Tasik Haneut: dari Aksi Massa, Spanduk Balai Kota, sekarang Mosi Tak Percaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menjelang momentum 1 tahun kepemimpinan Viman-Diky yang jatuh pada tanggal 20 Februari, situasi politik lokal Tasikmalaya kembali menghangat. Dalam hitungan hari, ruang publik kota ini dipenuhi oleh rangkaian ekspresi kritik yang intens: dimulai dari aksi massa mahasiswa, munculnya spanduk-spanduk bernada sindiran di Balai Kota, hingga kini merembet menjadi wacana mosi tidak percaya yang akan disuarakan dalam aksi lanjutan.

Rangkaian peristiwa itu bermula dari aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Kota Tasikmalaya pada Jumat, 30 Januari 2026 di halaman Balai Kota Tasikmalaya. Mereka menyerukan tuntutan evaluasi kinerja pemerintahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjelang satu tahun berjalannya pemerintahan Viman Alfarizi Ramadhanโ€“Diky Candra. Massa menilai sejumlah program prioritas belum berjalan optimal dan meminta kepala daerah menemui mereka secara langsung, namun hingga akhir aksi wali kota tidak hadir secara tatap muka.

Kekecewaan atas absennya kepala daerah saat menyampaikan aspirasi itu memicu respons publik yang lebih visual. Beberapa hari setelah aksi mahasiswa, pagar Balai Kota Tasikmalaya menjadi tempat pemasangan spanduk-spanduk bernada kritik tajam terhadap gaya komunikasi dan respons pemerintah daerah. Pesan yang tertulis menyindir respons pemerintah dan mempertanyakan efektivitas jalur aspirasi formal.

Spanduk-spanduk itu tidak bertahan lama. Sebagian kemudian diturunkan oleh aparat, namun tindakan tersebut justru memicu perdebatan publik yang lebih luas. Kritik tidak hanya berhenti pada isi spanduk, tetapi mengarah pada diskusi tentang ruang kritik, saluran aspirasi, dan kualitas komunikasi politik antara pemerintah daerah dan warganya.

Menurut Syarif Hidayat, dosen Universitas Islam KH Ruhiat Cipasung (UNIK Cipasung), fenomena pemasangan spanduk bernada kritik itu menunjukkan lebih dari sekadar ekspresi spontan warga. Syarif mengatakan bahwa keberanian warga menyampaikan kritik secara terbuka justru mencerminkan masih tingginya kepedulian publik terhadap kebijakan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi sinyal bahwa jalur demokrasi formal belum sepenuhnya dirasakan efektif oleh masyarakat.

โ€œKetika aspirasi tidak disampaikan melalui mekanisme resmi dan justru muncul dalam bentuk spanduk di ruang publik pemerintahan, itu menandakan ada jarak komunikasi yang belum terjembatani,โ€ ujar Syarif dalam wawancara, Rabu (04/02/2026).

Baca berita terkait: Fenomena Spanduk di Balai Kota Tasikmalaya, Dosen UNIK Soroti Peran DPRD

Ia juga menilai bahwa fenomena itu bukan hanya ekspresi kritik, tetapi peringatan dini terhadap menurunnya kepercayaan publik terhadap jalur representatif dan lembaga perwakilan, termasuk DPRD Kota Tasikmalaya.

โžก๏ธ Lanjut ke halaman berikutnya: Mosi Tidak Percaya


PRIANGAN TIMUR

Tiga Lowongan Kerja Ciamis Terbaru, Kurir hingga Customer Service

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Tiga lowongan kerja Ciamis masih membuka jalur lamaran...

Dua Juara Seri Triple Crown Tak Masuk Final Indonesia Derby Pangandaran

lintaspriangan.com,ย BERITA PANGANDARAN.ย Indonesia Derby Pangandaran 2026 menyimpan situasi tak biasa....

4 Kawasan Ini Pernah Jadi Pusat Kabupaten Tasikmalaya

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Kabupaten Tasikmalaya mencapai usia 394 tahun pada...

Kemenhaj Pangandaran Kawal Haji Inklusif 2027: Jangan Ada Jemaah yang Merasa Sendirian

lintaspriangan.com,ย BERITA PANGANDARAN.ย Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu ditempuh dengan...

1.062 KK di 5 Desa Terdampak Kekeringan di Ciamis, BPBD Salurkan 50 Ribu Liter Air Bersih

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Musim kemarau mulai menunjukkan dampak kekeringan...

JAWA BARAT

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA.ย Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com,ย BERITA JABAR.ย Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...

Ini Pesan Kiai Sumedang untuk Presiden Prabowo

lintaspriangan.com,ย BERITA SUMEDANG.ย Kiai asal Sumedang, KH Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir...

Kebakaran di Sukabumi, 3 Anak Meninggal Dunia

lintaspriangan.com,ย BERITAย SUKABUMI. Kebakaran di Sukabumi menewaskan tiga anak kakak-beradik di...

Pencarian Berakhir Duka, Korban Tenggelam di Waduk Jatiluhur Ditemukan Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA PURWAKARTA. Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img