Data Ekonomi Kota Tasikmalaya 2025, Sektor Perdagangan Dominan

lintaspriangan.com,ย REFERENSI PRIANGAN.ย Ekonomi Kota Tasikmalaya pada 2025 menunjukkan pertumbuhan positif. Berdasarkan publikasi Kota Tasikmalaya Dalam Angka 2026, Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB Kota Tasikmalaya atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat sebesar Rp31.991,67 miliar atau sekitar Rp31,99 triliun.

Data ekonomi Kota Tasikmalaya ini penting dibaca karena memberi gambaran tentang kekuatan utama perekonomian daerah. Dari angka tersebut, terlihat bahwa Kota Tasikmalaya masih sangat bertumpu pada aktivitas perdagangan, konstruksi, industri pengolahan, transportasi, dan jasa keuangan. Jadi kalau ekonomi kota ini diibaratkan mesin, perdagangan masih jadi piston yang paling rajin bekerja.

PDRB Kota Tasikmalaya Mencapai Rp31,99 Triliun

PDRB merupakan salah satu indikator utama untuk melihat nilai tambah ekonomi yang dihasilkan suatu daerah dalam periode tertentu. Dalam publikasi BPS, PDRB disajikan dalam dua pendekatan utama, yakni atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan.

PDRB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai ekonomi berdasarkan harga pada tahun berjalan. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan digunakan untuk melihat pertumbuhan ekonomi secara lebih riil karena memakai tahun dasar tertentu, dalam hal ini tahun dasar 2010.

Pada 2025, PDRB Kota Tasikmalaya atas dasar harga berlaku tercatat Rp31.991,67 miliar. Angka ini naik dibandingkan 2024 yang sebesar Rp29.612,77 miliar dan 2023 yang sebesar Rp27.411,43 miliar.

Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya pada 2025 tercatat 5,39 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan 2024 yang sebesar 5,22 persen, tetapi masih lebih rendah dibandingkan 2023 yang mencapai 5,96 persen.

Berikut ringkasan indikator ekonomi Kota Tasikmalaya dalam tiga tahun terakhir:

Indikator202320242025
PDRB harga berlakuRp27.411,43 miliarRp29.612,77 miliarRp31.991,67 miliar
Pertumbuhan ekonomi5,96 persen5,22 persen5,39 persen
PDRB per kapita harga berlakuRp36,95 jutaRp39,45 jutaRp42,13 juta
Inflasi2,84 persen1,94 persen2,67 persen

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa nilai ekonomi Kota Tasikmalaya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. PDRB per kapita juga naik dari Rp36,95 juta pada 2023 menjadi Rp42,13 juta pada 2025.

Namun, kenaikan PDRB per kapita tidak otomatis berarti seluruh warga menikmati kenaikan kesejahteraan secara merata. Angka tersebut merupakan nilai rata-rata, sehingga tetap perlu dibaca bersama data lain seperti kemiskinan, pengangguran, pengeluaran penduduk, dan struktur lapangan kerja.

Perdagangan Jadi Sektor Terbesar

Struktur ekonomi Kota Tasikmalaya pada 2025 masih didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor. Sektor ini menyumbang 20,69 persen terhadap PDRB Kota Tasikmalaya.

Dominasi sektor perdagangan menunjukkan bahwa aktivitas jual beli masih menjadi tulang punggung utama ekonomi kota. Hal ini sejalan dengan karakter Kota Tasikmalaya sebagai pusat jasa, perdagangan, pendidikan, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Priangan Timur.

Sektor terbesar kedua adalah konstruksi dengan kontribusi 14,60 persen. Setelah itu, industri pengolahan menempati posisi ketiga dengan kontribusi 12,94 persen. Dua sektor ini penting karena berhubungan langsung dengan pembangunan fisik, kegiatan produksi, tenaga kerja, dan investasi daerah.

Selain tiga sektor utama tersebut, transportasi dan pergudangan menyumbang 11,72 persen terhadap PDRB. Jasa keuangan dan asuransi juga memiliki kontribusi cukup besar, yakni 10,16 persen.

Berikut lima sektor terbesar dalam ekonomi Kota Tasikmalaya pada 2025:

Sektor EkonomiKontribusi terhadap PDRB
Perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor20,69 persen
Konstruksi14,60 persen
Industri pengolahan12,94 persen
Transportasi dan pergudangan11,72 persen
Jasa keuangan dan asuransi10,16 persen

Dari sisi pertumbuhan, sektor transportasi dan pergudangan menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada 2025, yakni 13,49 persen. Pertumbuhan tinggi sektor ini bisa dibaca sebagai sinyal meningkatnya mobilitas barang, jasa, dan orang.

Sektor jasa lainnya juga tumbuh 10,61 persen, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan 10,48 persen. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial tumbuh 9,78 persen, sementara informasi dan komunikasi tumbuh 9,77 persen.

Meski begitu, tidak semua sektor tumbuh tinggi. Lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang tercatat tumbuh paling rendah, yakni 0,58 persen. Sementara itu, pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi atau perlambatan sebesar minus 3,39 persen.

Data ini menunjukkan bahwa ekonomi Kota Tasikmalaya tidak berdiri di atas satu sektor saja. Perdagangan memang dominan, tetapi pertumbuhan juga ditopang oleh transportasi, jasa, pertanian, kesehatan, informasi, dan komunikasi.

Bagi pemerintah daerah, data ekonomi Kota Tasikmalaya 2025 dapat menjadi dasar untuk memperkuat sektor-sektor produktif, membuka lapangan kerja, menjaga daya beli masyarakat, dan mendorong investasi. Bagi pelaku usaha, data ini bisa menjadi petunjuk arah pasar. Bagi publik, angka-angka ini membantu memahami mengapa isu perdagangan, harga, transportasi, lapangan kerja, dan industri lokal selalu berkaitan erat dengan denyut ekonomi kota.

Dengan PDRB harga berlaku mencapai Rp31,99 triliun dan pertumbuhan ekonomi 5,39 persen, Kota Tasikmalaya masih memperlihatkan daya gerak ekonomi yang cukup kuat. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan itu tidak hanya terlihat indah di tabel, tetapi juga terasa dalam kehidupan warga.

Sumber: BPS Kota Tasikmalaya


Referensi Kota Tasikmalaya lainnya:
Data Kemiskinan Kota Tasikmalaya Tahun 2025

PRIANGAN TIMUR

Gunung Guntur Terbakar, Api Muncul di Perbatasan Dua Desa

lintaspriangan.com,ย BERITA GARUT. Gunung Guntur terbakar pada Minggu, 26 Juli...

Siswa SMPN 1 Cineam Meninggal Tenggelam di Sungai Wilayah Leuwikeris

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Seorang siswa SMPN 1 Cineam dilaporkan meninggal...

PANDAWA TASIK: Sebuah Ikhtiar Menjaga Pelajar

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Anak tidak serta-merta terjerumus ke dalam persoalan...

Tragedi Maut Berulang di Bendung Manganti Ciamis, Pengamanan Dipertanyakan

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS. Tragedi maut kembali terjadi di Bendung Manganti...

Rakerda PAN Ciamis Tak Hanya Bahas Pemilu 2029, Soroti juga Kursi Wakil Bupati

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah masih kosongnya jabatan Wakil...

JAWA BARAT

Bupati Sukabumi Tinjau Kebakaran Ciptamulya, Ini Langkah Cepat yang Disiapkan Pemerintah Daerah.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Asap memang mulai menghilang dari Kampung...

Tergiur Sayembara KDM, Ojol di Bandung Salah Tangkap Begal

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. berhadiah hingga Rp50 juta diduga memicu sejumlah...

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah Rata dengan Tanah

lintaspriangan.com,ย BERITAย SUKABUMI. Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya terjadi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan...

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA.ย Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR.ย Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img