lintaspriangan.com, BERITA BULU TANGKIS. Fajar/Fikri vs Liang/Wang menjadi pertandingan penentu bagi Indonesia pada semifinal China Open 2026 di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China, Sabtu (25/7/2026).
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa. Mereka akan menghadapi pasangan tuan rumah Liang Wei Keng/Wang Chang untuk memperebutkan tiket final turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Rangkaian pertandingan semifinal dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB. Berdasarkan susunan pertandingan, duel Fajar/Fikri vs Liang/Wang menempati urutan kedelapan dan diperkirakan berlangsung sekitar pukul 17.40 WIB.
Namun, waktu tersebut bukan jam mulai yang mutlak. Pertandingan dapat berlangsung lebih cepat atau mundur, bergantung pada durasi tujuh laga sebelumnya.
Jadwal Fajar/Fikri vs Liang/Wang
Berikut jadwal pertandingan yang perlu dicatat:
- Pertandingan: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri vs Liang Wei Keng/Wang Chang
- Babak: semifinal China Open 2026
- Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026
- Perkiraan waktu: pukul 17.40 WIB
- Tempat: Olympic Sports Center Gymnasium, Changzhou, China
- Siaran langsung: Vidio
- Final: Minggu, 26 Juli 2026
Semifinal ini membawa tekanan berlapis bagi Fajar/Fikri. Selain berstatus unggulan kedua, mereka datang ke Changzhou sebagai juara bertahan.
Fajar/Fikri menjuarai China Open 2025 setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor 21-15 dan 21-14 pada pertandingan final. Gelar tersebut menjadikan mereka pasangan nonunggulan pertama dalam satu dekade yang mampu menjadi juara ganda putra China Open. Reuters
Kini, jalan mempertahankan takhta kembali mempertemukan mereka dengan Liang/Wang—pasangan yang juga mereka singkirkan pada semifinal China Open tahun lalu.
Lima Kemenangan Beruntun Menjadi Modal
Fajar/Fikri memasuki semifinal dengan modal lima kemenangan beruntun. Rangkaian itu dimulai dari semifinal dan final Japan Open 2026, kemudian berlanjut dalam tiga pertandingan di China Open 2026.
Pada babak pertama di Changzhou, mereka mengalahkan Huang Di/Liu Yang melalui tiga gim, 21-15, 20-22, dan 21-9.
Langkah tersebut dilanjutkan dengan kemenangan 21-19 dan 21-11 atas pasangan Jepang Takumi Nomura/Yuichi Shimogami pada babak 16 besar. PBSI
Pada perempat final, Jumat (24/7/2026), Fajar/Fikri membungkam pasangan Korea Selatan Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju dengan skor 21-15 dan 21-13.
Fajar mengatakan skor yang terpaut jauh tidak menggambarkan mudahnya pertandingan. Pertahanan pasangan Korea beberapa kali menggagalkan serangan yang seharusnya menghasilkan angka.
Fajar juga menyoroti arah angin yang berbeda di setiap sisi lapangan. Kondisi tersebut berhasil mereka manfaatkan untuk membuat lawan tidak nyaman mengembangkan permainan. PBSI
Rekor Pertemuan Memihak Fajar/Fikri
Catatan pertandingan yang dihimpun AiScore hingga 24 Juli 2026 menempatkan Fajar/Fikri unggul 4-1 atas Liang/Wang. Namun, statistik itu tidak otomatis membuat semifinal menjadi ringan.
Liang/Wang merupakan unggulan keempat sekaligus bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Mereka mencapai semifinal setelah menyingkirkan Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard dengan skor 21-11 dan 22-20.
Pertemuan terbaru kedua pasangan terjadi pada semifinal Singapore Open 2026. Saat itu, Fajar/Fikri menang 23-21 dan 21-4. Keunggulan telak pada gim kedua menunjukkan kemampuan pasangan Indonesia mengambil alih momentum ketika sudah menemukan pola permainan. PBSI
Fikri menyadari tekanan kali ini akan berbeda.
“Melawan tuan rumah bukan hal yang mudah dan mereka pun pasangan yang sangat baik.”
Menurut Fikri, kedua pasangan sudah sering bertemu sehingga masing-masing memahami kekuatan, kelemahan, dan pola permainan lawan. Pemulihan kondisi menjadi pekerjaan utama menjelang pertandingan.
Satu Kemenangan dari Final
Indonesia semula menempatkan empat wakil di perempat final China Open 2026. Namun, Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, serta Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum harus terhenti.
Situasi tersebut menjadikan Fajar/Fikri satu-satunya harapan Merah Putih di Changzhou. Kemenangan akan membawa mereka kembali ke final dan membuka peluang mempertahankan gelar China Open.
Sebaliknya, kekalahan akan memastikan Indonesia tidak memiliki wakil pada pertandingan puncak.
Fajar/Fikri memang membawa rekor pertemuan yang lebih baik, status juara bertahan, dan momentum lima kemenangan beruntun. Namun, di hadapan Liang/Wang dan publik tuan rumah, semua modal itu harus dibuktikan kembali sejak kok pertama diterbangkan. (NS/AS)


