lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Festival Layang Lakbok 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (22/10/2026) hingga Sabtu (24/10/2026), di Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Festival ini menawarkan atraksi layang-layang malam yang menjadi salah satu ciri khas tradisi masyarakat Lakbok.
Festival Layang Lakbok 2026 menggabungkan permainan layang-layang dengan kegiatan seni dan budaya masyarakat setempat. Penyelenggaraan festival juga berkaitan dengan tradisi masyarakat di kawasan pertanian Lakbok, khususnya dalam menyambut atau merayakan musim panen.
Layang-Layang Bercahaya Jadi Daya Tarik Festival
Salah satu atraksi yang ditawarkan dalam Festival Layang Lakbok adalah penerbangan layang-layang pada malam hari.
Layang-layang dihiasi lampu sehingga dapat terlihat ketika diterbangkan di langit malam. Atraksi ini membedakan Festival Layang Lakbok dengan kegiatan permainan layang-layang yang umumnya berlangsung pada siang hari.
Selain penerbangan layang-layang, festival tersebut juga dikenal menghadirkan pertunjukan kesenian dan kegiatan budaya masyarakat.
Informasi kebudayaan yang dipublikasikan melalui portal Galuh Virtual milik Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis menyebutkan bahwa Festival Layang Lakbok memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat pertanian.
Dalam penyelenggaraan sebelumnya, kegiatan festival memanfaatkan kawasan persawahan sebagai tempat pertunjukan. Kesenian tradisional, termasuk Ebeg, serta kuliner khas Lakbok menjadi bagian dari daya tarik kegiatan tersebut.
Namun, rincian seluruh pertunjukan dan jam pelaksanaan atraksi untuk festival pada 22–24 Oktober 2026 masih perlu dipastikan melalui pengumuman terbaru penyelenggara.
Tradisi Masyarakat Lakbok dan Potensi Wisata Ciamis Selatan
Festival Layang Lakbok bukan kegiatan yang baru diperkenalkan pada tahun ini.
Kegiatan tersebut telah dikembangkan sebagai festival berbasis masyarakat sejak 2018. Informasi pada portal pariwisata resmi Indonesia menjelaskan bahwa festival ini melibatkan masyarakat dalam pengembangan potensi lokal, termasuk seni, kuliner, dan kegiatan yang berkaitan dengan pertani.
Kecamatan Lakbok merupakan salah satu kawasan pertanian di Kabupaten Ciamis. Tradisi menerbangkan layang-layang menjadi bagian dari aktivitas budaya masyarakat yang berkaitan dengan siklus pertanian.
Melalui festival, tradisi tersebut diperkenalkan kepada pengunjung dalam bentuk kegiatan wisata budaya.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Ciamis, Endang Haris Juandana, dalam pernyataan yang diberitakan pada 20 Oktober 2026, menilai festival tersebut memiliki potensi untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Penilaian tersebut berkaitan dengan peluang keterlibatan pelaku usaha setempat ketika kegiatan wisata berlangsung. Meski demikian, belum tersedia data terverifikasi mengenai target pengunjung maupun perkiraan perputaran uang pada penyelenggaraan Oktober 2026.
Selain menjadi hiburan, Festival Layang Lakbok 2026 diharapkan membantu mempertahankan tradisi masyarakat dan memperluas pengenalan potensi wisata kawasan Ciamis selatan.
Bagi masyarakat yang berencana berkunjung, informasi terbaru mengenai lokasi terperinci, jadwal pertunjukan, dan ketentuan kunjungan perlu diperiksa kembali melalui penyelenggara. (NS/AS)




