputusan itu dibuat untuk melawan Tuhan. Bisa? Bisa saja. Apa bedanya dengan pencabutan larangan minuman keras.

Begitulah drama demokrasi yang pernah dipertontonkan Amerika Serikat, negara yang kerap dijadikan kiblat demokrasi dunia. Jumlah dukungan menjadi penentu sebuah putusan. Terlepas, seburuk apa isi putusan tersebut.

Andai, di Indonesia, yang juga menganut faham demokrasi, terjadi hal serupa, apa bisa? Misalnya, mayoritas wakil rakyat menyetujui peredaran bebas minuman keras di negeri ini. Jangan tanggung-tanggung, misalnya 99% otoritas legislatif sudah satu suara, mendukung peredaran bebas miras. Bisakah dukungan mayoritas seperti ini melahirkan keputusan di Indonesia?

Atau, biar lebih kuat, bagaimana jika dilakukan referendum. Setiap Warga Negara Indonesia ditanya langsung satu persatu, setuju atau tidak dengan rencana peredaran bebas minuman keras. Lalu misalnya, hasil dari referendum tersebut menunjukkan 90% warga menyatakan setuju. Bisakah kemudian dijadikan dasar putusan lalu diberlakukan?

Jawabannya: tidak bisa, bos! Indonesia memang menganut demokrasi, tapi demokrasinya berbeda, tidak sama persis dengan demokrasi yang berlaku di negara barat sana. Demokrasi di negeri ini, bukan demokrasi jiplakan dari libertian ataupun sosialis, dua ideologi yang pernah membelah dunia pasca perang dunia kedua.

Para pendiri bangsa ini tidak ingin terjebak menjadi salah satu bagian dari kubu tersebut. Kenapa demikian? Karena keduanya, baik demokrasi liberalis maupun demokrasi sosialis, pasti tidak cocok dengan kultur, adab atau norma yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia. Maka kemudian, para tokoh bangsa menggagas demokrasi baru, yang tidak ke barat dan ke timur, yang kemudian dinamai Demokrasi Pancasila.

Dalam praktik pengambilan keputusan, Demokrasi Pancasila tidak memberikan ruang sepenuhnya pada dominasi suara terbanyak. Musyawarah atau voting, memang jadi mekanisme yang bisa digunakan. Namun hasil dari mekanisme tersebut, dijaga oleh Pancasila.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca butir nilai ke-9 dari sila keempat. Bunyinya begini:

“Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.”

Jadi, meskipun dapat dukungan suara terbanyak, ketika sebuah keputusan ternyata bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kebenaran dan keadilan, maka keputusan tersebut —seharusnya— tidak sah! Intinya, Demokrasi Pancasila mah emang beda. (Lintas Priangan)