Inggris vs Kroasia: Meski Inggris Favorit, Kroasia Tetap Berbahaya

lintaspriangan.com, BERITA OLAHRAGA.   Inggris vs Kroasia menjadi salah satu laga paling panas di babak pertama Piala Dunia 2026. Duel Grup L ini bukan hanya mempertemukan dua wakil Eropa, tetapi juga mempertemukan dua wajah berbeda: Inggris dengan data yang sangat rapi, Kroasia dengan pengalaman besar yang tidak bisa diremehkan.

Pertandingan Inggris vs Kroasia dijadwalkan berlangsung di Stadion AT&T, Arlington, Amerika Serikat. Untuk penonton Indonesia, laga ini digelar Kamis, 18 Juni 2026 pukul 03.00 WIB. Di atas kertas, Inggris lebih pantas disebut favorit. Namun, jika membaca data lebih dalam, Kroasia bukan lawan yang cukup dilihat dari ranking semata.

Inggris datang dengan status peringkat 4 FIFA. Kroasia berada di ranking 11. Jarak itu memang menempatkan Inggris satu tingkat lebih meyakinkan, tetapi Kroasia masih berada dalam kelompok elite sepakbola dunia. Ini bukan laga antara raksasa dan pelengkap grup. Ini duel sesama tim papan atas, hanya saja salah satunya datang dengan sorotan lebih besar.

Di Grup L, Inggris dan Kroasia bersaing bersama Ghana dan Panama. Karena itu, laga pertama ini bisa menjadi pintu penting untuk menguasai arah grup. Kemenangan akan memberi modal besar. Kekalahan bisa langsung menghadirkan tekanan. Seri pun belum tentu buruk, tetapi bagi Inggris, hasil imbang jelas bukan pembuka yang mereka inginkan.

Data Inggris Sangat Kuat

Secara statistik, Inggris memang terlihat lebih siap. Dalam 10 laga terakhir, Inggris mencatat 8 kemenangan, 1 imbang, dan hanya 1 kali kalah. Lebih tajam lagi, mereka mencetak 24 gol dan hanya kebobolan 2 gol.

Angka itu menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama, Inggris punya serangan yang stabil. Kedua, pertahanan mereka sangat sulit ditembus. Rata-rata kebobolan 0,2 gol per laga adalah sinyal bahwa Inggris tidak hanya kuat saat menguasai bola, tetapi juga disiplin ketika kehilangan bola.

Data 6 laga terakhir juga menguatkan posisi Inggris. Mereka mencatat rata-rata penguasaan bola 69 persen, jauh di atas Kroasia yang berada di angka 53 persen. Inggris juga lebih dominan dalam tembakan, dengan rata-rata 14,5 tembakan per laga dibanding Kroasia yang berada di 12 tembakan.

Dari sisi operan, Inggris juga lebih tinggi. Mereka mencatat rata-rata 425,5 operan per laga, sementara Kroasia 382,3. Artinya, Inggris punya kecenderungan mengontrol pertandingan lebih lama, membangun serangan lebih sabar, dan menekan lawan lewat dominasi ruang.

Namun, dominasi tidak selalu berarti aman. Dalam sepakbola, menguasai bola tanpa menyelesaikan peluang bisa berubah menjadi pintu masuk bagi lawan. Kroasia paham betul cara hidup dalam situasi seperti itu.

Kroasia Tetap Beracun

Kroasia memang tidak sekuat Inggris dalam aspek pertahanan. Dalam 10 laga terakhir, Kroasia meraih 7 kemenangan, 1 imbang, dan 2 kekalahan. Mereka mencetak 19 gol, tetapi kebobolan 10 gol.

Dibanding Inggris, pertahanan Kroasia jauh lebih terbuka. Akan tetapi, produktivitas gol mereka tetap hidup. Rata-rata hampir 2 gol per laga menunjukkan bahwa Kroasia masih punya daya pukul. Mereka bukan tim yang hanya menunggu diserang, lalu berharap keajaiban turun dari tribun.

Dalam data 6 laga terakhir, Kroasia bahkan unggul tipis dari Inggris dalam rata-rata gol: 1,8 berbanding 1,5. Ini menjadi catatan penting. Inggris lebih rapi, tetapi Kroasia punya cukup kekuatan untuk mencetak gol jika diberi ruang.

Bahaya Kroasia juga datang dari pengalaman. Tim ini punya memori besar saat menyingkirkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018. Memang skuad sudah berubah, usia beberapa pemain kunci juga tidak lagi muda, tetapi karakter turnamen Kroasia tetap sama: sabar, tenang, dan sulit panik.

Inggris boleh datang dengan nama besar seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, dan Bukayo Saka. Namun Kroasia masih punya sosok seperti Luka Modric yang mampu mengatur tempo, memperlambat permainan ketika perlu, lalu mempercepat umpan pada momen yang tidak diduga.

Bagi Inggris, ancaman Kroasia bukan hanya pada serangan terbuka. Kroasia bisa berbahaya lewat transisi, bola mati, serta kemampuan menjaga tempo agar pertandingan tidak sepenuhnya berjalan sesuai irama Inggris.

Kondisi Inggris juga tidak sepenuhnya mulus. Tino Livramento dipastikan tidak bermain karena cedera. Absennya pemain di sektor pertahanan ini memang tidak otomatis membuat Inggris rapuh, tetapi tetap mengurangi opsi rotasi. Sementara itu, kondisi Bukayo Saka juga menjadi perhatian karena sebelumnya berkaitan dengan masalah kebugaran.

Wasit Clement Turpin dari Prancis akan memimpin laga ini. Dengan karakter kedua tim yang sama-sama terbiasa bermain di level tinggi, pertandingan berpeluang berjalan taktis. Data kartu juga tidak mengarah pada laga keras berlebihan. Ini lebih mungkin menjadi duel kecerdasan, bukan sekadar adu benturan.

Di sinilah letak menariknya Inggris vs Kroasia. Inggris unggul dalam banyak angka. Ranking lebih tinggi, tren kemenangan lebih kuat, pertahanan lebih rapat, penguasaan bola lebih dominan, dan jumlah kebobolan jauh lebih kecil. Tetapi Kroasia tetap punya cukup alasan untuk membuat pertandingan menjadi rumit.

Jika Inggris mampu mencetak gol lebih dulu, laga bisa condong ke arah mereka. Dominasi bola akan membuat Kroasia terpaksa keluar lebih jauh. Namun jika Kroasia mampu menahan tekanan awal, pertandingan bisa menjadi semakin ketat. Inggris bisa dibuat frustrasi, sementara Kroasia menunggu satu celah untuk menghukum.

Karena itu, menyebut Inggris favorit memang wajar. Data mendukung kesimpulan tersebut. Namun menyebut Kroasia tidak berbahaya justru keliru. Kroasia adalah tipe lawan yang tidak selalu tampak menakutkan di menit awal, tetapi bisa tiba-tiba membuat pertandingan berubah hanya dari satu momen kecil.

Inggris vs Kroasia bukan laga yang pantas dibaca secara dangkal. Ini bukan hanya soal ranking 4 melawan ranking 11. Ini adalah ujian pertama Inggris untuk membuktikan bahwa status favorit benar-benar bisa diterjemahkan menjadi kemenangan. Pada saat yang sama, ini juga kesempatan Kroasia menunjukkan bahwa pengalaman besar masih bisa membuat data unggulan berkeringat dingin.

Berdasarkan data, Inggris memang lebih layak diunggulkan. Tetapi sepakbola tidak selalu tunduk pada tabel. Kadang, satu kesalahan kecil cukup untuk mengubah laga yang terlihat aman menjadi malam yang panjang. Dan melawan Kroasia, Inggris tentu tidak ingin belajar hal itu dengan cara yang pahit.

Kata kunci utama:

Slug SEO:

Supermeta:

Kata kunci penguat:

Tags: Inggris vs Kroasia, Piala Dunia 2026, Grup L Piala Dunia 2026, Timnas Inggris, Timnas Kroasia, Luka Modric, Harry Kane,

PRIANGAN TIMUR

Nyaneut Garut: Teh Hangat yang Merekatkan Orang Sunda

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Festival Nyaneut akan kembali menghangatkan Lapang Situgede,...

Saat PLN dalam Pusaran Indikasi Korupsi, UP3 Tasikmalaya Pilih Bungkam

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat sejumlah temuan pemeriksaan menyeret nama PLN Jawa...

Sedang Mengarit Padi, Petani Meninggal di Pamarican Ditemukan Sudah Tergeletak

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Aktivitas mengarit padi yang sudah terbiasa...

Begal Bojonggambir? Polisi Pastikan Video Viral Itu Ternyata Kecelakaan Tunggal

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan di...

5 Bulan Tak Didengar Wali Kota, Pedagang Pasar Cikurubuk Akan Lakukan Ini

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pedagang Pasar Cikurubuk mulai kehilangan kesabaran. Surat...

JAWA BARAT

Angin Kencang Mengintai Ciayumajakuning Hari Ini, Waspada!

lintaspriangan.com, BERITA JABAR.  Angin kencang mengintai Ciayumajakuning pada Selasa, 28 Juli...

Kemensos Bantu Korban Kebakaran Ciptamulya, Bantuan Rp278 Juta Disalurkan untuk 420 Penyintas

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sehari setelah kebakaran meluluhlantakkan puluhan rumah...

SWAKKA Ajak Kesbang se-Jabar Kolaborasi 27 Jejak Heroik Jawa Barat

lintaspriangan.com, BERITA JABAR.  Sejarah perjuangan tidak semestinya mengendap sebagai arsip...

Bupati Sukabumi Tinjau Kebakaran Ciptamulya, Ini Langkah Cepat yang Disiapkan Pemerintah Daerah.

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Asap memang mulai menghilang dari Kampung...

Tergiur Sayembara KDM, Ojol di Bandung Salah Tangkap Begal

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. berhadiah hingga Rp50 juta diduga memicu sejumlah...

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi, 70 Rumah Rata dengan Tanah

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya terjadi di Desa Sirnaresmi, Kecamatan...

Videotron Maut Majalengka Sudah Goyang 32 Jam, Penanganan Lambat?

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Tragedi Videotron Maut Majalengka di Bundaran Cigasong...

Berani Lumpuhkan Begal? Dedi Mulyadi Siapkan Sayembara Begal Jabar Hadiah hingga Rp50 Juta

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan...

Olahraga

Popular Categories