lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Rangkaian Santri Fest 2026 Kabupaten Tasikmalaya dijadwalkan berlanjut hingga Minggu, 25 Oktober 2026, setelah puncak peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober. Hingga Jumat, 23 Oktober 2026, agenda tersebut masih tercantum dalam rangkaian kegiatan keagamaan dan kesenian yang disiapkan untuk memperingati Hari Santri tahun ini.
Santri Fest 2026 Kabupaten Tasikmalaya menggabungkan kegiatan ziarah ulama, kirab santri, festival seni Islam, dan pertunjukan musik religi. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren telah mengikuti kirab dan pawai selawat yang digelar di kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Kirab Santri hingga Pentas Seni Warnai Peringatan Hari Santri
Kirab santri menjadi salah satu kegiatan yang mengawali rangkaian peringatan Hari Santri tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Peserta dari berbagai pondok pesantren mengikuti pawai dengan membawa potret ulama dan tokoh perjuangan.
Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin turut menghadiri kegiatan tersebut bersama jajaran pemerintah daerah dan kalangan pesantren.
Selain kirab, penyelenggara memasukkan Festival Qasidah Rebana, Festival Hadroh, dan Haflah Tilawah ke dalam rangkaian peringatan. Kegiatan tersebut menyediakan panggung bagi kelompok seni pesantren serta qari dan qariah.
Puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober dipusatkan di Lapangan Kompleks Perkantoran Pemkab Tasikmalaya. Ribuan santri mengikuti upacara yang berlangsung pada hari tersebut.
Dalam susunan acara yang sebelumnya diumumkan, panitia juga menjadwalkan pertunjukan musik religi dengan menghadirkan Gita KDI serta penampilan Reggae Sholawat oleh Hamed Uye.
Meski rangkaian Santri Fest 2026 dijadwalkan berlangsung sampai 25 Oktober, rincian kegiatan khusus pada 23–25 Oktober belum dapat dipastikan dari publikasi resmi terbaru yang diperiksa. Karena itu, agenda tersebut masih perlu dibedakan dari kegiatan yang sudah terlaksana.
Diawali Ziarah Makam Ulama di Sejumlah Kecamatan
Sebelum kirab santri dan acara puncak, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mengawali peringatan Hari Santri melalui kegiatan Jiyarotusyusyukh atau ziarah ke makam para ulama.
Berdasarkan publikasi resmi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya pada 14 Oktober 2026, Bupati Cecep Nurul Yakin mengikuti kegiatan ziarah pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Lokasi yang dikunjungi mencakup Pondok Pesantren Cipasung, Taman Makam Pahlawan Sukamanah di Kecamatan Sukarame, Pondok Pesantren Cintawana, makam Gan Aun di Kecamatan Mangunreja, serta makam KH Muhammad Syabandi atau Mama Cilenga di Kecamatan Sariwangi.
Pemerintah kabupaten menyatakan ziarah tersebut bertujuan menghormati jasa ulama dalam perjuangan, pendidikan, serta perkembangan syiar Islam di Tasikmalaya.
Secara nasional, peringatan Hari Santri 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut ditetapkan Kementerian Agama melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor 6 Tahun 2026 tentang Panduan Pelaksanaan Peringatan Hari Santri 2026.
Melalui panduan tersebut, Kementerian Agama juga mendorong kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan kemandirian ekonomi pesantren.
Rangkaian Santri Fest 2026 Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu bentuk peringatan di tingkat daerah. Adapun kepastian pelaksanaan agenda hingga Minggu, 25 Oktober 2026, masih memerlukan pembaruan dari panitia penyelenggara atau pemerintah kabupaten. (NS/AS)




