Beranda blog Halaman 97

Proyek Rp.1,6 Miliar di Ciamis Tertunda, Warga dan Aktivis Geram

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Proyek revitalisasi SMP IT Miftahul Huda II di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis, mengalami keterlambatan signifikan, meskipun memiliki anggaran sebesar Rp.1,673 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2024. Proyek yang seharusnya selesai pada 15 November 2024 itu hingga pertengahan Desember masih jauh dari target penyelesaian.

Masyarakat Peduli Ciamis, Prima Pribadi, mengatakan pemerintah harus bersikap tegas terhadap kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.

“Kalau terus dibiarkan, pemerintah akan terlihat lemah dan tidak serius. Jangan sampai kontraktor merasa kebal sanksi,” katanya, Kamis (19/12/2024).

Ia menyarankan proyek yang mengalami keterlambatan dihentikan dan diberikan kepada pihak lain yang lebih mampu. Menurut Prima, memberikan tambahan waktu kepada kontraktor tanpa alasan yang jelas akan merusak kepercayaan publik.

“Kalau dalam kondisi normal saja mereka tidak bisa menyelesaikan proyek, lebih baik dihentikan daripada makin merugikan masyarakat,” tegasnya.

Prima juga mengkritisi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis. Ia pun mendesak agar Disdik Ciamis segera mem-blacklist kontraktor yang tidak mampu bekerja sesuai kontrak.

“Sekarang adalah era keterbukaan. Kalau kontraktor tidak profesional, blacklist saja. Jangan ragu,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, CV Restu Ibu selaku kontraktor proyek, dan konsultan pengawas, CV Mega Utama Karyawa Nusantara, belum memberikan tanggapan terkait keterlambatan tersebut.

Ketidakhadiran respons ini semakin memperkuat desakan agar pemerintah segera mengambil langkah tegas.

Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis, Uned, saat dihubungi melalui WhatsApp, menyatakan tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Ia mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan, Erwan, adalah pihak yang berwenang memberikan pernyataan resmi.

“Maaf, untuk hal ini Kepala Dinas yang lebih berhak memberikan penjelasan,” katanya singkat.

Sementara itu, warga sekitar sekolah turut menyampaikan kekecewaannya. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa keterlambatan ini mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekolah tersebut.

“Anak-anak jadi kesulitan belajar karena fasilitasnya belum selesai. Kami harap pemerintah segera bertindak,” ungkapnya.

Proyek ini awalnya direncanakan untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di SMP IT Miftahul Huda II. Namun, alih-alih mendukung kelancaran proses belajar, keterlambatan justru menimbulkan berbagai permasalahan.

Beberapa tokoh pendidikan di Ciamis menyatakan bahwa pengawasan proyek pemerintah harus diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

BACA JUGA: Proyek Revitalisasi SMP IT Miftahul Huda Mangkrak

“Kalau proyek seperti ini tidak diawasi ketat, dampaknya langsung dirasakan siswa dan guru. Pengawasan yang baik adalah kunci agar semua berjalan sesuai rencana,” ujar salah satu tokoh pendidikan.

Masyarakat Jatinegara berharap pemerintah Kabupaten Ciamis bersikap lebih transparan dan tegas. Mereka mendesak pemerintah memastikan sanksi diberikan kepada kontraktor yang gagal memenuhi target.

Revitalisasi SMP IT Miftahul Huda II diharapkan bisa segera rampung agar siswa dan guru dapat menikmati fasilitas yang memadai. Namun, keberhasilan proyek ini tidak hanya bergantung pada kontraktor, tetapi juga pengawasan dari dinas terkait dan ketegasan pemerintah daerah.

“Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa semakin tergerus,” tegas Prima. (Engkus/Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Pengawasan dan pendampingan APH, Pastikan Hibah Dimanfaatkan Sesuai Rencana

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Pengawasan dan pendampingan dari Aparat Penegak Hukum (APH), seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan Inspektorat, sangat penting dilakukan bagi para penerima hibah. Hal ini untuk memastikan hibah dimanfaatkan sesuai rencana.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, S.IP, M.Si ketika menghadiri acara Sosialisasi Hibah Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 di Balai Benih Ikan (BBI) Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Kamis (19/12/2024).

“Pendampingan dan pengawasan ini perlu dilakukan agar para penerima dan pengelola dapat mengelola dana hibah sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.

Dikatakannya, sosialisasi dilakukan dengan tujuan agar masyarakat yang menerima hibah bisa mempertanggung jawabkan pengelolaannya dengan baik dan benar. Dalam kegiatan itu pihaknya menghadirkan narasumber dari Kejaksaan, Kepolisian, dan Inspektorat Kabupaten Ciamis.

Adanya sosialisasi tersebut diharapkan para peserta yang merupakan perwakilan dari kelompok penerima hibah dapat memahami apa yang disampaikan narasumber, sehingga mereka penerima hibah dalam pengelolaannya sesuai dengan aturan hukum tidak melenceng dari jalur.

“Kami berharap para penerima hibah dapat menjalankan program ini dengan baik sehingga tidak ada kendala dalam pelaksanaannya karena telah dibekali ilmu tentang aturan hukumnya jadi tidak ada penyelewengan anggaran hibah kedepannya. Jika penerima menyelewengkan anggaran akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Giyatno juga mengungkapkan untuk tahun 2024 hibah diberikan kepada 130 kelompok penerima, yang terdiri dari 90 kelompok bidang peternakan dan 40 kelompok bidang perikanan. Adapun anggarannya dari APBD Kabupaten Ciamis tahun 2024.

BACA JUGA: Hadiri Pemberian Apresiasi, PJ Bupati: KKB Tingkatkan Kualitas Hidup dan Berdayakan Masyarakat

“Dana hibah yang siapkan untuk tahun ini sebesar Rp.4 milyar, nantinya akan langsung disalurkan ke rekening kelompok masyarakat. Jumlah bervariasi, mulai dari Rp.30 juta sampai Rp.100 juta,” jelasnya.

Giyatno juga mengatakan, potensi peternakan dan perikanan di Kabupaten Ciamis sangat besar, khususnya dalam penyediaan telur, daging, dan ikan.

“Kabupaten Ciamis mampu mensuplai kebutuhan daging, telur, dan ikan hingga 15-20% untuk wilayah lokal, sisanya bahkan dapat dijual ke luar daerah,” ujarnya.

Giyatno berharap melalui program ini, diharapkan kelompok penerima hibah dapat meningkatkan produktivitas mereka sehingga mampu mendukung perekonomian masyarakat setempat dan menjaga ketersediaan pangan di Kabupaten Ciamis. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Hadiri Pemberian Apresiasi, PJ Bupati: KKB Tingkatkan Kualitas Hidup dan Berdayakan Masyarakat

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) bertujuan meningkatkan kualitas hidup, memberdayakan masyarakat, dan memperkuat institusi keluarga.

Hal itu dikatakan Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya ketika menghadiri acara pemberian apresiasi kepada Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) dan Kader Kelompok Kegiatan K3) terbaik tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2024.

Kegiatan itu diselenggarakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis di Aula Gedung KH Ahmad Dahlan Kampus STIKes Muhammadiyah Kabupaten Ciamis.

“Program ini juga menjadi salah satu indikator keberhasilan dalam percepatan penanganan stunting,” katanya, Kamis (19/12/2024).

Dalam kesempatan itu, Budi Waluya juga menegaskan pentingnya optimalisasi Kampung Keluarga Berkualitas sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2023. Ia pun sangat mengapresiasi kepada para pemenang yang telah menunjukkan kinerja terbaik di tingkat desa dan kelurahan.

Menurutnya, beberapa program unggulan seperti Kependudukan, Keluarga Berencana, Kesehatan Reproduksi, Ketahanan Keluarga, dan program Pemberdayaan Masyarakat dapat terus berjalan dan membawa manfaat bagi kesejahteraan masyarakat Ciamis. Ia pun berharap seluruh pihak, termasuk petugas lapangan, terus mendukung pelaksanaan program ini.

“Selamat kepada para pemenang, semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas Kampung Keluarga Berkualitas di masa depan,” ungkapnya.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

“Program ini sangat strategis karena mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kesehatan reproduksi, pelaksanaan program Keluarga Berencana, bina keluarga, hingga program lintas sektor yang disesuaikan dengan kearifan lokal,” jelasnya.

Ia mencontohkan beberapa kegiatan unggulan, seperti kolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Sijunjung yang mengembangkan produk pisang dan festivalnya, serta kerjasama dengan peternakan untuk budidaya ikan nila dan gurame.

“Ada juga program khusus untuk remaja melalui Generasi Berencana (Genre) yang berhasil meraih penghargaan tingkat provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Dian juga menyoroti pentingnya apresiasi terhadap bina keluarga yang bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Selain itu, peningkatan ekonomi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) juga menjadi prioritas.

Dian juga menjelaskan semua penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dalam mendukung kerja keras para pengelola pemerintahan desa dan petugas lapangan.

“Ini merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras para kader dan kelompok kegiatan,” ucapnya.

Dijelaskannya, apresiasi tersebut diberikan kepada mereka yang telah melaksanakan berbagai program pembangunan keluarga, kependudukan, dan kesehatan, termasuk upaya pencegahan masalah sosial di tingkat desa dan kelurahan.

“Untuk juara pertama dalam ajang ini, nantinya akan mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Ia berharap dukungan penuh dari seluruh pihak untuk keberlanjutan program Kampung Keluarga Berkualitas dan Peningkatan Kualitas Kehidupan Keluarga di Kabupaten Ciamis.

“Semoga apresiasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program-program di kampung keluarga berkualitas,” harapnya.

Dalam Kejuaraan PIK-R Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024, Juara 1 Segmentasi Beraksi diraih PIK-R SMA Negeri 1 Baregbeg, Kecamatan Baregbeg.

Ketua PIK-R SMAN 1 Baregbeg, Alika Leviana Nugraha (17) siswi kelas XII IPA1 menerima penghargaan yang diserahkan oleh PJ Bupati Ciamis, Budi Waluya mengucap syukur atas diraihnya penghargaan dalam kejuaraan PIK-R Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024.

“Alhamdulillah, merasa bangga karena mendapatkan sebuah apresiasi hasil perjuangan kami dalam mengikuti Apresiasi Kelompok PIK-R Segmentasi Beraksi Tingkat Provinsi Jawa Barat sebagai terbaik pertama,” ungkapnya.

Alika juga mengucapkan terima kasih kepada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Forum Genre Jabar atas apresiasi yang telah diberikan, juga kepada DP2KBP3A Ciamis, SMAN 1 Baregbeg, serta kepada Pembina PIK-R, Isma Madya Perdana.

“Terima kasih atas support dan dukungan yang telah diberikan kepada kami dalam mengikuti kegiatan Apresiasi Kelompok PIK-R Segmentasi Beraksi Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2024. Juga kepada Ceo Calculating, Puskesmas Baregbeg, PMR Wira SMAN 1 Baregbeg atas kerjasamanya,” pungkasnya.

BACA JUGA: Kuatkan Nilai Kebangsaan, Agun Gunandjar Sosialisasi Empat Pilar

Berikut daftar juara kejuaraan Kampung Keluarga Berkualitas dan Kelompok Kegiatan
Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2024
Untuk katagori Kampung Keluarga Berkualitas

Juara 1 Kampung KB Sukasenang, Desa Sindangmukti, Kecamatan Panumbangan. Juara 2 Kampung KB Mekar Asih, Desa Kaso, Kecamatan Tambaksari. Juara 3 Kampung KB Mekarjaya, Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan. Juara 4 Kampung KB Indra Jaya, Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa. Juara 5 Kampung KB Manik, Desa Purwasari, Kecamatan Kawali. Juara 6 Kampung KB Paris, Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana

Kategori Bina Keluarga Lansia (BKL), Juara 1 Kelompok Bougenvil, Desa Cigembor, Kecamatan Ciamis. Juara 2 Kelompok Sugih Waluya, Desa Cisaga, Kecamatan Cisaga. Juara 3 Kelompok Melati, Desa Mekarsadi, Kecamatan Tambaksari

Kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Juara 1 Kelompok Tunas Harapan, Desa Cinyasag, Kecamatan Panawangan. Juara 2 Kelompok Tansa, Desa Sukasari, Kecamatan Cidolog, Juara 3 Kelompok Flamboyan, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis

Kategori Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Juara 1 Kelompok Rijalul Hikam, Desa Jatinagara, Kecamatan Jatinagara. Juara 2 Kelompok PIK-R Delima, Desa Pawindan, Kecamatan Ciamis. Juara 3 Kelompok Ciri Nagri, Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan

Kejuaraan Kelompok Kegiatan
Kategori Bina Keluarga Balita (BKB), Juara 1 Kelompok Sekar Saluyu, Desa Mekarsari, Kecamatan Cipaku. Juara 2 Kelompok Mawar, Desa Sukaresik, Kecamatan Sindangkasih. Juara 3 Kelompok Permata, Desa Situ Mandala, Kecamatan Rancah

Kategori Bina Keluarga Remaja (BKR), Juara 1 Kelompok Mawar, Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Jatinagara. Juara 2 Kelompok Anggrek, Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku. Juara 3 Kelompok Kidang Kencana, Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng

Kejuaraan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024, Juara 1 Segmentasi Beraksi PIK-R, SMA Negeri 1 Baregbeg, Kecamatan Baregbeg

Top 5 BKR Bunga Tanjung, Desa Sindangrasa, Kecamatan Ciamis.
Top 5 Segmentasi Berani PIK-R, Rijalul Hikam, Kecamatan Jatinagara.
Terbaik 1 Retorika Genre Forum Genre Ciamis
Terbaik 1 Teka-Teki Genre Forum Genre Ciamis. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Penguatan 4 Pilar MPR RI, Agun Gelar Sosialisasi

infopriangan.com, BERITA BANJAR.  Anggota DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR RI di salah satu hotel di Kota Banjar, Rabu (18/12/2024). Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam sambutannya, Agun menjelaskan bahwa 4 Pilar MPR RI merupakan fondasi utama yang harus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa tantangan globalisasi dan pengaruh budaya luar semakin kompleks, sehingga masyarakat harus kembali pada nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.

“Kenapa kita wajib mengamalkan empat pilar tersebut? Karena pilar-pilar ini adalah fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus menjaga dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Agun.

Ia juga menegaskan bahwa Pancasila adalah kompas moral yang harus menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Menurutnya, dengan menguatkan nilai-nilai kebangsaan, Indonesia dapat bertahan di tengah arus globalisasi.

“Kita harus mengembalikan jati diri bangsa. Pancasila adalah komponen sekaligus kompas moral kita,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang R. Kalyubi, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi atas langkah Agun yang konsisten melakukan sosialisasi kebangsaan di berbagai daerah. Menurut Dadang, kegiatan semacam ini sangat jarang dilakukan dan memiliki dampak besar dalam memperkuat karakter kebangsaan masyarakat.

“Saya rasa kegiatan seperti ini sangat bagus. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap dasar negara kita,” ungkap Dadang.

Ketua PGRI Kota Banjar, Dadang Darulkutni, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pandangannya tentang peran pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Ia menyoroti hilangnya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dari kurikulum sekolah, yang menurutnya sangat penting untuk membentuk generasi muda yang bermoral, beretika, dan beradab.

“Sekolah adalah tempat strategis untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. Salah satu yang perlu kita kembalikan adalah Pendidikan Moral Pancasila (PMP), karena ini sangat penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Dadang.

Acara sosialisasi ini diwarnai dengan diskusi interaktif antara narasumber dan peserta. Tokoh masyarakat, aktivis, hingga perwakilan organisasi menyampaikan pandangan mereka terkait implementasi nilai-nilai 4 Pilar di masyarakat.

Salah satu peserta, Kaswad, yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menguatkan karakter bangsa.

“Peran pendidikan dan komunitas lokal harus berjalan seiring untuk memastikan nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di masyarakat,” ujarnya.

Diskusi yang berlangsung hangat tersebut menghasilkan banyak masukan positif, termasuk usulan agar pemerintah lebih sering mengadakan sosialisasi serupa, terutama di daerah-daerah terpencil.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh agama, perwakilan Himpaudi, dan sejumlah aktivis lokal. Kehadiran mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

BACA JUGA: Polisi dan BPBD Pangkas Pohon Rawan di Jalur Nasional

Melalui sosialisasi ini, Agun berharap masyarakat tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai 4 Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika nilai-nilai ini kita terapkan, Indonesia akan menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat,” katanya menutup acara.

Acara yang berlangsung hingga sore hari ini menjadi momen penting bagi masyarakat Banjar untuk memperkuat semangat kebangsaan dan rasa cinta terhadap Tanah Air. (Johan/infopriangan.com)


Polisi dan BPBD Pangkas Pohon Rawan di Jalur Nasional

0

lintaspriangan.com.  BERITA TASIKMALAYA. Upaya pemangkasan pohon yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya di Jalan Nasional RE Martadinata, Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, melibatkan dukungan dari pihak kepolisian.

Langkah ini diambil untuk mengurangi potensi bahaya pohon tumbang yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengendara, terutama saat cuaca buruk.

Kegiatan pemangkasan pohon yang berlangsung pada Rabu (18/12/2024) ini difokuskan pada beberapa titik di jalur nasional yang dianggap rawan. Jalan tersebut merupakan jalur utama yang kerap dilalui kendaraan berat maupun penumpang, sehingga kondisinya harus tetap aman dan lancar.

AKP Devi, Kanit Patroli Satuan Samapta Polres Tasikmalaya Kota, menjelaskan bahwa pihak kepolisian mendukung penuh kegiatan ini dengan menugaskan beberapa personel untuk membantu pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas.

“Kami turut membantu BPBD dalam pemangkasan pohon dengan pengamanan, pengaturan lalu lintas, serta evakuasi ranting pohon,” katanya kepada wartawan.

Selain itu, Devi juga menambahkan bahwa personel kepolisian tidak hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga aktif dalam proses evakuasi ranting pohon yang telah dipotong.

“Kami mendukung seluruh proses ini sampai selesai demi keamanan bersama,” tegasnya.

Kasat Samapta Polres Tasikmalaya Kota, AKP Hartono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Sebagian personel kami membantu proses pemangkasan pohon, sementara yang lain mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan,” ujarnya.

Hartono juga menyampaikan bahwa pihaknya menerapkan sistem buka-tutup jalan selama pemangkasan berlangsung. Langkah ini dilakukan agar proses kerja tidak menghambat aktivitas pengguna jalan, mengingat jalur tersebut merupakan penghubung utama antara Kota Tasikmalaya dan Bandung.

Dari keterangan BPBD Kota Tasikmalaya, ada tiga pohon yang dipangkas di kawasan itu. Pohon-pohon tersebut dinilai lapuk dan berusia tua, bahkan ada yang posisinya terlalu menjorok ke jalan, sehingga berpotensi membahayakan pengendara.

“Kami memprioritaskan pohon yang sudah lapuk atau berisiko tumbang, terutama di kawasan yang banyak dilalui kendaraan berat,” kata salah satu petugas BPBD.

Bantuan dari pihak kepolisian juga diakui mempercepat proses pemangkasan. Dengan adanya personel yang mengatur arus lalu lintas, kendaraan yang melintas tetap dapat bergerak lancar meskipun jalur utama sempat diberlakukan sistem buka-tutup.

“Kehadiran polisi sangat membantu. Selain mengatur lalu lintas, mereka juga membantu kami mengevakuasi ranting-ranting yang sudah dipotong,” ujar petugas BPBD lainnya.

Seorang warga yang melintas di lokasi, Andi, mengaku merasa lebih aman setelah pohon-pohon tersebut dipangkas.

“Jalan ini sering saya lewati, terutama saat hujan. Dengan adanya pemangkasan ini, setidaknya risiko pohon tumbang bisa dikurangi,” katanya.

Selain Andi, pengemudi lain juga menyampaikan apresiasinya atas upaya ini. “Langkah ini sangat baik, apalagi jalur ini cukup padat. Kalau dibiarkan, pohon yang lapuk pasti membahayakan,” ujar Rina, salah satu pengemudi kendaraan pribadi.

BACA JUGA:

Kegiatan pemangkasan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memastikan keamanan jalur nasional di Kota Tasikmalaya. Pihak kepolisian dan BPBD juga berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam menangani potensi bahaya lain yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting, terutama untuk mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan pengendara,” kata AKP Hartono menutup penjelasannya.

Dengan terselesaikannya pemangkasan di tiga titik rawan, arus lalu lintas di Jalan Nasional RE Martadinata kini kembali normal. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat yang berharap kolaborasi serupa terus dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan. (AA Fauzylintaspriangan.com)


Pj Bupati Ciamis Apresiasi Kampung Berkualitas 2024

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, secara resmi menyerahkan penghargaan kepada kampung berkualitas dan kader kelompok kegiatan terbaik tingkat Kabupaten Ciamis 2024.

Acara ini berlangsung  di Aula Stikes Muhammadiyah Ciamis. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pihak, termasuk Ketua P2KBP3A Dian Budiana, Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, kepala desa dari kampung KB juara, dan perwakilan dari kelompok kegiatan yang menerima penghargaan.

Dalam sambutannya, Budi Waluya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas upaya desa-desa dan kelompok kegiatan dalam mewujudkan program-program berkualitas di Ciamis. Kamis, (19/12/2024)

“Kami berharap penghargaan ini dapat memotivasi desa-desa lain untuk terus meningkatkan program-programnya, terutama dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan penurunan angka stunting,” kata Budi.

Dian Budiana, Ketua P2KBP3A sekaligus ketua pelaksana acara, menjelaskan bahwa Kampung Berkualitas merupakan program kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai sektor. Dian menambahkan bahwa program ini mengutamakan pendekatan berbasis kearifan lokal.

“Program unggulan yang dilaksanakan di kampung KB juara, seperti kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT), adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat mendukung keberhasilan program nasional,” jelas Dian.

Lebih lanjut, Dian juga menyampaikan bahwa kampung yang menjadi juara pertama akan mewakili Kabupaten Ciamis dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Ini menjadi kesempatan besar bagi kita untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Ciamis mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain penghargaan untuk Kampung Berkualitas, penghargaan juga diberikan kepada beberapa kelompok kegiatan terbaik yang telah menunjukkan kinerja unggul di bidang masing-masing. Kelompok-kelompok yang menerima penghargaan meliputi:

Bina Keluarga Lansia (BKL), yang memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan lansia.

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), yang mendukung perkembangan remaja melalui pendidikan dan konseling.

Bina Keluarga Remaja (BKR), yang berfokus pada pembinaan keluarga remaja.

UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor), yang memberdayakan keluarga melalui kegiatan ekonomi produktif.

Dalam pidatonya, Budi Waluya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok kegiatan dalam mendukung program-program pembangunan.

“Penghargaan ini bukan hanya untuk memberikan apresiasi, tetapi juga untuk mengingatkan kita semua bahwa tanggung jawab membangun Kabupaten Ciamis adalah tugas bersama,” ungkapnya.

Budi juga menyoroti keberhasilan Kampung Berkualitas dalam mendukung program Bangga Kencana dan penurunan angka stunting. Menurutnya, program-program yang berjalan di kampung KB ini menjadi indikator nyata keberhasilan pembangunan manusia di Ciamis.

“Kampung KB bukan hanya tentang infrastruktur atau fasilitas, tetapi lebih kepada perubahan pola pikir dan budaya masyarakat untuk hidup lebih sehat dan sejahtera. Penurunan angka stunting, misalnya, adalah salah satu indikator keberhasilan kita,” tuturnya.

Dian menambahkan bahwa keberlanjutan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat dan komitmen seluruh pihak terkait.

“Program ini adalah milik kita bersama. Semua pihak harus terlibat aktif agar tujuan besar ini tercapai,” katanya.

BACA JUGA: Kuatkan Nilai Kebangsaan, Agun Gunandjar Sosialisasi Empat Pilar

Acara yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan piala kepada pemenang. Para peserta yang hadir menyatakan rasa bangga atas pencapaian tersebut.

“Ini bukan hanya prestasi bagi kampung kami, tetapi juga motivasi untuk terus berinovasi,” kata salah satu kepala desa pemenang.

Dengan penghargaan ini, diharapkan Kampung Berkualitas di Kabupaten Ciamis dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dalam melaksanakan program pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. (Sari/lintaspriangan.com)


Kuatkan Nilai Kebangsaan, Agun Gunandjar Sosialisasi Empat Pilar

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah berbagai tantangan moral yang melanda bangsa Indonesia saat ini sangat penting dilakukan.

Hal itu dikatakan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI), Dr. Tr. H Agun Gunandjar Sudarsa, Bc,.IP. M.Si (Kang Agun) ketika memberikan materi dalam kegiatan reses sekaligus sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat-RI (MPR-RI) di Aula di Puspita, Kabupaten Ciamis, Rabu (18/12/2024).

Acara ini dihadiri berbagai 27 organisasi wanita yang ada dibawah naungan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis, diantaranya Himpaudi, IGRA, IWAPI, IPEMI dan lainnya.

Dalam kesempatan itu Kang Agun menjelaskan, selama 10 tahun terakhir, pendidikan kewarganegaraan di sekolah belum maksimal, sehingga berdampak pada melemahnya pemahaman terhadap Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

“Kami semua anggota MPR diwajibkan untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Ini bertujuan untuk membangun kembali karakter bangsa yang sesuai dengan ideologi Pancasila,” jelasnya.

Kang Agun juga menyoroti fenomena sosial yang memprihatinkan, seperti korupsi, penyalahgunaan wewenang, hingga kekerasan di lingkungan pendidikan seperti murid melawan guru, guru menyiksa murid. Selain itu ada juga aparat yang melakukan tindak kekerasan dan melawan hukum.

“Ini semua bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Sosialisasi ini diharapkan mampu mengingatkan kembali pentingnya moralitas dalam kehidupan berbangsa,” katanya.

Menurutnya, sosialisasi Empat Pilar tidak hanya ditujukan kepada para pelajar atau mahasiswa, tetapi juga kepada berbagai kalangan, termasuk guru dan organisasi wanita.

Ketika ditanya terkait keputusan presiden yang akan menaikan gaji para guru, menurut Kang Agun keputusan presiden harus kita dukung bahkan DPR berkewajiban mengingatkan menteri keuangan untuk menjalankan.

“Kita akan support keputusan itu, karena guru itu pintu masuk moral bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis, Dra. Hj Talbiyah Munadi, MH menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan sosialisasi Empat Pilar yang digelar MPR-RI bersama organisasi wanita di Ciamis.

Pihaknya sangat antusias mengikuti sosialisasi ini, apalagi melibatkan 25 organisasi di bawah GOW. Menurutnya kegiatan tersebut merupakan langkah penting untuk mencerdaskan perempuan di Kabupaten Ciamis, terutama dalam menyampaikan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan momentum Hari Ibu, sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan bagi kalangan perempuan khususnya di Kabupaten Ciamis,” ucapnya.

BACA JUGA: Biaya Operasional Meningkat, Perumdam Ciamis Naikan Tarif Dasar Air

Talbiah juga menambahkan, kelompok pendidik, terutama guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), menjadi prioritas dalam pelaksanaan sosialisasi ini.

“Guru PAUD berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda sejak dini,” katanya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi Empat Pilar yang akan terus dilaksanakan di Kabupaten Ciamis.

“Kami berharap upaya ini dapat memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Proyek Revitalisasi SMP IT Miftahul Huda Mangkrak

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Proyek revitalisasi SMP IT Miftahul Huda II di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis, menjadi sorotan setelah diduga mangkrak. Proyek yang menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBD Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 1,673 miliar ini direncanakan selesai pada 15 November 2024. Namun, hingga saat ini, progres pembangunannya jauh dari harapan.

Saat mendatangi lokasi pembangunan yang dilaksanakan CV Restu Ibu lintaspriangan.com menemukan fakta bahwa tidak ada papan informasi proyek sehingga tidak diketahui kapan dimulai pekerjaan dan kapan pekerjaan berakhir dilokasi pekerjaan juga hanya ada empat pekerja yang terlihat baru mulai bekerja selama dua hari.

Salah satu pekerja, yang enggan disebutkan namanya, sewaktu di konfirmasi tentang papan proyek dirinya tidak mengetahui karena baru dua hari dia bekerja yang sebelumnya dikerjakan pekerja lain.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Uned Setiawan, saat konfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan penyelesaian proyek tersebut di bulan Desember 2024.

“Pekerjaan akan diupayakan Desember beres,” tegasnya

Selain sekretaris Dinas Pendidikan Uned lintaspriangan.com juga berusaha melakukan konfirmasi ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Erwan namun tidak bisa memberikan keterangan. Sedangkan Kabid SMP Aris Gunanto, sewaktu dikonfirmasi melalui telepon dan Chat mengatakan akan ke rumah sakit karena ibunya dirawat.

Kondisi ini menimbulkan kecurigaan dan kekecewaan di kalangan masyarakat, terutama pihak sekolah dan orang tua siswa.

Sementara Masyarakat Peduli Ciamis Prima Pribadi mempertanyakan fungsi pengawasan konsultan pengawasan.

“Kemana fungsi pengawasan dinas dan konsultan pengawas. Kerja tidak?, kalau kerja kenapa pekerjaan sampai terlambat, “tegasnya.

Kasus ini kini semakin memancing perhatian karena proyek yang menggunakan anggaran besar dianggap tidak memberikan manfaat sesuai rencana.

Prima meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengambil langkah tegas. Hal inii tertunya mengacu pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Pihak pelaksana proyek dan penanggung jawab harus bertanggung jawab atas penggunaan anggaran negara. Jangan sampai uang negara disalahgunakan tanpa ada tindak lanjut yang jelas. Aparat harus segera bertindak,” tegasnya.

BACA JUGA: Proyek DAK Ciamis Molor, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan

Proyek ini harus segera diselesaikan, mengingat pentingnya fasilitas pendidikan untuk mendukung mutu belajar siswa.

“Pemerintah, melalui Dinas Pendidikan, inspektorat, dan aparat hukum, diharapkan bertindak cepat untuk menyelesaikan masalah ini. Tujuannya tidak hanya untuk menghindari kerugian negara, tetapi juga untuk memastikan bahwa siswa mendapatkan hak mereka atas pendidikan yang layak,” pungkas Prima.

Keterlambatan Pembangunan Sekolah, Pihak Sekolah Harapkan Penyelesaian Segera

Pembangunan gedung Sekolah Sobirin yang ditargetkan selesai pada tanggal 15 mengalami keterlambatan, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak sekolah. Kepala Sekolah Sobirin menyatakan bahwa situasi ini cukup mengganggu aktivitas sekolah, terutama karena ruang kelas sangat dibutuhkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Kami merasa kurang nyaman karena waktu penyelesaian pembangunan sudah mendekati tenggat, namun proyek belum juga rampung. Pihak sekolah sudah melayangkan satu komplain kepada pihak kontraktor, dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadiknas) bahkan sempat meninjau langsung ke lokasi,” ujar Kepala Sekolah.

Meskipun pihak sekolah telah berusaha memanggil pihak kontraktor untuk meminta klarifikasi terkait kendala yang dihadapi, hingga kini pihak sekolah masih belum mengetahui alasan pasti keterlambatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan juga telah menindaklanjuti dengan mempertanyakan langsung perkembangan pembangunan kepada pihak kontraktor.

Harapan dari pihak sekolah, pembangunan ini bisa segera diselesaikan agar sarana dan prasarana yang tersedia dapat segera digunakan.

“Kami sangat membutuhkan ruang kelas tambahan untuk menunjang kegiatan belajar siswa, melihat kami juga kekurangan kelas” tambah Kepala Sekolah Sobirin.

Dengan situasi ini, pihak sekolah berharap kontraktor dapat menunjukkan komitmennya dalam menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal yang telah disepakati, sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar dan optimal. (Dena A Kurnia/lintaspriangan.com)

Biaya Operasional Meningkat, Perumdam Ciamis Naikan Tarif Dasar Air

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka menyesuaikan biaya operasional yang meningkat dalam lima tahun terakhir, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Galuh Ciamis berencana menaikkan tarif dasar air minum.

Hal itu diungkapkan Direktur Perumdam Tirta Galuh Ciamis, Amsi Yudi Purwanto, dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait rencana kenaikan tarif dasar air Perumdam Tirta Galuh di Aula Hotel Tyara Plaza Kabupaten Ciamis, Rabu (18/12/2024).

Menurutnya, sejak penetapan terakhir pada tahun 2019, tarif dasar air minum Perumdam Ciamis masih di angka Rp.4.200 per meter kubik, rencana penyesuaian tarif baru yang diusulkan adalah Rp.6.200 per meter kubik.. Kenaikan tarif dasar air tersebut dilakukan untuk menyesuaikan biaya operasional yang meningkat dalam lima tahun terakhir.

“Penyesuaian ini penting agar operasional tetap berjalan optimal, karena biaya energi, BBM, dan bahan operasional lainnya terus meningkat. Apalagi ke depan kita menghadapi tantangan seperti inflasi, kenaikan bahan pokok, dan potensi kenaikan PPN pada tahun 2025,” jelasnya.

Amsi juga menjelaskan, usulan tarif baru tersebut masih lebih rendah dari tarif ambang batas bawah yang ditetapkan Gubernur Jawa Barat, yaitu Rp.6.500 per meter kubik. Keputusan final masih menunggu penetapan dari kepala daerah.

Meskipun demikian, kenaikan tarif antara 15-45 persen, namun kenaikan tidak akan diterapkan merata bagi semua pelanggan. Khusus pelanggan rumah tangga mewah akan merasakan dampak terbesar, sedangkan kelompok lainnya akan disesuaikan.

“Kita berharap penyesuaian tarif ini dapat berlaku mulai 01 Januari 2025, namun keputusan akhir tetap menunggu penetapan dari kepala daerah setelah proses konsultasi ini selesai.

“Keputusan tarif batas bawah yang ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat adalah sebesar Rp.6.500 per meter kubik untuk tahun 2025, sementara usulan kita masih berada di angka Rp.6.200,” ujarnya.

Pihaknya juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pelayanan dan memperluas jangkauan layanan air minum terhadap wilayah yang belum terlayani.

“Kenaikan tarif ini tidak hanya untuk menjaga keberlangsungan operasional, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jangkauan agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati layanan air minum yang layak,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah pelanggan mendukung kebijakan tersebut, namun memberikan catatan penting terkait peningkatan layanan dan perluasan jaringan air minum.

BACA JUGA: Proyek DAK Ciamis Molor, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan

“Kita berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas akses layanan air minum ke daerah-daerah yang selama ini belum tersentuh,” tegasnya.

Penyesuaian tarif ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan layanan air minum di Kabupaten Ciamis sekaligus menjawab kebutuhan pelanggan akan layanan yang lebih baik.

Melalui forum ini, pihaknya berharap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan pihak terkait agar penyesuaian tarif dapat segera terealisasi demi kelancaran layanan air minum di Kabupaten Ciamis.

“Kita berharap, semoga kebijakan ini bisa menjadi solusi atas tantangan operasional di tengah lonjakan biaya,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com).

Proyek DAK Ciamis Molor, Masyarakat Pertanyakan Pengawasan

0


lintaspriangan.com BERITA CIAMIS. 
Komunitas Masyarakat Peduli Ciamis, Prima Pribadi mengungkapkan kekhawatiran atas lambatnya progres pembangunan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) di Ciamis. Proyek yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024 senilai Rp 1,67 miliar ini semestinya selesai pada 15 November 2024. Namun hingga saat ini, pengerjaan proyek tersebut dinilai jauh dari harapan, sehingga masyarakat mempertanyakan fungsi pengawasan Dinas Pendidikan, CV Restu Ibu sebagai pelaksana proyek, serta Konsultan Pengawas CV Mega Utama Karya Nusantara.

Menurut mereka, keterlambatan ini mengindikasikan lemahnya pengawasan dan manajemen proyek oleh pihak-pihak terkait.

Komunitas Peduli Ciamis Prima Pribadi, dalam pernyataannya, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat.

“Kami ingin tahu mengapa proyek ini belum selesai sesuai jadwal. Ada apa dengan pengawasannya? Ini menggunakan uang rakyat, jadi masyarakat berhak mendapatkan penjelasan,” katanya.

Proyek ini merupakan bagian dari program Dana Alokasi Khusus yang dialokasikan untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan di Ciamis. Anggaran sebesar Rp 1,673 miliar direncanakan untuk meningkatkan infrastruktur yang diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar di wilayah tersebut.

Berdasarkan kontrak kerja, proyek ini seharusnya rampung pada 15 November 2024. Namun, hingga pertengahan Desember 2024, hasil pengerjaannya belum terlihat signifikan.

Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat tentang kemungkinan adanya pelanggaran administratif atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan proyek.

Seorang warga Ciamis yang enggan disebutkan namanya mengatakan, masyarakat setempat sudah lama menunggu hasil dari proyek ini. Namun, keterlambatan pengerjaannya membuat mereka kecewa.

“Kami melihat progresnya sangat lambat. Jika dibiarkan seperti ini, kapan fasilitas tersebut bisa digunakan?” tuturnya.

Komunitas Peduli Ciamis Prima Pribadi menuntut Dinas Pendidikan, CV Restu Ibu, dan CV Mega Utama Karya Nusantara untuk memberikan penjelasan mengenai lambatnya progres proyek. Mereka juga meminta agar pengawasan diperketat untuk mencegah kemungkinan terjadinya pelanggaran.

Menurut Ketua komunitas, lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan keterlambatan. Ia mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil langkah tegas agar proyek tersebut dapat diselesaikan tepat waktu.

“Jika pengawasannya kuat, pasti hasilnya akan lebih baik. Kami berharap ada perbaikan ke depannya,” ujarnya.

Dinas Pendidikan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini diharapkan segera turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, CV Restu Ibu sebagai pelaksana proyek diminta untuk mempercepat pengerjaan tanpa mengabaikan kualitas hasil kerja.

Keterlambatan proyek ini tidak hanya mengecewakan masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas pendidikan di Ciamis. Fasilitas yang direncanakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar menjadi tidak dapat dimanfaatkan sesuai jadwal.

Menurut kepala sekolah Sobirin sekolah ingin secepatnya menerima manfaat dari proyek ini, fasilitas baru tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Sobirin berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah ini agar siswa dapat belajar dengan fasilitas yang memadai.

“Kami benar-benar membutuhkan fasilitas ini. Jika terus tertunda, proses belajar mengajar kami akan terhambat,” katanya.

Masyarakat Ciamis berharap agar proyek Dana Alokasi Khusus ini segera diselesaikan. Mereka juga menuntut adanya pengawasan lebih ketat terhadap proyek-proyek serupa di masa depan.

Komunitas Peduli Ciamis Prima Pribadi berkomitmen untuk terus memantau perkembangan proyek ini. Mereka akan menyuarakan aspirasi masyarakat hingga proyek dapat diselesaikan dengan baik.

“Kami hanya ingin memastikan dana yang telah dialokasikan digunakan dengan semestinya dan bermanfaat untuk masyarakat,” ujar Prima.

Di sisi lain, mereka juga meminta transparansi dalam laporan progres proyek. Menurut mereka, masyarakat memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana proyek tersebut telah dilaksanakan, mengingat dana yang digunakan bersumber dari pajak rakyat.

BACA JUGA: Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Rumah Tangga

Masalah keterlambatan proyek DAK di Ciamis menjadi perhatian serius masyarakat. Proyek senilai Rp 1,673 miliar ini diharapkan dapat segera diselesaikan demi memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.

Masyarakat berharap semua pihak yang terlibat, mulai dari Dinas Pendidikan hingga pelaksana proyek, segera bertindak untuk menyelesaikan permasalahan ini. Transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan yang lebih baik menjadi kunci agar masalah serupa tidak terjadi di masa depan. (Eddy Supriatna/lintas Priangan.com)

Polisi Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Rumah Tangga di Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan tragis yang menimpa seorang ibu rumah tangga, PR (49), asal Sleman, Yogyakarta.

Peristiwa ini melibatkan tersangka SK alias I (35), warga Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya. Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian, kawasan Gunung Putri, Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Selasa (17/12), pagi.

Sejak pukul 09.00 WIB, polisi mulai mempersiapkan proses rekonstruksi di lokasi. Sejumlah warga yang penasaran terlihat berkerumun, ingin melihat bagaimana tersangka memperagakan tindakannya.

“Rekonstruksi ini penting untuk memperjelas kronologi kasus sekaligus menemukan fakta baru,” ujar KBO Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Endang Kusmiran.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka memperagakan 28 adegan, mulai dari persiapan pembunuhan hingga pembuangan jasad korban.

Ipda Endang menjelaskan bahwa tersangka menghabisi nyawa korban pada 17 November 2024 sekitar pukul 02.00 WIB, saat korban sedang tertidur di kursi tengah mobil Suzuki Ertiga miliknya.

“Korban dicekik hingga tewas di dalam mobil, sementara kedua anak korban tertidur di kursi depan tanpa menyadari kejadian itu,” jelas Ipda Endang.

Setelah korban tewas, tersangka menutupi jasadnya dengan selimut dan melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 03.00 WIB, jasad korban dibuang di tebing kawasan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Tindakan ini dilakukan tanpa diketahui oleh anak-anak korban yang masih tertidur.

“Proses rekonstruksi dilakukan dengan menghadirkan tersangka, saksi, dan jaksa untuk memastikan semua adegan sesuai dengan fakta yang terungkap dalam penyelidikan,” kata Ipda Endang.

Motif pembunuhan ini, menurut polisi, adalah sakit hati tersangka akibat perkataan korban. Hubungan antara tersangka dan korban diketahui hanya sebatas teman istimewa yang baru saling mengenal selama dua bulan.

Selain membunuh korban, tersangka juga menjual mobil korban setelah membuang jasadnya. Fakta ini, menurut Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya, Ahmad Sidik, memperkuat dugaan adanya pembunuhan berencana.

“Jika tindakannya sudah direncanakan sebelumnya, maka ini masuk dalam kategori pembunuhan berencana,” ungkap Sidik.

Namun, jaksa juga mempertimbangkan kemungkinan pembunuhan spontan yang terjadi akibat emosi. “Hal ini masih akan dianalisis lebih lanjut. Penjualan mobil korban juga mengarah pada dugaan pencurian atau penggelapan,” tambahnya.

Barang bukti lain yang disita dari tersangka termasuk perhiasan, tas, mukena, dan ponsel milik korban. Polisi mengungkapkan bahwa tersangka menjual ponsel korban di Garut, sedangkan mobilnya dijual kepada orang lain yang saat ini diperiksa sebagai saksi.

Berdasarkan temuan dalam rekonstruksi, tersangka SK dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ia juga dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan biasa dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Ancaman hukuman untuk tersangka adalah penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun,” jelas Ipda Endang.

Rekonstruksi ini digelar untuk memastikan semua elemen peristiwa sesuai dengan fakta hukum.

“Langkah ini membantu polisi, jaksa, dan hakim dalam memahami rangkaian kejadian dengan jelas, sehingga keadilan dapat ditegakkan,” kata Ipda Endang.

BACA JUGA:

Rekonstruksi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kejahatan di lingkungan mereka. Dengan memperlihatkan bagaimana tersangka melakukan kejahatannya, diharapkan masyarakat dapat belajar mengenali tanda-tanda bahaya dan mencegah hal serupa terjadi di masa depan.

BACA JUGA:

“Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga hubungan interpersonal dengan baik dan tidak mudah terprovokasi emosi,” ujar Ipda Endang.

Melalui proses hukum yang berjalan, pihak kepolisian berharap keadilan bagi korban dan keluarganya dapat segera terwujud. (AA Fauzy/lintasprianga.com)

Rubrik Baru Lintas untuk Generasi Emas

0

lintaspriangan.com, TAJUK LINTAS. Duapuluh tahun yang akan datang, Indonesia yang kita cintai ini genap berusia satu abad (1945 – 2045). Banyak orang percaya, angka 100 tahun bukan angka biasa, dan patut dijadikan momentum istimewa. Terlebih bagi Indonesia, yang menurut prediksi statistik, kelak di tahun 2045 akan mengalami bonus demografi. Apaan tuh?

Bonus demografi adalah menurunnya angka ketergantungan sebuah bangsa. Hal ini terjadi karena adanya perubahan proporsi usia penduduk sebuah negara. Jadi bonus demografi itu terjadi ketika usia kerja (15-65 tahun) lebih banyak dibanding bukan usia kerja (0-14 tahun dan di atas 65 tahun). Nah, menurut prediksi statistik, menjelang usia yang ke-100, sekitar 70% warga Indonesia akan berada di rentang usia kerja.

Pertanyaannya kemudian, apakah usia kerja itu pasti produktif? pasti punya pekerjaan? Pasti tidak tergantung? Atau, apakah nanti ketika sebagian besar warga Indonesia adalah usia kerja, lapangan kerjanya tersedia atau tidak? Andai lapangan kerjanya banyak, bagaimana dengan besaran upahnya? Ah, banyak yang harus dipertanyakan. Tapi intinya, menyambut Indonesia Emas itu perlu persiapan. Seperti yang diucapkan Presiden Jokowi dalam Pidato HUT RI ke-74 tahun 2019 silam. Bahwa Indonesia, harus siap dengan bonus demografi, demi menyambut Indonesia emas.

Dan sejak itu, pemerintah pusat mencanangkan 8 Agenda Indonesia Emas. Kedelapan agenda tersebut antara lain transformasi sosial, ekonomi dan tata kelola pemerintahan. Yang keempat memantapkan supremasi hukum dan ketahanan ekologi, disusul ketahanan sosial budaya dan ekologi. Tiga agenda terakhir berkaitan dengan pembangunan yang berkeadilan, sarana dan kesinambungan.

Tahun 2023, topik Indonesia Emas ini kembali disinggung Presiden Jokowi. Lagi-lagi di momentum HUT RI. Kali ini, Presiden Jokowi memaparkan Tiga Fondasi Raih Indonesia Emas Tahun 2045. Yang pertama pembangunan infrastruktur dan konektivitas. Lalu yang kedua pemerataan pembangunan. Dan yang ketiga reformasi struktural dan birokrasi.

Kalau kita cermati dua momentum pidadto presiden tentang Indonesia Emas, baik tahun 2019 maupun 2023 lalu, sepintas sangat terkesan fokusnya lebih pada akselerasi dan pemerataan pembangunan. Tentu hal itu penting, meski sebenarnya ada yang tak kalah vital, yang harus disiapkan secara serius agar momentum satu abad Indonesia benar-benar berkilau emas.

Pertanyaannya kemudian adalah, siapa yang kelak, duapuluh tahun ke depan, akan menjadi aktor pembangunan di negeri ini? Tentunya, mereka adalah generasi penerus bangsa, yang hari ini mungkin baru lahir, atau anak dan remaja, paling banter anak SMA dan mahasiswa. Idealnya, sejak dini mereka harus dibekali banyak kompetensi dan vokasi agar mampu bersaing dengan negara lain. Tapi selain itu semua, selain akselerasi pembangunan, selain kompetensi dan vokasi, ada satu hal yang tak kalah fundamental yang harus segera ditanamkan pada calon Generasi Emas ini adalah, kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsanya. Apaan tuh?

Yaitu api nasionalisme dan patriotisme. Dua bekal dasar ini harus segera dinyalakan di setiap dada anak bangsa, khususnya calon Generasi Emas Indonesia. Apa gunanya kompetensi dan skill tanpa tanding, jika mereka tak punya rasa cinta yang cukup untuk tanah airnya. Apa kehebatan generasi ini, tanpa kobaran patriotisme di dadanya.

Anak-anak ini, yang sekarang kerap dipanggil dengan generasi baringan, harus segera diberi asupan yang cukup tentang nasionalisme dan patriotisme. Mereka harus faham, kenapa harus mencintai bangsa mereka. Mereka harus punya alasan kuat, ketika kelak harus mengobarkan patriotisme.

Paparan di atas adalah alur diskusi di ruang Redaksi Lintas Priangan minggu lalu, minggu ke-2 bulan Desember 2024. Dan kami sepakat, akan menyediakan rubrik baru bernama Wasbang, singkatan dari Wawasan Kebangsaan. Rubrik ini akan diisi materi-materi kebangsaan, yang akan jadi asupan bagi calon Generasi Emas.

Untuk konten rubrik Wasbang, Lintas Priangan akan berkolaborasi dengan Albadar Institute, sebuah forum kajian kebangsaan di bawah Yayasan Tarbiyatul Ummah Tasikmalaya. Namun begitu, Lintas Priangan juga sangat berharap, pihak-pihak strategis juga turut menyumbangkan konten. Misal dari pemerintahan, khususnya Dinas Pendidikan atau Kebangpol. Dari lingkungan TNI atau POLRI. Atau dari akademisi. Bentuknya bisa artikel, opini, atau siapa tahu ada yang riset dengan topik seputar Wasbang, pasti kami terima.

Oh ya. perlu kami informasikan di sini. Andai ada konten yang masuk ke redaksi untuk rubrik Wasbang, terutama dari lingkungan pemerintah, kami tegaskan tidak ada biaya apapun untuk penayangan konten. Silahkan kirim, tanpa harus pusing mikir anggaran. Ini kami tegaskan, karena berdasarkan pengalaman, tak jarang pejabat pemerintah itu, kalau ada ide dari pihak luar, belum-belum sudah bilang nggak ada anggaran. Sekali lagi kami tegaskan. Ini gratis! Kami tunggu kebersamaan Anda.

Dari Lintas, untuk Generasi Emas!

Jalan Raya SL Tobing Banjir Pengendara Terganggu

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Hujan deras yang mengguyur Kota Tasikmalaya pada Senin, 16 Desember 2024, kembali menyebabkan banjir di beberapa titik, termasuk di Jalan Raya SL Tobing, Kecamatan Cihideung. Genangan air yang cukup tinggi membuat banyak pengendara sepeda motor dan mobil kesulitan melintas.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa pengendara motor menjadi yang paling terdampak. Beberapa dari mereka terpaksa turun dari kendaraan dan menuntun motor yang mogok karena mesin terendam air. Sementara itu, pengendara mobil memilih melaju dengan sangat perlahan untuk menghindari kerusakan mesin.

Indra Wijaya, salah seorang pengendara, menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat pulang kerja. Ia mengatakan, motornya tiba-tiba mati ketika mencoba menerobos genangan.

“Saya tidak menyangka airnya setinggi ini. Baru saja lewat, motor langsung mogok,” ujar Indra kepada wartawan di lokasi kejadian.

Hujan deras yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB itu menyebabkan air meluap ke jalan sekitar pukul 15.30 WIB. Hendra, warga yang tinggal di dekat lokasi, menjelaskan bahwa genangan air sempat surut sekitar pukul 17.30 WIB, tetapi hujan kembali turun dengan intensitas tinggi sehingga air kembali meluap.

“Air pertama kali meluap sore tadi, lalu sempat surut. Tapi karena hujan deras lagi, air naik lagi dan menutup hampir seluruh badan jalan,” katanya.

Hendra menambahkan bahwa banjir di lokasi tersebut sering kali terjadi setiap kali hujan deras mengguyur. Menurutnya, selokan di sepanjang jalan tidak mampu menampung debit air yang besar, sehingga air meluap ke jalan raya. Ia menunjukkan kondisi selokan yang kecil dan penuh sampah sebagai salah satu penyebab utama banjir ini.

“Selokannya kecil dan sering mampet. Kalau hujan deras, air langsung meluap ke jalan. Ini bukan pertama kali terjadi,” ungkap Hendra.

Ketinggian air di lokasi bervariasi. Menurut warga, air di pinggir jalan mencapai setinggi mata kaki orang dewasa, sedangkan di tengah jalan bisa mencapai lutut. Kondisi ini membuat arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.

Wati, seorang pedagang yang memiliki warung di sekitar lokasi, mengatakan bahwa aktivitas usahanya ikut terdampak. Ia menyebutkan, genangan air yang masuk hingga ke depan warungnya membuat pembeli enggan mampir.

“Biasanya banyak orang berhenti di sini untuk beli makanan, tapi kalau banjir seperti ini, mereka lebih memilih langsung lewat. Air yang masuk ke depan warung juga membuat tempat jadi kotor,” keluhnya.

Warga berharap ada langkah konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Menurut mereka, perbaikan sistem drainase di kawasan tersebut sangat mendesak untuk mencegah banjir berulang. Wati menyebutkan, beberapa warga sudah berusaha membersihkan selokan, tetapi hasilnya belum maksimal karena ukuran selokan yang terlalu kecil.

“Kalau hanya dibersihkan, tidak akan cukup. Selokannya harus diperlebar supaya air tidak mudah meluap,” kata Wati.

Selain selokan yang kecil, tumpukan sampah di beberapa titik juga menjadi penyebab saluran air tersumbat. Hendra menyampaikan bahwa warga sering menemukan sampah plastik dan material lain di dalam selokan. Ia berharap masyarakat juga lebih peduli dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Meski genangan air sudah surut saat malam hari, warga tetap khawatir banjir serupa akan terjadi lagi jika hujan deras mengguyur. Indra, salah satu pengendara motor yang motornya mogok, berharap pemerintah segera memperbaiki sistem drainase di wilayah tersebut agar pengendara dan warga tidak terus terdampak setiap musim hujan.

BACA JUGA: Kalahkan Super Progresif, Persikotas Juara Grup

“Kalau seperti ini terus, setiap kali hujan kami pasti kesulitan. Banjir tidak hanya membuat perjalanan terhambat, tapi juga bisa merusak kendaraan,” pungkasnya.

Warga menyebutkan bahwa banjir di kawasan ini sering kali menjadi rutinitas tahunan. Dengan intensitas hujan yang semakin tinggi, mereka khawatir kerusakan lebih besar akan terjadi jika tidak ada solusi permanen dari pihak berwenang. Warga berharap ada langkah serius untuk memperbaiki drainase dan mengatasi masalah sampah agar peristiwa ini tidak lagi menjadi penghalang aktivitas mereka.

Kalahkan Super Progresif, Persikotas Juara Grup

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. BPersikotas FC Kota Tasikmalaya memastikan diri sebagai juara grup Liga 4 Seri 2 Jawa Barat setelah menang tipis 1-0 atas Super Progresif. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Inspire Arena, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (16/12), menjadi penentu bagi Persikotas untuk melangkah ke babak berikutnya.

Gol kemenangan Persikotas dicetak oleh Ilham pada menit ke-48 melalui tendangan penalti. Penalti ini diberikan setelah pemain belakang Super Progresif dinyatakan melakukan handball di dalam kotak terlarang. Meski hanya menang dengan selisih satu gol, hasil ini cukup untuk mengamankan posisi puncak grup.

Media Officer Persikotas FC, Asep WK, menjelaskan bahwa pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Ia mengatakan kedua tim sama-sama bermain agresif, namun Persikotas lebih dominan dalam menguasai bola. “Pertandingan berlangsung menarik. Meski tidak mudah, kami bisa mengendalikan jalannya laga,” ujar Asep saat diwawancarai.

Asep juga menyoroti absennya striker utama Persikotas, Muhamad Maulana, karena cedera dan akumulasi kartu. Hal ini, menurutnya, sempat mengurangi ketajaman serangan tim. Posisi Maulana digantikan oleh Adit, yang bermain di sisi sayap dengan gaya permainan berbeda.

“Meskipun Adit belum maksimal dalam memanfaatkan peluang, ia tetap memberikan kontribusi penting di pergerakan tim,” tambah Asep.

Babak pertama berlangsung tanpa gol, meski Persikotas menciptakan sejumlah peluang. Setelah turun minum, pertandingan semakin sengit. Super Progresif tampil lebih agresif dan meningkatkan intensitas serangan, memaksa Persikotas bekerja keras mempertahankan keunggulan.

Guruh, kiper Persikotas, menjadi salah satu pahlawan dalam laga tersebut. Beberapa kali ia mampu menggagalkan peluang berbahaya dari lawan. Asep memuji ketenangan Guruh yang berhasil menjaga gawang tetap aman meski tim mendapatkan tekanan hebat.

“Guruh tampil sangat tenang dan fokus. Itu yang membuat kami bisa bertahan di tengah tekanan,” kata Asep.

Pertandingan yang berlangsung dalam tensi tinggi tersebut akhirnya ditutup dengan kemenangan Persikotas. Skor 1-0 cukup untuk membawa mereka keluar sebagai juara grup dan melaju ke babak knockout 16 besar.

Di sisi lain, Ecep Suwardaniyasa, Ketua Umum Persikotas FC, turut hadir di stadion untuk memberikan dukungan langsung kepada tim. Ia mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan para pemain yang berhasil memenuhi target di fase grup.

“Ini adalah hasil kerja keras seluruh tim. Kami sangat bangga dengan pencapaian ini, tapi perjalanan belum selesai. Kami harus menjaga konsistensi untuk babak berikutnya,” ujar Ecep.

Wali Kota Terpilih Kota Tasikmalaya, Viman Alfirizi Ramadhan, juga hadir mendukung tim kesayangan warga Tasikmalaya ini. Kehadiran Viman dan Ecep di tengah para pemain memberikan motivasi tambahan dalam laga yang krusial ini.

Ecep menambahkan bahwa target tim adalah menjadi juara di Seri 2 Liga 4 dan melangkah ke fase kompetisi yang lebih tinggi. Ia optimistis dengan potensi tim yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Sementara itu, pelatih Persikotas menyampaikan bahwa meski timnya sudah menunjukkan performa baik, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dalam penyelesaian akhir. Ia berharap absennya Maulana tidak menjadi kendala besar pada laga-laga berikutnya.

“Kami harus memaksimalkan semua peluang yang ada. Absennya Maulana tentu terasa, tapi saya yakin pemain lain mampu mengisi kekosongan itu,” ujarnya.

BACA JUGA: Legislator dan Gaza Pangandaran Bantu Warga Berkebutuhan Khusus

Dengan hasil ini, Persikotas dijadwalkan menghadapi tim peringkat ketiga Grup D di babak 16 besar. Namun, detail lawan dan jadwal pertandingan selanjutnya masih menunggu konfirmasi resmi dari panitia.

Para pemain Persikotas kini diharapkan menjaga kebugaran dan fokus menghadapi tantangan yang lebih besar di babak knockout. Dukungan dari masyarakat Tasikmalaya menjadi salah satu kunci untuk memberikan semangat bagi tim dalam melanjutkan perjuangan.

Sebagai juara grup, Persikotas tak hanya membawa kebanggaan bagi Kota Tasikmalaya, tetapi juga membuktikan kualitasnya sebagai salah satu tim terbaik di Seri 2 Liga 4 Jawa Barat. Dengan semangat dan konsistensi, mereka berharap dapat melangkah lebih jauh di kompetisi ini. (AAF/infopriangan.com)

Legislator dan Gaza Pangandaran Bantu Warga Berkebutuhan Khusus

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN.  Gabungan Anak Jalanan Indonesia (Gaza) DPD Kabupaten Pangandaran bersama anggota DPRD Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Rahayu, kembali menunjukkan kepedulian mereka terhadap warga. Salah satu aksi terbaru mereka adalah membantu seorang warga Pangandaran yang mengalami kondisi celah bibir.

Bantuan ini tidak hanya berupa dukungan moril, tetapi juga dalam bentuk pengurusan administrasi dan kebutuhan lain yang diperlukan.

Ketua Gaza Indonesia DPD Pangandaran, Jhon Solehan, mengatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Sri Rahayu untuk memberikan bantuan tersebut. Ia menjelaskan, keduanya secara langsung mendatangi rumah warga yang membutuhkan.

“Kami datang untuk memastikan bahwa bantuan yang diperlukan dapat dipenuhi, termasuk pengurusan surat-surat,” kata Jhon saat ditemui pada Senin, 16 Desember 2024.

Menurut Jhon, kerja sama ini menjadi bentuk nyata sinergi antara lembaga legislatif dan masyarakat yang peduli terhadap sesama.

Jhon juga menambahkan, Gaza Pangandaran berkomitmen menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan dengan pemerintah daerah maupun wakil rakyat. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi cepat dan tepat bagi mereka yang menghadapi kesulitan.

Jhon juga menyampaikan bahwa ini bukan kali pertama Gaza Pangandaran membantu warga yang membutuhkan. Ia menuturkan bahwa setiap ada laporan dari masyarakat, pihaknya selalu berupaya mencari jalan keluar dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

“Kami ingin menjadi penghubung bagi masyarakat agar aspirasi mereka sampai dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jhon juga menyinggung pasangan calon bupati terpilih Citra Pitriami dan Ino yang akan memberikan kemajuan dan perubahan positif untuk Kabupaten Pangandaran.

Tidak hanya itu, Jhon juga menyatakan dukungannya terhadap program-program yang telah dan akan dilaksanakan pemerintah daerah. Jhon percaya, sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat dapat menciptakan Kabupaten Pangandaran yang lebih maju dan sejahtera.

“Kami selalu mendukung langkah-langkah pemerintah untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Sri Rahayu mengapresiasi inisiatif Gaza Pangandaran dalam membantu warga. Menurutnya, kerja sama seperti ini sangat penting untuk memastikan bahwa masyarakat, khususnya yang kurang mampu, dapat merasakan kehadiran pemerintah.

“Kami di DPRD selalu terbuka untuk menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat,” ucapnya.

Ketika ditanya tentang alasannya turun langsung ke lapangan, Sri Rahayu menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari tugasnya sebagai wakil rakyat. Sri ingin memastikan bahwa setiap bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

BACA JUGA:

“Melayani masyarakat adalah kewajiban kami. Melihat mereka tersenyum setelah menerima bantuan menjadi kepuasan tersendiri,” katanya.

Banyak warga di Pangandaran yang masih mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan dan administrasi karena berbagai kendala, termasuk keterbatasan ekonomi dan informasi. Dengan adanya kolaborasi antara Gaza Indonesia dan anggota legislatif seperti Sri Rahayu, hambatan-hambatan ini dapat diatasi.

Dukungan ini tidak hanya memberikan solusi bagi individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan para pemimpinnya. (KMP/lintaspriangan.com)


Bersihkan Eceng Gondok BBWS Citanduy Turunkan Dua Excavator

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terlibat dalam pembersihan ratusan ribu eceng gondok di aliran anak Sungai Cilisung yang melintasi Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Upaya ini dilakukan untuk mengurangi dampak buruk penyumbatan sungai yang berpotensi menyebabkan banjir.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) 3 BBWS Citanduy, Ijang Nurul Fuad, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan satu alat berat jenis excavator untuk mempercepat proses pembersihan.

“Kami berencana menambah satu excavator jenis amfibi agar pengerjaan lebih cepat. Alat tersebut saat ini masih berada di Panumbangan, Ciamis, dan segera dikirim ke lokasi,” ujarnya. Senin, (16/12/ 2024).

Menurut Ijang, keterlibatan BBWS Citanduy adalah bentuk partisipasi dalam mendukung pemerintah Kabupaten Ciamis, BPBD, dan para relawan. Ia menekankan bahwa permasalahan eceng gondok adalah tanggung jawab bersama.

“Kami peduli agar masalah ini cepat selesai dan tidak memicu banjir,” terangnya.

Ijang juga mengungkapkan bahwa secara administratif, alur Sungai Cilisung berada di bawah pengawasan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat. Namun, wilayah kerja sungai tersebut berada dalam pengelolaan BBWS Citanduy.

“Rencananya, mulai tahun depan, baik administrasi maupun pengelolaan wilayah Sungai Cilisung akan diambil alih sepenuhnya oleh BBWS Citanduy,” jelasnya.

Selain itu, Ijang menanggapi permintaan normalisasi sungai di Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Ia menyatakan bahwa BBWS Citanduy siap melakukannya selama ada usulan resmi dari warga dan pemerintah desa, disertai kesepakatan terkait penggunaan lahan.

“Kami tidak memfasilitasi pembebasan lahan, jadi harus ada kesepakatan dengan warga,” katanya.

Di sisi lain, apresiasi tinggi disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Partai Nasdem, Endang Cahyadi.

Endang memuji langkah sigap BBWS Citanduy yang membantu membersihkan tanaman eceng gondok di Sungai Cilisung.

“Keterlibatan BBWS Citanduy sangat vital. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih atas peran mereka mengatasi masalah ini,” ungkapnya.

BACA JUGA: Hari Ibu ke-96, Budi Waluya Dorong Peran Perempuan

Endang menambahkan, pengadaan alat berat oleh BBWS Citanduy diprediksi akan mempercepat pembersihan yang sebelumnya menyebabkan aliran sungai tersendat dan mengakibatkan banjir. Ia juga menilai langkah ini sejalan dengan visi presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani.

“Ini bukti nyata komitmen dalam menjaga aktivitas warga dan petani tetap lancar,” pungkasnya.

Dengan upaya ini, BBWS Citanduy tidak hanya berkontribusi pada pencegahan banjir, tetapi juga mendukung peningkatan produktivitas warga, terutama di sektor pertanian. (Revan, Rizky/lintaspriangan.com)



Banjir Paseh Tasikmalaya, Kalau Dibiarkan Bisa Jadi Petaka

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Senin (16/12), hujan lebat yang mengguyur Kota Tasikmalaya sepanjang hari seperti biasa mengakibatkan beberapa ruas jalan tertutup genangan air. Misalnya yang terjadi di Lingkungan Paseh, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Ketinggian air mencapai sekitar 50 cm.

“Tinggi air ada yang setinggi betis orang dewasa, sekitar 50 cm, lokasi tepatnya di RT 07, RW 01, Kelurahan Tuguraja,” terang Dicky Rizki (26), warga sekitar yang ditemui Lintas Priangan di lokasi kejadian.

Menurut Dicky, banjir yang kerap terjadi di lingkungannya disebabkan drainase yang tidak bisa menampung dan menyalurkan air saat hujan. Karena tidak tertampung, akhirnya meluap dan menutupi ruas jalan.

“Ini karena drainase tidak berfungsi dengan baik. Para pengendara motor juga harus ekstra hati-hati, karena air yang meluap ke jalan itu membawa sampah,” tambah Dicky.

Masih menurut Dicky, banjir ini bisa dikatakan peristiwa rutin. Setiap musim hujan di wilayah ini pasti terjadi seperti hari ini. Dicky mengaku heran, kenapa dari pihak pemerintah seperti tidak ada perhatian. Padahal peristiwa serupa sudah terjadi berulang dalam rentang empat tahun. Terlebih, lokasi terjadinya banjir terbilang dekat dengan Kantor Kelurahan Tuguraja.

“Sebagai warga tentu saya berharap bisa tinggal di lingkungan yang nyaman. Ini sudah sering terjadi. Seingat saya, empat tahun terakhir ini selalu begini. Mohon pemerintah bisa memberi solusi. Saya khawatir, jika dibiarkan skalanya bisa membesar. Sekarang memang relatif tidak bahaya, masih dijadikan mainan anak-anak. Tapi kalau terus dibiarkan, bukan mustahil jadi petaka,” ujar Dicky.

Sementara itu, menyikapi begitu banyak lokasi rentan banjir di Kota Tasikmalaya, salah seorang aktivis lingkungan dari Sangga Buana Garda (SABUGA), Helmi Razu Novriansyah menyatakan, hal tersebut jadi PR untuk pemerintah baru di Kota Tasikmalaya. Helmi menambahkan, Pemkot Tasikmalaya butuh ide-ide baru yang fresh dan solutif.

“Kalau perilaku masyarakat itu sebetulnya bisa di-direct, bisa disetir oleh pemerintah. Tapi, pemerintahnya harus cerdas. Buat regulasi yang tepat guna. Contoh di beberapa daerah di Indonesia sudah ada Perda Jentik dan Perda Biopori. Efektif itu. Warga mengikuti, mereka menjaga kebersihan rumahnya. Karena kalau ada kasus, yang akan diberi sanksi adalah rumah yang di lingkungannya ada jentik nyamuk. Nggak susah lah, asal bener mau beres, Tasik bisa bebas sampah dan banjir!” pungkas Helmi. (Rep: Deni Heryanto)

Hari Ibu ke-96, Budi Waluya Dorong Peran Perempuan

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, menghadiri peringatan Hari Ibu ke-96 Tahun 2024 yang dirangkaikan dengan kegiatan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Ciamis.

Acara diselenggarakan di Gedung Puspita dengan mengusung tema “Rembug Perempuan”.

Dalam sambutannya, Budi menekankan pentingnya peran perempuan dalam memajukan bangsa melalui kontribusi nyata di berbagai bidang.

Budi menyampaikan bahwa selama 79 tahun Indonesia merdeka, perempuan terus menunjukkan perannya dalam mendukung pembangunan negara.

Menurutnya, Hari Ibu adalah momen untuk mengenang perjuangan para perempuan Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemerdekaan dan kehidupan bangsa. Ia menegaskan,

“Hari Ibu menjadi titik penting perjuangan perempuan Indonesia. Mereka tidak hanya menegaskan eksistensinya, tetapi juga kekuatannya dalam mengisi ruang-ruang pembangunan,” kata Budi.

Dalam pidatonya, Budi juga menyoroti peran perempuan dalam sejarah perjuangan Indonesia. Ia mengatakan bahwa sejak Kongres Perempuan Indonesia pertama, perempuan telah mengambil peran penting dalam berbagai sektor. Kongres tersebut menjadi simbol kuat bahwa perempuan Indonesia tidak hanya berjuang untuk haknya, tetapi juga untuk kesejahteraan dan kemajuan bangsa.

Budi mengapresiasi dedikasi perempuan dalam berbagai peran, baik sebagai ibu rumah tangga, pendidik, profesional, maupun pemimpin masyarakat.

Budi juga menyebutkan bahwa Hari Ibu adalah bentuk penghargaan terhadap seluruh perempuan Indonesia atas kontribusi mereka bagi keluarga, masyarakat, dan negara.

“Perempuan Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka adalah pilar penting dalam keluarga dan masyarakat, serta mampu membawa perubahan nyata bagi bangsa ini,” katanya.

Selain itu, Budi menekankan perlunya meningkatkan kapasitas dan kompetensi perempuan. Ia berharap, melalui peringatan Hari Ibu ke-96, perempuan Indonesia dapat lebih berani bersuara dan mengambil peran dalam menentukan arah kebijakan serta tujuan bernegara.

Budi juga  mengajak para perempuan untuk tidak ragu dalam menunjukkan potensi mereka.

“Sekarang adalah waktunya bagi perempuan untuk memberi warna tersendiri dalam pembangunan bangsa ini melalui peran dan karya nyata mereka,” tuturnya.

Budi juga mengingatkan pentingnya perempuan untuk saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Menurutnya, semangat kebersamaan antara perempuan akan menjadi kekuatan besar dalam menciptakan perubahan positif.

“Perempuan harus saling membantu dan saling menginspirasi. Dengan begitu, mereka bisa berkontribusi lebih besar untuk kemajuan bangsa,” kata Budi.

Di sela-sela acara, GOW Kabupaten CiamisBudi juga memaparkan program-program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan di berbagai sektor. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, edukasi kesehatan, dan pengembangan ekonomi kreatif.

Ketua GOW Ciamis menyatakan bahwa tema “Rembug Perempuan” dipilih untuk mendorong dialog terbuka tentang tantangan yang dihadapi perempuan saat ini, sekaligus merumuskan solusi bersama.

Pada akhir acara, Budi menekankan alasan mengapa peran perempuan harus terus diperkuat. Perempuan adalah kunci dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Sebagai ibu dan pendidik generasi bangsa, perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan bangsa.

“Perempuan adalah pondasi utama dalam membangun keluarga yang kuat, yang pada akhirnya akan menciptakan masyarakat yang maju. Kita harus terus mendukung mereka,” jelasnya.

BACA JUGA: Pelajar SMP Tewas Terserempet Kereta Serayu di Banjar

Lebih lanjut, Budi menyebutkan bahwa salah satu alasan penting memperingati Hari Ibu adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran perempuan. Ia berharap momen ini tidak hanya menjadi selebrasi, tetapi juga menjadi pemicu perubahan positif.

“Melalui Hari Ibu, kita ingin mendorong semua pihak, termasuk pemangku kepentingan, untuk lebih memperhatikan dan mengakui kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa,” pungkasnya.

Peringatan Hari Ibu ke-96 ini tidak hanya menjadi ajang refleksi atas perjuangan perempuan di masa lalu, tetapi juga menjadi motivasi bagi perempuan Indonesia untuk terus berkarya, menginspirasi, dan berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang lebih baik. (Sari/lintaspriangan com)


Pelajar SMP Tewas Terserempet Kereta Serayu di Banjar

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Seorang pelajar berusia 14 tahun, Irfan, warga Lingkungan Pintu Singa, Kota Banjar, meninggal dunia setelah tertabrak kereta api Serayu jurusan Purwokerto-Kroya-Jakarta. Senin, (16/12/2024).

Kejadian tragis tersebut berlangsung sekitar pukul 09.15 WIB di perlintasan rel kereta di kawasan Jalan Pintu Singa, Banjar, Jawa Barat.

Menurut keterangan Supriyanti, guru SMPN 5 Banjar, Irfan diizinkan pulang lebih awal setelah mengikuti upacara bendera pagi itu.

“Irfan tidak mengikuti ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) susulan hari ini, jadi dia kami izinkan pulang lebih cepat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa Irfan dikenal sebagai anak yang baik dan sopan di sekolah. “Kami sangat kehilangan. Mohon doakan yang terbaik untuk Irfan,” ujarnya dengan nada penuh duka.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Irfan pulang dari sekolah bersama teman-temannya seperti biasa. Saat berjalan di dekat rel kereta, teman-teman Irfan melihat kereta api datang dari arah timur. Mereka langsung meneriaki Irfan agar menjauh dari jalur kereta. Namun, Irfan tampaknya tidak menyadari keberadaan kereta yang semakin mendekat.

Dalam hitungan detik, kereta api Serayu melintas dan menyerempet Irfan. Akibat insiden tersebut, Irfan mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal di tempat kejadian. Seorang saksi mata mengatakan,

“Kami sudah teriak, tapi dia tidak sempat menghindar. Keretanya terlalu cepat.”

Jenazah korban segera dievakuasi oleh petugas menggunakan ambulans BPBD Kota Banjar dan dibawa ke RSUD Kota Banjar untuk penanganan lebih lanjut.

Kabar meninggalnya Irfan menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga teman-teman dan pihak sekolah.

Kepala SMPN 5 Banjar menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kehilangan salah satu siswanya.

“Irfan adalah anak yang aktif dan ramah. Kehilangan ini sangat berat bagi kami,” ucapnya.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan bahwa perlintasan kereta di kawasan tersebut sering kali menjadi tempat berbahaya, terutama karena tidak adanya palang pintu.

“Kami sudah sering memperingatkan anak-anak untuk berhati-hati di sekitar rel, tapi kejadian seperti ini tetap tidak bisa dihindari,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Kapolres Kota Banjar mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur kereta api, khususnya di perlintasan tanpa palang pintu.

“Kami meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum melewati jalur kereta,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga berencana mengkaji langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan di sekitar perlintasan kereta api di wilayah tersebut.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memasang rambu-rambu tambahan atau bahkan palang pintu,” ujar Kapolres.

BACA JUGA: Upaya KPM Brigez Banjar Ubah Citra Negatif Anak Motor

Kejadian ini diduga terjadi karena kurangnya kewaspadaan korban saat berjalan di dekat rel kereta. Meski teman-temannya sudah berusaha memperingatkan, Irfan tidak menyadari bahaya yang mengancam. Faktor lain adalah perlintasan tanpa palang pintu di kawasan tersebut, yang kerap menjadi tempat kecelakaan.

Kepolisian mengingatkan bahwa kereta api memiliki jalur yang tetap dan tidak dapat berhenti mendadak, sehingga masyarakat harus lebih waspada di sekitar jalur rel.

“Keselamatan di perlintasan adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolres.

Upaya KPM Brigez Banjar Ubah Citra Negatif Anak Motor

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR.   Dalam upaya mengubah citra negatif yang kerap melekat pada kelompok anak motor, KPM Brigez Kota Banjar mengadakan kegiatan diskusi bertema Meningkatkan Kapasitas dan Manajemen Organisasi yang Baik. Acara ini berlangsung padla hari Minggu (15/12/2024) di aula salah satu destinasi wisata di Kota Banjar, Jawa Barat dan dihadiri oleh 50 anggota dan jajaran pengurus KPM Brigez.

Erwin Saleh Swandana, Ketua KPM Brigez, menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah membimbing para anggota, terutama yang masih berstatus pelajar, agar lebih memahami cara berorganisasi dengan baik.

Erwin  menyadari bahwa banyak anggota muda membutuhkan arahan yang lebih intensif agar mampu berkembang dalam hal manajemen dan tanggung jawab.

“Rata-rata anggota kami masih pelajar. Jadi, mereka butuh bimbingan agar memahami bagaimana berorganisasi dengan benar,” ujar Erwin saat ditemui di sela-sela acara.

KPM sendiri merupakan singkatan dari Konfederasi Pelajar dan Mahasiswa, sebuah wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas mereka ke arah yang positif. Organisasi ini berawal di Bandung dan kini sudah merambah ke berbagai kota dan kabupaten, termasuk Banjar.

Erwin juga mengungkapkan bahwa kelompok ini kerap menghadapi stigma negatif dari masyarakat. Tidak jarang, beberapa anggota terlibat dalam permasalahan yang merugikan mereka sendiri maupun lingkungan sekitar. Hal ini menjadi tantangan besar yang mendorongnya untuk mengarahkan para anggota ke aktivitas yang lebih produktif dan bermanfaat.

“Saya merasa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa keberadaan kami diterima masyarakat. Karena itu, kami sering mengadakan kegiatan seperti Jumat Berkah, di mana anggota belajar menanamkan jiwa sosial dan kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Lebih lanjut, Erwin menyebut bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini juga menjadi cara untuk mempererat hubungan antar anggota. Ia percaya bahwa melalui kebersamaan dan pembinaan yang intensif, mereka dapat mengubah pandangan masyarakat tentang anak motor yang selama ini sering dianggap negatif.

Salah satu anggota KPM Brigez, Andi, mengaku bahwa kegiatan ini memberinya banyak manfaat. Ia mengatakan bahwa melalui diskusi ini, ia mulai memahami pentingnya menjaga nama baik organisasi dan fokus pada hal-hal yang positif.

“Kegiatan ini membuka wawasan saya. Saya jadi sadar bahwa kita harus bisa membawa perubahan baik untuk diri sendiri dan organisasi,” ujar Andi.

Selain itu, Erwin berharap kegiatan diskusi ini dapat menjadi agenda rutin. Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran para anggota, terutama dalam menghindari tindakan yang dapat merugikan, seperti tawuran atau penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin setiap anggota menjauhi barang-barang terlarang seperti narkotika dan obat-obatan. Itu poin yang selalu saya tekankan,” imbuhnya.

Citra negatif yang melekat pada kelompok anak motor menjadi alasan utama KPM Brigez mengadakan kegiatan ini. Erwin menyadari bahwa perubahan persepsi masyarakat tidak akan terjadi begitu saja tanpa upaya konkret dari pihak mereka.

Dengan melibatkan anggotanya dalam berbagai aktivitas positif, ia ingin membuktikan bahwa kelompok ini bukanlah sekadar geng motor, melainkan komunitas yang peduli terhadap pengembangan diri dan lingkungan.

BACA JUGA: Hari Juang TNI AD ke-79, Dandim Ciamis: Tentara Bagian Tak Terpisahkan Dari Rakyat

“Kegiatan seperti ini penting untuk membuktikan bahwa kami bisa membawa manfaat, bukan hanya untuk anggota, tapi juga masyarakat,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan tradisi makan bersama berupa nasi liwet, yang menurut Erwin menjadi simbol kebersamaan dan persatuan di antara anggota.

Erwin berharap, melalui pendekatan seperti ini, generasi muda yang tergabung di KPM Brigez dapat menjadi panutan di lingkungannya masing-masing. (Johan/lintaspriangan.com )


Festival Agro Jabar 2024, Apa yang Buat Bupati Kagum?

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS.  Jabar Agro & Industri Creative Festival 2024 resmi berakhir pada Minggu, 15 Desember 2024, setelah berlangsung selama empat hari. Perhelatan ini tidak hanya menjadi ajang pamer kreativitas lokal tetapi juga menarik perhatian sejumlah tokoh penting, termasuk Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, dan Pj Wali Kota Banjar, Soni Horison.

Kunjungan mereka menambah semarak acara sekaligus memberikan apresiasi kepada berbagai inovasi yang dipamerkan. Salah satu yang menarik perhatian Budi adalah stand SMK Miftahussalam yang menghadirkan teknologi pertanian modern dan stand ACB dengan produk pupuk organik dari limbah cacing. Menurut Budi, inovasi seperti ini sangat berpotensi mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Ciamis.

“Kami bangga dengan inovasi yang ditampilkan putra daerah. Ini langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Budi saat menyampaikan kesannya di sela kunjungannya. Ia menambahkan bahwa upaya ini perlu terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Kolaborasi dan sinergi multi stakeholder Festival ini terasa istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Juang TNI AD yang diperingati setiap 15 Desember.

Dandim 0613 Ciamis, Letkol Afiid, juga hadir bersama Ketua DPRD Kota Banjar, Dadang Kalyubi, untuk menyaksikan berbagai pameran dan pertunjukan seni di arena festival.

Event Manager, Dede Nurdiana, menyampaikan bahwa acara ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali gairah ekonomi lokal. Meski begitu, ia mengakui masih banyak yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan festival di masa mendatang.

“Sebagai proyek rintisan, kami tentu menghadapi berbagai kekurangan. Namun, kami percaya bahwa festival ini telah memberikan kontribusi nyata, terutama dalam meningkatkan transaksi di sektor UMKM dan kuliner,” kata Dede.

Ia menjelaskan bahwa meskipun secara target bisnis belum terpenuhi, acara ini memberikan dampak positif lainnya.

“Semua pelaku usaha yang hadir di arena pameran menikmati transaksi yang cukup baik. Ini menciptakan efek berantai yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Selain menjadi ajang pameran inovasi, festival ini juga diramaikan oleh berbagai kegiatan kreatif. Pasanggiri Bentang Jaipong, Gebyar Senam, Lomba Mewarnai, dan Lomba Fashion Show berbahan sampah berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Bahkan, penampilan grup band lokal Shakirana menutup festival dengan meriah.

Dede mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi, mulai dari peserta hingga pemerintah daerah yang memberikan dukungan penuh.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Banjar, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Indramayu yang terus mendorong kami untuk berkarya lebih baik,” ujarnya.

Jabar Agro & Industri Creative Festival 2024 diadakan untuk menjawab tantangan pengembangan ekonomi lokal pasca pandemi.

Menurut panitia, salah satu alasan utama festival ini adalah menciptakan ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat.

BACA JUGA: DPRD Ciamis Desak BBWS Segera Atasi Masalah Sungai

“Festival ini bukan hanya soal pameran produk, tetapi juga tentang menyatukan potensi daerah. Kami ingin menunjukkan bahwa Ciamis dan sekitarnya memiliki inovasi dan kreativitas yang mampu bersaing,” tutur Dede.

Dengan keberhasilan acara ini, meski masih jauh dari sempurna, panitia berharap dapat terus mengadakan kegiatan serupa di tahun-tahun mendatang.

“Kami optimis festival ini akan tumbuh menjadi ajang tahunan yang lebih besar, melibatkan lebih banyak peserta, dan memberikan dampak yang lebih luas,” tutup Dede. (Eddy/lintas Priangan.con)


DPRD Ciamis Desak BBWS Segera Atasi Masalah Sungai

0

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Endang Cahyadi, mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy segera menangani masalah aliran Sungai Cilisung. Menurut Endang, permasalahan ini tidak hanya mencakup penumpukan ratusan ribu kubik eceng gondok, tetapi juga sedimentasi dan penyempitan aliran sungai yang semakin parah.

Endang, yang berasal dari Fraksi NasDem dan duduk di Komisi C DPRD Ciamis, menyebut kondisi tersebut sangat berbahaya, terutama pada musim hujan. Endang menjelaskan bahwa pemerintah daerah melalui BPBD telah melakukan upaya pembersihan secara manual, namun langkah itu dinilai kurang efektif untuk menangani kompleksitas masalah ini.

“Jika pembersihan hanya dilakukan secara manual, butuh waktu lama untuk mengangkat semua eceng gondok yang menumpuk. Ini jelas tidak cukup cepat untuk mencegah banjir,” kata Endang. Minggu, (15/12/2024).

Banjir Ancam Pertanian Warga
Endang memperingatkan bahwa jika BBWS Citanduy tidak segera bertindak, air dari Sungai Cilisung berpotensi meluap ke wilayah Lakbok dan Purwadadi. Hal ini dapat mengakibatkan sawah milik petani tergenang banjir, sehingga mengganggu aktivitas pertanian.

“Banjir tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari warga, tetapi juga berpotensi membuat petani kesulitan menanam padi. Kondisi ini tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat,” ungkapnya.

Endang juga menyoroti kondisi hilir Sungai Cilisung yang mengalami sedimentasi dan penyempitan, khususnya di Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Ia menjelaskan bahwa alur sungai seharusnya lebih lebar dan dalam di bagian hilir untuk memastikan aliran air dari hulu dapat berjalan lancar.

“Namun kenyataannya, pendangkalan di hilir justru menyebabkan air kembali ke Ciamis saat hujan deras. Ini memperburuk banjir di wilayah Lakbok dan Purwadadi,” terangnya.

Sebagai tindak lanjut, DPRD melalui Komisi C berencana mengadakan diskusi dengan BBWS Citanduy. Endang mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan beberapa poin penting dalam diskusi tersebut, termasuk perlunya normalisasi sungai, pembersihan eceng gondok, dan pengelolaan alur sungai untuk mencegah banjir.

“Kami ingin BBWS segera melakukan langkah nyata untuk menjaga kelancaran aliran Sungai Cilisung. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut kehidupan ribuan warga yang bergantung pada kondisi sungai ini,” tegasnya.

Sementara, Camat Lakbok, Mujiono, turut mendesak BBWS untuk segera mengambil tindakan strategis jangka panjang. Ia menilai bahwa dampak dari pendangkalan sungai sudah dirasakan masyarakat, terutama melalui banjir yang semakin sering terjadi.

“Kami berharap BBWS Citanduy memiliki solusi konkret. Jika masalah ini terus dibiarkan, sebagian besar wilayah Lakbok dan Purwadadi akan terus menjadi langganan banjir setiap tahun,” ujarnya.

Kepala Desa Kertajaya, Mujiono, menjelaskan bahwa penumpukan eceng gondok menjadi penyebab utama penyumbatan aliran air di Sungai Cilisung. Akibatnya, air meluap ke permukiman warga, merusak fasilitas, dan mengancam keselamatan penduduk.

“Kami memohon kepada pihak berwenang untuk segera turun tangan menangani masalah ini. Warga sudah terlalu sering menghadapi dampaknya,” pintanya.

BACA JUGA: Hari Juang TNI AD ke-79, Dandim Ciamis: Tentara Bagian Tak Terpisahkan Dari Rakyat

Endang mengungkapkan bahwa masalah ini bukan semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat kurangnya perawatan sungai secara berkala. Sedimentasi, penyempitan aliran, dan penumpukan tanaman liar menjadi penyebab utama banjir yang terjadi di wilayah tersebut.

“Jika tidak ada langkah serius untuk membersihkan sungai dan melakukan normalisasi, masyarakat Lakbok dan Purwadadi akan terus mengalami kerugian setiap musim hujan. Para petani khususnya akan kehilangan sumber penghasilan mereka,” ujarnya menutup pembicaraan.

Dengan ancaman banjir yang semakin nyata, DPRD Ciamis bersama BBWS Citanduy diharapkan segera bersinergi untuk menyelesaikan masalah ini. Langkah cepat sangat dibutuhkan agar masyarakat di wilayah terdampak dapat kembali beraktivitas tanpa ancaman banjir. (Rizky, Revan/lintaspriangan.com)

Hari Juang TNI AD ke-79, Dandim Ciamis: Tentara Bagian Tak Terpisahkan Dari Rakyat

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Tentara adalah bagian tak terpisahkan dari rakyat, bukan golongan di luar masyarakat, bukan kasta yang berdiri di atas masyarakat, melainkan bagian dari rakyat yang memiliki kewajiban untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dikatakan Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han, ketika menjadi pemimpin upacara Hari Juang TNI AD ke-79 di Halaman Pendopo Ciamis, Minggu (15/12/2024).

Hari Juang TNI AD diperingati setiap tahun sebagai momen refleksi untuk mengenang perjuangan TNI AD dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Hari Juang TNI AD ke-79 yang mengusung tema ‘TNI AD Berjuang Bersama Rakyat’ ini mencerminkan jati diri TNI AD sebagai tentara rakyat, yang lahir, berjuang, dan mengabdi untuk rakyat.

“Kekuatan TNI AD tidak hanya berasal dari kedisiplinan dan kemampuan profesional, tetapi juga dari sinergi yang kuat dengan rakyat. Bersama rakyat kita berjuang untuk rakyat kita mengabdi,” kata Letkol Afiid.

Dalam upacara itu, Letkol Afiid juga mengutip pesan legendaris Panglima Besar Jenderal Soedirman yang menekankan semangat pengabdian dan keberanian dalam menghadapi segala tantangan.

“Robek-robek lah badanku, potong-potonglah jasadku ini, karena jiwaku dilindungi benteng merah putih akan tetap hidup,” katanya, mengutip pesan Panglima Besar Jendral Soedirman.

Letkol Afiid menjelaskan, para prajurit TNI AD harus tetap menjaga semangat perjuangan para pahlawan yang telah berkorban untuk meraih kemerdekaan.

“Sebagai Panglima Besar TNI pertama, Jenderal Soedirman adalah simbol keberanian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih. Untuk itu kita harus meneladani nilai-nilai perjuangan beliau,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Panglima Besar Jenderal Soedirman mengajarkan bahwa, keberanian dan pengabdian kepada bangsa adalah inti dari jati diri prajurit TNI.

“Nilai-nilai ini harus menjadi landasan dalam setiap langkah prajurit TNI AD,” tandasnya.

Menurutnya, semangat Jenderal Soedirman relevan dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk krisis pangan, air, dan bencana alam yang semakin kompleks.

“Sebagai prajurit, kita harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.

Letkol Apiid juga mengungkapkan, ada banyak program TNI AD seperti Manunggal Air, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil menjadi bukti konkret peran TNI AD dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Program-program ini adalah bentuk pengabdian TNI AD untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara TNI AD dan rakyat adalah kekuatan besar yang menjadi benteng utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Letkol Apiid menyampaikan, TNI AD juga memanfaatkan teknologi untuk memperkuat komunikasi dengan rakyat. Informasi yang edukatif dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci sinergi dalam menjaga kedaulatan negara.

“Teknologi harus menjadi alat untuk lebih mendekatkan TNI AD dengan rakyat, sehingga kita bisa memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik dan memberikan solusi yang tepat,” jelasnya.

Letkol Afiid juga mengajak seluruh prajurit dan masyarakat agar terus bersatu dalam menjaga keutuhan NKRI. Bersama rakyat, perjuangan TNI AD tidak akan pernah berakhir.

“Jadilah patriot yang selalu berpihak kepada rakyat, karena kekuatan kita adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kodim 0613/Ciamis Gelar Upacara Hari Juang TNI AD ke-79

Dirinya berpesan kepada para prajurit untuk selalu menjadikan dasar Bendera Merah Putih tertanam di jiwa dalam dada tiap sanubari tidak boleh terkontaminasi dengan kelompok apapun selalu terjaga kebersamaannya.

Ia juga berharap melalui momentum Hari Juang TNI AD ini, prajurit TNI dan masyarakat bisa semakin bersinergi untuk menghadapi tantangan yang ada. Tantangan ke depan semakin kompleks, tetapi kita harus tetap bersatu.

“Dengan semangat merah putih di dada, TNI AD akan terus menjadi pelindung rakyat dan garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara,” harapnya.

Dalam rangka hari juang tersebut, Kodim 0613/Ciamis juga menggelar berbagai kegiatan diantaranya pembuatan akte kelahiran gratis bagi masyarakat, donor darah dan pengobatan masal, pembersihan sungai dan lainnya.

Seusai upacara Dandim bersama rombongan melakukan pengecekan stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Ciamis. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Kodim 0613/Ciamis Gelar Upacara Hari Juang TNI AD ke-79

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Komando Distrik Militer (Kodim) 0613/Ciamis menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Juang TNI-AD Ke-79 Tahun 2024. Bertindak sebagai Inspektur Upacara Komandan Kodim (Dandim) 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono, S.Sos., S.H., M.Han,. di Halaman Pendopo Bupati Ciamis, Minggu (15/12/2024).

Usai membacakan amanat Panglima Besar Jenderal Soedirman, dalam upacara itu Letkol Afiid membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) TNI AD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc,

Dalam amanatnya yang dibacakan Letkol Apiid, Kasad mengucapkan Selamat Hari Juang TNI-AD Tahun 2024, kepada segenap prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI AD beserta keluarga, disertai dengan rasa terima kasih yang tulus dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdiannya selama ini.

Hari Juang TNI-AD yang diperingati setiap tahunnya ini adalah hari bersejarah yang menjadi tonggak perjalanan Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD).

“Peringatan ini membawa kita kembali mengenang perjuangan para pahlawan bersama-sama dengan seluruh rakyat Indonesia, khususnya dalam mempertahankan kedaulatan negara dan kemerdekaan bangsa,” katanya.

Semangat perjuangan itu tercermin dalam tema Hari Juang tahun ini yaitu “TNI-AD Berjuang Bersama Rakyat”, yang menjadi cerminan dari jatidiri kita sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional dan Tentara Profesional.

Tema ini mengingatkan kita bahwa kekuatan TNI AD tidak hanya berasal dari kedisiplinan dan kemampuan militernya, tetapi juga dari sinergi yang kokoh dengan rakyat.

“Dari rakyat kita berasal, bersama rakyat kita berjuang, dan untuk rakyat kita mengabdikan diri. Prinsip inilah yang menjadi jiwa perjuangan kita dalam menjalankan amanah sebagai pelindung bangsa,” ungkap Kasad dalam amanatnya.

Dijelaskan Kasad dalam amanatnya, kita perlu mengingat kembali kiprah Jenderal Soedirman, sebagai Panglima Besar pertama, adalah simbol semangat perjuangan yang menjadi pondasi Hari Juang TNI AD.

Jenderal Soedirman mengajarkan kepada kita bahwa keberanian, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih adalah inti dari jatidiri seorang prajurit TNI.

“Nilai-nilai ini menjadi landasan TNI AD untuk tidak hanya merayakan sejarah perjuangan, tetapi juga meneguhkan komitmen melindungi dan melayani rakyat dalam setiap langkah pengabdian,” jelasnya.

Letkol Apiid menjelaskan, hari juang intinya mengingatkan bahwa TNI AD selalu bersama rakyat, karena TNI AD besar dan lahir dari rakyat dan selalu akan kembali untuk masyarakat terutama masyarakat Ciamis.

Ia juga berpesan kepada para prajurit TNI AD mengingat bagaimana pesan dari Panglima besar Jendral Sudirman dulu masa-masa perjuangan di mana mewujudkan tujuannya adalah merdeka, tapi masa sekarang adalah membangun, namun kadang-kadang kita diseret dalam suasana yang lain.

Letkol Afiid juga mengingatkan pentingnya pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang tetap relevan hingga kini. Jenderal Soedirman mengingatkan kita semua, robek-robek lah dadaku, potong-potonglah jasadku, tetapi semangat merah putih dalam dadaku tidak akan pernah hilang.

“Pesan ini menjadi pengingat bagi setiap prajurit untuk tetap teguh memegang nilai-nilai perjuangan dan tidak terkontaminasi oleh kepentingan kelompok tertentu,” tegasnya.

BACA JUGA: Atlet NPCI Ciamis Raih Lima Mendali di Ajang Piala Gubernur Jabar

Ia juga menegaskan semangat yang diajarkan Jenderal Soedirman bukan hanya soal kemerdekaan, tetapi juga tentang tanggung jawab membangun bangsa di masa damai.

“Kalau dulu perjuangan TNI adalah untuk merdeka, sekarang tugas kita adalah membangun. TNI AD harus menjadi pilar yang menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan nasional, khususnya di Kabupaten Ciamis,” ungkapnya.

Kodim 0613/Ciamis juga melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya, karya bakti untuk membantu masyarakat, donor darah, pengobatan massal, pembuatan akte kelahiran yang bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Ciamis juga pelaksanaan bazzar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Alun-alun Ciamis.

Upacara Hari Juang TNI AD ke-79 juga dihadiri oleh Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya, S.E., M.M. Pj. Walikota Banjar, Dr. H. Soni Harison AP., S.Sos., M.Si,. Kapolres Banjar, AKBP Danny Yulianto, S.I.K.,M.H.. Kapolres Ciamis diwakili Wakapolres, Kompol M. Rustandi, S.IK,. Kajari Ciamis diwakili Jaksa Fungsional, H. Asep Dahwan Sumiadi, S.H,. Kajari Banjar diwakili Kasubsi IntelijenNafatoni Setya Mohammad Batistuta, S.H,. Kasdim, Mayor Inf. Nirca Zahrudin. Ketua PA Kelas IIB Ciamis, Dr. H. Arif Muksinin, S.H., M.H. juga jajaran Perwira, Bintara, Tamtama, PNS TNI AD, serta Tokoh Masyarakat Kabupaten Ciamis. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Hanafi: “Warga Kota Tasikmalaya Jangan Ragu Kalau Perlu Informasi Publik”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. “Warga Kota Tasikmalaya tidak perlu ragu jika membutuhkan informasi publik.” Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Komisi & Informasi (Kominfo) Kota Tasikmalaya, Hanafi, kepada Lintas Priangan. Menurut Hanafi, warga yang membutuhkan informasi publik bisa langsung datang ke PPID Utama yang ada di Dinas Kominfo, atau ke PPID Pelaksana yang ada di setiap perangkat daerah. PPID merupakan kependekan dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi.

Dalam wawancara tertulis dengan Lintas Priangan, Hanafi juga mengemukakan beberapa hal yang berkaitan dengan informasi publik di Kota Tasikmalaya sepanjang tahun 2024. Salah satunya misal tentang jumlah permohonan informasi publik, yang ternyata mengalami kenaikan.

“Sampai tanggal 12 Desember 2024, jumlah permohonan informasi publik yang masuk melalui PPID Utama sebanyak 25 permohonan. Kalau dibandingkan tahun 2023, jumlah permohonan informasi publik mengalami kenaikan,” jelas Hanafi.

Adapun jumlah permohonan informasi publik pada tahun 2023 adalah sebanyak 21 permohonan. Artinya, ada kenaikan sekitar 16% dibanding tahun 2024.

Masih menurut Hanafi, semua permohonan informasi publik di tahun 2024 tidak ada yang sampai ke tahap mediasi, apalagi sidang ajudikasi. Mengenai informasi publik apa yang paling banyak diminta pemohon, menurut Hanafi, informasi yang berkaitan dengan UMKM adalah informasi yang paling banyak diminta. Pihak pemohon informasi tersebut umumnya mahasiswa. Mereka membutuhkan informasi tersebut sebagai bahan penelitian tugas akhir.

Sementara itu, menurut aktivis dari Albadar Institute, Diki Sam Ani, tidak adanya permohonan informasi publik yang sampai ke tahap mediasi dan ajudikasi tidak serta merta berarti urusan informasi publik di Kota Tasikmalaya baik-baik saja. Karena masih ada kemungkinan lain, selain terpenuhinya kebutuhan informasi publik. Meski demikian, Diki mengapresiasi kinerja Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya.

“Saya kira setidaknya kalau dalam konteks kebutuhan masyarakat Kota Tasikmalaya terhadap informasi publik, kinerja Dinas Kominfo patut diapresiasi. Namun tentang tidak adanya permohonan yang sampai di tahap mediasi dan ajudikasi, belum tentu juga berarti permohonan informasi publiknya terpenuhi. Apalagi jika data tersebut hanya data yang berasal dari PPID Utama, belum digabung dengan data yang masuk dari PPID Pelaksana,” papar Diki.

Menurut Diki, alur permohonan informasi publik itu cukup panjang. Butuh waktu yang cukup lama ketika PPID-nya tidak merespon. Karena proses yang lama inilah, terkadang ada pemohon informasi publik yang malas untuk melanjutkan proses, apalagi harus masuk ke tahap mediasi atau sidang ajudikasi yang seringkali digelar di Bandung.

“Waktu yang dibutuhkan cukup lama, bisa lebih dari satu bulan. Pernah ada aktivis juga mengaku keburu malas, apalagi harus mengikuti mediasi dan sidang di Bandung. Tapi seharusnya jangan begitu, aktivisnya “jangan elehan”, mumpung Dinas Kominfo-nya siap membuka diri,” tegas Diki.

Atlet NPCI Ciamis Raih Lima Mendali di Ajang Piala Gubernur Jabar

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Ciamis berhasil membawa pulang lima mendali di ajang olahraga disabilitas pelajar Piala Gubernur Jawa Barat tahun 2024.

Ajang yang diikuti oleh 24 kabupaten/kota dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat tersebut dilaksanakan di Sarana Olahraga (SOR) Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, dari tanggal 09 sampai 12 Desember 2024.

Kelima mendali yang diraih para atlet NPCI Kabupaten Ciamis terdiri dari 2 medali emas, 2 medali perak dan 1 medali perunggu, dari 3 Cabang Olahraga (Cabor) yaitu Para Atletik, Para Tenis Meja dan Para Swim/ Renang.

Adapun atlet yang berhasil meraih mendali emas adalah Indra Lutfiana siswa MAN 4 Ciamis Nomor Tolak Peluru Klasifikasi F-40 dan Gilang Ramadan siswa SMA Arrisalah Cijeungjing Juara 1 Lari 100 meter Klasifikasi F-44. Medali Perak diraih Muhammad Fadhil dari SLB Budi Bhakti Kawali di Klasifikasi T-20 dan Aura Darasyava SMAN 1 Ciamis Nomor Tolak Peluru Klasifikasi F-40-41. Sedangkan Mendali Perunggu diraih Devi Ersa Fauzia dari SLB Negeri Ciamis Nomor Gaya Dada 50 meter

Ketua NPCI Kabupaten Ciamis, Oman Heryadi sangat mengapresiasi perjuangan atletnya dalam setiap pertandingan. Ia pun mengucap syukur atas raihan mendali tersebut.

“Alhamdulillah pencapaian yg luar biasa,karena dari event sebelumnya peraihan medali meningkat. Dari 8 atlet pelajar disabilitas kita menyumbangkan total 5 medali,” jelasnya, Jumat (13/12/2024).

Menurutnya, para atlet NPCI tersebut menjadi salah satu bagian dari proses regenerasi atlet masa depan binaan NPCI Kabupaten Ciamis. Oman juga mengucapkan selamat buat para atlet yang sudah berjuang dalam meraih prestasi dan mengharumkan Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA: Akhir Tahun 2024, Pemkab Ciamis Raih Penghargaan Raksa Prasada Gubernur Jabar

“Semoga kedepan kita bisa lebih berprestasi lagi. Untuk langkah selanjutnya kita akan selalu berkordinasi dengan pihak terkait,” ucapnya.

Oman juga mengatakan sejak awal pelepasan kontingen NPCI Kabupaten Ciamis, di halaman Kantor Disbudpora, selama event berlangsung sampai pulang kembali di kantor Disbudpora semua berjalan lancar.

Pihaknya pun mengucapkan terimakasih kepada Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis dan jajarannya yang telah mensuport juga mendampingi kontingen NPCI Kabupaten Ciamis selama event berlangsung.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Prestasi yang diraih ini tidak lepas dari do’a masyarakat Tatar Galuh Ciamis. Terima kasih atas doa, support dan dukungan semuanya,” ungkapnya.

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Ciamis dalam ajang Piala Gubernur Disabilitas Jawa Barat 2024.

BACA JUGA: Siapkan Kafilah MTQH tingkat Jabar 2025, LPTQ Ciamis Gelar Rakor dan Pembinaan

Salah seorang atlet NPCI Kabupaten Ciamis peraih mendali emas dalam cabor atletik di nomor tolak peluru, Indra Lutfiana merasa bahagia bisa berprestasi di ajang olahraga disabilitas pelajar Piala Gubernur Jabar 2024.

Menurutnya, ajang tersebut menjadi momen istimewa, Ia merasa senang dan bahagia, apalagi ketika masuk stadion, bertanding sampai berhasil meraih mendali emas.

“Ini momen istimewa bagi saya karena bisa ikut di event tingkat Jabar. Prestasi ini membuktikan kalau keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih mimpi,” ujarnya.

Meski telah meraih medali emas dalam event tersebut, namun Ia tidak berpuas diri. Indra bertekad untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya agar bisa menjadi atlet profesional.

“Harapan terbesar saya adalah ingin mengharumkan nama Kabupaten Ciamis baik di event nasional maupun internasional,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Sempat Berhenti Sekolah dan Jualan Cilok, Ini Kata Kakeknya Nindi

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Kehidupan Nindi (11) siswi Kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, memang tidak seberuntung seperti teman-temannya. Ia sempat berhenti sekolah demi membantu ekonomi keluarga kakeknya dengan berjualan cilok keliling.

Wahid (66) merupakan kakeknya Nindi mengatakan, cucunya itu sudah dua kali masuk di SDN 4 Bojongmengger ini, namun ibu tirinya membawanya ke Kota Banjar untuk dimasukan ke pesantren, sehingga Ia harus berhenti sekolah.

“Setelah beberapa bulan di Banjar, akhirnya Nindi kembali kesini dan tidak mau masuk sekolah lagi karena malu,” kata Wahid, Jumat (13/12/2024) usai cucunya menerima bantuan paket sembako di SDN 4 Bojongmengger.

Menurut pengakuan Wahid, ia selalu menyuruh cucunya itu untuk masuk sekolah lagi namun tetap tidak mau sekolah dan Ia juga tidak mengetahui kalau cucunya itu suka jualan cilok.

“Saya mendengar dari tetangga kalau Nindi suka jualan. Akhirnya ia bilang sendiri ke saya suka jualan cilok keliling kampung. Saya juga tidak pernah tahu uang hasil penjualan cilok keliling berapa,” akunya.

Wahid juga mengatakan, sekarang Nindi mau sekolah lagi, setelah dibujuk kepala sekolah, untuk itu Ia mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah.

“Alhamdulillah cucu saya sudah mau sekolah lagi. Ya baru seminggu ini. Terimakasih pa kepala sekolah,” ungkapnya.

Ketika ditanya adanya dugaan kalau Nindi jualan atas dasar tekanan dari pihak keluarga, Wahid mengatakan hal itu salah.

“Uang yang dia dapat habis untuk mencukupi kebutuhannya sendiri buat jajan. Saya dan istri tidak meminta,” ucapnya.

Kepala SDN 4 Bojongmengger, Rayu mengungkapkan, anak tersebut baru masuk sekolah lagi pada hari Senin (09/12/2024). Nindi memang sudah tidak bersekolah, sejak beberapa bulan lalu karena dibawa ibu tirinya ke Kota Banjar dan akan dimasukan ke pasantren

“Atas dasar itu pihak sekolah tidak bisa mempertahankan Nindi untuk tetap sekolah disini,” ujarnya.

Menurutnya, namun beberapa bulan kemudian pihak sekolah mendapatkan kabar dari masyarakat kalau Nindi tidak masuk pesantren, tapi sering dilihat sedang berjualan cilok berkeliling kampung.

BACA JUGA: Dinsos Ciamis Berikan Bantuan Untuk Nindi, Murid SD Yang Sempat Berhenti Sekolah

“Berdasarkan informasi itu, saya bersama para guru dan wali kelasnya langsung mencari kebenaran informasi tersebut. Memang benar ketika kami kelapangan Nindi sedang berjualan cilok,” ungkapnya.

Rayu juga mengaku mendapat laporan dari masyarakat kalau Nindi berjualan cilok untuk membantu menutupi kebutuhan hidup keluarga kakek dan nenek tirinya dan memberikan uang jajan untuk adiknya.

“Alhamdulillah setelah kami bujuk akhirnya Nindi mau bersekolah lagi sambil berjualan disekolah,” pungkasnya. (Engkus/Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Dinsos Ciamis Berikan Bantuan Untuk Nindi, Murid SD Yang Sempat Berhenti Sekolah

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ciamis memberikan bantuan kepada Nindi (11) murid kelas 3 SDN Bojong Mengger 4 Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis yang sempat berhenti sekolah.

Bantuan yang tersebut berupa dua paket sembako itu diserahkan langsung oleh Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Ciamis, Dra. Hj Nonok Nurlina kepada Nindi didampingi Kakeknya, Kepala Sekolah, Rayu dan Ketua Gerakan Peduli Pendidikan Bangsa (GPPB) Ciamis, Taofik Budiman, Jumat (13/12/2024) di SDN Bojongmengger 4 Cijeungjing.

Seperti diketahui, Nindi terpaksa harus berhenti sekolah dikarenakan adiknya masuk sekolah. Demi menutupi kebutuhan adiknya itu, Ia lebih memilih berjualan cilok berkeliling daripada mengikuti pembelajaran di sekolah.

Mewakili Kepala Dinsos Ciamis, Eka Permana Oktaviana, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinsos Ciamis, Dra. Hj Nonok Nurlina merasa prihatin atas apa yang terjadi pada Nindi. Ia mengetahui kondisi anak tersebut dari pemberitaan di media online.

“Sebelumnya saya tidak tahu ada anak sekolah yang memutuskan berhenti belajar dan berjualan cilok keliling. Alhamdulillah sekarang anak ini sudah sekolah kembali,” katanya.

Dikatakan Nonok, pihaknya akan mengurus Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) setelah administrasi kependudukannya selesai dibuat. Terkait kependudukan saat ini sedang diurus pihak Desa Kertabumi.

Menurutnya, untuk langkah awal pihaknya akan membenarkan dulu terkait kartu keluarga (KK) dan identitas kependudukannya, karena itu sebagai dasar untuk diajukan masuk DTKS melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) karena anak ini harus tercover Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk bantuan pendidikannya.

“Insyaallah mudah-mudahan kita coba bantu apabila identitas kependudukannya sudah ada tercetak yang baru. Anak ini bisa masuk ke KK kakeknya, apabila melihat runtut ke belakang kan KK ibu bapaknya tidak ada, tapi anak ini bisa juga menjadi keluarga lain,” ungkapnya.

BACA JUGA: Miris Siswi SDN 4 Bojongmengger Terancam Putus Sekolah

Bersama Disdukcapil Ia akan menyelesaikan terkait kependudukan, setelah selesai pihaknya akan bekerjasama dengan pihak desa agar didaftarkan DTKS melalui aplikasi SIKS-NG.

“Apabila DTKS nya sudah, untuk bisa mengcover bantuan yang lainnya, seperti bantuan untuk anak sekolah ada di Program Keluarga Harapan (PKH) tapi apakah bisa memungkinkan atau tidak,” jelasnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan bagian pelayanan mengakseskan dengan pendamping PKH apakah masuk atau tidak, ada dua kategori bantuan yaitu lansia dan anak sekolah.

Menurutnya, Dinas Sosial akan mencoba mengakseskan berbagai sumber untuk bantuannya, kedepannya akan mengajukan juga ke Kementrian Sosial (Kemensos) agar mendapatkan bantuan nutrisi dan perlengkapan sekolahnya.

“Untuk tahun ini kita akan coba mendaftarkan anak ini untuk menerima perlengkapan sekolah dan nutrisinya,” ujarnya.

Nonok berharap, Nindi bisa terus sekolah dan hidup mandiri, walaupun hidup dengan kakek tidak terlalu bergantung dengan kakeknya, menjadi anak yang solehah bisa menggapai cita cita yang diimpikan.

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah juga para guru yang sudah merangkul kembali anak ini sehingga bisa sekolah lagi.

Kepala SDN Bojong Mengger 4, Rayu sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Dinsos Kabupaten Ciamis yang telah memberikan bantuan kepada muridnya.

“Terima kasih, semoga bantuan ini dapat membantu pihak keluarga Nindi,” ucapnya.

Sementara itu Kakek Nindi, Wahid (66) warga Dusun Cisihung Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Dinas Sosial kepada cucunya.

“Terima kasih bantuan ini sangat berarti untuk kami,” ungkapnya.

Sebelumnya Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Eli Mulyaningsih juga telah datang dan memberikan bantuan berupa tabungan. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Melalui Digitalisasi, Layanan Pemerintah Lebih Cepat dan Transparan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Melalui digitalisasi, layanan pemerintah menjadi lebih cepat, murah, dan transparan. Masyarakat juga diajak untuk percaya kalau pajak yang dibayarkan dikelola dengan baik untuk kepentingan bersama.

Hal itu dikatakan Pj Bupati Ciamis, Budi Waluya ketika menghadiri ketika menghadiri acara penyerahan hadiah bagi pemenang undian program Galuh Go Digital di Halaman Kantor Badan Pendapatan Daerah Ciamis (Bapenda), Kamis (12/12/2024)

Digelarnya kegiatan tersebut, menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dalam mempercepat digitalisasi daerah melalui berbagai inisiatif strategis. Adapun tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mendukung transformasi digital.

Salah satu langkah nyata adalah kegiatan pemberian penghargaan kepada wajib pajak yang telah memanfaatkan transaksi elektronik dalam pembayaran pajak dan retribusi daerah. Penyerahan hadiah ini merupakan tindak lanjut dari pengundian yang telah dilaksanakan pada hari Senin (09/12/2024).

Dalam kesempatan itu Budi Waluya juga menekankan pentingnya digitalisasi untuk mendorong efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pemerintahan, sehingga program ini dapat terus memotivasi masyarakat untuk mendukung transformasi digital di Kabupaten Ciamis.

“Melalui digitalisasi, layanan pemerintah menjadi lebih cepat, murah, dan transparan. Masyarakat juga diajak untuk percaya bahwa pajak yang dibayarkan dikelola dengan baik untuk kepentingan bersama,” katanya.

Dijelaskannya, program Galuh Go Digital merupakan upaya inovatif pemerintah Kabupaten Ciamis untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembayaran pajak secara non-tunai.

“Program ini tidak hanya mendorong reformasi birokrasi, tetapi juga berkontribusi pada pencegahan korupsi dengan mengurangi penggunaan uang tunai dalam transaksi,” jelasnya.

Budi Waluya juga mengatakan, Pemkab Ciamis berhasil meraih penghargaan sebagai terbaik kedua dalam percepatan dan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD) untuk wilayah Jawa dan Bali pada tahun 2024.

“Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi dan sinergi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat Tatar Galuh Ciamis,” ujarnya.

Ia berharap agar pada tahun 2025 seluruh perangkat daerah di Kabupaten Ciamis dapat sepenuhnya memanfaatkan teknologi digital dalam transaksi keuangan.

“Hal ini mencakup penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang dinilai mampu meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA: Siapkan Kafilah MTQH tingkat Jabar 2025, LPTQ Ciamis Gelar Rakor dan Pembinaan

Pembayaran pajak secara digital dapat dilakukan melalui QRIS, virtual account, dan kanal pembayaran lainnya. Pembayaran pajak digital ini telah meningkatkan efisiensi layanan pemerintah sekaligus membangun kepercayaan masyarakat. Adapun hadiah yang diberikan Pemkab Ciamis kepada para wajib pajak, diantaranya ponsel pintar dan tablet.

Salah seorang wajib pajak kategori pajak PBB-P2 Masyarakat/WP yang menerima hadiah ponsel pintar, Enoh Hasanah warga Dusun Cidewa RT.003 RW.14 Desa Dewasari Kecamatan Cijeungjing mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Ciamis khususnya Bapenda Ciamis atas hadiah yang diberikan.

“Awalnya saya diberitahu oleh pemerintah setempat dengan diberikan surat undangan bahwa saya mendapatkan hadiah karena membayar pajak secara online,” ucapnya.

Ia juga mengajak kepada masyarakat Kabupaten Ciamis untuk tepat waktu dalam membayar pajak dan melakukan pembayaran secara Digital.

“Bayar pajak secara digital sangat mudah dan kita juga bisa mendapat hadiah, terima kasih Bapenda,” pungkasnya, (Nank Irawan/lintaspriangan.com)

Siapkan Kafilah MTQH tingkat Jabar 2025, LPTQ Ciamis Gelar Rakor dan Pembinaan

0

lintaspriangan.com. BERITA CIAMIS. Dalam rangka mempersiapkan kafilah untuk Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadits (MTQH) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) tingkat Kabupaten Ciamis sekaligus Pembukaan Pembinaan Calon Peserta MTQH.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Kamis (12/12/2024) yang dibuka Pj Bupati Ciamis, Budi Waluyo S.E., M.M., dan dihadiri oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, yang juga sebagai Ketua LPTQ Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi dan Kepala kementrian Agama Kabupaten Ciamis, Asep Lukman Hakim.

Dalam kesempatan itu Budi Waluya mengatakan, LPTQ sebagai wadah pembinaan, peningkatan dan pengembangan Tilawatil Quran, tidak hanya berperan untuk melaksanakan festivalisasi, tetapi lebih jauh bagaimana meningkatkan minat membaca Al-Quran bagi masyarakat Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, pembinaan senantiasa diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat dalam mempelajari dan memahami Al Quran, yang merupakan pedoman bagi umat Islam.

“Eksistensi LPTQ dalam melakukan pembinaan, peningkatan dan pengembangan Tilawatil Quran di Kabupaten Ciamis dapat kita rasakan,” katanya.

Dijelaskannya, pengabdian dan niat tulus pengurus LPTQ dalam mengembangkan, meningkatkan Tilawatil Quran di Kabupaten Ciamis harus diapresiasi. Hal ini menjadi komitmen, tanggungjawab untuk menjaga serta melestarikan ajaran Al-Quran dan Hadits.

“Untuk mendapatkan hasil maksimal dari para calon kafilah Kabupaten Ciamis menuju MTQH Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang, pembinaan harus dilakukan secara kontinuitas,” jelasnya

Budi juga menjelaskan, belajar merupakan kunci kesuksesan dalam meraih prestasi dan cita-cita. Untuk itu Ia berharap agar para peserta dapat mengikuti pembinaan ini dengan sungguh-sungguh, sabar, tekun, konsentrasi dan menjaga kesehatan.

“Hasil pembinaan ini diharapkan dapat melahirkan peserta yang berkesinambungan, melahirkan regenerasi berikutnya dan siap mengikuti musabaqoh disetiap gelaran MTQ,” ungkapnya.

Budi Waluya juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus LPTQ Kabupaten Ciamis yang telah berupaya untuk mensukseskan pengembangan Tilawatil Quran di Tatar Galuh Ciamis.

Ketua LPTQ Kabupaten Ciamis, Dr. H Andang Firman Triyadi mengatakan, digelarnya rakor ini selain ajang silaturrahim antar pengurus juga untuk memaksimalkan program. Rakor inipun menjadi bagian dari konsolidasi serta evaluasi perjalanan LPTQ Kabupaten Ciamis selama ini.

“Rakor ini juga dilaksanakan untuk merekonstruksi pembinaan dan manajemen pengelolaan LPTQ agar kedepannya menjadi lebih baik,” katanya.

Dijelaskan Andang, selain rakor pengurus LPTQ Kabupaten Ciamis bersama para Ketua LPTQ kecamatan, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada calon peserta MTQH Kabupaten Ciamis yang nantinya akan mengikuti MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 mendatang.

BACA JUGA: Dusun Desa Bangunharja Raih Proklim Utama Nasional

Kegiatan tersebut dikuti 94 orang, terdiri dari 13 orang peserta pembinaan, 7 orang pembina dan 54 orang pengurus LPTQ Kabupaten beserta 27 orang Ketua LPTQ kecamatan se-Kabupaten Ciamis.

“Untuk kegiatan pembinaan, akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Quran Cijantung. Pembinaan calon peserta MTQH ini meliputi cabang Tartil, Tilawah, MHQ dan Hadits,” jelasnya.

Pada gelaran MTQH tahun lalu, Kabupaten Ciamis berhasil meraih prestasi. Ia berharap, di ajang MTQH tahun 2025 nanti Kabupaten Ciamis bisa berprestasi lebih baik lagi.

“Semoga pada MTQH tahun 2025 nanti Kabupaten Ciamis dapat berprestasi lebih baik. Target kita yaitu 2 mendali emas,” pungkasnya. (Nank Irawan/lintaspriangan.com)