lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sambutan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat membuka Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu, 29 Juli 2026, tidak hanya membahas pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda. Di hadapan jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kepala sekolah, guru, serta tamu undangan, Herdiat juga menyampaikan pengakuan pribadi mengenai tantangan berat yang dihadapinya selama memimpin Kabupaten Ciamis.
Dalam sambutannya, Herdiat mengungkapkan keterbatasan kemampuan fiskal daerah dan kondisi APBD yang sempat mengalami defisit pernah membuatnya berada di titik terendah. Bahkan, ia mengaku sempat berpikir untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Bupati Ciamis.
“Saya secara pribadi sempat putus asa. Melihat fiskal kecil, APBD defisit, saya sempat berpikir lebih baik mundur, berhenti jadi bupati. Buat apa kalau setiap hari hanya pusing,” kata Herdiat.
Meski demikian, ia menegaskan niat tersebut tidak pernah diwujudkan. Herdiat memilih tetap menjalankan amanah karena merasa bertanggung jawab kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan untuk memimpin Kabupaten Ciamis.
“Nanti disebutnya bupati lari dari tanggung jawab. Yang membuat saya tetap semangat adalah kebersamaan masyarakat Ciamis. Itu yang mendorong saya terus memimpin daerah ini,” ujarnya.
Sambutan Bupati Ciamis Bahas Tantangan Fiskal Daerah
Herdiat mengatakan menjadi kepala daerah dengan kemampuan fiskal yang terbatas bukan perkara mudah. Di tengah tingginya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik, pemerintah daerah tetap dituntut menghadirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah.
Gotong Royong Jadi Modal Utama Kabupaten Ciamis
Dalam sambutannya, Herdiat menilai kekuatan terbesar Kabupaten Ciamis justru berasal dari budaya gotong royong yang masih terpelihara.
Ia mencontohkan Kelurahan Sindangrasa yang berhasil meraih predikat kelurahan terbaik di Jawa Barat meski memiliki anggaran sekitar Rp280 juta per tahun. Selain itu, Kabupaten Ciamis juga mampu meraih predikat kota kecil terbersih tingkat ASEAN berkat tingginya partisipasi masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
“Peran serta masyarakat nilainya jauh lebih besar daripada yang tercatat dalam pendapatan asli daerah. Mau membangun jalan, irigasi, sampai menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat selalu terlibat. Itu yang menjadi kekuatan Ciamis,” katanya.
Program GENIUS Diharapkan Bangun Literasi Keuangan dan Karakter
Menutup sambutannya, Herdiat berharap Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) mampu meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentuk karakter generasi muda.
Ia mengajak kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak agar lahir generasi yang mampu membawa Kabupaten Ciamis menjadi lebih baik. (HS)
