lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Festival Payung Geulis 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat–Sabtu, 30–31 Oktober 2026, di kawasan Taman Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Kegiatan yang masuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya itu akan menampilkan kreasi Payung Geulis, pameran produk kerajinan, serta pertunjukan seni dan budaya.
Berdasarkan informasi pada portal Jagabudaya milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, acara tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 08.00 hingga 22.00 WIB dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Informasi itu juga menyebut peluncuran kreasi baru Payung Geulis hasil inovasi perajin lokal sebagai salah satu agenda festival.
Kreasi Perajin Lokal Menjadi Bagian Festival
Festival Payung Geulis 2026 menjadi salah satu agenda budaya dalam rangkaian Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) untuk memperingati seperempat abad Kota Tasikmalaya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya sebelumnya mengumumkan rangkaian Hari Jadi ke-25 melalui 25 kegiatan yang mencakup olahraga, seni budaya, kesehatan, pelayanan masyarakat, perdagangan, ekonomi kreatif, ketenagakerjaan, dan bidang lainnya.
Dalam agenda Festival Payung Geulis 2026, kreasi baru yang dibuat perajin lokal direncanakan menjadi bagian dari penampilan utama. Pameran bordir dan batik serta pertunjukan seni budaya juga tercantum dalam informasi kegiatan tersebut.
Namun, data mengenai jumlah perajin yang terlibat, jumlah produk yang akan dipamerkan, nilai transaksi yang ditargetkan, dan potensi pesanan selama festival belum tercantum dalam informasi resmi yang ditemukan. Angka-angka tersebut perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara atau pelaku usaha sebelum digunakan untuk menggambarkan dampak ekonomi acara.
Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan
Festival Payung Geulis 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari di kawasan Taman Kota Tasikmalaya. Penyelenggara mencantumkan waktu kegiatan mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB pada kedua hari pelaksanaan.
Kegiatan ini dapat menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk melihat hasil kerajinan lokal sekaligus mengenal Payung Geulis sebagai bagian dari identitas budaya Tasikmalaya. Meski demikian, informasi mengenai susunan acara per jam, jumlah stan, serta daftar perajin peserta masih perlu dipastikan kepada panitia.
Pemerintah Kota Tasikmalaya juga telah memperkenalkan unsur Payung Geulis dalam maskot resmi Hari Jadi ke-25, yakni Tata dan Titi. Informasi resmi Pemkot menyebut maskot tersebut menggabungkan sejumlah unsur budaya lokal, termasuk Payung Geulis, bordir, Kelom Geulis, tarumpah, dan batik Tasik.
Festival Payung Geulis 2026 menjadi salah satu agenda yang menghubungkan perayaan hari jadi kota dengan pengenalan produk budaya lokal. Seberapa jauh kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi kepada perajin masih perlu dinilai berdasarkan data keterlibatan pelaku usaha, transaksi, dan pesanan yang terealisasi setelah acara. (NS/AS)







