lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Satuan Lalu Lintas Polres Banjar memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa SMPN 9 Kota Banjar pada Selasa, 27 Oktober 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026. Kegiatan tersebut menyasar pelajar untuk meningkatkan pemahaman mengenai aturan berkendara dan risiko pelanggaran lalu lintas.
Berdasarkan publikasi Tribratanews Polda Jawa Barat pada 28 Oktober, penyuluhan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di lingkungan sekolah. Petugas menyampaikan materi tertib berlalu lintas sekaligus mengenalkan sasaran operasi yang berlangsung selama 14 hari, sejak 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Pelanggaran Berisiko Fatal Jadi Sasaran Operasi
Operasi Patuh Lodaya di Kota Banjar menitikberatkan penanganan pelanggaran yang berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan. Berdasarkan keterangan Polres Banjar, sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm berstandar, berkendara melawan arus, berhenti di bahu atau badan jalan secara tidak semestinya, menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan, serta berboncengan melebihi batas yang diperbolehkan.
Kepolisian menyatakan pendekatan edukatif dan persuasif menjadi bagian dari pelaksanaan operasi. Namun, petugas tetap dapat melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang berisiko menimbulkan kecelakaan fatal, baik melalui tilang elektronik maupun manual sesuai ketentuan.
Perhatian terhadap pelajar juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Bagi pengendara yang belum berusia 17 tahun dan belum memenuhi persyaratan untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM), kepolisian menyebut pendekatan pembinaan dan edukasi akan dikedepankan.
Data Penindakan Harian Masih Perlu Dikonfirmasi
Pelaksanaan edukasi di sekolah menjadi salah satu kegiatan yang terdokumentasi selama Operasi Patuh Lodaya di Kota Banjar. Meski demikian, belum tersedia data terverifikasi mengenai jumlah pelanggaran yang ditemukan, jumlah surat tilang yang diterbitkan, ataupun jumlah pengendara yang mendapat teguran hingga 29 Oktober 2026.
Data tersebut penting untuk mengukur pelaksanaan operasi secara lebih menyeluruh, termasuk jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan dan sejauh mana kegiatan edukasi menjangkau kelompok pengguna jalan.
Polres Banjar masih perlu dimintai keterangan mengenai hasil sementara operasi, lokasi penindakan, jumlah pelanggaran yang ditangani, serta evaluasi terhadap keselamatan pelajar. Tanpa data tersebut, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa pelanggaran lalu lintas di Kota Banjar mengalami peningkatan atau penurunan.
Operasi Patuh Lodaya dijadwalkan berlangsung hingga 8 November 2026. Masyarakat diimbau mematuhi rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan memastikan kelengkapan berkendara sebelum melakukan perjalanan. (NS/AS)







