Saat Wali Kota Tasikmalaya Harus Menjelaskan Urusan Parkir

lintaspriangan.com, OPINI. Ada hal yang terasa janggal ketika seorang wali kota harus turun tangan menjelaskan urusan parkir. Bukan karena parkir perkara remeh, melainkan karena dalam tata kelola pemerintahan, parkir adalah urusan teknisโ€”wilayah kerja dinas, bukan panggung utama kepala daerah.

Namun, itulah yang terjadi di Kota Tasikmalaya belakangan ini. Kebijakan tanpa karcis parkir gratis yang digulirkan Dinas Perhubungan justru melahirkan kebingungan di lapangan. Alih-alih menenangkan publik, kebijakan ini memantik pertanyaan, keluhan, bahkan kecurigaan, bahkan warga dan juru parkir bukan mustahil bisa terlibat pertikaian. Pada titik itulah wali kota akhirnya angkat bicara.

Masalahnya bukan pada kebijakan parkir itu sendiri. Gagasan penertiban parkir patut diapresiasi. Ia mengandung niat baik: menertibkan praktik perparkiran, mengurangi beban warga, sekaligus menutup celah pungutan liar. Di atas kertas, kebijakan ini terdengar masuk akal dan progresif.

Persoalan muncul ketika kebijakan yang baik itu turun ke jalan tanpa kesiapan komunikasi. Di lapangan, juru parkir, aktor paling depan yang bersentuhan langsung dengan warga, banyak yang masih berjalan tanpa kompas. Tidak semua membawa karcis, tapi mereka juga ogah kalau jasa mereka dianggap gratis.

Lalu kemudian, ketidaktertiban ini kerap dibaca sebagai pembangkangan. Padahal, sering kali ia lebih tepat disebut sebagai kebingungan. Dalam birokrasi, kebingungan jarang lahir dari bawah. Ia biasanya bermula dari atas, dari instruksi yang tidak utuh, pesan yang tidak lengkap, dan kepemimpinan yang gagal memastikan semua lini berbicara dengan satu suara.

Di sinilah peran Dinas Perhubungan seharusnya menjadi kunci. Dishub bukan hanya pengelola teknis parkir, tetapi juga pengelola makna kebijakan itu sendiri. Ketika kebijakan berubah, narasi harus lebih dulu disiapkan. Ketika aturan baru diluncurkan, aktor lapangan harus dibekali pemahaman yang sama, bukan sekadar perintah, tetapi juga alasan dan cara menjelaskannya kepada publik.

Dalam teori komunikasi, Lazarsfeld dan Katz menyebut pentingnya two-step flow of communication. Informasi tidak selalu sampai langsung dari pemerintah ke masyarakat. Ia sering kali melalui perantaraโ€”dalam konteks ini, juru parkir atau media. Juru parkir adalah opinion leader di jalanan. Jika mereka tidak paham, atau tidak yakin dengan kebijakan yang dibawa, pesan akan terdistorsi sebelum sampai ke warga.

Sayangnya, dalam kasus parkir di Kota Tasikmalaya, sebagian juru parkir tampak ditinggal sendirian. Akibatnya, interaksi dengan pengendara berubah menjadi ruang negosiasi yang rawan konflik. Di titik ini, kebijakan kehilangan wibawanya.

Sosialisasi pun terkesan datang belakangan, setelah kegaduhan muncul. Warga justru lebih dulu โ€œmerasakanโ€ kebijakan melalui pengalaman saat tetap diminta bayar meski tak diberi karcis, bukan melalui penjelasan resmi pemerintah. Dalam komunikasi publik, ini adalah kesalahan klasik: pemerintah berbicara setelah publik bereaksi.

Dishub pun sepertinya tidak cukup hadir di ruang media untuk meluruskan, menjelaskan, atau sekadar menenangkan. Kekosongan ini menciptakan ruang tafsir yang diisi oleh persepsi warga, persepsi redaksi, dan persepsi publik. Seperti kita tahu, persepsi mereka jarang ramah pada pemerintah yang diam.

Pada akhirnya, wali kota muncul memberi penjelasan. Ia meminta publik memahami bahwa pemerintah sedang menata, dengan skala prioritas, dan tidak bisa serba instan. Pernyataan ini, secara substansi, sulit dibantah. Namun secara tata kelola, kehadiran wali kota dalam urusan parkir justru menandai sesuatu yang lebih serius: ada yang tidak beres di level dinas teknis.

Dalam pemerintahan modern, kepala daerah seharusnya berbicara tentang arah besar, visi, dan kebijakan strategis. Ketika ia harus menjelaskan detail operasional parkir, itu menandakan rantai komunikasi di bawahnya tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Teori implementasi kebijakan yang dikemukakan Pressman dan Wildavsky menyebut bahwa kebijakan sering gagal bukan karena niat yang buruk, tetapi karena terlalu banyak titik putus dalam pelaksanaan. Dalam kasus parkir ini, titik putus itu tampak jelas: antara kebijakan dan pelaksana lapangan, antara dinas dan publik, antara niat baik dan kenyataan.

Peran kepala Dinas Perhubungan menjadi krusial di sini. Ia bukan sekadar manajer teknis, melainkan pemimpin yang bertanggung jawab menciptakan kondisi kondusif saat kebijakan dilahirkan. Kondusif berarti jelas aturannya, siap aktornya, dan tenang ruang komunikasinya. Ketika yang terjadi justru kebingungan dan kegaduhan, maka kegagalan itu patut dievaluasi secara serius.

Parkir memang bukan urusan besar. Tapi cara pemerintah mengelolanya, terutama cara menjelaskannya, adalah cermin dari kapasitas birokrasi. Jika urusan sesederhana parkir memerlukan klarifikasi wali kota, publik wajar bertanya: sejauh mana dinas teknis mampu bekerja tuntas tanpa harus diselamatkan dari atas?

Dalam pemerintahan, kebijakan yang baik membutuhkan lebih dari sekadar niat. Ia membutuhkan komunikasi yang rapi, kepemimpinan yang hadir, dan keberanian untuk memastikan semua orang, dari warga hingga media, memahami apa yang sedang dikerjakan dan mengapa itu dilakukan.

Parkir bukan sekadar soal kendaraan yang berhenti. Ia adalah soal bagaimana kebijakan berhenti sejenak di ranah publik, seharusnya untuk dipahami, bukan diperdebatkan.


DIKI SAMANI
Penulis adalah peminat masalah sosial dan kebijakan pemerintah dari Albadar Institute

Berita lainnya:

Dari Freeport ke Karangjaya: Negara Sibuk Melarang, Rakyat Sibuk Bertahan

lintaspriangan.com,ย OPINI.ย Di negeri yang sering kita banggakan sebagai โ€œkaya rayaโ€, ada satu pemandangan yang berulang, seperti adegan lama yang tak...

Jadilah Aisyah, Meski Suamimu Bukan Muhammad

lintaspriangan.com,ย OPINI. Di banyak pengajian, kita cukup sering mendengar penceramah memaparkan topik sebagaimana di bawah ini: โ€œBapak-bapak ingin istrinya seperti Aisyah?Maka...

Fenomena Periodisasi Kepala Sekolah di Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com,ย OPINI. Periodisasi kepala sekolah di Kota Tasikmalaya bukanlah hal baru. Kebijakan ini telah dilaksanakan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan...
  • iklan display lintas priangan - akun zoom premium

Terbaru

U.S. Soccer Rilis 26 Nama, Skuad Tuan Rumah AS di Piala Dunia 2026

lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA. Peta kekuatan AS di Piala Dunia 2026...

Ketika Sapi Kurban Tasikmalaya Seberat 720 Kg Tercebur Kolam, Damkar pun Turun Tangan

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย  Menjelang Idul Adha, warga Kota Tasikmalaya dibuat...

Kebakaran Pasar Ciroyom Bandung, 9 Kios Ludes!

lintaspriangan.com,ย BERITA BANDUNG.ย Kebakaran Pasar Ciroyom Bandung menghanguskan sedikitnya 9 kios...

Sengkarut Pilkades Pasirtamiang Ciamis, Dugaan Politik Uang Berujung Pengaduan

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Sengkarut Pilkades Pasirtamiang Ciamis menyeruak setelah salah satu...

Supertega! 45 Domba Kurban Palestina Milik Penggembala di Tepi Barat Dicuri Pemukim Yahudi

lintaspriangan.com,ย BERITA DUNIA. Kabar pilu datang dari Tepi Barat menjelang...

Pemkab Ciamis Gelar Shalat Idul Adha di Halaman Masjid Agung

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemkab Ciamis gelar Shalat Idul Adha...

Jumlah Bencana di Ciamis Terbanyak ke-3 di Jabar, Dua Kecamatan Ini Paling Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jumlah bencana di Ciamis sepanjang 2026 menempatkan daerah...

Surat Edaran Bupati: Idul Adha Kabupaten Ciamis Tanpa Plastik

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi mengeluarkan Surat...

Fix! Mauricio Souza Tinggalkan Persija, Bursa Skuad Macan Kemayoran Bisa Berubah Total

lintaspriangan.com,ย BERITA OLAHRAGA.ย Kabar Souza tinggalkan Persija langsung membuka babak baru...

Tidak Semua ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026, Ini Aturan Terbarunya

lintaspriangan.com,ย BERITA NASIONAL.ย Isu gaji ke-13 tahun 2026 mulai menjadi perhatian...

Priangan Timur

Ketika Sapi Kurban Tasikmalaya Seberat 720 Kg Tercebur Kolam, Damkar pun Turun Tangan

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA.ย  Menjelang Idul Adha, warga Kota Tasikmalaya dibuat...

Sengkarut Pilkades Pasirtamiang Ciamis, Dugaan Politik Uang Berujung Pengaduan

lintaspriangan.com,ย BERITA CIAMIS.ย Sengkarut Pilkades Pasirtamiang Ciamis menyeruak setelah salah satu...

Pemkab Ciamis Gelar Shalat Idul Adha di Halaman Masjid Agung

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemkab Ciamis gelar Shalat Idul Adha...

Jumlah Bencana di Ciamis Terbanyak ke-3 di Jabar, Dua Kecamatan Ini Paling Terdampak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jumlah bencana di Ciamis sepanjang 2026 menempatkan daerah...

Surat Edaran Bupati: Idul Adha Kabupaten Ciamis Tanpa Plastik

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis resmi mengeluarkan Surat...

Terduga Pelaku Tabrak Lari di Kota Tasikmalaya Dimassa di Malam Takbiran

lintaspriangan.com,ย BERITA TASIKMALAYA. Suasana malam takbiran di Tasikmalaya mendadak riuh,...

Bupati Herdiat Serukan Kurban Tanpa Kantong Plastik di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447...

Polres Banjar Gandeng BPS, Data dan Keamanan Wilayah Diperkuat

lintaspriangan.com,ย BERITA KOTA BANJAR.ย Polres Banjar memperkuat sinergi lintas sektor dengan...

Perspektif

Popular Categories