Transformasi Pahlawan: “dari Bambu Runcing ke Media Daring”

lintaspriangan.com, OPINI. Setiap 10 November, kita kembali mengenang keberanian orang-orang yang dulu berhadapan dengan senjata dengan hanya menggenggam bambu runcing. Mereka bukan sekadar nama dalam buku pelajaran; mereka adalah suara, tekad, dan keyakinan bahwa kebenaran harus diperjuangkan, meski tak punya apa-apa selain nyali. Mereka melangkah bukan karena yakin akan menang, tetapi karena tidak terima hidup dalam penaklukan.

Kini zaman telah berubah. Gedung pemerintahan sudah berwujud bangunan mewah, medan tempur berpindah ke layar ponsel, dan senjata itu bertransformasi menjadi hal yang jauh lebih ringan secara fisik, tetapi tidak kalah berat beban moralnya: berita.

Media daring bukan laskar berseragam loreng, tetapi langkah mereka tak kalah strategis. Mereka berpindah dari satu kantor ke kantor lain, dari warung kopi ke lokasi kejadian, dari obrolan warga ke nomor humas yang kadang lebih sulit ditembus daripada sinyal di pedalaman. Ada kalanya mereka datang lebih dulu daripada ambulans, dan pulang paling terakhir ketika peristiwa sudah menjadi rumor yang kehilangan bentuk. Saat ini terjadi, tentu yang harus bicara adalah pejabat, karena mereka suara resmi negeri ini.

Tidak semua pejabat menutup pintu. Ada yang tetap menghargai dialog, memberikan waktu untuk berbicara, dan mengerti bahwa keterbukaan itu bukan ancaman, tapi jembatan dan akuntabilitas transparan. Para pejabat jenis ini boleh jadi faham, bahwa kota yang sehat adalah kota yang bisa bicara dan terbuka, bukan kota yang hanya pintar main drama saat boroknya mengemuka.

Namun banyak juga pejabat yang memilih jalan sunyi. Surat permohonan wawancara tak dibalas. Tayang dalam berita negatif pun tak ambil pusing, mungkin karena inspektoratnya tak pernah benar-benar bekerja. Di-chat whatsapp tak pernah berwarna biru, karena memang di-setting ngumpet.

Oleh kelompok pejabat yang seperti ini, kehadiran media dianggap sekadar background noise yang tidak perlu direspons. Kadang bukan karena masalah urgensi, tapi karena lupa. Lupa bahwa negeri kita, dijalankan oleh anggaran yang 82%-nya berasal dari pajak rakyat. Lupa, bahwa media adalah saluran informasi yang ditunggu oleh pemilik daulat di negeri ini.

Media sering dicap sekadar “mencari klik” atau “anggarn iklan.”
Ya, kami memang mencari iklan. Server tidak hidup hanya dengan doa. Kuota tak pernah bisa dibeli dengan patriotisme. Dan kopi lembur, tidak pernah gratis di minimarket.

Tapi itu tidak berarti media akan mati saat tak diberi porsi. Media tidak akan akan meregang nyawa meski tak diberi anggaran.

Karena yang membuat media tetap berjalan bukan anggaran iklan, melainkan tidak menerima hidup dalam gelap. Sama persis dengan apa yang dilakukan para pahlawan pejuang kemerdekaan.
Ada tanggung jawab moral yang tak pernah tertulis dalam SOP, tak tercantum dalam surat tugas, tetapi terasa jelas setiap kali informasi belum diverifikasi.

Bambu runcing dahulu melawan penjajahan fisik. Media daring hari ini berusaha mencegah lahirnya penjajahan yang lebih halus: monopoli kebenaran, manipulasi anggaran, dan pembodohan yang sistematis. Bukan dari negara saja, tapi juga dari rumor, bias, gosip, ketakutan, dan narasi yang dipilih hanya karena tampak lebih indah.

Tak bersenjata, tak beratribut gagah, namun akan tetap berdiri meski dipinggirkan, diremehkan, bahkan dilupakan.

Media tidak menuntut disanjung. Tidak butuh karangan bunga apalagi jadi nama jalan.
Media hanya meminta satu hal: akses untuk bertanya dan ruang untuk didengar, sebagaimana diamanatkan undang-undang.

Selama masih ada warga yang bertanya: “Apa kabar kota kita hari ini?”
Selama masih ada orang yang mau membaca walau sekilas, tergesa, sambil menunggu angkot atau antre di kasir,
para jurnalis akan tetap menulis.

Percaya saja: keberanian tidak selalu keras. Kadang ia sunyi. Kadang ia berupa jari yang mengetik di tengah malam ketika kota sudah tertidur.

Dari bambu runcing ke media daring, satu hal yang tidak berubah:
ketidakrelaan membiarkan kebenaran tenggelam.

Dan selama itu masih menyala, walau kecil, walau redup, perjuangan bangsa ini tak akan pernah usai.

Segenap awak redaksi Lintas Priangan mengucapkan: “Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2025.”

Eko Nugraha
Redaktur Lintas Priangan

Gabung Channel WhatsApp Lintas Priangan
Dapatkan update berita terbaru, isu lokal penting, dan informasi pilihan langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti Channel WhatsApp

Berita lainnya:

Ketika Lembaga Sekelas BRIN Serampangan Pakai AI

lintaspriangan.com, OPINI. Untung yang keliru hanya poster. Bukan rumus reaktor. Bukan peta satelit. Bukan pula simulasi nuklir yang...

Dari Freeport ke Karangjaya: Negara Sibuk Melarang, Rakyat Sibuk Bertahan

lintaspriangan.com, OPINI. Di negeri yang sering kita banggakan sebagai “kaya raya”, ada satu pemandangan yang berulang, seperti adegan lama yang tak...

Jadilah Aisyah, Meski Suamimu Bukan Muhammad

lintaspriangan.com, OPINI. Di banyak pengajian, kita cukup sering mendengar penceramah memaparkan topik sebagaimana di bawah ini: “Bapak-bapak ingin istrinya seperti Aisyah?Maka...

Terbaru

Prediksi Skor Indonesia U19 vs Australia, Garuda Muda Menang Tipis?

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi skor Indonesia U19 vs Australia mengarah...

Ketika Cinta Seorang Salman al-Farisi pada Gadis Madinah Kandas

lintaspriangan.com, INSPIRATIF. Ada cinta yang tidak sampai ke pelaminan, tetapi justru...

Pangdam III/Siliwangi Kukuhkan Pengurus Pencak Silat Militer

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih,...

Semifinal AFF Indonesia U19 vs Australia, Menakar Peluang Garuda Muda

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Prediksi Indonesia U19 vs Australia mulai menjadi...

Curanmor di Cipatujah Dibongkar, Tiga Sahabat Diringkus Aparat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus curanmor di Cipatujah dibongkar Tim Reaksi...

Universitas Islam Tasikmalaya Resmi Diluncurkan di Dies Natalis ke-52

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Universitas Islam Tasikmalaya resmi diluncurkan bertepatan dengan...

Kasus Penyelewengan Anggaran di Dinkes Tasikmalaya, Ketegasan Hukum Dipertanyakan

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS.  Ada temuan yang terlalu serius untuk diperlakukan...

Pertamax Naik, Kendaraan Plat Merah Semakin Menjerit

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Kenaikan harga Pertamax mulai Rabu, 10 Juni...

Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan, Tuan Rumah Bisa Terpeleset?

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA. Piala Dunia 2026 akhirnya sampai di ambang...

Aplikasi SAGARUT Permudah Layanan Publik dalam Satu Platform

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat transformasi...

Priangan Timur

Curanmor di Cipatujah Dibongkar, Tiga Sahabat Diringkus Aparat

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kasus curanmor di Cipatujah dibongkar Tim Reaksi...

Universitas Islam Tasikmalaya Resmi Diluncurkan di Dies Natalis ke-52

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Universitas Islam Tasikmalaya resmi diluncurkan bertepatan dengan...

Aplikasi SAGARUT Permudah Layanan Publik dalam Satu Platform

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat transformasi...

BPBD Ingatkan Waspada Kecelakaan Air di Ciamis

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. BPBD Kabupaten Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan...

Diduga Terlindas Truk di Tasikmalaya: Innalillahii.. Anak SD Meninggal Dunia

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peristiwa kecelakaan maut terjadi di Kota Tasikmalaya....

BPS Tasikmalaya Perketat Pelatihan Sensus Ekonomi 2026

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Tasikmalaya...

Satlantas Tasikmalaya dan Buruh Perkuat Sinergi Lewat Aksi Sosial

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Satlantas Tasikmalaya dan buruh memperkuat sinergi melalui kegiatan...

Sertijab Polresta Tasikmalaya, Wakapolres dan Kasat Reskrim Berganti

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sertijab Polresta Tasikmalaya digelar untuk posisi Wakapolresta...

Perspektif

Popular Categories