Proyek Rp.1,6 Miliar di Ciamis Tertunda, Warga dan Aktivis Geram

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Proyek revitalisasi SMP IT Miftahul Huda II di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis, mengalami keterlambatan signifikan, meskipun memiliki anggaran sebesar Rp.1,673 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2024. Proyek yang seharusnya selesai pada 15 November 2024 itu hingga pertengahan Desember masih jauh dari target penyelesaian.

Masyarakat Peduli Ciamis, Prima Pribadi, mengatakan pemerintah harus bersikap tegas terhadap kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

“Kalau terus dibiarkan, pemerintah akan terlihat lemah dan tidak serius. Jangan sampai kontraktor merasa kebal sanksi,” katanya, Kamis (19/12/2024).

Ia menyarankan proyek yang mengalami keterlambatan dihentikan dan diberikan kepada pihak lain yang lebih mampu. Menurut Prima, memberikan tambahan waktu kepada kontraktor tanpa alasan yang jelas akan merusak kepercayaan publik.

“Kalau dalam kondisi normal saja mereka tidak bisa menyelesaikan proyek, lebih baik dihentikan daripada makin merugikan masyarakat,” tegasnya.

Prima juga mengkritisi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis. Ia pun mendesak agar Disdik Ciamis segera mem-blacklist kontraktor yang tidak mampu bekerja sesuai kontrak.

“Sekarang adalah era keterbukaan. Kalau kontraktor tidak profesional, blacklist saja. Jangan ragu,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, CV Restu Ibu selaku kontraktor proyek, dan konsultan pengawas, CV Mega Utama Karyawa Nusantara, belum memberikan tanggapan terkait keterlambatan tersebut.

Ketidakhadiran respons ini semakin memperkuat desakan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis, Uned, saat dihubungi melalui WhatsApp, menyatakan tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Ia mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan, Erwan, adalah pihak yang berwenang memberikan pernyataan resmi.

“Maaf, untuk hal ini Kepala Dinas yang lebih berhak memberikan penjelasan,” katanya singkat.

Sementara itu, warga sekitar sekolah turut menyampaikan kekecewaannya. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa keterlambatan ini mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut.

“Anak-anak jadi kesulitan belajar karena fasilitasnya belum selesai. Kami harap pemerintah segera bertindak,” ungkapnya.

Proyek ini awalnya direncanakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di SMP IT Miftahul Huda II. Namun, alih-alih mendukung kelancaran proses belajar, keterlambatan justru menimbulkan berbagai permasalahan.

Beberapa tokoh pendidikan di Ciamis menyatakan bahwa pengawasan proyek pemerintah harus diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

BACA JUGA: Proyek Revitalisasi SMP IT Miftahul Huda Mangkrak

“Kalau proyek seperti ini tidak diawasi ketat, dampaknya langsung dirasakan siswa dan guru. Pengawasan yang baik adalah kunci agar semua berjalan sesuai rencana,” ujar salah satu tokoh pendidikan.

Masyarakat Jatinegara berharap pemerintah Kabupaten Ciamis bersikap lebih transparan dan tegas. Mereka mendesak pemerintah memastikan sanksi diberikan kepada kontraktor yang gagal memenuhi target.

Revitalisasi SMP IT Miftahul Huda II diharapkan bisa segera rampung agar siswa dan guru dapat menikmati fasilitas yang memadai. Namun, keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada kontraktor, tetapi juga pengawasan dari dinas terkait dan ketegasan pemerintah daerah.

“Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa semakin tergerus,” tegas Prima. (Engkus/Nank Irawan/lintaspriangan.com)

PRIANGAN TIMUR

Sambutan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya Akui Sempat Ingin Mundur

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sambutan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat...

Berhenti Saat Sambutan, Bupati Herdiat Tegur Bawahannya Gara-Gara Ini

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Momen tak biasa terjadi saat Bupati...

BPKPD Banjar Akui Dana Khusus Rp5,38 Miliar Dipakai Tidak Sesuai Peruntukan

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah atau...

Sebanyak 98 Titik dan 27.825 Warga Terdampak Krisis Air Bersih Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Krisis air bersih mulai meluas di...

5 Berita Positif Kabupaten Ciamis Sepanjang Juli 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah tekanan fiskal dan sejumlah persoalan yang...

JAWA BARAT

Pemprov Setop Tambang Kapur, Bagaimana Nasib 95 Industri Pengolahan?

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Hingga Rabu (29/7/2026), penghentian sementara produksi dan...

Tiga Bulan Warga Bogor Jadi Sandera di Somalia, Siapa Bertanggung Jawab?

lintaspriangan.com, BERITA BOGOR. Komisi I DPR RI pada Rabu (29/7/2026)...

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Ribuan Buruh Bekasi Konvoi ke Kemendagri Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Ribuan buruh Bekasi dijadwalkan menggelar konvoi sepeda...

Olahraga

Popular Categories