“Budaya Lestari, Indonesia Abadi!”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Keberagaman budaya Indonesia bukan hanya sekadar warisan nenek moyang, tetapi juga benteng kokoh yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak hingga kini. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tasikmalaya, Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si., dalam refleksinya menyambut peringatan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2025.

Menurut Deddy, bangsa Indonesia memiliki modal yang luar biasa berupa keragaman budaya. Keberagaman tersebut, jika mampu dirawat dan disatukan, akan melahirkan kekuatan yang tidak mudah dikalahkan.

“Keragaman yang bersatu itu ibarat sapu lidi. Kalau tercerai-berai, mudah dipatahkan. Tapi kalau disatukan, ia menghadirkan daya yang luar biasa. Itulah kekuatan bangsa Indonesia,” ujarnya.

- Advertisement -

Belajar dari Sejarah Dunia

Deddy mencontohkan bagaimana bangsa-bangsa imperialis di masa lalu berhasil menaklukkan benua Amerika dan Australia. Penduduk asli di kedua benua tersebut, yakni bangsa Indian dan Aborigin, relatif homogen meskipun hidup berkelompok.

“Karena relatif sama, budaya mereka lebih mudah dipelajari oleh bangsa penjajah. Akibatnya, dalam waktu tidak lama mereka berhasil ditundukkan,” kata Deddy.

Indonesia, kata dia, menghadirkan kisah yang berbeda. Dengan ratusan etnis, bahasa, tradisi, dan adat istiadat, penjajah menghadapi mosaik budaya yang begitu rumit. “Bayangkan, selama lebih dari 3,5 abad mereka mencoba menundukkan bangsa ini, tetapi tidak pernah benar-benar bisa menguasai seluruhnya. Itu karena budaya kita terlalu beragam dan sulit dipelajari,” tegasnya.

Penguasaan Alam dan Wilayah

Deddy juga menjelaskan bagaimana setiap suku bangsa di Nusantara memiliki keunggulan khas yang membuat bangsa ini semakin sulit ditaklukkan.

“Ada suku yang sangat menguasai hutan dan pegunungan, ada yang piawai mengarungi lautan, bahkan ada yang bisa menyelam di kedalaman air hingga belasan menit. Setiap bentang geografis Indonesia selalu ada penguasanya,” ungkapnya.

Pengetahuan lokal yang diwariskan turun-temurun itu, menurutnya, adalah bagian dari budaya. Bukan hanya seni atau bahasa, budaya juga mencakup kemampuan manusia dalam beradaptasi dengan lingkungannya.

Senjata Tradisional dan Bela Diri

Keberagaman juga tampak dalam tradisi senjata dan bela diri. Dari Aceh hingga Papua, setiap daerah memiliki senjata khas dengan filosofi dan teknik penggunaan yang berbeda.

“Rencong di Aceh, kujang di Sunda, keris di Jawa, mandau di Kalimantan, hingga badik di Sulawesi, semuanya memiliki karakteristik berbeda. Belum lagi seni bela diri. Silat di Jawa Barat punya gaya berbeda dengan silat Minang atau silat Betawi. Bayangkan betapa rumitnya bagi bangsa asing untuk memahami semua itu,” jelas Deddy.

Keragaman inilah, lanjutnya, yang membuat bangsa penjajah tidak pernah benar-benar berhasil menundukkan Indonesia sepenuhnya.

Relevansi di Era Globalisasi

Meski kolonialisme klasik sudah berakhir, Deddy mengingatkan bahwa tantangan saat ini tidak kalah berat. Bentuk imperialisme kini hadir dalam rupa yang berbeda, salah satunya melalui arus globalisasi dan penetrasi budaya asing.

“Kalau kita tidak hati-hati, budaya asing bisa mengikis jati diri bangsa. Generasi muda bisa kehilangan akar, padahal akar itulah yang membuat pohon bangsa tetap kokoh,” katanya.

Ia menegaskan, melestarikan budaya bukan sekadar menjaga romantisme masa lalu, melainkan kebutuhan strategis untuk menghadapi masa depan. Budaya yang kuat, katanya, akan menjadi benteng menghadapi gempuran global, baik ekonomi, politik, maupun budaya.

Ajakan untuk Melestarikan Budaya

Momentum Hari Kesaktian Pancasila, menurut Deddy, harus dijadikan pengingat bahwa persatuan dalam keberagaman adalah kunci kekuatan bangsa. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mencintai dan melestarikan budaya daerah masing-masing.

“Kalau kita ingin Indonesia abadi, maka kita harus melestarikan budayanya. Budaya itu akar bangsa. Kalau akarnya kuat, pohonnya akan tetap tegak. Begitu pula bangsa ini. Kalau budaya lestari, Indonesia pasti abadi,” ujarnya.

Sebagai kepala dinas yang salah satu bidangnya adalah budaya, Deddy menegaskan pihaknya berkomitmen terus menggelorakan semangat pelestarian budaya di Kota Tasikmalaya. Program-program berbasis budaya, penguatan komunitas seni, hingga upaya digitalisasi warisan budaya terus dijalankan agar tidak tergerus zaman.

“Warisan budaya kita harus bisa diakses dan dikenali generasi milenial dan generasi Z. Dengan begitu, mereka akan merasa memiliki dan bangga pada identitasnya,” kata Deddy.

Budaya Lestari, Indonesia Abadi

Mengakhiri pernyataannya, Deddy kembali menekankan bahwa keberagaman budaya adalah modal utama bangsa. Ia menegaskan, jika budaya tetap dijaga, Indonesia akan selalu punya kekuatan menghadapi berbagai tantangan.

“Sejarah sudah membuktikan. Kini tugas kita adalah merawatnya. Budaya Lestari, Indonesia Abadi,” pungkasnya. (AA)

Abiba Guard
Produk Digital

Abiba Guard

Abiba Guard adalah plugin keamanan WordPress yang menggabungkan pembatasan percobaan login, kendali mode darurat Cloudflare, perlindungan konten premium,…

Rp198.999Beli Sekarang
Abiba Booster
Produk Digital

Abiba Booster

Abiba Booster adalah plugin optimasi WordPress yang membantu mengelola cache halaman, mengonversi gambar JPG dan PNG ke WebP,…

Rp199.000Beli Sekarang
WAStore
Produk Digital

WAStore

WASTore – Bikin Toko Online Profesional, Terima Pesanan Langsung via WhatsApp! Punya produk tapi belum punya toko online…

Rp240.000Beli Sekarang

PRIANGAN TIMUR

Bawa Nama Internasional, Job Fair Tasikmalaya Justru Dikeluhkan Molor, Wali Kota Disorot

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Job Fair Tasikmalaya 2026 membawa embel-embel...

Urusan Sampah Warga Urug Sampai ke KDM, Di Mana Peran Camat dan Wali Kota Tasikmalaya?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Persoalan sampah yang dikeluhkan warga Kelurahan...

Hujan Hambat Pembukaan Jalan 2,6 Km Penghubung Dua Desa di Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pekerjaan pembukaan jalan penghubung Desa Bangunjaya...

Kerusakan Jalan di Kadongdong Garut Perlu Penanganan, Pengguna Jalur Banjarwangi–Singajaya Diminta Waspada

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Kerusakan badan jalan di Kampung Batas,...

5.873 Orang Daftar Job Fair Tasikmalaya, Berapa yang Berhasil Mendapat Pekerjaan?

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebanyak 5.873 pencari kerja tercatat mendaftar...

JAWA BARAT

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Tanggul Sungai Cikalintu Jebol, BPBD Soroti Belum Adanya Saluran Pengalihan Air di Hulu

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Tanggul Sungai Cikalintu di Kelurahan Cipaganti,...

Pohon Tumbang di Bandung Timpa Kendaraan di Jalan Mohammad Toha

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. BANDUNG – Pohon tumbang di Bandung...

Penghargaan Digital Sumedang Jadi Momentum Uji Keamanan e-Voting Pilkades di 92 Desa

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kabupaten Sumedang menerima penghargaan transformasi digital...

Monyet Liar Masuk Permukiman Desa Bunder Purwakarta, Warga Khawatirkan Keselamatan Anak

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Kawanan monyet liar dilaporkan masuk ke...

Central Medical Unit Ujungberung Ditargetkan Beroperasi pada 2028, Ini Fasilitas yang Direncanakan

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bersama Kementerian Kesehatan...

KITA SEHAT, Kemitraan Indonesia–Australia untuk Perkuat Sistem Kesehatan Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong Program...

Futsal Porprov Jabar: Kota Bandung Hajar Kabupaten Tasikmalaya 7–3

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Kota Bandung mengalahkan Kabupaten Tasikmalaya dengan...

Olahraga

Kategori Populer