lintaspriangan.com, BERITA PERSIB. Persebaya vs Persija pada Piala Presiden 2026 berpotensi menjadi pertandingan dengan dua wajah berbeda. Bernardo Tavares dapat memainkan hingga 19 pemain, sedangkan Shin Tae-yong datang membawa Persija yang persiapannya diakui belum sempurna.
Pertandingan pembuka Grup B tersebut berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu, 26 Juli 2026, pukul 19.30 WIB. Bermain di hadapan Bonek dan Bonita, Persebaya diperkirakan tidak mempertahankan satu komposisi sepanjang laga.
Tavares berencana memaksimalkan regulasi delapan pergantian pemain. Jika seluruh jatah digunakan, sebanyak 19 pemain Persebaya dapat merasakan atmosfer pertandingan melawan Persija.
Bukan sekadar rotasi biasa. Delapan pergantian memungkinkan Tavares mengubah hampir seluruh wajah tim di tengah pertandingan. Persija bukan hanya harus membaca sebelas pemain pertama, tetapi juga gelombang pemain berikutnya yang bisa membawa tenaga dan karakter permainan berbeda.
Delapan Pergantian Persebaya
Bernardo Tavares menjelaskan rotasi dibutuhkan karena kondisi para pemain Persebaya belum seluruhnya ideal. Beberapa pemain baru pulih dari cedera, sedangkan sebagian lainnya masih mengejar kebugaran terbaik.
“Karena itu, kami akan memanfaatkan aturan delapan pergantian pemain, bukan hanya untuk menjaga kondisi fisik mereka, tetapi juga agar kami bisa melihat kemampuan pemain lain,” kata Tavares dalam konferensi pers prapertandingan, Sabtu, 25 Juli 2026.
Strategi itu membuat Persebaya vs Persija berpeluang berlangsung seperti dua pertandingan dalam satu malam. Komposisi Green Force pada babak pertama belum tentu dipertahankan setelah turun minum.
Tavares juga membuka kesempatan kepada pemain muda dan wajah baru yang mampu menunjukkan kualitas selama latihan. Piala Presiden dijadikannya sebagai laboratorium pertandingan sebelum Persebaya memasuki Super League 2026/2027.
Proses tersebut belum sepenuhnya mudah. Persebaya dihuni banyak pemain baru yang masih beradaptasi dengan karakter rekan setim dan filosofi pelatih.
Bahkan, menurut Tavares, ada pemain yang setelah sepekan berlatih belum mengenal seluruh rekan setimnya. Pada pertandingan uji coba sebelumnya, Persebaya bermain imbang 2-2 melawan PSIS Semarang dalam Anniversary Game ke-99.
Persiapan Persija Berubah Mendadak
Di kubu lawan, Shin Tae-yong tidak menutupi kondisi Persija. Ia mengakui persiapan Macan Kemayoran belum berlangsung sesuai rencana karena perubahan agenda pramusim.
Persija awalnya dijadwalkan menjalani pemusatan latihan selama tiga pekan di Thailand mulai 27 Juli 2026. Rencana tersebut kemudian berubah dan keberangkatan tim ditunda hingga setelah Piala Presiden.
“Persiapan memang tidak terlalu sempurna, tetapi kami tetap akan bekerja keras untuk pertandingan besok,” ujar Shin Tae-yong.
Perubahan itu membuat Persija akhirnya membawa skuad utama ke Piala Presiden. Namun, kondisi fisik pemain masih menjadi salah satu pekerjaan utama Shin setelah sejumlah pemain menjalani masa libur hingga satu setengah bulan.
Dua pemain Asia Persija, Han Chang-woo dan Ki-Ohe Yoshino, juga dipastikan tidak turun sebagai starter menghadapi Persebaya. Shin membuka kemungkinan memainkan keduanya pada babak kedua, bergantung pada situasi pertandingan.
Artinya, kedua pelatih sama-sama menyimpan perubahan dari bangku cadangan. Perbedaannya, Tavares terang-terangan menyiapkan rotasi besar, sedangkan Shin masih harus menyesuaikan komposisi dengan kesiapan fisik pemainnya.
Ernando Ari Bertemu Mantan Pelatih
Pertandingan ini turut mempertemukan Ernando Ari Sutaryadi dengan mantan pelatihnya di Timnas Indonesia. Kiper Persebaya tersebut pernah bekerja di bawah arahan Shin Tae-yong, tetapi kini berdiri sebagai lawan.
“Saya senang bisa bertemu Coach Shin Tae-yong. Dulu saya anak didiknya, sekarang menjadi lawan. Tetapi fokus saya adalah memberikan yang terbaik untuk Persebaya,” kata Ernando.
Posisi Ernando pun tidak otomatis aman. Persebaya memiliki Reza Arya Pratama, Kenzo Albar, dan Ilham Al-Arif yang ikut bersaing memperebutkan tempat di bawah mistar.
Pemenang pertandingan ini akan memperoleh modal penting dalam persaingan Grup B. Selain Persebaya dan Persija, grup tersebut dihuni PSMS Medan serta juara bertahan Port FC asal Thailand.
Di atas kertas, pertandingan memang berstatus pramusim. Namun, pertemuan dua klub besar di Gelora Bung Tomo sulit dianggap sebagai uji coba biasa. Apalagi, Persebaya dapat mengganti hampir satu kesebelasan—sementara Persija datang dengan rencana pramusim yang mendadak berubah. (NS/AS)
