lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Indonesia Youth Summit 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Forum kepemudaan nasional ini menghadirkan ruang diskusi, pameran inovasi, jejaring komunitas, serta kegiatan kreatif untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam menghadapi tantangan masa depan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut kegiatan tersebut dirancang untuk mempertemukan anak muda dengan pembuat kebijakan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Indonesia Youth Summit 2026 juga menjadi bagian dari momentum 98 tahun Sumpah Pemuda menuju peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028.
Empat ruang untuk gagasan dan kreativitas pemuda
Kemenpora menyiapkan empat area utama dalam Indonesia Youth Summit 2026, yakni The Plenary, The Agora, The Lab, dan The Arena. Masing-masing area dirancang untuk mewadahi diskusi kebijakan, pameran karya, inovasi, pengembangan keterampilan, dan ekspresi kreatif peserta.
The Plenary menjadi ruang diskusi dan forum bersama pembuat kebijakan. Agenda di area ini mencakup diskusi panel, Penghargaan Wirasena, serta peluncuran Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia.
Sementara itu, The Agora menyediakan ruang bagi komunitas dan pelaku usaha muda untuk memperkenalkan karya, mengikuti pameran, membangun jejaring, serta menjajaki peluang kolaborasi. Area ini juga mencakup pameran usaha pemuda dan kegiatan yang mempertemukan inovasi dengan calon mitra.
The Lab berfokus pada teknologi, solusi digital, kesejahteraan, dan kesehatan mental. Adapun The Arena menyediakan ruang bagi kompetisi pidato dan debat, bincang-bincang, serta kegiatan yang mendorong kemampuan komunikasi dan kreativitas anak muda. Rincian tersebut tercantum dalam informasi resmi Kemenpora mengenai penyelenggaraan IYS 2026.
Literasi keuangan, karier, dan isu lingkungan masuk agenda
Salah satu tema yang diangkat dalam Indonesia Youth Summit 2026 ialah persiapan generasi muda menghadapi kehidupan dewasa dan dunia kerja. Agenda yang dipublikasikan Kemenpora mencakup pembahasan kebiasaan mengelola keuangan, pengembangan karier, penguatan karakter, pendidikan, serta peran perempuan dalam menentukan pilihan hidup.
Isu lingkungan juga masuk dalam rangkaian diskusi. Salah satu sesi yang diumumkan bertajuk Trash Talk: Ngobrolin Sampah, Ngobrolin Masa Depan, yang membahas hubungan antara kebiasaan konsumsi dan persoalan sampah. Melalui pembahasan tersebut, peserta diharapkan memperoleh perspektif mengenai pilihan sehari-hari yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Pemprov DKI Jakarta dan Kemenpora sebelumnya menandatangani nota kesepakatan untuk mendukung penyelenggaraan program kepemudaan ini. Dalam pengumuman kerja sama pada Juli 2026, penyelenggara menargetkan sekitar 5.000 peserta untuk Indonesia Youth Summit 2026. Angka tersebut merupakan target yang diumumkan sebelumnya, bukan jumlah kehadiran aktual. (NS/AS)







