lintaspriangan.com, NASIONAL. Komika Mega Salsabila mengungkap dugaan perundungan melalui sejumlah akun media sosial anonim yang menurut pengakuannya berkaitan dengan anggota kepolisian. Mega menyebut salah satu pria yang diidentifikasinya sebagai Aditya Pratama bersedia membuat video permintaan maaf setelah keduanya berkomunikasi melalui WhatsApp.
Kisah tersebut disampaikan Mega melalui akun Threads @mega_salsabillah dan kemudian diberitakan akun media sosial Kaltim24jamnews. Dalam unggahan itu, Mega mengaku kerap menerima komentar bernada hinaan, tuduhan, dan serangan personal dari akun-akun yang identitas pemiliknya tidak jelas.
Mega mengatakan dirinya mengumpulkan tangkapan layar komentar dan informasi terkait akun-akun yang diduga menyerangnya. Ia juga mengaku mencoba menelusuri identitas di balik akun tersebut.
Namun, identitas pemilik akun, status keanggotaan mereka di kepolisian, serta dugaan perundungan yang disampaikan Mega masih memerlukan konfirmasi independen dari pihak-pihak terkait.
Mega Salsabila Mengaku Ada Pihak Bersedia Minta Maaf
Dalam unggahannya, Mega menyebut Aditya Pratama bersedia membuat video permintaan maaf setelah dihubungi secara langsung. Menurut Mega, pria tersebut tidak banyak membela diri saat komunikasi berlangsung.
“Dia sama sekali nggak membela diri. Bahkan dia mengakui dia anggota kepolisian. Dia juga mau, dia bersedia bikin video permintaan maaf,” ungkap Mega dalam narasi yang ditampilkan akun Kaltim24jamnews.
Mega juga mengatakan dirinya merasa kasihan karena menilai Aditya tampak tertekan ketika persoalan itu dibicarakan melalui WhatsApp.
Meski demikian, hingga informasi dalam unggahan tersebut disampaikan, belum terdapat konfirmasi langsung dari Aditya mengenai percakapan, statusnya, maupun kesediaannya membuat video permintaan maaf.
Karena itu, klaim tersebut perlu ditempatkan sebagai keterangan Mega, bukan sebagai fakta yang telah dikonfirmasi secara terpisah.
Mega Singgung Nama Lain dan Akun yang Diblokir
Selain Aditya, Mega turut menyebut nama Andi Kurniawan yang dikaitkannya dengan kepolisian di Bontang, Kalimantan Timur. Ia juga menyinggung sebuah bengkel yang disebut memiliki hubungan dengan orang tersebut.
Mega mengaku telah mencoba menghubungi Andi melalui WhatsApp, tetapi komunikasi itu kemudian tidak dapat dilanjutkan karena nomor atau akunnya disebut telah memblokir akses komunikasi.
Mega juga mengklaim sejumlah akun yang sebelumnya memberikan komentar terhadap dirinya mengubah nama atau memutus akses setelah identitas pemiliknya dipersoalkan.
Keterangan tersebut belum disertai konfirmasi langsung dari orang-orang yang disebutkan. Belum dapat dipastikan pula apakah perubahan akun atau pemblokiran yang diklaim Mega berkaitan langsung dengan dugaan perundungan tersebut.
Bukti Tangkapan Layar Diklaim Telah Dikumpulkan
Mega menyatakan telah menyimpan tangkapan layar komentar dan informasi terkait akun-akun yang dianggap menyerangnya. Ia menilai dokumentasi itu penting untuk menjelaskan rangkaian kejadian yang dialaminya.
Dalam unggahan tersebut, Mega juga menyoroti penggunaan akun anonim untuk menyampaikan hinaan, tuduhan, atau komentar yang merugikan orang lain.
Menurutnya, identitas anonim tidak semestinya digunakan sebagai sarana untuk menyerang seseorang di media sosial.
Meski dokumentasi digital dapat membantu menelusuri suatu peristiwa, keaslian, konteks, dan keterkaitan setiap bukti tetap perlu diperiksa. Penentuan ada tidaknya pelanggaran juga memerlukan penilaian berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.
Mega menyebut persoalan ini berawal dari pengalamannya yang merasa berulang kali menjadi sasaran komentar bernada hinaan setelah mengunggah konten mengenai dugaan perilaku oknum.
Konfirmasi Pihak Terkait Masih Diperlukan
Persoalan yang disampaikan Mega menyangkut dugaan perundungan di ruang digital sekaligus identitas orang-orang yang disebut memiliki hubungan dengan institusi kepolisian.
Untuk memperoleh gambaran yang utuh, konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan menjadi penting, termasuk mengenai kepemilikan akun, isi komunikasi, dan klaim kesediaan membuat video permintaan maaf.
Klarifikasi dari institusi kepolisian terkait juga diperlukan untuk memastikan status personel yang disebut dan mengetahui apakah terdapat pengaduan atau pemeriksaan resmi mengenai persoalan tersebut.
Hingga informasi dalam unggahan yang ditampilkan itu disampaikan, klaim Mega mengenai identitas pemilik akun, komunikasi dengan pihak yang disebut, dan kesediaan meminta maaf belum disertai konfirmasi langsung dari pihak-pihak terkait.
Perkembangan selanjutnya perlu ditunggu agar persoalan ini dapat dinilai berdasarkan bukti dan keterangan dari semua pihak, bukan hanya berdasarkan narasi yang beredar di media sosial.
(HS)
