Beranda blog Halaman 272

Strategi Rahasia Lulus Tes CPNS 2025, Buatlah Hal Ini Mulai Sekarang

0

lintaspriangan.com, SUKSES. Agar peluang lulus Tes CPNS 2025 semakin besar, banyak hal yang bisa Anda persiapkan dari sekarang, sebagai langkah awal persiapan. Salah satunya adalah dengan membuat PMM. Di bimbel-bimbel privat yang berbayar, pasti PMM ini dibuat sejak awal, bahkan sebelum pembelajaran pertama dimulai.

Pernah buat PMM? Jika belum pernah, simak terus tulisan ini sampai tuntas!

PMM adalah singkatan dari Personal Mastery Map. PMM ini bisa Anda buat sendiri. Isinya berupa tabel berkolom empat. Kolom pertama diisi dengan Nomor, lalu kolom kedua diisi dengan judul Submateri, selanjutnya kolom ketia diisi dengan judul Mastery, dan kolom terakhir beri judul Jumlah Soal. Jadi kurang lebih, nanti heading (kepala) tabel tersebut akan berurut seperti di bawah ini:

| No | Submateri | Mastery | Jumlah Soal |

Secara sederhana, PMM ini akan menjadi panduan, sekaligus alat pantau, untuk menjawab dua hal di bawah ini:

  1. Submateri apa saja yang harus dikuasai?
  2. Submateri mana saja yang sudah dan belum dikuasai?

Selain itu, ada fungsi rahasia dari PMM ini, yang akan sangat bermanfaat untuk Anda, terutama ketika Anda sudah tiba di hari pelaksanaan tes. Ini salah satu rahasia sukses Tes CPNS yang sudah teruji efektif. Bahkan, sangat efektif! Fungsi rahasia PMM ini akan dikupas di akhir tulisan ini.

Kolom Nomor akan memberikan gambaran kepada Anda, berapa banyak submateri yang harus Anda kuasai. Ketika Anda mampu merinci submateri, jangan kaget ketika mendapati, ternyata materi Tes CPNS yang harus dikuasai itu jumlahnya mencapai ratusan. Kolom nomor ini akan membuat Anda yakin, bahwa persiapan Tes CPNS itu tak akan ideal jika hanya dilakukan dalam waktu satu-dua bulan.

Selanjutnya kolom Submateri. Kolom ini akan memberikan gambaran kepada Anda, seberapa lebar submateri yang harus Anda kuasai. Semakin spesifik informasi yang Anda buat pada kolom ini, tentu semakin baik. Contohnya seperti di bawah ini:

Submateri: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
Topik: Pancasila
Subtopik 1: Sejarah Pancasila
Subtopik 2: Jenis nilai Pancasila (nilai dasar, nilai instrumental, nilai praksis)
Subtopik 3: Butir nilai Pancasila (45 butir nilai pancasila)
Subtopik 4: Kausa Pancasila (material, formal, tujuan, final)
Subtopik 5: … dst.

Submateri: Tes Intelegensia Umum (TIU)
Topik: Numerik – Jarak Kecepatan dan Waktu
Subtopik 1: Kasus dasar
Subtopik 2: Kasus berpapasan
Subtopik 3: Kasus susul-menyusul
Subtopik 4: … dst.

Selanjutnya, pada kolom Mastery, dapat diisi dengan tiga tanda. Yang pertama tanda checklist, untuk subtopik yang sudah Anda kuasai dengan baik. Yang kedua, tanda garis datar, untuk materi yang masih memerlukan pendalaman atau latihan soal. Dan yang ketiga, tanda cakra atau silang, untuk materi yang belum Anda kuasai.

Kolom terakhir adalah kolom jumlah soal. Isi kolom ini dengan jumlah soal pada submateri tertentu yang sudah pernah Anda kerjakan.

Dengan memiliki instrumen PMM, Anda bisa mengetahui dengan persis, sudah sampai mana kesiapan Anda menghadapi Tes CPNS 2025. Anda harus berusaha keras, agar pada kolom Mastery, semua baris Subtopik bisa Anda isi dengan checklist. Idealnya, sekitar satu bulan sebelum tes, semuanya sudah checklist dan semua contoh soal sudah pernah Anda kerjakan. Sehingga satu bulan yang tersisa, bisa Anda manfaatkan untuk mengulang semua subtopik yang terdata dalam PMM.

Ketika Anda memegang PMM dengan checklist yang penuh pada setiap subtopiknya, Anda akan punya manfaat rahasia. Apa manfaat rahasia dari PMM ini? Pastikan, lembar PMM ini Anda pegang saat menjelang tes. Ketika gugup, panik atau gelisah mengganggu Anda, segera buka lembar ini. Tenangkan diri dengan menarik nafas, dan duduk di tempat yang nyaman. Baca semua subtopik yang ada pada lembar PMM yang Anda pegang. Lalu, yakinkan diri dengan berkata dalam hati:

“Tidak ada alasan untuk takut, karena semua bekal sudah ada dalam genggaman!”

PMM ini sudah digunakan di banyak bimbel privat/VIP Class. Hasilnya, 9 dari 10 orang yang sempat merasa takut, gelisah atau panik, mengaku kembali percaya diri setelah melihat kembali PMM yang mereka pegang. PMM adalah bukti konkrit, bahwa Anda sudah sangat siap!

Selain untuk Tes CPNS 2025, Personal Mastery Map ini juga dibuat untuk persiapan Tes Sekolah Kedinasan 2025 dan Tes Masuk BUMN 2025.

Selamat bersiap!

3 Wacana Libur Sekolah Selama Bulan Ramadan

0

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan ada tiga opsi yang berkembang di masyarakat terkait wacana libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 H./2025. Meskipun ada beberapa opsi yang beredar, Mu’ti menegaskan bahwa belum ada keputusan final dari pemerintah mengenai rencana tersebut.

“Kalau kita ikuti yang berkembang di masyarakat, ada tiga opsi yang saya dengar, tapi ini belum ada keputusan ya” ujar Mu’ti di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (13/1/2025).

Opsi pertama, kata Mu’ti, ada yang mengusulkan agar libur Ramadan berlangsung selama sebulan penuh. Meskipun libur, siswa tetap diharapkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.

Kemudian, opsi kedua, Mu’ti menjelaskan ada wacana untuk libur sekolah di awal dan menjelang akhir bulan Ramadan.

“Misalnya tiga hari atau dua hari sebelum Ramadan, kemudian empat atau lima hari di awal Ramadan libur. Setelah itu, sekolah berjalan seperti biasa, dan nanti biasanya menjelang Idul Fitri juga ada libur, bisa dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri sampai rangkaian mudik selesai. Itu yang berlaku saat ini,” ujarnya.

Sedangkan opsi terakhir, pria kelahiran tahun 1968 itu menyebutkan adalah tetap masuk sekolah penuh selama bulan Ramadan, seperti yang diterapkan saat ini.

“Tapi intinya, semua ini adalah usulan-usulan yang ada di masyarakat dan kami tentu memantau usulan-usulan tersebut sebagai bagian dari aspirasi publik,” kata Mu’ti.

Mu’ti mengatakan bahwa keputusan mengenai rencana libur Ramadan ini akan dibahas bersama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri karena rencana tersebut melibatkan beberapa kementerian.

Jika rencana ini terlaksana, tambahnya, pemerintah akan mengaturnya dalam bentuk Surat Edaran.

“Tapi intinya, keputusan ini harus sama antara sekolah dan madrasah. Jangan sampai nanti masa aktif sekolah dan libur selama Ramadan tidak seragam antara sekolah dan madrasah,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana mengenai libur sebulan penuh selama bulan Ramadan muncul dari pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. Nasaruddin mengakui bahwa rencana tersebut masih sebatas wacana. Namun, ia menjelaskan bahwa kebijakan meliburkan kegiatan selama Ramadan masih berlaku di sejumlah satuan pendidikan berbasis pondok pesantren. (Lintas Priangan)

PJ Bupati dan Dandim 0613/Ciamis Hadiri Launching Program MBG

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, didampingi Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han, menghadiri launching Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di empat sekolah percontohan, yaitu TK Merpati, SD Negeri 1 Banjarsari, MTs Negeri 7 dan SMKN Siliwangi Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis.

Kepada wartawan, Budi Waluya mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis hari ini memulai program pembagian makanan bergizi gratis bagi siswa di Kecamatan Banjarsari.

Sebagai langkah awal implementasi program tersebut, sebanyak 3.500 porsi makanan bergizi yang terdiri dari nasi, daging ayam, sayuran, dan jeruk, dibagikan kepada para siswa.

“Ini adalah langkah penting dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka,” katanya, Senin (13/01/2025) di SDN 1 Banjarsari.

Budi juga menjelaskan, program MBG bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak.

Selain berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak-anak, program MBG juga dirancang untuk mendukung perekonomian lokal dengan memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Penyediaan makanan bergizi dilakukan oleh UMKM lokal, sehingga program ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Untuk memastikan kualitas makanan yang dimakan para siswa, menurutnya pengolahan dilakukan di dapur Badan Gizi Nasional (BGN) dengan standar kebersihan dan nutrisi yang tinggi.

“Perhatian terhadap kualitas makanan adalah prioritas utama dalam keberhasilan program ini. Makanya semua makanan diproses dengan standar kebersihan tinggi untuk memastikan agar para siswa mendapatkan makanan sehat dan bergizi,” jelasnya.

Menurutnya, program MBG merupakan langkah konkret dalam mendukung pendidikan dan kesehatan anak-anak. Mereka akan tumbuh sehat dan cerdas, sehingga masa depannya akan semakin cerah.

“Saya harap, program MBG ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Ciamis, sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak juga masyarakat Kabupaten Ciamis,” harapnya.

Sementara itu Dandim 0613 Ciamis, Letkol Affid Cahyono menjelaskan, pelaksanaan program MBG baru dimulai setelah persiapan teknis yang matang. Untuk memastikan kelancaran operasional, program tersebut dilaksanakan melalui kerjasama antara pemerintah daerah BGN dan mitra lokal. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam merealisasikan program MBG.

“Mekanisme pelaksanaan melibatkan BGN yang bertanggung jawab atas dapur, perlengkapan operasional, hingga biaya sewa tempat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Budi Waluya bersama Dandim 0613/Ciamis, Sekda Ciamis beserta rombongan meninjau dapur dan perlengkapan operasional lainnya. (Nank/lintaspriangan.com)

Bawa Senjata Api, Pria di Tasikmalaya Serang Kakak Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Entah setan jenis apa yang merasuki CU, inisial seorang pria di Tasikmalaya yang berusia 42 tahun ini. Dengan membawa senjata api dan golok, ia berusaha menyerang kakaknya sendiri. Beruntung, kakaknya yang berinisial EA (42) berhasil menyelamatkan diri, meski ia harus mengalami luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya. Tak hanya EA, istrinya EA yang sempat diancam dengan todongan senjata api di kepala, juga berhasil menghindari amukan adik iparnya.

Peristiwa ini bermula ketika CU melihat mobil kakaknya melintas di sebuah perempatan. Mobil itu sedang dikendarai oleh sepupunya (anak kandung EA). CU kemudian mencegat mobil tersebut dan meminta sepupunya turun. Ia bermaksud meminjam mobil tersebut. Kepada sepupunya, CU juga sempat berkata, ia sedang marah pada EA, ayah sepupunya. Usai sepupunya turun, CU langsung lantas tancap gas, entah menuju kemana.

Atas perilaku pamannya itu, sepupu CU kemudian mengadu kepada orang tuanya. Mendengar berita tersebut, ibunya (istri EA) kemudian menghubungi CU melalui telepon. Dalam komunikasi via telepon inilah kemungkinan besar terjadi percekcokan antara CU dengan kakak iparnya. Boleh jadi karena merasa tak puas dengan komunikasi di telepon, CU naik pitam, dan langsung meluncur ke rumah kakaknya.

Setibanya di rumah kakaknya, ia langsung membuat gaduh. Mobil yang ia kendarai, yang sebenarnya milik kakaknya, ia tabrakkan dengan pintu rolling door garasi. Percekcokan tak terelakkan. Hingga kemudian, terdengar beberapa kali letusan senjata api.

Melihat adiknya membawa senjata api dan senjata tajam, EA dan istrinya sontak berusaha menghindar. EA lari ke kamar dan mengunci pintu dari dalam. Sementara istrinya, yang sempat ditodong senjata api di bagian kepala, juga lari ke dalam kamar.

Kejadian ini dibenarkan oleh aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya. Saat berita ini ditulis, CU sudah ditangkap dan sedang menjalani pemeriksaan.

“Benar. CU sudah ditangkap berikut barang bukti berupa dua proyektil peluru,” terang Kasi Humas Polresta Tasikmalaya, Iptu Jajang Kurniawan, sebagaimana dilansir Tribun Jabar.

Peristiwa seorang pria di Tasikmalaya yang menyerang kakaknya sendiri ini terjadi di wilayah Kecamatan Ciawi, tepatnya di Jalam Cisinga, Kampung Barak, Desa Pakemitan, Kabupaten Tasikmalaya. CU tiba di rumah kakaknya lantas mengamuk, sekitar pukul 17.00, hari Minggu (12/02/2025). (Lintas Priangan)

Kehilangan BPKB, Menghambat Proses Administrasi Pembayaran Pajak Kendaraan

0

lintaspriangan.com. BERITA GARUT. Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) merupakan salah satu dokumen penting. Kehilangan BPKB dapat menghambat proses administrasi pembayaran pajak kendaraan.

Hal itu dirasakan, Irfan Suyaman, warga Kampung Sukaregang, RT 002/RW 014, Kelurahan Kota Wetan yang kehilangan BPKB sepeda motornya dengan No. Polisi Z 3433 GC. Didalam BPKB tersebut dijelaskan motor berwarna hitam dengan kapasitas mesin 125 cc, No. Rangka MH1JFJ116EK393539, No. Mesin JFJ1E1400948.

Berdasarkan informasi yang diterima kehilangan BPKB terjadi di rumahnya pada Senin (13/01/2025) sekitar pukul 07.00 WIB, ketuka Irfan hendak memeriksa dokumen untuk keperluan pembayaran pajak kendaraan.

“BPKB tersebut tidak ditemukan meskipun telah dicari di beberapa lokasi dalam rumah,” katanya.

Kehilangan BPKB ini tidak hanya menghambat proses administrasi pembayaran pajak, tetapi juga bisa menjadi risiko penyalahgunaan dokumen. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Irfan segera melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang.

Irfan juga meminta bantuan masyarakat untuk membantu jika menemukan dokumen tersebut. Bagi warga yang memiliki informasi atau menemukan BPKB dapat segera melaporkannya kepada aparat terdekat.

“Kejujuran dan kepedulian masyarakat akan sangat membantu penyelesaian masalah ini,” jelasnya.

Kasus kehilangan BPKB sering kali tidak hanya merugikan pemilik kendaraan, tetapi juga membutuhkan proses pengurusan ulang yang memakan waktu.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk selalu menyimpan dokumen penting di tempat yang aman untuk menghindari kejadian serupa.

Irfan berharap, bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan BPKB miliknya, dimohon melapor ke kantor polisi atau menghubungi Irfan di alamat Kampung Sukaregang RT 002/RW 014, Kelurahan Kota Wetan Kabupaten Garut. (lintaspriangan.com).

Perihal Anggaran Perjadin, Begini Respon BPKAD Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Terkait berita tentang nilai perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mencapat angka lebih dari Rp. 7,5 milyar, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tasikmalaya memberikan tanggapan. Sekretaris BPKAD Kota Tasikmalaya, Hj. Hesti Widiawati, S.E., M.M., menerima wartawan Lintas Priangan di ruang kerjanya, Senin (13/01/2025).

“Peningkatan predikat Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau SPBE, idealnya memang berkorelasi dengan turunnya anggaran tertentu, misal salah satunya anggaran perjalanan dinas. Tapi faktanya, hal tersebut tidak bisa serta merta. Implementasi SPBE membutuhkan proses dan adaptasi. Jadi sulit kalau tahun ini predikat SPBE naik, tahun ini pula anggaran perjalanan dinas misalnya turun drastis,” terang Hesti.

Ia menambahkan, besaran anggaran perjalanan dinas bukan hanya dipengaruhi oleh variabel SPBE. Ada banyak faktor lain, misalnya predikat SPBE yang belum merata di setiap daerah, serta ada tuntutan yang memang sulit dihindari.

“Jadi begini. Banyak program pemerintah itu yang harus dikerjakan secara bersama-sama. Perlu koordinasi antar pemerintah daerah, atau antara pemerintah daerah dengan lembaga vertikal. Kami misalnya sudah berusaha menekan perjalanan dinas dalam kota dengan mengadopsi SPBE, tapi ketika harus koordinasi dengan pemerintah daerah lain yang meminta kita hadir secara fisik, hal seperti itu jadi sulit dihindari. Bahkan, undangan dari pemerintah pusat juga sampai saat ini masih cukup banyak yang harus dihadiri secara langsung. Jadi tidak sederhana, variabel yang terkaitnya banyak,” papar Hesti.

Saat diminta data mengenai berapa sebenarnya total anggaran perjalanan dinas Pemerintah Kota Tasikmalaya, Hesti hanya menjawab bahwa anggaran tersebut sebenarnya mengalami penurunan. Hanya saja, ia tidak bisa menyampaikan berapa nilainya, karena saat tadi menerima wawancara dari Lintas Priangan, ia belum memegang data rinci.

“Jadi begini, saya mohon ijin menjelaskan ya. Permohonan wawancara yang dikirim oleh Lintas Priangan akhir pekan lalu, baru saya terima pagi tadi. Dan saya lihat, ternyata deadline-nya hari ini. Sementara kalau saya lihat topiknya, ini pasti butuh data rinci yang tidak tersedia di BPKAD. Perlu saya sampaikan, sejak berlakunya Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, BPKAD sudah tidak memegang dokumen rinci penggunaan anggaran. Kami hanya pegang fakta integritas. Adapun pengelolaan rincinya, ada di setiap SKPD,” jelas Hesti.

Meski belum memegang data rinci, Hesti memilih mendahulukan bertemu dengan Lintas Priangan. Alasannya sederhana, bagi Hesti, yang lebih penting itu membuka komunikasi. Perkara data rinci bisa dibahas belakangan.

“Memenuhi kebutuhan informasi awak media itu jadi salah satu tanggung jawab pemerintah. Saya belum bisa menjawab dengan data rinci karena memang datanya tidak ada pada kami. Tadi, staf saya sempat mengusulkan reschedule untuk wawancara dengan Lintas Priangan. Tapi saya pikir, yang lebih penting ketemu dulu, karena deadline-nya hari ini. Kalau ketemu, saya juga bisa jelaskan juga tentang permendagri tadi. Yang paling penting, jangan sampai ada kesan Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak membuka diri,” kata Hesti.

Terkait respon dari BPKAD Kota Tasikmalaya, aktivis dari Forum Diskusi Albadar Institute, Diki Sam Ani, berkomentar. Menurutnya, meski sudah tidak memegang data rinci setiap SKPD, tentu kalau urusan keuangan seharusnya BPKAD bisa memfasilitasi hal tersebut.

“Saya kira tetap leading sector-nya ada di BPKAD. Masa ia ke Dinkes atau ke PU misalnya. Tapi ya itu tadi, karena regulasi baru, mungkin perlu waktu,” ujar Diki.

Ia juga memberikan apresiasi kepada BPKAD Kota Tasikmalaya yang sudah berkenan membuka diri. Hal ini penting, sebagai perwujudan semangat transparansi yang sudah lama digaungkan di negeri ini.

“Terlepas dari hal-hal teknis lainnya, minimal pejabat itu jangan susah kalau ada masyarakat, LSM atau wartawan yang ingin bertemu dan membutuhkan informasi. Saya mengapresiasi BPKAD Kota Tasikmalaya. Alhamdulillah, sementara ada beberapa SKPD di Kota Tasikmalaya yang terkesan sangat menutup diri,” pungkas Diki. (Lintas Priangan)

Mau Ikut Tes CPNS/BUMN 2025? Simpan Link Ini Baik-Baik!

0

lintaspriangan.com, SUKSES. Halaman ini sengaja dibuat untuk membantu calon peserta Tes CPNS, Tes Sekolah Kedinasan dan Tes Rekruitmen BUMN tahun 2025. Selain informasi dan berita terbaru seputar ketiga tes tersebut, Lintas Priangan akan bekerja sama dengan beberapa mentor bimbel untuk memberikan materi maupun tip yang bisa diakses secara gratis oleh para pembaca yang berencana mengikuti tes di tahun ini.

Menurut Mulyana, S.Sos., M.M., salah seorang mentor bimbel tes rekruitmen pemerintah, ide untuk membuat layanan gratis yang berisi materi dan tip ini sangat bagus dan pasti sangat dibutuhkan. Banyak calon peserta tes yang tidak bisa mengikuti program bimbel. Nanti, mereka bisa memanfaatkan layanan dari Lintas Priangan.

“Silahkan dibuat halamannya. Saya dan teman-teman mentor lain, insha Alloh akan ikut berkontribusi. Ini baik sekali, karena tidak semua calon peserta tes bisa mengikuti program bimbingan belajar reguler,” terang Mulyana, saat ditemui reporter Lintas Priangan Bandung di kediamannya di Jl. Geger Kalong Hilir, Kota Bandung.

Mulyana menambahkan, antara belajar mandiri dengan mengikuti bimbingan memang cukup jauh berbeda. Hal ini terutama disebabkan tes karir seperti Tes CPNS, Tes Sekolah Kedinasan dan Tes Rekruitmen BUMN memiliki karakter yang berbeda dengan tes akademik di sekolah.

“Kalau sekedar materi soal dan pembahasan, sekarang saya lihat banyak sekali di media sosial. Siapapun bisa akses. Tapi di bimbel, terutama yang privat, ada materi-materi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik tes yang akan dihadapi. Karena tes masuk lingkungan pemerintahan itu, baik CPNS maupun BUMN, punya karakter berbeda dengan tes di sekolah,” tambah Mulyana.

Ia mencontohkan, untuk soal numerik misalnya. Soal-soal Persamaan Linear Dua Variabel (PLDV) kalau dikerjakan di sekolah, setidaknya butuh sekitar 10 langkah sampai menemukan jawaban. Tapi pada soal-soal skolastik yang diujikan pada Tes CPNS atau BUMN, jenis soal PLDV harus bisa dikerjakan lebih cepat.

“Bahkan, di bimbel itu dilatih bagaimana soal seperti PLDV bisa dikerjakan secara papperless, alias tanpa ngotret. Nanti materi-materi ini akan kita share di halaman ini,” terang Mulyana.

Mulyana juga berpesan, agar calon peserta Tes CPNS 2025, Tes Sekolah Kedinasan 2025 dan Tes Rekruitmen BUMN 2025, segera mempersiapkan diri dari awal. Menurutnya, persaingan hari ini semakin ketat. Kualitas soal yang muncul pada tes juga semakin tidak sederhana. Kalau tidak dilatih dalam waktu yang cukup, mau bimbel dimanapun pasti tidak akan efektif.

“Mau gak jadi pegawai pemerintah? Kalau benar-benar mau, segera bersiap! Kalau persiapannya selalu mepet, mau 100x tes juga pasti hasilnya kurang lebih sama,” pungkas Mulyana.

Nah, untuk Anda yang berencana mengikuti Tes CPNS 2025, Tes Sekolah Kedinasan 2025 dan Tes Rekruitmen BUMN 2025, agar bisa mendapatkan materi-materi gratis, pastikan Anda save link halaman ini: bit.ly/tipsukses2025 (Lintas Priangan)

Bocah SMP Jadi Kurir Uang Palsu

0

lintaspriangan.com, KLIP JABAR. Belum juga reda kasus uang palsu di UIN Alauddin Makassar, masayrakat kembali dikagetkan dengan peristiwa uang palsu yang baru. Kali ini, kasus uang palsu melibatkan bocah SMP. Ya, seorang kasus bocah SMP jadi kurir uang palsu ini terungkap gara-gara bocah tersebut mengalami lakalantas. Ia tertabrak mobil. Saat itulah, puluhan lembar uang palsu jatuh berceceran. Warga yang hendak menolong bocah korban lakalantas sempat bertanya, darimana uang tesebut berasal. Namun, bocah SMP tersebut tidak menjawab apapun. Ia terlihat kebingungan. Mungkin shock karena mengalami kecelakaan.

Setelah berselang lama, bocah SMP berusia 14 tahun itu barulah bercerita. Di hadapan petugas kepolisian, ia memaparkan kronologis, sampai bisa menjadi kurir uang palsu.

Ternyata, kisah bocah SMP jadi kurir uang palsu ini berawal dari interaksi di facebook. Di media sosial tersebut, bocah SMP berinisial A ini berkenalan dengan seorang dewasa. Ia ditawari pekerjaan ringan, sekedar mengantarkan sesuatu, dengan upah Rp. 50.000. Tentu saja, bocah tersebut girang. Awalnya, ia belum tahu kalau barang yang harus ia antarkan adalah uang palsu.

Selanjutnya, pria di facebook itu mengajak A bertemu di sebuah tempat. A akan diberi tugas pertama, untuk mengantarkan paket yang ternyata berupa uang palsu senilai RP. 2,2 juta. A diminta berjalan menuju ke sebuah lokasi. Nanti di lokasi tersebut, akan ada yang menghampiri A untuk mengambil uang palsu tersebut. Sementara si pria yang menyuruh A, mengikuti dari belakang. Sial, sebelum tiba di lokasi, A malah mengalami laka lantas. Uang palsu yang pegang kemudian jatuh berhamburan.

Selain karena menjadi korban lakalantas, uang yang berhamburan itulah yang menyedot perhatian warga. Dari situ, warga kemudian membawa A ke kantor polisi terdekat.

Kronologis mengenai Bocah SMP jadi kurir uang palsu ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Tambun Selatan, AKP Kukuh Setiono. Menurut Kukuh, peristiwa tersebut benar, peristiwa lakalantasnya terjadi di depan Plaza Metropolitan Tambun, Jalan Raya Teuku Umar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2025).

AKP Kukuh Setiono juga mengonfirmasi kebenaran adanya uang palsu yang berhamburan. Menurut Kukuh, pihak aparak kepolisian Tambun Selatan saat ini sedang mendalami informasi mengenai pria di facebook yang menyuruh A. (Lintas Priangan)



Semoga Bukan Merindu Rembulan di Tengah Siang

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Pers Indonesia, seperti juga pers di belahan dunia lain, umumnya lahir dari rahim perjuangan. Karena itulah, selain fungsi informatif, edukatif dan persuasif, salah satu fungsi pers adalah sebagai social control. Keempat fungsi ini sudah menjadi takdir pers. Seperti juga fungsi yang dilekatkan pada eksekutif, legislatif, atau yudikatif. Namanya takdir, tentu sulit dihindari, dan harusnya sudah saling memahami satu sama lain.

Namun memang, ketika salah satu pihak sedang menjalankan fungsinya, tak jarang pihak lain merasa terusik. Misal ketika eksekutif membuat prioritas pembangunan, pihak lain tak jarang menggerutu. Atau legislatif melaksanakan pengawasan, pihak lain merasa tertekan. Terlebih ketika yudikatif mengambil tindakan, tak jarang ada pihak yang langsung mengambil posisi berseberangan. Begitupun dengan pers. Ketika menjalankan fungsinya, pihak lain sangat sering bersikap abai, atau bukan mustahil mencibir karena sebenarnya tak berkenan.

Dua paragraf di atas sekedar prolog, tentang realitas yang dialami redaksi dua minggu ke belakang. Pihak redaksi mencoba berkomunikasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Kami coba lewat jalur informal, sebagai sebuah jalur yang menurut berbagai teori manajemen modern dianggap sebagai jalur yang efektif untuk membangun solusi dan sinergi. Tapi sayangnya, Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya memilih bungkam. Padahal, topik yang ingin kami diskusikan, berkaitan dengan hajat hidup warga Kabupaten Tasikmalaya. Kami beri sinyal, ada indikasi anggaran yang menguap tak jelas, sama sekali tak ada respon. Kalau seorang Ketua DPRD tidak punya minat pada isu-isu seperti ini, lalu isu apa yang sepantasnya dia minati?

Lalu dengan legilatif di DPRD Kota Tasikmalaya. Salah seorang anggota, yang sejujurnya kami anggap dekat, lagi-lagi bungkam ketika diajak silaturahmi untuk diskusi urusan kegelisahan rakyat. Tak habis fikir, kenapa fenomena seperti ini terus berulang. Saat belum dilantik begitu reaktif, bahkan terkadang proaktif. Usai dilantik, dihubungi saja seolah merasa terusik.

Tak hanya legislatif, pihak eksekutif pun bersikap serupa. Ada dua badan di lembaga pemerintahan daerah, yang satu di Kota Tasikmalaya, satu lagi di Kabupaten Tasikmalaya. Keduanya kami ajak komunikasi melalui surat. Metode korespondensi ini sengaja kami pilih, agar mereka punya keleluasaan waktu untuk membalas. Kan kalau diajak ketemu susah. Tapi sampai detik ini, sepi. Sama sekali tak ada respon. Padahal, topik yang disodorkan oleh Redaksi, adalah topik yang jadi leading sector di lembaga mereka. Redaksi mengajak kerja sama, mereka sediakan artikel, Lintas Priangan siapkan space dan rubriknya. Dan ini 100% gratis! Materi artikel tersebut tentu dibutuhkan oleh masyarakat. Tapi ya begitulah, no respon.

Terakhir, ada satu pihak lagi yang kami coba akses di akhir pekan lalu, yaitu Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, alias BPKAD Kota Tasikmalaya. Untuk lembaga yang satu ini, kami mengirim materi wawancara tertulis. Lagi-lagi, alasan kami mengirim secara tertulis, agar pihak narasumber memiliki keleluasan waktu dan tempat. Deadline-nya hari ini, Senin, tanggal 13 Januari 2025. Semoga yang satu ini, tidak seperti yang sebelumnya diceritakan.

Semoga saja, berharap punya pejabat yang responsif, tidak seperti merindu rembulan di tengah siang. Negara ini akan pesat berkembang, saat semua elemennya bisa bergandengan tangan. Jangan malah satu sama lain seperti ingin berperang. (Lintas Priangan).

8 Karya Budaya dari Priangan Timur Menyandang Status WBTB

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Boleh jadi, minggu lalu adalah minggu yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku budaya di Jawa Barat. Hal ini karena pada akhir pekan lalu, adalah momentum penting bagi para budayawan, dimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan karya budaya mana saja yang berhak menyandang status WBTB, alias Warisan Budaya Tak Benda.

Tak kurang dari 67 karya budaya yang masuk nominasi. Karya-karya tersebut berasal dari 27 daerah yang ada di Jawa Barat. Tim juri kemudian memilih 42 diantaranya untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Ke depannya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan berjuang, agar ke-42 karya budaya tersebut bisa mendapat status WBTB tingkat nasional, bahkan internasional.

Dari 42 karya budaya yang ditetapkan sebagai WBTB tesebut, daerah di Priangan Timur menyumbang 8 karya budaya. Berikut delapan karya budaya dari Priangan Timur yang ditetapkan sebagai WBTB oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat:

  1. Endog Lewo. Makanan khas dari Kabupaten Garut yang sudah ada sejak tahun 1960. Bahan dasar utama Endog Lewo adalah singkong.
  2. Kerajinan Kulit Sukaregang. Kabarnya, para pengrajin kulit di Kabupaten Garut sudah eksis sejak tahun 1930-an. Mereka memproduksi jaket, sepatu, dompet, tas, atau pernak-pernik seperti gantungan kunci dari bahan dasar kulit sapi atau domba. Kualitasnya sudah tak perlu diragukan. Sebagian produk dari sentra kerajinan kulit Sukaregang ini sudah dipasarkan ke berbagai negara.
  3. Peuyeum Koroto. Tape yang berbahan dasar beras ketan. Disebut koroto karena pengemasannya dibuat mirip seperti kroto (sarang semut). Agar kesan mirip sarang semutnya tidak hilang, ranting-ranting kecil yang ada pada daun yang digunakan untuk membungkus bahkan tidak dibuang.
  4. Kopi Godog. Dikenal juga dengan nama Kopi Golodog. Bedanya dengan kopi pada umumnya, Kopi Godog ini diseduh langsung dari biji kopi, yang dicampur beberapa jenis rempah.
  5. Dodol Eluk. Tidak ada informasi yang cukup untuk dijadikan referensi tentang Dodol Eluk dari Kabupaten Tasikmalaya ini. Kemungkinan, dodol yang dimaksud adalah dodol wajit, yang kerap dibuat oleh warga di berbagai desa di Kabupaten Tasikmalaya.
  6. Golok Galonggong. Sentra pengrajin Golok Galonggong sudah ada sejak tahun 1920. Nama Bah Marnaip dikenal sebagai perintis Golok Galonggong.
  7. Anyaman Pandan Sukaruas dari Kabupaten Tasikmalaya ini sudah ada sejak Belanda masih menguasai tanah air. Bahkan, banyak orang Belanda yang menyukai dan membawa berbagai kerajinan anyaman dari Rajapolah ini ke negerinya.
  8. Hajat Waluya dari Kabupaten Pangandaran. Hajat ini digelar di sungai, sebagia bentuk rasa syukur kepada Alloh SWT yang telah memberikan penghidupan melalui keberadaan sungai.

Semoga saja, ke-8 karya budaya dari Priangan Timur ini, bahkan semua karya budaya asli Indonesia, bisa lestari selamanya, dan mendunia seperti angklung. (Lintas Priangan)