Gunung Guntur Terbakar, Api Muncul di Perbatasan Dua Desa

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Gunung Guntur terbakar pada Minggu, 26 Juli 2026 sore. Kobaran api dan kepulan asap terlihat dari kejauhan, lalu rekaman peristiwa tersebut beredar luas di media sosial.

Titik api dilaporkan berada di kawasan Blok Cadas Gantung dan Pasir Ayakan, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Lokasinya berada di sekitar perbatasan Desa Sukaraja dan Desa Sukalaksana serta cukup jauh dari permukiman penduduk.

Api Terlihat Sekitar Pukul 16.30 WIB

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kebakaran mulai diketahui masyarakat sekitar pukul 16.30 WIB. Api terlihat membakar vegetasi di beberapa bagian lereng dan menghasilkan kepulan asap yang membubung cukup tinggi.

Kondisi tersebut dapat disaksikan warga dari sejumlah lokasi di sekitar Banyuresmi. Titik kebakaran juga dilaporkan terlihat dari kawasan Jalan Raya Warung Peuteuy.

Salah satu rekaman yang beredar diunggah akun TikTok @infogarutraya. Dalam keterangan unggahannya, akun tersebut menyebut video dikirim oleh Nanda Suryana dan direkam pada Minggu sore.

Rekaman itu memperlihatkan beberapa jalur api berwarna merah menyala pada permukaan lereng. Asap tampak bergerak ke atas, sementara vegetasi di bagian bawah gunung terlihat mengering.

Informasi yang beredar di media sosial sempat menimbulkan pertanyaan mengenai lokasi dan penyebab munculnya api. Hasil penelusuran menunjukkan peristiwa tersebut merupakan kebakaran lahan di kawasan Gunung Guntur, bukan aktivitas erupsi gunung api.

Tim Gabungan Melakukan Penanganan

BPBD Kabupaten Garut menerima laporan dari masyarakat dan informasi media sosial sekitar pukul 16.30 WIB. Personel kemudian dikerahkan untuk memantau kondisi sekaligus berkoordinasi dengan unsur terkait.

Penanganan Gunung Guntur terbakar melibatkan petugas BPBD Kabupaten Garut, Perhutani, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, serta Polisi Hutan.

Petugas juga melakukan pemantauan di sekitar TPA Pasirbajing. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan api meluas dan mendekati kawasan vital maupun permukiman penduduk.

Hingga sekitar pukul 19.20 WIB, jumlah dan luasan titik api dilaporkan telah berkurang secara signifikan. Tim gabungan tetap bersiaga dan memantau lokasi untuk memastikan api tidak kembali membesar.

Belum terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang terdampak langsung. Luas lahan yang terbakar juga belum diumumkan secara resmi.

Penyebab Kebakaran Masih Ditelusuri

Dugaan awal yang berkembang di media sosial mengaitkan kebakaran dengan kondisi vegetasi kering selama musim kemarau. Namun, penyebab pasti munculnya api masih memerlukan pemeriksaan petugas berwenang.

Karena itu, belum dapat dipastikan apakah api berasal dari aktivitas manusia, pembakaran lahan, puntung rokok, atau faktor lainnya. Kesimpulan mengenai penyebab kebakaran harus menunggu hasil penelusuran lapangan.

Kebakaran pada 26 Juli merupakan kejadian berikutnya di kawasan Gunung Guntur selama musim kemarau 2026. Pada pertengahan Juli, kebakaran lain dilaporkan menghanguskan sekitar 0,49 hektare alang-alang kering.

Kebakaran sebelumnya dapat ditangani dalam waktu satu hari dan tidak menjalar ke tegakan pohon. Kondisi tersebut membuat kawasan Gunung Guntur memperoleh perhatian khusus karena vegetasi kering mudah terbakar ketika kemarau.

Masyarakat di sekitar kawasan Gunung Guntur diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Warga juga diimbau segera melapor kepada petugas apabila melihat asap atau titik api baru. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Siswa SMPN 1 Cineam Meninggal Tenggelam di Sungai Wilayah Leuwikeris

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang siswa SMPN 1 Cineam dilaporkan meninggal...

PANDAWA TASIK: Sebuah Ikhtiar Menjaga Pelajar

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Anak tidak serta-merta terjerumus ke dalam persoalan...

Tragedi Maut Berulang di Bendung Manganti Ciamis, Pengamanan Dipertanyakan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tragedi maut kembali terjadi di Bendung Manganti...

Rakerda PAN Ciamis Tak Hanya Bahas Pemilu 2029, Soroti juga Kursi Wakil Bupati

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah masih kosongnya jabatan Wakil...

Kemenhaj Kota Banjar: Ketenangan Ibadah Dimulai dari Perjalanan Legal

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Perjalanan umrah tidak cukup hanya dimulai...

JAWA BARAT

Bupati Sukabumi Tinjau Kebakaran Ciptamulya, Ini Langkah Cepat yang Disiapkan Pemerintah Daerah.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Asap memang mulai menghilang dari Kampung...

Tergiur Sayembara KDM, Ojol di Bandung Salah Tangkap Begal

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. berhadiah hingga Rp50 juta diduga memicu sejumlah...

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah Rata dengan Tanah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya terjadi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan...

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Klinik Berobat Unik di Cianjur, Pasien Tetap Dilayani Meski Tak Punya Uang

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang...

Come See Mie Fest 2026 Bandung Hadirkan Barasuara hingga J-Rocks

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Come See Mie Fest 2026 memasuki hari...

Waspada, Prakiraan Angin Kencang di Jawa Barat Mulai Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memasukkan Jawa...
spot_img

Olahraga

Popular Categories

spot_imgspot_img