lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Lomba toilet bersih sekolah Kota Bandung memasuki tahap penilaian yang berlangsung hingga 8 November 2026. Program Dinas Pendidikan Kota Bandung ini menyasar sekolah negeri jenjang SD dan SMP, dengan penilaian yang mencakup kebersihan, kesehatan, kelengkapan fasilitas, keamanan, kenyamanan, hingga aksesibilitas bagi anak.
Program tersebut menjadi perhatian karena toilet merupakan fasilitas yang digunakan setiap hari oleh siswa dan tenaga pendidik. Kondisinya berpengaruh terhadap kenyamanan lingkungan belajar, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta pemenuhan kebutuhan siswa dengan karakteristik dan kemampuan yang beragam.
Lomba toilet bersih sekolah Kota Bandung menilai delapan aspek
Dalam publikasi resmi pada 27 Oktober 2026, Dinas Pendidikan Kota Bandung menjelaskan bahwa lomba toilet bersih 2026 diperuntukkan bagi sekolah negeri jenjang SD dan SMP.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa sejumlah toilet sekolah masih perlu mendapat perhatian karena kondisinya belum optimal, termasuk dari sisi kelayakan, keramahan terhadap anak, dan inklusivitas.
Penilaian lomba meliputi delapan aspek, yaitu kebersihan, kesehatan, kelengkapan sarana dan prasarana, keamanan dan kenyamanan, inklusivitas, otomasi budaya dan partisipasi, estetika, serta inovasi dan edukasi.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi pada 6 Oktober 2026. Sekolah kemudian menjalani masa pembenahan mandiri pada 7–21 Oktober, sebelum memasuki masa penilaian pada 22 Oktober hingga 8 November 2026.
Kriteria tersebut menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada tampilan toilet. Ketersediaan fasilitas, kondisi yang aman digunakan, dan keterlibatan warga sekolah juga menjadi bagian dari aspek yang diperhatikan.
Lomba toilet bersih sekolah Kota Bandung dan pentingnya fasilitas ramah anak
Toilet sekolah yang layak perlu mendukung kebutuhan siswa sehari-hari. Lantai yang aman, fasilitas air dan sanitasi yang berfungsi, kebersihan yang terjaga, serta ruang yang memberikan privasi merupakan hal-hal yang relevan untuk diperhatikan dalam pengelolaan fasilitas sekolah.
Aspek inklusivitas juga penting. Sekolah perlu memperhatikan apakah fasilitas dapat digunakan siswa dengan kebutuhan yang berbeda, termasuk anak penyandang disabilitas. Ketersediaan fasilitas yang memadai perlu dilihat bersama dengan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan akses.
Dinas Pendidikan Kota Bandung menempatkan lomba ini sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan meningkatkan kesadaran warga sekolah. Artinya, pemeliharaan toilet perlu menjadi kegiatan rutin yang melibatkan pengelola sekolah, guru, petugas kebersihan, dan siswa sesuai usia mereka.
Hingga penelusuran sumber resmi pada 28 Oktober 2026, masa penilaian masih berlangsung. Belum ada hasil akhir pemenang yang dapat dipastikan dari sumber yang diperiksa. Perkembangan berikutnya dapat dilihat melalui pengumuman resmi Dinas Pendidikan Kota Bandung setelah proses penilaian selesai.
(AA)







