Anak Dono Warkop Jadi Ahli Nuklir di Jerman, Perjalanan Damar Wicaksono Bikin Salut

lintaspriangan.com, HIBURAN. Nama Dono Warkop selama ini identik dengan dunia komedi Indonesia. Lewat Warkop DKI, sosoknya dikenang sebagai salah satu legenda yang karya-karyanya tetap hidup lintas generasi. Namun di balik popularitas tersebut, tak banyak yang mengetahui bahwa salah satu putranya justru memilih jalan hidup yang sangat berbeda. Bukan mengikuti jejak sang ayah di dunia hiburan, Damar Canggih Wicaksono meniti karier di bidang sains hingga kini dikenal sebagai ahli nuklir yang berkiprah di Jerman. Perjalanan hidupnya yang penuh prestasi kembali menjadi sorotan dan membuat banyak orang penasaran.

Jika nama Dono identik dengan tawa, maka Damar justru dikenal lewat deretan publikasi ilmiah, penelitian, dan penghargaan internasional di bidang teknologi nuklir.

Putra Kedua Dono Warkop yang Memilih Dunia Sains

Damar Canggih Wicaksono merupakan putra kedua almarhum Wahyu Sardono atau Dono Warkop.

Dono diketahui memiliki tiga orang anak, yakni Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono, dan Satrio Sarwo Trengginas.

Lahir pada 1986, Damar sejak muda telah menunjukkan ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknologi nuklir.

Ketika banyak anak publik figur memilih dunia hiburan, Damar justru menghabiskan waktunya mendalami ilmu teknik dan riset.

Lulus Cum Laude dari UGM, Lanjut Kuliah ke Swiss

Perjalanan akademik Damar dimulai di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia mengambil program studi Teknik Nuklir dan lulus dengan predikat cum laude serta IPK 3,92, sebuah capaian yang membawanya memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke Eropa.

Melalui Swiss Government Excellence Scholarship, Damar melanjutkan studi magister Nuclear Engineering di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL), Swiss.

Kehausannya terhadap ilmu pengetahuan belum berhenti di sana.

Ia juga memperdalam keilmuan di ETH Zurich sebelum kembali ke EPFL untuk menempuh program doktoral di bidang Fisika.

Pada 2018, Damar resmi meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.).

Prestasinya mendapat apresiasi dari Indro Warkop.

“Dia lulusan S2-S3 situ dan lulusnya Cum Laude,” kata Indro Warkop dalam kanal YouTube HAS Creative.

Berkarier di Pusat Riset Nuklir Jerman

Selepas menyelesaikan pendidikan, Damar membangun karier profesional di bidang teknologi nuklir.

Ia pernah menjalani magang sebagai Safety Analyst di Leibstadt Nuclear Power Plant, salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Swiss.

Kariernya kemudian berlanjut sebagai peneliti di Paul Scherrer Institut (PSI).

Ia juga menjadi Doctoral Assistant di Laboratory for Reactor Physics and Systems Behaviour, sebelum melanjutkan penelitian pascadoktoral di ETH Zurich.

Kini, Damar diketahui berkarier sebagai peneliti di Helmholtz-Zentrum Dresden-Rossendorf (HZDR), salah satu pusat riset teknologi terkemuka di Jerman.

Koleksi Penghargaan Internasional

Prestasi Damar tidak hanya terlihat dari jenjang pendidikan maupun tempatnya bekerja.

Selama menjadi peneliti, ia berhasil mengumpulkan berbagai penghargaan bergengsi di tingkat internasional.

Di antaranya Best Paper Award dari PSI/NuklearForum Schweiz pada 2014, Best Student Paper Award dari Japanese Nuclear Society, penghargaan dari American Nuclear Society pada 2015, hingga Best Professional Paper dari Nuclear and Industrial Engineering (NINE) pada 2018.

Deretan penghargaan tersebut menunjukkan konsistensinya dalam menghasilkan riset berkualitas di bidang teknologi nuklir.

Memilih Negara yang Tak Gunakan Nuklir sebagai Senjata

Di balik pilihannya melanjutkan studi ke Eropa, ternyata ada alasan yang cukup menarik.

Menurut Indro Warkop, Damar sengaja memilih negara yang memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

“Dia waktu dapat beasiswa sengaja memilih negara yang tidak mempergunakan nuklir sebagai senjata,” ungkap Indro.

Pilihan itu mencerminkan pandangan Damar bahwa teknologi nuklir seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan, energi, dan kemanusiaan, bukan untuk peperangan.

Kehidupan Pribadi yang Sederhana

Di tengah kesibukannya sebagai ilmuwan, kehidupan pribadi Damar berjalan relatif jauh dari sorotan publik.

Pada 2019, ia menikah dengan Fauzia dalam sebuah prosesi yang turut dihadiri Indro Warkop sebagai saksi.

Momen tersebut sempat dibagikan Indro melalui media sosial sebagai bentuk kebanggaannya terhadap putra sahabat lamanya.

Warisan Dono Tak Hanya Tawa

Nama Dono Warkop memang akan selalu dikenang melalui puluhan film komedi yang mewarnai dunia hiburan Indonesia.

Namun perjalanan Damar Canggih Wicaksono membuktikan bahwa warisan seorang ayah tidak selalu diwujudkan dengan mengikuti profesinya.

Di jalur yang berbeda, Damar berhasil mengharumkan nama Indonesia lewat dunia akademik dan riset internasional.

Dari panggung komedi yang pernah menghibur jutaan orang, kini nama keluarga Dono juga dikenal melalui laboratorium penelitian nuklir di Eropa—sebuah perjalanan yang mungkin tak pernah banyak dibayangkan publik. (HS)

SEO Title:
Anak Dono Warkop Jadi Ahli Nuklir di Jerman, Perjalanan Damar Wicaksono Bikin S

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

560 Liter Pertalite dan 6 Barcode Nelayan: Ada Apa di Balik Kasus SL?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA — Kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi...

BPBD Catat Kebakaran Lahan Cibenda Sekitar 1 Hektare di Dua Dusun

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat...

Agenda Budaya Ciamis: Merlawu Gandoang 28 Agustus, Nyangku Panjalu 7 September

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Agenda budaya Ciamis memasuki rangkaian berikutnya setelah...

GUNTARA dan GEMAS Digelar di Garut Hari Ini, Peserta dari 27 Daerah

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Puncak GUNTARA dan GEMAS tingkat Jawa Barat...

Peringati Maulid Nabi 1448 H, Kapolres Tasikmalaya Tekankan Akhlak Rasulullah dalam Pelayanan Publik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW...

JAWA BARAT

Harpernas 2026, Rumah Layak Huni Indramayu Tertinggi di Jabar; 2.200 Rutilahu Ditargetkan Dibedah

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Peringatan Hari Perumahan Nasional (Harpernas), Selasa, 25 Agustus...

Perubahan RKPD Purwakarta 2026 Berlaku, Jadi Acuan Penyusunan APBD Perubahan

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA.  Perubahan RKPD Purwakarta 2026 tercatat sebagai salah...

Eagle Fight Championship Digelar di Cirebon 23 Agustus, 80 Petarung Dijadwalkan Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Eagle Fight Championship dijadwalkan digelar di Wahaha...

Sumedang Swimming Sprint Masuki Hari Terakhir 23 Agustus, 1.556 Atlet Berlaga

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Sumedang Swimming Sprint KA IV dijadwalkan memasuki...

Pameran Alutsista Bekasi Berlanjut 23 Agustus, Panser Anoa Bisa Dilihat Warga

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Pameran alutsista Bekasi masih dijadwalkan berlangsung di...

Bandung Art Month 9 Mulai 23 Agustus, Berlangsung Sebulan di Berbagai Ruang Seni

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Art Month 9 memasuki periode penyelenggaraan mulai...

Gempa M5,8 Guncang Sumur Banten, Disusul M3,8: Warga agar Waspada

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8...

Bandung Great Sale Mulai 21 Agustus, Lebih dari 700 Pelaku Usaha Terlibat

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Bandung Great Sale 2026 dijadwalkan mulai Jumat,...

Olahraga

Popular Categories