Anak Ini Hilang 32 Tahun, Doa Ibunya Tak Pernah Berhenti

lintaspriangan.com, HUMANIORA. Pagi itu rumah kecil di kampung mendadak ramai. Bukan oleh hajatan, bukan pula kabar duka. Seorang ibu tua berdiri di depan pintu, matanya tak lepas dari jalan tanah di depannya. Tangannya gemetar, seperti orang yang menunggu kepastian—antara percaya dan takut kecewa. Tiga puluh dua tahun lamanya ia menunggu hari ini. Dan ketika mobil berhenti, lututnya hampir lepas.

Zainuddin turun perlahan. Wajahnya tegang, langkahnya ragu. Ia seperti anak kecil yang pulang membawa kabar besar. Baru dua langkah, ia berlari. Lalu berlutut. Mencium kaki ibunya. Tangis mereka pecah bersamaan—tanpa aba-aba, tanpa kalimat pembuka. Rindu yang tertahan puluhan tahun akhirnya menemukan tubuh untuk berlabuh.

Ia pergi sebagai bocah enam atau tujuh tahun. Anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya petani, ibunya membantu di sawah. Hidup sederhana, keras, dan tak selalu ramah pada anak kecil yang dikenal bandel. Ia sering kabur dari rumah. Biasanya selalu dicari. Biasanya selalu pulang. Sampai suatu hari, kabur itu terlalu jauh.

Zainuddin mengingat satu hal yang tak pernah kabur dari kepalanya: hukuman. Setiap salah, batang kayu. Ketakutan itu mendorongnya pergi. Ke stasiun kecil dekat rumah. Tanpa rencana. Tanpa tahu nama kota. Ia naik kereta—kereta yang berjalan terus, membawa seorang anak menjauh dari rumahnya sendiri.

Kereta berhenti di Jakarta. Stasiun besar. Ramai. Asing. Di situlah ia benar-benar sendirian. Seminggu ia terlantar. Setelah itu, panti asuhan menjadi alamat baru. Di sana ia belajar bertahan. Sekolah sampai SMA. Menjadi dewasa tanpa orang tua yang memeluk ketika ia takut. Hidup berjalan, tapi selalu ada lubang yang tak tertutup: rumah yang tak tahu alamatnya.

Ia menikah. Punya tiga anak. Di usia lebih dari 40 tahun, satu pertanyaan tak pernah selesai: ibu saya di mana? Nama kampung tak ia ingat. Wajah ibu hanya tinggal bayangan. Yang tersisa cuma potongan ingatan: sawah, rumah sederhana, dan sebuah stasiun kecil.

Suatu hari, ia memberanikan diri bercerita di media sosial. Bukan untuk viral. Hanya berharap ada satu orang yang mengenali. Ia menggambar denah stasiun dari ingatannya. Mengunggah foto masa kecil. Lalu menunggu—seperti ibunya yang menunggu selama ini.

Petunjuk datang dari orang asing. Denah itu dikenali. Stasiun Sitinggil, Cilacap. Sebuah titik kecil yang mengikat kembali hidup yang tercerai. “Terima kasih ya Allah,” tulis Zainuddin. Kalimat yang sederhana, tapi berat oleh penantian.

Nomor telepon ibunya ditemukan. Panggilan video dilakukan. Di layar ponsel, seorang ibu tua menangis histeris. Suaranya gemetar. Kata-katanya pendek, berulang: “Balik, Nak. Balik.” Zainuddin tak kuasa menahan air mata. Ia berjanji pulang. Ia menyebut rindu. Ia menyebut bapak—yang sudah tiada. Di layar kecil itu, jarak 32 tahun runtuh.

Perjalanan pulang ia tempuh bersama istri dan anak-anaknya. Mereka ikut menyaksikan sejarah keluarga yang lama tertunda. Di depan rumah masa kecilnya, saudara-saudaranya sudah menunggu. Pelukan terjadi. Tangis menyusul.

“Istri saya,” ucap sang istri sambil mencium tangan ibu mertuanya. Ibu itu tersenyum sambil menangis. Ia mencium satu per satu cucunya—anak-anak yang lahir dari anak yang selama ini ia panggil dalam doa.

Zainuddin berlari, memeluk ibunya, lalu berlutut. Kakinya dicium. Tangis pecah lagi. Tidak ada pidato. Tidak ada kalimat indah. Hanya tubuh yang saling menemukan.

Ibunya bercerita pelan. Selama 32 tahun, tak ada hari tanpa doa. Pagi, siang, malam. Ia minta satu hal: anaknya selamat dan suatu hari pulang. Doa itu ia ucapkan dengan bahasa kampung, dengan air mata, dengan keyakinan yang tak pernah benar-benar padam.

Hari itu, doa yang lama tersesat akhirnya pulang.
Bukan lewat keajaiban besar.
Melainkan lewat kesabaran seorang ibu yang tak pernah berhenti berharap.

Kadang, anak memang bisa hilang.
Tapi doa ibu, selalu bisa mengantarnya pulang. (AS)

Berita lainnya:

Sepeda Kantor dan Cermin Keadilan Hari Ini

lintaspriangan.com, HUMANIORA. Ruang itu awalnya terasa biasa saja. Riyani—bukan nama sebenarnya—tersenyum seperti biasa. Senyum yang rapi, presisi, dan tahu kapan...

Ranking 2 di Sekolah, Nisa Mengemis Tiap Malam di Pusat Kota Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Di bawah cahaya lampu salah satu rumah makan di pusat Kota Tasikmalaya, seorang anak perempuan berdiri pelan. Hijab...

Alita (10 Tahun), Nekat Menerjang Kobaran Api Demi Selamatkan Bayi

lintaspriangan.com, HUMANIORA. Malam di Kampung Sapiri Pangka Palangisang, Kabupaten Bulukumba, biasanya tak pernah gaduh. Namun Kamis, 20 November 2025...
  • iklan display lintas priangan - akun zoom premium

Terbaru

Pasar Murah di Kota Banjar Diserbu Warga, Sembako Dijual Lebih Murah

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR.  Pasar murah di Kota Banjar diserbu...

Nyaris Memanas, Salah Paham di PT Alba Banjar Berakhir Damai

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Persoalan internal yang sempat memicu ketegangan...

Imbauan Polres untuk Bobotoh Ciamis Jelang Persib Lawan Persijap

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bobotoh Ciamis mendapat imbauan khusus dari Polres Ciamis...

FLS3N Jenjang SD Garut Diikuti 371 Siswa, Disdik Jaring Talenta Seni

lintaspriangan.com, BERITA GARUT.  FLS3N Jenjang SD Garut 2026 resmi dibuka...

Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis, Bupati Herdiat: PKK Itu Membantu OPD

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis menjadi...

1.532 Hewan Kurban di Tasikmalaya Diperiksa, Pemkot Pastikan Bebas PMK dan LSD

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pemeriksaan hewan kurban...

Bupati Dorong Listrik Hijau Garut untuk Kebutuhan Nasional

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Listrik hijau Garut kembali mengemuka sebagai salah satu...

13 Motor Knalpot Brong di Tasikmalaya Disita, Polisi Antisipasi Euforia Persib

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polresta Tasikmalaya kembali menertibkan kendaraan berknalpot tidak standar...

Usai Didesak Warga, DPRD Soroti Kendali Emosi Diky Candra

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Usai didesak warga, DPRD Kota Tasikmalaya akhirnya buka...

Gempa Pangandaran Tadi Pagi, Guncangannya Sampai Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Gempa Pangandaran berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah...

Priangan Timur

Pasar Murah di Kota Banjar Diserbu Warga, Sembako Dijual Lebih Murah

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR.  Pasar murah di Kota Banjar diserbu...

Nyaris Memanas, Salah Paham di PT Alba Banjar Berakhir Damai

lintaspriangan.com, BERITA KOTA BANJAR. Persoalan internal yang sempat memicu ketegangan...

Imbauan Polres untuk Bobotoh Ciamis Jelang Persib Lawan Persijap

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Bobotoh Ciamis mendapat imbauan khusus dari Polres Ciamis...

FLS3N Jenjang SD Garut Diikuti 371 Siswa, Disdik Jaring Talenta Seni

lintaspriangan.com, BERITA GARUT.  FLS3N Jenjang SD Garut 2026 resmi dibuka...

Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis, Bupati Herdiat: PKK Itu Membantu OPD

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Lomba Ekspose 10 Program PKK Ciamis menjadi...

1.532 Hewan Kurban di Tasikmalaya Diperiksa, Pemkot Pastikan Bebas PMK dan LSD

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota Tasikmalaya memperketat pemeriksaan hewan kurban...

Bupati Dorong Listrik Hijau Garut untuk Kebutuhan Nasional

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Listrik hijau Garut kembali mengemuka sebagai salah satu...

13 Motor Knalpot Brong di Tasikmalaya Disita, Polisi Antisipasi Euforia Persib

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polresta Tasikmalaya kembali menertibkan kendaraan berknalpot tidak standar...

Perspektif

Popular Categories