25 Hari di Mabdaul Ulum Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.  Pagi itu mungkin tak berbeda dari hari-hari sebelumnya. Matahari terbit seperti biasa, angin Bungursari berhembus pelan, dan halaman Pondok Pesantren Mabdaul Ulum Tasikmalaya kembali dipenuhi langkah-langkah kecil para santri.

Namun, Minggu (15/03/2026), bertepatan dengan 25 Ramadhan 1447H, bukan hari biasa.

Hari itu adalah penutup dari perjalanan selama 25 hari, sebuah proses yang bukan sekadar rutinitas Ramadan, melainkan perjalanan sunyi membentuk disiplin, merapikan akhlak, dan menata ulang kebiasaan.

- Advertisement -

Selama hampir sebulan, waktu seolah dipadatkan. Hari-hari diisi dengan ritme yang teratur. Mulai dari bangun, belajar, beribadah, dan berlatih menahan diri, bukan hanya dari lapar, tetapi juga dari kebiasaan yang selama ini luput dari perhatian.

Dan alhamdulillah, hasilnya mulai tampak.

Sebanyak 95 persen peserta dinyatakan lulus dari program pembinaan ini. Sebuah angka yang bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari kesungguhan yang dijalani dengan konsisten.

Di antara ratusan santri itu, beberapa nama dipanggil ke depan. Dari setiap jenjang pendidikan—SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA—dipilih masing-masing tiga peserta terbaik. Mereka menerima trofi dan uang pembinaan.

Namun, yang dibawa pulang bukan hanya itu.

Lebih dari sekadar penghargaan, ada kebiasaan baru yang mulai tumbuh. Disiplin yang lebih rapi. Sikap yang lebih tertata. Dan akhlak yang perlahan menemukan bentuknya.


25 Hari di Pesantren Mabdaul Ulum Tasikmalaya (1)

Di luar pagar Pesantren Mabdaul Ulum Tasikmalaya, dampaknya pun ikut terasa.

Selama 25 hari, kegiatan ini tak hanya berputar di dalam lingkungan pondok. Sekitar 6.000 paket takjil dibagikan kepada masyarakat. Sementara itu, 500 paket santunan disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa.

Ramadan, dalam konteks ini, tidak hanya menjadi ruang pembinaan diri, tetapi juga ruang berbagi.

Santri tidak hanya belajar menjadi lebih baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga belajar hadir untuk orang lain.


Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Mabdaul Ulum Tasikmalay, H. Aslim, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat.

Ucapan itu sederhana, namun penuh makna, sebuah pengakuan bahwa kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan hasil dari gotong royong banyak pihak.

Harapannya pun tak muluk: semoga setiap kontribusi yang diberikan mendapat balasan kebaikan yang berlipat ganda.


Pada akhirnya, 25 hari mungkin terdengar singkat.

Namun di Mabdaul Ulum Tasikmalaya, waktu yang singkat itu akan menjadi proses yang panjang—proses yang meninggalkan jejak, bukan hanya di jadwal harian, tetapi juga dalam kebiasaan, sikap, dan cara memandang hidup.

Dan ketika gerbang kegiatan itu resmi ditutup, yang selesai sebenarnya bukan prosesnya.

Justru, bagi para santri, mungkin inilah awalnya. (AS)

[abiba_quick_ads id="38307"]

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Santri Ciamis Didorong Gerakkan Ekonomi, Dukungan Konkret Apa yang Disiapkan?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Santri Ciamis diajak ikut menggerakkan ekonomi...

Pajak Garut Tembus 81,1 Persen, PBB Masih Tertahan di 60,9 Persen

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Penerimaan pajak Garut mencapai Rp141,20 miliar...

Ciamis Bidik Juara Umum Porsadin Jabar 2026, 28 Peserta Turun di 14 Lomba

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Kabupaten Ciamis membidik gelar juara umum...

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

JAWA BARAT

Tangisan Anak Surili di Tengah Karhutla Ciremai, Petugas Selamatkan Primata Langka

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Di tengah kebakaran hutan dan...

Perizinan Dapur MBG di Depok, Data PBG dan Pengawasan SPPG Perlu Dibuka

lintaspriangan.com, BERITA DEPOK. DEPOK — Perizinan bangunan dapur program...

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Olahraga

Kategori Populer