Asep Endang: “Transparansi Sistem Merit Kota Tasikmalaya Harus Dibuka”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Berita sebelumnya yang mengulas keraguan tiga PNS Kota Tasikmalaya terhadap penerapan sistem merit dalam promosi–mutasi tampaknya memantik reaksi serius dari berbagai pihak. Dalam laporan itu, para PNS mempertanyakan akses terhadap nilai kompetensi, kualifikasi, dan kinerja yang seharusnya menjadi dasar objektif dalam proses promosi dan mutasi. Mereka berharap transparansi kebijakan kepegawaian dan menilai bahwa tanpa keterbukaan, objektivitas sistem merit akan selalu diragukan.

Isu yang diangkat itu mengundang perhatian DPRD Kota Tasikmalaya, khususnya Komisi I yang membidangi pemerintahan.


Banyak yang Memilih Diam

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tasikmalaya, Asep Endang M. Syams, menyatakan turut empati atas keresahan yang disampaikan para ASN dalam berita sebelumnya. Menurutnya, apa yang disuarakan tiga PNS tersebut sangat mungkin mewakili kegelisahan yang lebih besar di internal Pemkot Tasikmalaya.

“Pertanyaan yang sama itu saya yakin ada di benak banyak PNS lain. Hanya saja, sebagian besar memilih diam,” ujar Asep.

Ia menilai, wajar apabila keresahan itu muncul. Sistem merit seharusnya menjadi jaminan bahwa karier ASN ditentukan oleh kompetensi, kualifikasi, dan kinerja. Namun jika nilai-nilai itu tidak dapat diakses bahkan oleh pegawai yang dinilai, kepercayaan banyak pihak akan goyah.

Asep juga menegaskan bahwa ia setuju dengan suara tiga PNS dalam laporan sebelumnya. Menurutnya, andaipun nilai merit tidak dibuka untuk publik secara luas, minimal PNS dan lembaga pengawas seperti DPRD harus diberikan akses. Dengan demikian, proses kepegawaian bisa dipantau secara objektif.

“Apapun yang tertutup, itu berpotensi terjadinya KKN. Transparansi itu sudah sejak lama menjadi semangat di mana-mana, sebagai salah satu mekanisme pencegahan,” tegasnya.

Lebih jauh, menurut Asep, wajar bila hari ini banyak ASN dan masyarakat yang mempertanyakan implementasi sistem merit. Ia menilai bahwa transparansi bukan hanya soal membuka data, tetapi juga soal membangun kepercayaan.


Aplikasi e-Kinerja dan MATA RESIK Harus Dibuka

Dalam wawancaranya, Asep mengaku DPRD tidak hanya ingin meminta klarifikasi, tetapi juga ingin membantu memantau. Karena itu ia mendorong agar aplikasi yang menjadi dasar penilaian merit dapat dibuka aksesnya minimal untuk lembaga pengawas.

“Coba dibuka itu aplikasi e-Kinerja dan MATA RESIK. Dengan begitu kami bisa ikut memantau,” ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, e-Kinerja adalah aplikasi resmi berbasis web yang dikembangkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memetakan dan menilai kinerja ASN secara terukur. Sementara MATA RESIK merupakan akronim dari Manajemen Talenta Terintegrasi Kota Tasikmalaya. Ini merupakan platform yang dikembangkan Pemkot untuk memetakan potensi, kompetensi, kinerja, serta memasukkan pegawai ke dalam box talent. Data inilah yang seharusnya menjadi dasar objektif dalam perencanaan karier ASN.

Namun selama ini, kedua aplikasi itu tidak bisa diakses secara luas, bahkan oleh PNS sendiri. Situasi inilah yang memunculkan dugaan bahwa proses promosi–mutasi tidak sepenuhnya berjalan sesuai sistem merit.

“Kalau e-Kinerja ribet karena harus ke BKN, minimal Mata Resik dibuka,” tegas Asep.

Menurut Asep, aplikasi semestinya bukan sekadar alat otomasi administratif atau sekadar prestise. Lebih jauh daripada itu, aplikasi harus menjadi sarana transparansi yang memungkinkan semua pihak memahami proses dan dasar penilaiannya.

“Kalau aplikasi hanya untuk otomatisasi dan prestise, tidak akan berdampak banyak terhadap pembangunan Kota Tasikmalaya,” katanya.

Asep menegaskan bahwa dengan keterbukaan aplikasi, akan muncul ruang kolaborasi dan sinergi antara Pemkot, DPRD, dan ASN dalam memperbaiki tata kelola kepegawaian. Transparansi juga dapat mengurangi kecurigaan bahwa keputusan promosi atau mutasi dilakukan secara subjektif.

“Harusnya, dengan adanya aplikasi, terjadi transparansi publik, yang kemudian akan menciptakan ruang kolaborasi dan sinergi,” tutupnya.

Pernyataan dari Komisi I ini menunjukkan bahwa persoalan sistem merit di Pemkot Tasikmalaya bukan sekadar keluhan tiga PNS. Ada dorongan politik yang serius agar pemerintah kota membuka diri, memperbaiki mekanisme penilaian, dan memulihkan kepercayaan ASN terhadap kebijakan karier mereka. Dengan terbukanya akses data dan keterlibatan pengawas independen, sistem merit yang selama ini dianggap kabur bisa kembali pada tujuan utamanya: memastikan ASN berkarier berdasarkan prestasi, bukan kedekatan. (GPS)

PRIANGAN TIMUR

Tiga Lowongan Kerja Ciamis Terbaru, Kurir hingga Customer Service

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tiga lowongan kerja Ciamis masih membuka jalur lamaran...

Dua Juara Seri Triple Crown Tak Masuk Final Indonesia Derby Pangandaran

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Indonesia Derby Pangandaran 2026 menyimpan situasi tak biasa....

4 Kawasan Ini Pernah Jadi Pusat Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya mencapai usia 394 tahun pada...

Kemenhaj Pangandaran Kawal Haji Inklusif 2027: Jangan Ada Jemaah yang Merasa Sendirian

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu ditempuh dengan...

1.062 KK di 5 Desa Terdampak Kekeringan di Ciamis, BPBD Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Musim kemarau mulai menunjukkan dampak kekeringan...

JAWA BARAT

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...

Ini Pesan Kiai Sumedang untuk Presiden Prabowo

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Kiai asal Sumedang, KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir...

Kebakaran di Sukabumi, 3 Anak Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran di Sukabumi menewaskan tiga anak kakak-beradik di...

Pencarian Berakhir Duka, Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img