lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Garut turun langsung ke lingkungan pesantren untuk membekali para santri baru dengan pendidikan karakter, kesadaran hukum, dan nilai-nilai kehidupan yang positif. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam Masa Orientasi Santri Baru (MOSBA) Tahun Ajaran 2026/2027 di Pondok Pesantren Al-Qur’an Qiroatussab’ah, Kudang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
Mengusung tema “Satu Hati, Menjadi Santri Berprestasi”, kegiatan ini diikuti sekitar 300 santri dan santriwati baru. Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren KH. Rd. Fahmi M. Noer, Ketua Yayasan KH. Atto Moch Thouyib, para ustadz, serta jajaran Sat Binmas Polres Garut.
Kehadiran Polres Garut di lingkungan pesantren menjadi bentuk komitmen kepolisian dalam mendukung pembentukan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki kesadaran hukum sejak dini. Hal itu dilakukan guna tumbuh generasi Santri Anti Bulliying dan taat hukum
Santri Anti Bullying dan Taat Hukum Jadi Fokus Pembinaan
Dalam kegiatan MOSBA tersebut, Kasat Binmas Polres Garut, Kompol Aam Kunaepi, memberikan berbagai materi pembinaan kepada para santri. Mulai dari pengenalan tugas dan fungsi Polri, penguatan nilai-nilai Islam sebagai benteng akhlak, hingga pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan pesantren.
Selain itu, para santri juga diberikan edukasi tentang bahaya kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba yang dapat berujung pada persoalan hukum dan merusak masa depan generasi muda.
Melalui materi yang disampaikan, Polres Garut berharap para santri mampu menjadi pelopor lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.
Bekali Santri dengan Kesadaran Hukum dan Keselamatan
Tidak hanya membahas persoalan bullying dan narkoba, para santri juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas sebagai bagian dari budaya keselamatan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan semakin menarik dengan adanya sesi senam otak yang bertujuan meningkatkan konsentrasi belajar para santri. Di akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti muhasabah dan doa bersama sebagai bentuk penguatan spiritual dan pembentukan karakter.
Kompol Aam Kunaepi menegaskan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pesantren merupakan wujud nyata kedekatan institusi kepolisian dengan dunia pendidikan dan keagamaan.
“Kami ingin dekat dengan pesantren. Menanamkan disiplin, tanggung jawab, dan patuh hukum sejak dini,” ujarnya.
Kasat Binmas Polres Garut berharap para santri mampu tumbuh menjadi pribadi yang unggul dalam dua aspek, yakni memiliki pemahaman agama yang kuat sekaligus karakter yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, para santri harus mampu menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan agen pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing.
Cetak Generasi Santri Berprestasi
“Saya berharap para santri menjadi pribadi unggul dua sisi. Kuat di ilmu agama, kuat juga di karakter. Jauhi kenakalan remaja, jauhi narkoba, jadilah pelopor keselamatan lalu lintas dan agen Kamtibmas di lingkungan masing-masing,” tegas Kompol Aam Kunaepi.
Melalui kegiatan MOSBA ini, Polres Garut berharap para santri tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi generasi penerus bangsa yang berintegritas.(KRS/AHOL)
Kuis Piala Dunia 2026
Tebak dua tim finalis dan skor akhir. Tiga tebakan akurat dan tercepat berhak mendapatkan hadiah uang tunai. Total hadiah jutaan rupiah.
