Mohon Doa: 3 Relawan Tagana Tasikmalaya Diterbangkan ke Medan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pagi itu, udara Tasikmalaya masih lembut ketika tiga anggota relawan Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersiap untuk perjalanan jauh ke wilayah yang sedang berduka. Tidak ada keramaian berlebihan, tidak ada upacara khusus—hanya langkah sederhana yang mengantar Asep Ahmad Fauzi, Aqil Muhaimin, dan Ega Rusmana memasuki misi kemanusiaan yang telah menanti mereka di Medan, Sumatera Utara.

Keberangkatan ketiganya bukan keputusan mendadak. Instruksi resmi datang dari Kementerian Sosial RI melalui FK Tagana Provinsi Jawa Barat. Perintah itu jelas: menugaskan tiga personel FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya untuk membantu penanganan banjir di Medan pada Jumat, 28 November 2025. Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya pun segera menetapkan nama-nama tersebut, memastikan bahwa yang berangkat adalah mereka yang sudah siap secara fisik, mental, dan pengalaman.

Dalam unggahan resminya, FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan permohonan doa agar para relawan ini diberi kelancaran dan keselamatan selama menjalankan tugas. Kalimat itu sederhana, namun mencerminkan situasi yang sesungguhnya: misi kemanusiaan selalu mengandung risiko, dan doa dari tanah kelahiran menjadi bekal moril yang tidak kalah penting dari perlengkapan di ransel mereka.

- Advertisement -

Langkah Hening Menuju Medan Banjir

Penugasan kali ini membawa tiga relawan tersebut jauh dari Tasikmalaya menuju Medan yang tengah berjuang menghadapi banjir. Di banyak daerah Indonesia, banjir selalu meninggalkan cerita tentang kehilangan, kesulitan, dan upaya bangkit. Ketika sebuah kota berada dalam masa sulit, kehadiran relawan kerap menjadi tanda bahwa beban itu kini dipikul bersama, bukan lagi ditanggung sendirian.

Di situlah makna perjalanan mereka menjadi lebih dalam. Mereka tidak hanya berpindah lokasi; mereka membawa misi dari satu daerah ke daerah lain—sebuah jembatan yang menghubungkan solidaritas antarwilayah. Relawan tidak datang untuk menjadi pahlawan. Mereka datang untuk bekerja, membantu, dan berdiri bersama warga yang sedang diuji oleh bencana.

Asep, Aqil, dan Ega ditugaskan untuk memperkuat penanganan banjir yang terjadi di Medan. Mereka bukan tim besar, tetapi Tagana memang terbiasa bekerja dalam unit-unit kecil yang efisien. Yang jelas, keberangkatan mereka adalah bagian dari tanggung jawab besar yang digerakkan dari pusat hingga daerah—sebuah rantai koordinasi yang memastikan bantuan datang tepat waktu.

Mungkin bagi sebagian orang, angka “tiga relawan” tampak kecil. Namun bagi dunia kebencanaan, tiga orang yang terlatih bisa menjadi perbedaan besar dalam situasi yang memerlukan tindakan cepat. Mereka bisa membantu evakuasi, mendukung layanan sosial, atau memperkuat tim yang sudah lebih dulu bekerja di lapangan. Yang terpenting, mereka hadir.


Doa, Kesiapan, dan Tanggung Jawab Kemanusiaan

Unggahan FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya tentang permohonan doa bagi keberangkatan para relawan itu menggambarkan satu hal penting: misi kemanusiaan tidak dapat dipisahkan dari harapan bersama. Relawan berangkat dengan ilmu, keterampilan, dan keberanian, namun mereka juga membawa sesuatu yang lebih sunyi—kepercayaan dari daerah asal mereka.

Dalam banyak penugasan, relawan Tagana sering melangkah tanpa sorotan. Tetapi justru dalam kesunyian itu terlihat integritas mereka. Mereka tidak menunggu liputan, tidak menunggu tepuk tangan. Mereka bergerak karena ada kebutuhan yang lebih besar dari kenyamanan pribadi.

Atas dasar itulah permohonan doa menjadi relevan. Doa bukan sekadar kalimat yang diucapkan, melainkan bentuk simpati dan dukungan yang melintasi jarak. Doa adalah pengingat bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah perjalanan individual, tetapi bagian dari kepedulian masyarakat yang lebih luas.

Penugasan mereka mengandung harapan ganda: harapan agar warga Medan terbantu, dan harapan agar para relawan bisa menjalankan tugas dengan selamat kemudian kembali pulang dalam keadaan sehat. Dua harapan ini berjalan berdampingan, tidak terpisahkan.

Keberangkatan tiga relawan Tagana Tasikmalaya hari itu memang sederhana, tetapi di balik kesederhanaannya terdapat makna kemanusiaan yang luas. Mereka berangkat sebagai utusan tanggung jawab, solidaritas, dan semangat membantu sesama yang tidak pernah mengenal batas geografis.

Dan seperti permohonan yang ditulis dalam unggahan resmi itu—doa pun mengalir dari Tasikmalaya, mengiringi perjalanan tanpa banyak kata, namun penuh ketulusan. (GPS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

PEPATAH MANIS Ciamis Hadirkan 58 Layanan di Sukamantri, Warga Bisa Urus Dokumen hingga Beli Pangan Murah

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis menghadirkan 58 jenis...

Hari Santri 2026 Pangandaran, PCNU dan Pemkab Rencanakan Upacara Bersama serta Berbagai Perlombaan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten...

Upacara Hari Jadi Pangandaran ke-14 Digelar 24 Oktober di Lapangan Parigi, Ini Rangkaian Acaranya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pemerintah Kabupaten Pangandaran menjadwalkan upacara Hari...

Pangandaran Fest 2026 Berlangsung hingga 24 Oktober, Puluhan Stan UMKM Disiapkan

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pangandaran Fest 2026 dijadwalkan berlangsung hingga...

Musabaqah Hari Santri 2026 Kota Tasikmalaya Jadi Ajang Pengembangan Kemampuan Santri

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Musabaqah Hari...

JAWA BARAT

BMKG Peringatkan Banjir Rob Jawa Barat hingga Awal November 2026, Ini Wilayah yang Berpotensi Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Motor Trail di Lahan Kosong Bekasi Bikin Heboh, Siapa Pemilik Sebenarnya?

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Deretan sepeda motor trail yang terparkir...

103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan, Orang Tua Menanti Kepastian Penyebabnya

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Kekhawatiran menyelimuti keluarga siswa SMP Negeri...

BPKH Bahas Dana Haji di Bandung, Kelolaan Capai Rp185,72 Triliun

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membahas...

Angkot Bandung Diusulkan Tanpa Setoran, Sopir Didorong Jadi Pemilik Kendaraan Sendiri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan...

Wakil Bupati Indramayu Ditahan, Terungkap Dugaan Rekayasa Tunjangan DPRD Rp18,79 Miliar

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. BANDUNG – Wakil Bupati Indramayu ditahan...

Pinjaman Pemprov Jabar Tak Direstui Kemendagri, Pemborong Pekerjaan 2026 Siap-Siap Gigit Jari

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Rencana pinjaman Pemprov Jabar sebesar Rp3,4...

Insentif Rp100 Ribu Sebulan, Ribuan Guru PAUD Indramayu Menanti

lintaspriangan.com, BERITA INDRAMAYU. Ribuan guru Pendidikan Anak Usia Dini...

Olahraga

Kategori Populer