Ade Hendar: “Pancasila: Solusi Masalah Banjir di Tasikmalaya”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hujan bisa turun kapan pun. Air kembali datang, dan Kota Tasikmalaya kembali diuji. Di tengah keresahan warga akibat masalah banjir di Tasikmalaya, muncul satu gagasan yang terasa lama, tapi justru relevan hari ini.

Bukan teknologi. Bukan proyek raksasa. Melainkan sesuatu yang pernah dirumuskan jauh sebelum republik ini berdiri: Pancasila.

Drs. Ade Hendar, M.M., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, melihat persoalan banjir di Tasikmalaya bukan semata urusan teknis. Ia membaca lebih dalam, sebagai persoalan nilai, cara pandang, dan cara hidup bersama.

- Advertisement -

Menurutnya, langkah Pemerintah Kota Tasikmalaya yang mengajak masyarakat untuk terlibat langsung menghadapi banjir bukan sekadar solusi darurat.

“Itu justru sangat sesuai dengan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya, kepada Lintas Priangan, Kamis (09/04/2026).

Ade Hendar tidak berhenti pada pernyataan normatif. Ia menarik benang panjang sejarah, kembali ke satu momen penting dalam perjalanan bangsa: Sidang BPUPKI, tanggal 1 Juni 1945.

Hari itu, Ir. Soekarno berdiri di hadapan para pendiri bangsa. Ia tidak hanya menawarkan dasar negara, tetapi juga menawarkan cara berpikir tentang Indonesia. Dalam pidatonya, Soekarno memperkenalkan lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Namun yang sering terlupakan, Soekarno juga menyederhanakan gagasan itu. Jika lima sila dianggap terlalu banyak, katanya, bisa diperas menjadi tiga, namanya Trisila. Isinya, sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, dan ketuhanan.

Dan jika tiga masih dianggap terlalu panjang, ia menawarkan satu inti paling dalam. Namanya Ekasila. Apa yang dimaksud dengan Ekasila? Ternyata inti dari jati diri bangsa ini adalah: Gotong Royong.

“Bung Karno sendiri sudah menegaskan, kalau diperas, Pancasila itu intinya gotong royong. Dan itu yang sekarang kita butuhkan,” kata Ade Hendar.

Ia melihat, pendekatan menghadapi banjir di Tasikmalaya hari ini seolah menghidupkan kembali gagasan besar itu, bukan dalam ruang sidang, tidak di ruang rapat, tapi di jalanan, di saluran air, di gorong-gorong, di lingkungan warga.

Ketika pemerintah membuka komunikasi. Ketika warga merespons tanpa diminta berulang kali. Ketika orang-orang yang sebelumnya berjalan sendiri, mulai bergerak bersama. Di situlah, menurutnya, Pancasila tidak lagi menjadi hafalan, tapi menjadi tindakan.

Apa yang terjadi di Panglayungan beberapa hari lalu menjadi contoh kecil, tapi bermakna besar. Warga turun tangan, membersihkan saluran, mengangkat sampah, tanpa menunggu instruksi yang rumit.

Bukan karena mereka tidak punya pilihan. Tapi karena mereka merasa memiliki.

“Ini bukan hanya soal banjir. Ini soal bagaimana kita sebagai bangsa merespons masalah. Dan Pancasila sudah memberi jawabannya sejak lama,” ujarnya.

Dalam pandangan Ade Hendar, tantangan terbesar hari ini bukan pada kurangnya program, melainkan pada melemahnya nilai-nilai kebangsaan, salah satunya adalah gotong royong dan kebersamaan.

Baca berita terkait: Hanafi: “Banjir di Tasikmalaya Tidak Bisa Menghanyutkan Kebersamaan”

Padahal, kata Ade, Indonesia dibangun di atas semangat kolektif. Semangat yang tidak menunggu. Semangat yang bergerak. Semangat yang saling menguatkan.

Ia juga menegaskan, keterlibatan masyarakat bukan berarti pemerintah melepaskan tanggung jawab. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kolaborasi yang sehat. Pemerintah bekerja. Masyarakat bergerak. Keduanya saling melengkapi.

“Kalau kita kembali pada nilai gotong royong, maka persoalan sebesar apa pun akan terasa lebih ringan,” katanya.

Di tengah air yang terus mengalir, dan hujan yang belum tentu segera berhenti, pesan itu terasa kuat. Bahwa solusi tidak selalu harus dicari jauh-jauh. Kadang, ia sudah ada dalam jati diri bangsa.

Dan di Kota Tasikmalaya hari ini, di tengah banjir yang datang berulang, satu nilai lama itu kembali menemukan tempatnya. Bukan sekadar dalam sambutan pejabat, atau bahasan di ruang rapat.

Tapi di tangan-tangan warga Kota Tasikmalaya yang memilih untuk tidak diam: Gotong royong. (AS)

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Ciamis Didorong Gerakkan Ekonomi, Dukungan Konkret Apa yang Disiapkan?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santri Ciamis diajak ikut menggerakkan ekonomi...

Pajak Garut Tembus 81,1 Persen, PBB Masih Tertahan di 60,9 Persen

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Penerimaan pajak Garut mencapai Rp141,20 miliar...

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

JAWA BARAT

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Olahraga

Kategori Populer