lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Alexa Ciamis bukan sekadar lolos dari dua babak terakhir D’Academy 8. Empat kali tampil dalam dua pekan beruntun, empat kali pula Putri Alexandria membuat seluruh juri berdiri memberikan standing ovation.
Catatan sempurna itu ditutup pada Top 37 Grup 1, Jumat malam, 24 Juli 2026. Dalam satu malam, Alexa Ciamis menyapu enam tanda standing ovation dari dua penampilan sekaligus memastikan tiket menuju babak berikutnya.
Alexa Ciamis Membuka Top 37 dengan Sempurna
Alexa mengawali perjuangannya di Top 37 dengan berduet bersama Fahri, kontestan asal Labuhanbatu yang juga berada di bawah bimbingan D’Coach Melly Lee.
Keduanya menyanyikan “Makan Darah”, lagu yang dipopulerkan Rita Sugiarto. Penampilan pembuka itu langsung memperoleh standing ovation dari ketiga juri, yakni Wika Salim, Lesti Kejora, dan Soimah Pancawati.
Soimah menilai Alexa dan Fahri mampu membangun energi, harmonisasi, serta chemistry yang menyatu. Alexa juga terlihat semakin percaya diri dibandingkan penampilan-penampilan sebelumnya.
Ujian sebenarnya datang ketika Alexa harus tampil sendirian. Membawakan “Biarlah Merana”, kontestan asal Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis itu dituntut menjaga penghayatan sekaligus mengendalikan dinamika lagu.
Hasilnya, ketiga juri kembali berdiri.
Alexa tampil lembut pada bagian yang membutuhkan penghayatan, tetapi mampu menaikkan tenaga ketika lagu memasuki nada tinggi. Perpindahannya dari teknik pop menuju karakter dangdut juga mendapat perhatian khusus dari Soimah.
“Nggak usah nunggu lama-lama, kamu langsung lolos. Penampilan kamu sudah bagus,” kata Soimah saat mengumumkan hasil Alexa.
Kelolosannya bahkan diumumkan dengan cara unik. Soimah memperlihatkan partitur lagu yang telah diberi tulisan “Lolos”, kemudian disambut tepuk tangan penonton di studio.
Mengulang Kesempurnaan di Top 42
Keberhasilan tersebut bukan pencapaian pertama Alexa Ciamis. Tepat tujuh hari sebelumnya, Jumat, 17 Juli 2026, Alexa juga mencatat hasil sempurna dalam Top 42 Grup 3.
Saat itu, Alexa berduet bersama Rama asal Cirebon membawakan “Ini Dangdut” yang dipopulerkan Abiem Ngesti. Kolaborasi dua kontestan asal Jawa Barat tersebut membuat seluruh juri memberikan standing ovation.
Alexa kemudian kembali ke panggung sebagai penyanyi solo. Ia membawakan “Mawar di Tangan, Melati di Pelukan” yang dikenal melalui suara Nais Larasati.
Penampilan tersebut kembali menghasilkan tiga standing ovation. Alexa pun lolos langsung dari Top 42 tanpa harus menunggu proses penentuan peserta terbawah.
Dengan demikian, empat penampilan Alexa dalam dua babak terakhir menghasilkan catatan sempurna:
duet “Ini Dangdut”: tiga standing ovation;
solo “Mawar di Tangan, Melati di Pelukan”: tiga standing ovation;
duet “Makan Darah”: tiga standing ovation;
solo “Biarlah Merana”: tiga standing ovation.
Totalnya mencapai 12 tanda standing ovation dalam tujuh hari.
Konsistensi Menjadi Modal Menuju Babak Berikutnya
Empat kali membuat seluruh juri berdiri menunjukkan bahwa kekuatan Alexa tidak hanya muncul saat bernyanyi solo. Ia juga mampu membangun harmonisasi ketika harus berbagi panggung dengan kontestan lain.
Dalam penampilan solo, Alexa memperlihatkan kemampuan mengatur pernapasan, dinamika, penghayatan, dan nada tinggi. Sementara ketika berduet, ia tidak kehilangan karakter suara meskipun harus menyesuaikan diri dengan pasangan bernyanyi yang berbeda.
Di Grup 1 Top 37, Alexa dan Inayah asal Gowa menjadi peserta yang memperoleh tiket langsung. Fahri, Kadhafy, dan Murama juga melaju melalui proses penentuan akhir, sedangkan Revalina asal Palangka Raya harus tersenggol.
Indosiar kemudian mengonfirmasi keberhasilan Alexa melalui akun resminya dan mengajak publik memberikan ucapan selamat kepada peserta asal Ciamis tersebut.
Kini tantangan Alexa bukan lagi sekadar membuat juri berdiri. Ia harus mempertahankan konsistensi ketika jumlah peserta semakin sedikit dan tekanan kompetisi bertambah besar.
Namun, empat penampilan dengan empat standing ovation penuh telah memberikan satu modal penting: Alexa Ciamis datang ke babak berikutnya bukan hanya membawa dukungan Tatar Galuh, melainkan juga catatan panggung yang sulit diabaikan. (AR)
