Prestasi Pelajar, Ekonomi Kerakyatan, dan Transformasi Digital
5. Atlet Pelajar Meraih Tiga Emas dan Dua Perak
Kontingen SMP Kabupaten Tasikmalaya meraih tiga medali emas dan dua perak dalam O2SN tingkat Jawa Barat. Hasil tersebut menempatkan Kabupaten Tasikmalaya di urutan kedua perolehan medali dan mengungguli 25 kabupaten serta kota lainnya.
Capaian ini disebut bersejarah karena prestasi sebelumnya belum melampaui peringkat kelima. Medali tentu patut dirayakan, tetapi warisan terbaik dari O2SN ialah lahirnya pembinaan yang ajek—agar prestasi tidak datang sebagai kejutan sesaat, lalu menghilang setelah panggung diturunkan.
6. Sebanyak 3.123 Sajian Opak Memecahkan Rekor Dunia
Festival Opak dalam rangka Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya menghadirkan 3.123 sajian opak. Jumlah tersebut melampaui target awal 2.500 sajian dan ditetapkan MURI sebagai rekor dunia untuk kategori penyajian opak terbanyak.
Rekor itu memberi panggung terhormat bagi pangan tradisional yang kerap kalah gemerlap dari produk modern. Namun, piagam baru menjadi maslahat apabila diikuti penguatan mutu, kemasan, perizinan, pemasaran, dan kapasitas produksi para perajin opak. Rekor menarik perhatian; keberlanjutan usaha membuat perhatian itu tidak lekas luruh.
7. Ratusan UMKM Mendapat Panggung pada Hari Jadi
Rangkaian Hari Jadi ke-394 Kabupaten Tasikmalaya pada 24–26 Juli 2026 melibatkan ratusan UMKM dari sektor kuliner, pertanian, peternakan, dan kerajinan. Pelaku usaha memperoleh ruang pameran, pelatihan, dan akses pasar melalui kolaborasi Pemkab Tasikmalaya dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.
Kegiatan tersebut membuat perayaan daerah tidak berhenti pada seremoni. Ada perputaran ekonomi dan perluasan jejaring yang dapat menjadi bekal bagi usaha kecil. Kendati demikian, dampaknya perlu diteruskan setelah tenda dibongkar—sebab UMKM tidak dapat tumbuh hanya dengan tiga hari keramaian dan setahun menanti undangan berikutnya.
