Beranda blog Halaman 273

Buka Konkerkab III, Budi Waluya: PGRI Punya Tanggungjawab Memajukan Kualitas Pendidikan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Sebagai organisasi profesi bagi guru, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan kualitas pendidikan dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Hal itu dikatakan PJ Bupati Ciamis, Budi Waluya ketika membuka acara Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) III PGRI Kabupaten Ciamis masa bakti XXII tahun 2021-2025. Kegiatan dihadiri perwakilan PGRI kecamatan se-Kabupaten Ciamis di Aula Wisma Guru Ciamis, Minggu(12/01/2024).

Menurutnya, dunia pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun masa depan bangsa. Guru adalah sosok utama dibalik terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

“Konkerkab ini bukan sekadar agenda formal, melainkan momen penting untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis,” katanya.

Dijelaskan Budi, peran PGRI sangat strategis, sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus sebagai wadah perjuangan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan.

“Kami terus mendukung langkah PGRI melalui berbagai program yang sejalan dengan visi pendidikan Kabupaten Ciamis dalam mendukung peningkatan kualitas SDM dan kualitas pendidikan di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Budi juga menjelaskan, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kompetensi guru. Untuk itu pihaknya sangat mendukung program yang dilaksanakan, seperti pelatihan, workshop, dan kegiatan peningkatan kompetensi yang diselenggarakan PGRI.

“Guru harus adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan era digital dan implementasi kurikulum merdeka,” ujarnya.

Dikatakan Budi, ditengah arus globalisasi yang pesat, pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama. selain menjadi pelopor dalam mencetak generasi yang cerdas, guru juga harus menjadi teladan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki rasa kebangsaan yang kuat.

“Era digital menuntut inovasi dalam proses pembelajaran. Saya harap seluruh anggota PGRI Kabupaten Ciamis dapat beradaptasi dengan teknologi, sehingga proses pembelajaran tidak hanya menarik tetapi juga relevan dengan kebutuhan siswa saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis terus berupaya memastikan kesejahteraan guru, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN. melalui kebijakan yang ada.

“Kami telah mengupayakan insentif, tunjangan profesi, serta program penghargaan bagi para guru yang berprestasi,” ungkapnya.

BACA JUGA: “Apa sebenarnya modal awal jadi wartawan? Kemampuan menulis kah? Kemampuan komunikasi? Punya jejaring? Ternyata bukan itu. Kalau tak punya bekal yang satu ini, sebaiknya pertimbangkan lagi niat berkarir jadi wartawan.

Budi juga berharap, melalui Konkerkab tersebut, PGRI Kabupaten Ciamis dapat menghasilkan program kerja yang inovatif dan kolaboratif, yang mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan di daerah. Ia pun mengajak para guru untuk mewujudkan Kabupaten Ciamis sebagai daerah dengan mutu pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

“Kami dari pemerintah daerah juga senantiasa membuka pintu dialog untuk menjawab berbagai tantangan yang bapak/ibu guru hadapi di lapangan,” ucapnya.

Budi juga merasa yakin, dengan kolaborasi yang baik antara Pemkab Ciamis, PGRI, dan para guru, masa depan pendidikan di Kabupaten Ciamis akan semakin cerah. Ia berharap, PGRI Kabupaten Ciamis dapat terus menjadi penghubung antara pemerintah dan guru untuk menjembatani aspirasi tersebut.

“Selamat melaksanakan Konkerkab ke-III, semoga kegiatan ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

TikTok Menyalahkan Amerika Atas Kebijakan Yang Bias Jelang Pemblokiran

0

lintaspriangan.com, BERITA INTERNASIONAL. Bytedance, perusahaan induk TikTok berusaha agar platform media sosial miiknya tersebut tetap bisa beroperasi di Amerika Serikat tanpa harus dijual. Langkah terbaru, perusahaan asal China ini meminta agar diperlakukan secara adil sesuai dengan peraturan yang berlaku di AS. Berdasarkan ketentuan yang ada, Bytedance diwajibkan untuk menjual TikTok. Jika hal tersebut tidak dilakukan sebelum 19 Januari 2025, maka perusahaan akan dilarang beroperasi di AS.

Sebelumnya, Bytedance berupaya menunda penerapan pemblokiran TikTok. Dalam argumennya di Mahkamah Agung AS, pengacara dari kedua raksasa teknologi China tersebut mendorong agar aturan yang sama diterapkan juga pada kasus-kasus lain.

“Dulu, bioskop AMC dimiliki oleh perusahaan AMC. Secara teori, Kongres bisa memerintahkan bioskop AMC untuk menyensor film apapun yang tidak mereka sukai atau yang ingin mereka kendalikan,” ujar Noel Francisco, yang mewakili TikTok dan Bytedance, seperti dikutip dari CNN Internasional pada Minggu (12/1/2025).

Sementara itu, pengacara pembuat konten TikTok, Jeffrey Fisher, mempertanyakan mengapa Kongres hanya fokus pada TikTok. Ia mencatat bahwa ada platform besar lainnya asal China yang juga digunakan oleh banyak orang di AS, seperti Temu yang kini digunakan oleh 70 juta orang di Amerika.

“Sangat mengejutkan mengapa yang dipilih hanya TikTok dan bukan perusahaan lain yang juga mengumpulkan data pribadi dari puluhan juta orang. Selama ini, data tersebut juga bisa dikendalikan oleh China,” kata Fisher.

Aturan yang memaksa penjualan TikTok itu ditandatangani oleh Presiden Demokrat Joe Biden. Pemerintahannya menetapkan batas waktu divestasi satu hari sebelum pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS yang baru.

Menurut hukum, ada tenggat waktu 90 hari untuk memperpanjang masa berlaku aturan tersebut. Namun, sepertinya dalam kasus ini Bytedance tidak menunjukkan upaya nyata untuk menjual TikTok.

Pada akhir Desember lalu, Donald Trump meminta penundaan batas waktu penjualan tersebut dengan alasan agar pemerintahannya dapat mengejar isu politik yang terkait dengan kasus ini.

Modal Awal Jadi Wartawan

0

lintaspriangan.com, KELAS WARTAWAN. Ini kisah nyata, ketika saya masih bekerja sebagai wartawan di Majalah Islam Sabili, Biro Jawa Barat. Satu saat, ada penugasan dari Jakarta. Saya harus mewawancarai seorang narasumber di wilayah Cianjur Kota, lalu lanjut liputan ke sebuah lokasi penampungan di Kecamatan Cidaun, masih di Kabupaten Cianjur.

Setelah perjalanan selama dua jam lebih sedikit, saya tiba di Cianjur Kota. Lalu bertemu dengan salah seorang narasumber untuk wawancara. Hanya sekitar satu jam, wawancara beres. Jarak Bandung ke Cianjur Kota itu sekitar 70 kilometer. Dari sana, perjalanan lanjut ke Cidaun.

Perjalanan menuju Cidaun ternyata butuh perjuangan yang lumayan. Meski sama-sama masuk wilayah Cianjur, jarak tempuh dari Cianjur Kota ke Kecamatan Cidaun ternyata hampir dua kali lipat jarak Bandung-Cianjur Kota. Sekitar 137 kilometer!

Bukan sekedar jauh, tapi medannya pun tak nyaman. Rasanya, jalur yang dilalui tak pernah bertemu jalan lurus. Kalau bukan belok kiri, ya ke kanan. Kalau tidak menurun, ya menanjak. Begitu terus, membuat perut saya dan Kang Ajo, sopir mobil rentalan, sama-sama mual. Dan karena itu, kami sama-sama tak berani buka mulut. Tak ada perbincangan di antara kami sepanjang menuju Cidaun.

Singkat cerita, saya tiba di Kecamatan Cidaun. Saya langsung menuju Kantor Koramil Cidaun, untuk konsultasi dan minta arahan menuju lokasi liputan. Topik yang saat itu harus saya liput adalah tentang orang Sunda yang sebelumnya tinggal di Ambon, diungsikan oleh pemerintah ke Cidaun. Ini dilakukan karena di Ambon terjadi kerusuhan SARA. Kenapa orang Sunda yang di Ambon tidak langsung dikembalikan ke kampung halamannya saja? Kok malah diungsikan ke lokasi terpencil di Cidaun? Pertanyaan itulah yang ingin dicari jawabannya oleh Sabili.

Meski sudah tiba di Kecamatan Cidaun, perjuangan liputan tampaknya masih jauh dari kata tuntas. Lokasi pengungsian ternyata cukup jauh dari pusat pemerintahan Kecamatan Cidaun. Dan Kang Ajo, tak bisa menemani. Musim hujan membuat jalanan menuju lokasi menjadi sangat licin, berbahaya untuk kendaraan roda empat. Akhirnya saya menempuh jalur alternatif sesuai saran dari Koramil. Saya dibonceng oleh salah seorang anggota TNI dari Koramil Cidaun, menggunakan sepeda motor.

Gerimis yang rapat menemani perjalanan kami menuju lokasi. Waktu sudah semakin sore, sudah sekitar ashar. Sepatu dan celana sudah mulai kotor oleh lumpur jalan yang dilalui. Dan… ketika jarak ke lokasi tinggal 1-2 kilometer lagi, ternyata jembatannya roboh. Ya, ada sungai yang harus kami sebrangi untuk sampai di lokasi, tapi jembatannya roboh, dilahap air sungai yang meluap karena curah hujan tinggi sejak dua hari lalu.

Saya menghela nafas, dan sempat terfikir untuk menyerah. Dari Bandung ke Cianjur itu 70 kilometer. Lanjut ke Cidaun sekitar 140 kilo meter. Sudah 210 kilometer perjalanan saya tempuh, tapi harus berakhir di tiang jembatan yang roboh.

Saya segera kembali ke Koramil Cidaun, dan segera mencari wartel terdekat. Waktu itu belum ada handphone. Saya segera melaporkan kondisi di lapangan kepada redaksi di Jakarta. Lalu, apa jawaban redaksi?

“Tugas liputan itu tugas Anda. Tugas saya itu menulis laporan Anda jadi berita.” (Bang Lili redakturku, ingatkah Abang dengan jawaban ini? :))

Huh! Intinya, redaktur tidak mau tahu kondisi di lapangan seperti apa. Dia hanya menunggu laporan hasil liputan dari saya. Hampir ingin menyerah, tapi ada rasa malu karena baru masuk kerja sekitar tiga bulan. Masa baru tiga bulan mengundurkan diri.

Saya menghampiri Kang Ajo yang sedang ngopi di sebuah warung dekat Koramil Cidaun. Tak disangka, dia menyemangati saya. Ia mengajak saya untuk melanjutkan tugas, tapi dengan menempuh jalur lain.

“Memangnya ada jalur lain, Kang?”

“Ada. Kita balik dulu ke Cianjur Kota, terus ke Bandung lagi, nanti dari Bandung, kita ke Cidaun lewat jalur Banjaran,” terangnya, entang.

Edan! Demi sebuah liputan, perjalanan sepanjang 210 kilometer itu harus saya ulang dari awal!

Sejak pengalaman liputan itu, saya jadi yakin dengan materi dalam buku Vademekum Wartawan terbitan Kompas. Kalau tidak salah, buku tersebut jadi buku wajib bagi siapapun yang sedang berstatus Carep, alias Calon Reporter Kompas. Di bagian awal buku itu ada materi yang kurang lebih menjelaskan tentang, apa sebenarnya modal awal jadi wartawan. Apakah kemampuan menulis? Kemampuan komunikasi? Punya jejaring yang kuat? Punya kamera bagus? Ternyata bukan itu. Apalagi sekedar satu lembar kartu pers. Sama sekali bukan itu.

Modal awal jadi wartawan adalah vitalitas! Apa yang dimaksud dengan vitalitas? Kata KBBI, arti dari vitalitas adalah kemampuan untuk bertahan hidup. Intinya, vitalitas itu tidak mudah menyerah. Buku Vademekum Wartawan Kompas itu ingin memberikan gambaran, mencari berita itu tidak mudah. Kalau kita gampang lelah dan menyerah, jangan mimpi bakal betah jadi wartawan. (Lintas Priangan)

Usai Hanguskan LA, Api Merembet ke New York

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. “Ini bukan di Gaza, ini di LA dan sekarang api merembet ke New York!” Demikian bunyi voicenote yang dikirim Yanis, salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI), yang tinggal di Amerika. Kemarin, hampir sehari penuh ia menempuh perjalanan dari tempatnya bekerja di Kansas, mendekati wilayah kebakaran di Los Angeles. Ia mengabarkan kepada redaksi Lintas Priangan, kalau saat ini, Minggu, 12/01/2025 WIB, kebakaran merembet ke wilayah New York.

Bunyi alarm terdengar masih meraung di belakang suara Yanis. Pertanda, dia sedang berada tidak terlalu jauh dari lokasi Si Jago Merah beraksi. Bunyi alarm itu berasal dari beberapa infrastruktur di sekitar gedung Wallace Avenue, tepatnya di Apartemen Bronx. Sebagaimana diberitakan di berbagai media di dunia, kebakaran di LA saat ini sudah mulai merembet ke New York.

Sedikitnya 200 petugas pemadam kebakaran diterjunkan oleh otoritas Amerika Serikat. Namun anehnya, api sepertinya kebal terhadap air. Si Jago Merah merambat dengan cepat, melumatkan apapun yang ada di dekatnya. Dilaporkan, tujuh orang mengalami luka bakar, termasuk di antaranya lima orang petugas pemadam kebakaran.

Api yang mulai merembet ke New York ini setidaknya menyebabkan lebih dari 60 keluarga kehilangan tempat tinggal. Tercatat, total 161 orang warga saat ini terpaksa harus tinggal di tempat penampungan sementara yang didirikan oleh Palang Merah Internasional (PMI).

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Amerika Serika benar-benar sedang berkeringat. Teknologi dan berbagai fasilitas teknologi yang membuat mereka jadi negara adidaya, faktanya tak mampu melawan kobaran Si Jago Merah. Entah berapa banyak peralatan dan petugas yang mereka terjunkan, tapi kebakaran terus saja membesar.

Menurut cerita Yanis, ada yang cukup aneh dalam fenomena kebakaran di Amerika. Fenomena aneh ini bahkan bisa dilihat kasat mata dari banyak foto dan video yang beredar di media sosial. Contoh misalnya seperti di Apartment Bronx, posisi api itu berada di atap gedung, di bagian atas. Antara gedung yang satu dengan gedung yang lain ada jarak, seharusnya di ruang jarak itulah para pemadam kebakaran mendapatkan kesempatan untuk mengendalikan api. Tapi, si api itu seperti melompat dari atap gedung yang satu ke atap di terdekat.

“Bagian bawah apalagi lantai, masih bisa dilalui petugas kebakaran. Tapi semua atap gedung terbakar, padahal antar gedung itu ada jarak. Di sini juga banyak tempat penampungan sementara. Mirip di Gaza, Tapi ini bukan karena perang,” terang Yanis di ujung voice note yang ia kirim ke redaksi Lintas Priangan. (Lintas Priangan)

Kesempatan Magang di Telkom, Siapa Mau?

0

lintaspriangan.com, LOWONGAN KERJA. Salah satu Badan Usaha Milik Negara atau BUMN paling populer di Indonesia, yakni PT. TELKOM INDONESIA (persero), saat ini sedang membuka lowongan kerja magang. Kesempatan ini merupakan pintu karir yang sangat menjanjikan. Selain mendapat honorarium yang memuaskan, karyawan magang juga akan mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli di lingkungan PT. Telkom. Ibarat kita sekolah, dapat ilmu dari para praktisi berpengalaman yang keren, tapi kita dibayar.

Formasi atau role yang bisa diisi oleh karyawan magang ini juga banyak, tersebar di 39 departemen yang ada di PT. Telkom Indonesia. Dan, dii formasi apapun, para trainee (karyawan magang) akan mendapatkan pelatihan berbagai bidang yang sangat dibutuhkan di perusahaan modern. Beberapa materi pelatihan tersebut antara lain: pengembangan diri (self growth), pelatihan komunikasi efektif (communication), perencanaan karir (career planning), cybersecurity, cloud, AI (artificial intelligence), dan B2B (business-to-business). Tidak hanya teori, materi ini akan diberikan bersamaan dengan praktik kerja.

Program magang di Telkom ini bernama Telkom Digital Class Intern 2025. Program ini terbuka untuk para sarjana yang baru lulus atau fresh graduate, dari berbagai program studi. Untuk Anda yang berminat, Anda harus segera mendaftar karena kesempatan emas ini hanya dibuka hingga 16 Januari 2025.

Caranya bagaimana? Agar bisa mendaftar program magang di Telkom, calon karyawan magang harus mendaftarkan diri dulu di aplikasi Magenta. Aplikasi berbasis website ini adalah aplikasi milik Kementerian BUMN, yang dibuat khusus untuk penerimaan jalur magang di berbagai BUMN yang ada di Indonesia. Magenta merupakan singkatan dari Magang Generasi Bertalenta.

Jika sudah memiliki akun Magenta, pastikan Anda mengisi semua data dengan benar, dan menyelesaikan beberapa pertanyaan tentang AKHLAK. Apa itu AKHLAK? Silahkan cari di Google. Untuk Anda yang berminat mendaftar, buka website Magenta melalui link https://magenta.bumn.go.id/.

Sebagai informasi tambahan, PT. TELKOM INDONESIA (Persero) Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang bergerak di bidang layanan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk tentunya telekomunikasi digital di Indonesia. (Lintas Priangan)

Banjir Rob di Subang, Petani Rugi Ratusan Juta

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Curah hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir rob di Subang, Sabtu (11/01/2025). Ratusan rumah dan hektaran sawah serta ladang, saat ini dalam kondisi terendam air. Dipastikan, para petani mengalami kerugian materil hingga ratusan juta rupiah.

Selain ladang, tak kurang dari 50 hektar tambak juga menjadi sasaran banjir rob di Subang. Padahal, tambak tersebut belum lama ditanami benih oleh petani setempat. Mayoritas benih yang ditanam di puluhan hektar tambak tersebut adalah udang bago dan ikan bandeng.

Warga terdampak banjir rob di Subang saat ini sangat berharap bantuan dari pemerintah, terumama bantuan sembako dan bantuan modal karena mereka mengalami kerugian besar. Mereka juga berharap, ke depannya, banjir rob ini bisa ditantisipasi, mengingat bencana ini sudah berulang kali terjadi. Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang sudah meminta warga yang rumahnya terdampak banjir rob untuk segera mengungsi. (Lintas Priangan)

Wow! Wali Kota Ini Melarang Warganya Sakit

0

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Seorang wali kota menyedot perhatian media setelah dirinya mengeluarkan larangan yang terbilang unik, atau mungkin bahkan aneh. Mungkin, dia satu-satunya wali kota di dunia yang melakukan larangan ini. Belum lama ini, ia mengeluarkan larangan sakit untuk warganya.

Tentunya, larangan ini terbilang aneh. Terutama karena urusan sakit, kerapkali tak bisa sepenuhnya dalam kendali manusia. Bahkan, sebenarnya tak mungkin ada orang sengaja mau sakit. Tapi faktanya, di belahan bumi manapun, manusia sakit itu selalu banyak.

Usut punya usut, ternyata larangan sakit yang dikeluarkan oleh wali kota tersebut bukan semata-mata meminta warganya untuk menjaga lebih ekstra menjaga kesehatan tubuhnya. Larangan ini ia utarakan, sebagai bentuk sinisme (sindiran) kepada pemerintahan provinsi dan pemerintah pusat. Wali kota ini geram, lantaran di daerahnya, layanan kesehatan benar-benar tidak dapat diandalkan.

Tidak seperti di daerah lain pada umumnya, para petugas medis dan paramedis di daerahnya, tidak selalu siap setiap saat. Tak hanya masalah petugasnya, bahkan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia pun sangat minim. Saking parahnya, di daerah yang ia pimpin, bahkan tidak ada layanan untuk menangani kondisi gawat darurat.

“Kalau ada keadaan darurat, unit layanan terdekat yang bisa diandalkan, jaraknya sekitar 45 kilometer dari sini. Karena itu, kalian dilarang sakit!” tegasnya, sebagaimana dikutip di berbagai media.

Si wali kota mengaku dirinya sudah pernah menyampaikan kondisi ini ke pihak pemerintahan vertikal, yakni ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Bahkan, tahun lalu ia masih menyampaikan hal tersebut. Namun sampai saat ini, sama sekali tidak ada respon dari keduanya.

“Saya ini ibarat setitik air di lautan yang luas. Tak banyak yang bisa saya perbuat untuk menangani krisis layanan kesehatan ini.” keluhnya.

Wali kota itu bernama Antonio Torchia. Saat ini, ia menjabat Wali Kota Belcastro, sebuah daerah kecil di Italia, tepatnya di wilayah Provinsi Calabria. Selain menjadi provinsi paling ujung di Italia, Calabria merupakan provinsi terkecil, sekaligus termiskin di Italia. (Lintas Priangan)

Lomba Nyanyi Tembang Kenangan KTC Diikuti 10 Kabupaten/Kota

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-6, Komunitas Tembang Ciamis (KTC) menggelar lomba menyanyi tembang kenangan yang diikuti 80 peserta dari 10 kabupaten/kota.

Lomba tersebut berhadiah jutaan rupiah, trophy dan sertifikat itu, digelar di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sabtu (11/01/2025).

Ketua Komunitas Tembang Ciamis, Engkus Kusnadi mengatakan, lomba menyanyi tersebut digelar dalam rangka ulang tahun KTC ke-6. Seharusnya dilaksanakan tanggal 16 Desember 2024, karena momen nya dirasa kurang, maka pihaknya baru bisa melaksanakan pada tanggal 11 Januari 2025.

“Ini merupakan gelaran ketiga yang kami laksanakan, sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2018 dan 2019,” katanya.

Dijelaskan Engkus, para peserta yang mengikuti lomba berasal dari 10 kabupaten/kota, diantaranya Kabupaten Bogor, Bekasi, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Kuningan, Kota Banjar, Jakarta dan Kabupaten Pangandaran.

“Awalnya pendaftar ada seratus lebih, namun karena keterbatasan waktu jadi kami hanya memilih 80 peserta,” jelasnya.

Engkus juga mengatakan, KTC merupakan bagian dari Himpunan Artis Penyanyi dan Musik Indonesia (HAPMI) Kabupaten Ciamis. Dalam acara itu panitia hanya memberikan wadah untuk menyalurkan bakat dan hobi, tidak mendampingi sampai mengembangkan karir kedepannya.

“Kami tidak memberikan akomodasi untuk jenjang karir kedepannya, melihat usia mereka kan diatas 35 tahun,” katanya.

BACA JUGA: “Keren! Gagal Panen di Garut, Petani Dapat Klaim Asuransi”

Engkus berharap kedepannya KTC bisa menggelar event yang lebih matang lagi dengan menerima lebih banyak peserta dan hadiah yang lebih banyak.

“Kami optimis kedepannya akan melanjutkan kegiatan yang sama dengan event yang lebih baik lagi sesuai dengan visi misi kami,” ungkapnya.

Ketua HAPMI Kabupaten Ciamis yang juga Pembina KTC, KH. Dr. Fadlil Yani Ainusyamsi, M.Ag (Kang Icep) sangat mengapresiasi gelaran lomba menyanyi tembang kenangan tersebut. Adanya lomba itu menjadi ajang silaturahmi para peserta pencinta tembang kenangan.

“Event seni semacam ini menjadi bagian sarana pemersatu dan peng kokoh nilai kebersamaan di kalangan para penyanyi tembang lawas di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Kang Icep berharap lomba nyanyi tembang kenangan dapat terus berlanjut, selain ajang hiburan, penyaluran hobi juga menjadi ajang silaturahmi.

“HAPMI sangat mendukung kegiatan ini, karena selain merupakan wadah kecintaan pada kesenian juga ajang mempersatukan dan mempererat tali silaturahmi antar peserta,” jelasnya.

Salah seorang peserta asal Cicalengka Kabupaten Bandung, H Iwan yang tergabung dalam Komunitas New Golden Memories di Warung Nasi Ampera Cicalengka mengatakan, lomba tersebut merupakan wadah silaturahmi antar komunitas dan sarana untuk menyalurkan hobi.

“Saya kira ini merupakan satu hal yang positif untuk kami yang sudah tidak muda lagi, para peserta usianya mulai dari 35 sampai 67 tahun. Bagi kami dengan lomba menyanyi ini dapat menambah dan mempererat silaturahmi dan persaudaraan,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Plafon Kelas di Ciamis Ambruk, Manajemen Sekolah Gagal!

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Ambruknya plafon salah satu ruangan kelas di sebuah SD di Kabupaten Ciamis mengundang perhatian Forum Diskusi Peduli Pendidikan Priangan Timur (FDPPT). Menurut Koordinator FDPPT, Diki Sam Ani, sejak adanya dukungan dana BOS dari pemerintah, seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Terkecuali, pihak manajemen sekolahnya memang tidak cermat saat menyusun perencanaan.

“Sekolah dasar sekarang itu sudah tidak perlu pusing mikir uang. Dulu kan bergantung pada uang bayaran siswa. Sekarang kan ada BOS. Perlu apa-apa, tinggal disusun dan diusulkan. Apalagi berkaitan dengan potensi bencana seperti atap ambruk, pihak pemerintah pusat juga pasti akan memprioritaskan, setidaknya melalui skema rehab ringan pada anggaran BOS. Bahkan pemerintah daerah pun tidak akan tinggal diam jika ada potensi bahaya seperti ini. Kalau yang seperti ini masih terjadi, kemungkinan manajemen sekolahnya kurang cermat saat menyusun perencanaan,” terang Diki kepada Lintas Priangan, melalui sambungan telepon whatsapp, Sabtu (11/01/2025).

Diki mengaku semakin tidak mengerti, ketika membaca berita di media, bahwa plafon yang ambruk itu disebabkan kondisi atap yang sudah tua. Logikanya, seharusnya kondisi tersebut jadi prioritas perhatian manajemen sekolah.

“Yang saya tidak habis fikir, itu di berita, kepala sekolahnya bilang kan, ambruknya plafon kelas karena kemungkinan atapnya sudah tua. Aneh, kok nggak masuk prioritas. Kan tiap hari dia ke sekolah, masa tidak tahu kondisi sekolahnya sendiri. Masa tidak terfikirkan untuk memeriksa atap ketika menyusun usulan anggaran. Apalagi seperti konstruksi atap, kan tidak mungkin lapuk dalam satu dua bulan. Pasti rentang waktunya cukup lama,” tambah Diki.

Masih menurut Diki, sejauh yang dia fahami, dana BOS itu bisa digunakan juga untuk sekedar rehab ringan. Dan andaipun BOS tidak boleh, pihak manajemen sekolah bisa komunikasi segera ke dinas, agar bisa dilakukan tindakan preventif.

“Ketika plafonnya sudah ambruk, ya sudah, apapun ceritanya, intinya pihak manajemen sekolah sudah gagal mengatisipasi. Ini berbeda dengan bencana alam yang datangnya tiba-tiba. Kalau plafon ambruk seperti ini, kan potensi bahayanya memang sudah ada sejak lama, tapi tidak dijadikan prioritas oleh sekolah. Padahal, BOS itu kan boleh dipakai untuk rehab ringan,” tegas Diki.

Terakhir, Diki juga menyoroti peran Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Menurutnya, dinas harus lebih intens memantau semua satuan pendidikan di bawahnya. Karena bagaimanapun, tanggung jawab urusan pendidikan ada di pundak mereka.

“Saya tahu, pasti berat, dan lelah, apalagi daerahnya luas. Tapi mau gimana lagi, itu tugas dinas. Beruntung loh kejadian tempo hari tidak ada korban. Kalau sampai ada korban, saya yakin beritanya bakal viral secara nasional. Bukan mustahil, pemerintah pusat langsung turun tangan. Yang sekarang terjadi, ambil hikmahnya. Agar tidak terulang di kemudian hari,” pungkas Diki.

Plafon yang ambruk di salah satu ruang kelas itu terjadi di SD 4 Panawangan, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis. Sementara ruang kelas terserbut tidak bisa digunakan, para siswa terpaksa harus belajar di ruang perpustakaan, yang lebih sempit dan tentu saja kurang representatif. (Lintas Priangan/Nanang)

Seru! Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Seru! Selain bikin badan bugar, di Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya ini kebetulan saya juga bisa bertemu dengan teman-teman lama,” terang Yadi (40), warga Purbaratu Tasikmalaya yang mengikuti event Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya. Bagi Yadi yang sehari-hari bekerja di luar kota, kegiatan seperti ini bukan saja jadi ajang olahraga, tapi jadi kesempatan silaturahmi dengan teman dan kerabat yang sudah lama tidak berjumpa.

Tak hanya Yadi dan keluarga kecilnya, Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya ini juga diikuti oleh ratusan peserta lainnya. Selain anggota TNI, para peserta juga berasal dari para penggemar olahraga lari dari Kota Tasikmalaya. Fun Run ini digelar oleh Makodim 0612/Tasikmalaya pagi tadi, Sabtu (11/01/2025).

Fun Run Kodim 0612/Tasikmalaya yang dimulai sejak jam 06.00 itu menempuh rute mengelilingi Kota Tasikmalaya. Track yang ditempuh para peserta, kurang lebih sepanjang 5 kilometer. Di momen ini, para tentara dan warga terlihat berbaur dan saling berinteraksi.

“Event Fun Rum Kodim 0612/Tasikmalaya ini bukan sekedar jadi ajang olahraga, tapi juga jadi momentum untuk menciptakan dan mempererat kebersamaan TNI dengan masyarakat, khususnya di Kota Tasikmalaya. Silaturahmi antara TNI dan masyarakat harus terjaga, harus erat,” papar Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta, S.Sos.

Usai menempuh rute yang ditetapkan panitia Fun Run 0612/Tasikmalaya, ratusan peserta bersama-sama melakukan pelemasan. Sebelum kembali ke rumahnya masing-masing, para peserta menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

“Alhamdulillah sukses. Pesertanya mencapai ratusan orang. Ini bukti event Fun Run 0612/Tasikmalaya disambut antusias oleh warga Tasikmalaya. Mudah-mudahan, di waktu yang akan datang, kita bisa gelar lagi acara ini, dan lebih meriah!” pungkas Dandim 0612/Tasikmalaya. (Lintas Priangan/WN Hermawan)