lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Target Porprov Kota Tasikmalaya 2026 adalah memperbaiki posisi dari peringkat ke-23 menuju 15 besar. Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan sasaran tersebut dalam rangkaian persiapan kontingen yang dilepas di Alun-Alun Dadaha, Senin, 26 Oktober 2026. Target itu bertumpu pada hasil babak kualifikasi (BK), tetapi tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan atlet mengubah modal kualifikasi menjadi medali dalam pertandingan utama.
Pada Porprov Jawa Barat 2022, Kota Tasikmalaya mengumpulkan enam medali emas, 22 perak, dan 32 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kota Tasikmalaya di posisi ke-23. Empat tahun kemudian, pemerintah daerah bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya memasang target yang lebih tinggi. Pertanyaannya, seberapa besar perubahan yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran itu?
Target Porprov Kota Tasikmalaya 2026 Bertumpu pada Hasil Kualifikasi
Viman menyebut hasil babak kualifikasi menjadi salah satu dasar optimisme. Dalam keterangannya saat pelepasan kontingen, ia menyebut capaian 24 medali emas pada BK sebagai pijakan untuk mengejar peringkat ke-15. Sementara itu, Ketua KONI Kota Tasikmalaya Anton Suherlan menyebut 23 medali emas dalam penjelasannya mengenai hasil kualifikasi dan target prestasi.
Perbedaan angka tersebut perlu dicermati melalui rekap resmi hasil BK. Namun, keduanya sama-sama menempatkan hasil kualifikasi sebagai dasar penyusunan target, bukan jaminan perolehan medali pada pertandingan utama.
Kualifikasi dan Porprov utama merupakan dua tahap berbeda. Medali atau hasil yang diraih pada tahap kualifikasi tidak otomatis menjadi medali dalam klasemen akhir Porprov. Karena itu, indikator yang perlu dipantau adalah jumlah atlet yang benar-benar mampu bersaing di babak utama, cabang olahraga potensial, serta peluang meraih emas ketika berhadapan dengan kontingen daerah lain.
Kota Tasikmalaya mengirimkan 355 atlet untuk mengikuti 37 cabang olahraga, didampingi pelatih, manajer, mekanik, dan ofisial. Jumlah peserta itu menunjukkan cakupan keikutsertaan, tetapi tidak dengan sendirinya menjawab berapa medali yang bisa dikonversi menjadi poin klasemen.
Target Porprov Kota Tasikmalaya 2026 dan Tantangan Mengejar Peringkat
Perolehan enam emas pada 2022 menjadi pembanding awal. Untuk memperbaiki peringkat, Kota Tasikmalaya perlu meningkatkan hasil sekaligus memperhatikan capaian pesaing. Posisi akhir tidak hanya ditentukan oleh total medali, tetapi juga oleh jumlah emas yang diperoleh dibandingkan kontingen lain.
Viman sebelumnya menyebut sejumlah cabang olahraga berpotensi menyumbang medali, termasuk muaythai, tarung derajat, dan sepeda. Pemetaan tersebut menjadi salah satu dasar menentukan cabang yang perlu mendapat dukungan lebih besar. Meski demikian, potensi medali tetap perlu diuji melalui hasil pertandingan, bukan hanya rekam prestasi atau proyeksi sebelum kompetisi.
KONI juga menekankan pentingnya medali emas dalam persaingan klasemen. Anton menyebut posisi 20 besar sebagai sasaran realistis, dengan 15 besar sebagai target maksimal. Perbedaan penekanan tersebut menunjukkan bahwa target prestasi memiliki rentang capaian, bukan satu hasil yang sudah pasti.
Porprov XV Jawa Barat 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November. Dengan demikian, pelepasan kontingen pada 26 Oktober menjadi momentum persiapan akhir, sementara pengujian target baru dapat dilakukan setelah pertandingan berjalan dan hasil resmi mulai terkumpul.
Bagi Kota Tasikmalaya, lompatan dari peringkat ke-23 ke 15 besar akan bergantung pada realisasi potensi atlet, perolehan emas, dan persaingan dengan daerah lain. Hasil babak kualifikasi memberikan dasar perencanaan, tetapi klasemen akhir Porprov yang akan menunjukkan apakah sasaran tersebut tercapai.
(AA)







