Jumlah Korban Keracunan MBG di Cipatujah, Polisi Amankan Sampel Makanan

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus keracunan MBG di Cipatujah terus menyita perhatian. Puluhan pelajar SMK Negeri Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tumbang setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (1/10/2025). Hingga malam, jumlah korban yang awalnya puluhan meningkat menjadi lebih dari 70 orang.

Tenaga medis di Puskesmas Cipatujah dan Bantarkalong bekerja ekstra untuk menangani para siswa yang mengeluh mual, muntah, pusing, hingga diare. Beberapa korban yang kondisinya lemas langsung mendapat infus darurat. Karena daya tampung terbatas, sebagian siswa dirujuk ke klinik swasta dan pos kesehatan desa. Ambulans hilir mudik mengevakuasi siswa sejak siang hingga malam hari.

Menu MBG Disorot, Daging Ayam Diduga Penyebab

Keterangan warga dan sejumlah siswa mengungkapkan bahwa menu MBG saat itu berisi nasi, ayam, tahu, timun, dan jeruk. Beberapa siswa sempat mencium bau tak sedap pada daging ayam sebelum disantap. Setelah pulang sekolah, mereka mulai merasakan gejala mual dan sakit perut secara hampir bersamaan.

Laporan Tribun Jabar menyebut, sebagian siswa langsung muntah-muntah begitu sampai di rumah. Orang tua yang panik kemudian membawa anak mereka ke puskesmas terdekat. Kepala Desa Padawaras, Yayan Siswandi, menyatakan bahwa korban terus bertambah karena gejala baru muncul setelah siswa berada di rumah masing-masing.

Polisi Telusuri Penyebab

Polres Tasikmalaya segera menurunkan Tim Inafis untuk melakukan penyelidikan. Petugas mendatangi puskesmas, memeriksa kondisi siswa, serta mengamankan sampel makanan. Mobil Inafis juga disiagakan di Cipatujah untuk mendukung olah tempat kejadian.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya menegaskan penyelidikan akan berfokus pada bahan makanan dan proses penyajiannya. โ€œKami sedang memeriksa sampel makanan yang dikonsumsi siswa. Hasil uji laboratorium akan menentukan penyebab pasti,โ€ ujarnya.

Camat Cipatujah, Zalkaf Drasma, menyebut pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan, kepolisian, dan puskesmas begitu menerima laporan. โ€œPrioritas kami adalah keselamatan siswa. Setelah itu, kami ingin penyebab kasus ini jelas agar tidak terulang,โ€ katanya.

Pemda Siapkan Evaluasi Besar-Besaran

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menyampaikan keprihatinannya. Ia menekankan bahwa program MBG bertujuan meningkatkan gizi siswa, bukan justru membahayakan kesehatan. โ€œPengawasan harus lebih ketat. Kami tidak segan menjatuhkan sanksi bila ada penyedia makanan yang melanggar SOP,โ€ tegasnya.

Asep juga menyebut pemerintah sedang menyiapkan regulasi baru berupa Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS) dan standar HACCP untuk dapur penyedia MBG. Dengan aturan ini, setiap penyedia makanan wajib memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Kasus Serupa di Daerah Lain

Kasus keracunan MBG di Cipatujah bukan insiden tunggal. Dalam sepekan terakhir, peristiwa serupa juga terjadi di Pangandaran dan Banjar. Delapan siswa madrasah di Pangandaran jatuh sakit setelah menyantap menu ayam kecap dan capcay dari program MBG. Sementara itu, puluhan pelajar SMP di Banjar juga mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG.

Data ini menunjukkan perlunya pengawasan menyeluruh atas pelaksanaan MBG di berbagai daerah Jawa Barat. Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat satgas pangan, memperketat distribusi bahan makanan, hingga mewajibkan dapur penyedia memiliki standar higienis yang jelas.


Hingga kini, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan MBG di Cipatujah. Orang tua berharap evaluasi besar-besaran segera dilakukan agar program pangan gratis tidak lagi menimbulkan ancaman kesehatan bagi anak-anak sekolah. (GPS)

PRIANGAN TIMUR

Sambutan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya Akui Sempat Ingin Mundur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sambutan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat...

Berhenti Saat Sambutan, Bupati Herdiat Tegur Bawahannya Gara-Gara Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Momen tak biasa terjadi saat Bupati...

BPKPD Banjar Akui Dana Khusus Rp5,38 Miliar Dipakai Tidak Sesuai Peruntukan

lintaspriangan.com,ย BERITA BANJAR. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah atau...

Sebanyak 98 Titik dan 27.825 Warga Terdampak Krisis Air Bersih Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air bersih mulai meluas di...

5 Berita Positif Kabupaten Ciamis Sepanjang Juli 2026

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Di tengah tekanan fiskal dan sejumlah persoalan yang...

JAWA BARAT

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com,ย BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Ribuan Buruh Bekasi Konvoi ke Kemendagri Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA BEKASI. Ribuan buruh Bekasi dijadwalkan menggelar konvoi sepeda...

Olahraga

Popular Categories