lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. TASIKMALAYA – Di balik energi besar yang dimiliki generasi muda, ada potensi yang bisa menjadi kekuatan bagi kemajuan kota. Namun, potensi itu membutuhkan ruang untuk tumbuh, kegiatan yang bermakna, serta lingkungan yang mampu mengarahkan semangat anak muda ke hal-hal produktif.
Ketua DPD KNPI Kota Tasikmalaya, Dhani Tardiwan Noor, memandang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2026 sebagai momentum untuk melihat generasi muda secara lebih utuh. Bukan semata dari persoalan kenakalan remaja yang kerap menjadi perhatian publik, melainkan juga dari kesempatan yang tersedia bagi mereka untuk berkarya, mengembangkan kemampuan, dan mengambil bagian dalam kehidupan sosial.
Bukan Sekadar Menertibkan, tetapi Menyiapkan Masa Depan
Persoalan perilaku remaja di Kota Tasikmalaya masih menjadi perhatian. Pada September 2026, misalnya, polisi mengamankan sejumlah pemuda dalam operasi pencegahan gangguan keamanan di kawasan Jalan SKP Pancasila. Sebelumnya, kasus perundungan yang melibatkan pelajar juga menjadi sorotan publik. Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan pentingnya pembinaan, tanpa menggeneralisasi perilaku segelintir orang sebagai gambaran seluruh generasi muda.
Bagi Dhani, energi anak muda perlu diarahkan melalui pendekatan yang melibatkan banyak pihak. Keluarga, sekolah, komunitas, organisasi kepemudaan, dan pemerintah memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyediakan lingkungan yang mendukung perkembangan karakter sekaligus membuka kesempatan untuk beraktivitas secara positif.
“Jangan sampai kita hanya melihat pemuda dari persoalan yang muncul di permukaan. Di balik itu, ada potensi, kreativitas, dan semangat yang perlu diarahkan. Tugas kita bersama adalah menghadirkan ruang agar energi tersebut berkembang menjadi prestasi, karya, dan kontribusi bagi masyarakat,” demikian rumusan pesan yang dapat diajukan kepada Dhani.
Pendekatan ini sejalan dengan langkah KNPI Kota Tasikmalaya yang pada Mei 2025 meluncurkan inisiatif Satgas Geng Motor dengan rencana jangkauan hingga tingkat kecamatan. Program tersebut menjadi pijakan untuk membicarakan pembinaan yang lebih luas, tidak hanya berorientasi pada pencegahan perilaku menyimpang, tetapi juga penguatan kegiatan sosial dan produktif bagi generasi muda.
KNPI Harus Hadir di Tengah Kehidupan Anak Muda
Tantangan generasi muda saat ini juga semakin kompleks. Perubahan teknologi, persaingan kerja, dan perkembangan ekonomi digital menuntut anak muda terus belajar serta mampu menemukan peluang baru. Karena itu, kegiatan kepemudaan perlu memberi manfaat nyata, mulai dari pengembangan keterampilan dan kreativitas hingga kegiatan sosial yang memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Dhani dapat menegaskan bahwa organisasi kepemudaan perlu menjadi jembatan antara potensi anak muda dan kesempatan yang tersedia. KNPI tidak cukup hanya menjadi tempat berhimpunnya organisasi, tetapi juga perlu mendorong kolaborasi lintas komunitas dan mempertemukan gagasan dengan kebutuhan masyarakat.
“Anak muda membutuhkan ruang untuk didengar, dipercaya, dan diberi kesempatan mencoba. Kita ingin mereka tidak hanya sibuk mencari pengakuan, tetapi juga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ketika potensi mereka diberi arah yang tepat, energi itu bisa menjadi kekuatan untuk membangun Kota Tasikmalaya,” demikian rumusan pernyataan yang dapat dimintakan persetujuan Ketua KNPI.
Momentum Sumpah Pemuda pun menjadi pengingat bahwa membangun generasi bukan pekerjaan satu lembaga. Pemuda perlu terus mengembangkan diri, sementara masyarakat dan pemangku kepentingan perlu membuka ruang agar mereka dapat tumbuh dengan sehat, kreatif, dan bertanggung jawab.
Bagi Dhani, pesan yang ingin ditonjolkan melalui peringatan ini adalah pentingnya melihat pemuda bukan sebagai masalah yang harus selalu dicurigai, melainkan sebagai bagian dari kekuatan kota yang perlu dirangkul dan diberdayakan.
(AA)







