lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Lima ruangan di SDN Cioray, Desa Kartanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, dikosongkan setelah mengalami kerusakan berat. Akibatnya, sejumlah siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di teras dan ruang kantor sekolah. Kondisi tersebut masih menjadi persoalan hingga Rabu, 4 November 2026, ketika Kapolres Tasikmalaya mendatangi sekolah untuk melihat langsung kerusakan bangunan.
Kerusakan itu berdampak pada kegiatan belajar puluhan siswa. Ruang kelas yang masih dapat digunakan, kantor sekolah, dan teras dimanfaatkan sebagai tempat belajar sementara. Sejumlah rombongan belajar juga harus digabung karena keterbatasan ruang.
Bantuan Darurat Belum Menyelesaikan Kerusakan Sekolah
Kondisi bangunan SDN Cioray menjadi perhatian setelah kerusakan salah satu ruang kelas semakin parah. Ruang kelas dua dilaporkan ambruk hingga rata dengan tanah setelah wilayah Bojonggambir diguyur hujan deras selama beberapa hari.
Selain bangunan yang ambruk, tiga bangunan lainnya dilaporkan terancam roboh. Satu ruangan lain sebelumnya sudah dikosongkan karena bagian atapnya ambruk akibat kondisi bangunan yang lapuk.
Guru SDN Cioray, Maya Nuraeni, mengatakan kerusakan tersebut menghambat kegiatan belajar mengajar. Ia berharap pemerintah segera memperbaiki bangunan sekolah sekaligus menyediakan fasilitas sementara berupa tenda belajar.
Pelaksana Tugas Kepala SDN Cioray, Andi Ruspiandi, menjelaskan pihak sekolah telah mengevakuasi siswa dari ruangan yang dinilai tidak aman. Siswa kelas tiga, empat, dan enam harus mengikuti pembelajaran dalam satu ruang kelas yang sama, sedangkan sebagian lainnya menggunakan kantor dan teras sekolah.
Kondisi tersebut membuat pembelajaran tidak berjalan seperti biasa. Ketika hujan turun, siswa yang belajar di teras juga berisiko terkena air hujan.
Pada Rabu, 4 November 2026, Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mendatangi SDN Cioray untuk melihat langsung kondisi bangunan dan kebutuhan sekolah.
Polres Tasikmalaya menyiapkan bantuan awal berupa semen dan biaya pembersihan puing bangunan. Kepolisian juga berencana menyediakan terpal untuk melindungi area belajar sementara dari hujan.
Ade menyebut bantuan tersebut merupakan langkah awal sambil menunggu penanganan permanen dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Ia juga membahas kebutuhan sekolah bersama pihak pengelola.
SDN Cioray Masuk Usulan Revitalisasi Sekolah
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, menyampaikan bahwa SDN Cioray telah masuk daftar sekolah rusak yang diusulkan untuk mendapatkan program revitalisasi.
Menurut Wandi, pihaknya berencana memperkuat usulan tersebut kepada kementerian agar penanganan sekolah bisa diprioritaskan.
Namun, masuknya sekolah dalam daftar usulan revitalisasi belum berarti perbaikan bangunan sudah dilaksanakan. Kepastian jadwal, sumber anggaran, dan dimulainya pekerjaan fisik masih perlu dikonfirmasi.
Sementara itu, bantuan kepolisian yang disiapkan untuk penanganan darurat belum menyelesaikan persoalan utama, yakni kebutuhan ruang kelas yang aman bagi siswa dan tenaga pengajar.
Penanganan permanen SDN Cioray kini menjadi hal penting agar kegiatan belajar mengajar tidak terus berlangsung di ruang kantor dan teras sekolah.
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya perlu memastikan kondisi bangunan, kebutuhan rehabilitasi, serta solusi ruang belajar sementara agar keselamatan siswa tetap terjaga selama proses perbaikan. (NS/AS)
