Selain Denda, Ternyata Operasi Zebra 2025 Juga Berlakukan Sanksi Kurungan

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Operasi Zebra 2025 yang mulai digelar serentak di seluruh Indonesia sejak 17 November lalu kini memasuki tahap pengawasan yang lebih ketat. Pada berita sebelumnya, fokus utama operasi ini adalah edukasi keselamatan, pencegahan kecelakaan dan peningkatan kedisiplinan berkendara. Polri menekankan bahwa pendekatan persuasif menjadi prioritas, sementara penindakan hukum ditempatkan sebagai langkah terakhir untuk pelanggaran fatal.

Namun di lapangan, banyak pengendara mulai bertanya-tanya: berapa sebenarnya tarif resmi denda selama Operasi Zebra 2025? Dan betulkah beberapa pelanggaran bisa berujung hukuman kurungan? Informasi terbaru yang dirilis menunjukkan bahwa daftar dendanya bukan hanya bervariasi, tetapi beberapa jenis pelanggaran juga memiliki ancaman pidana.

Untuk membantu masyarakat memahami risiko hukum yang berlaku, berikut rangkuman lengkap mengenai tarif denda dan jenis pelanggaran yang masuk dalam penindakan Operasi Zebra 2025.

- Advertisement -

Tarif Denda Resmi Operasi Zebra 2025

Polri menetapkan delapan jenis pelanggaran utama yang menjadi sasaran penertiban. Setiap pelanggaran memiliki besaran denda berbeda dan sebagian dilengkapi ancaman kurungan sesuai pasal dalam Undang-Undang Lalu Lintas.

  1. Tidak menggunakan sabuk keselamatan
    Denda Rp250.000 atau kurungan 2 bulan (Pasal 289).
    Pelanggaran ini tetap menjadi salah satu penyebab cedera parah saat kecelakaan, sehingga pengawasannya diperketat.
  2. Tidak menggunakan helm SNI
    Denda Rp250.000 atau kurungan 1 bulan (Pasal 291 Ayat 1).
    Helm nonstandar masih sering ditemui, padahal berpotensi membuat cedera kepala menjadi lebih fatal.
  3. Menerobos lampu lalu lintas
    Denda Rp500.000 atau kurungan 2 bulan (Pasal 287 Ayat 2).
    Ini termasuk pelanggaran yang paling sering memicu kecelakaan di persimpangan.
  4. Pelanggaran tata cara pemuatan barang
    Denda Rp500.000 atau kurungan 2 bulan (Pasal 307).
    Kendaraan yang membawa muatan berlebihan atau tidak sesuai aturan dinilai berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan.

Ada Ancaman Penjara bagi Pelanggaran Tertentu

Selain pelanggaran umum, Operasi Zebra 2025 juga menyoroti aktivitas berbahaya yang sering terjadi di jalan raya.

  1. Melanggar rambu atau marka jalan
    Denda Rp500.000 atau kurungan 2 bulan (Pasal 287 Ayat 1).
    Polri menilai pelanggaran ini sering terjadi karena pengendara kurang disiplin membaca kondisi jalan.
  2. Menggunakan ponsel saat berkendara
    Denda Rp750.000 atau kurungan 3 bulan (Pasal 283).
    Ini menjadi salah satu pelanggaran yang paling diawasi karena berhubungan langsung dengan konsentrasi pengendara.
  3. Balap liar
    Denda Rp250.000 atau kurungan 1 bulan (Pasal 285 Ayat 1).
    Selain mengganggu kenyamanan publik, balap liar sangat berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.
  4. Kendaraan tidak laik jalan
    Denda Rp250.000 atau kurungan 1 bulan (Pasal 285 Ayat 1).
    Kendaraan dengan rem bermasalah, lampu mati, atau knalpot tidak standar masuk dalam kategori ini.

Dengan rincian tersebut, Polri berharap Operasi Zebra 2025 bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momen besar bagi masyarakat untuk memperbaiki cara berkendara. Pengendara diimbau tidak sekadar menghindari denda, tetapi memahami bahwa aturan dibuat untuk mencegah luka, kerugian, dan kehilangan nyawa di jalan raya.

Selama operasi berlangsung hingga 30 November, peningkatan disiplin dan kepatuhan menjadi kunci terciptanya lalu lintas yang aman. Jika kesadaran itu tumbuh, Operasi Zebra bukan hanya operasi penertiban—tetapi investasi keselamatan bagi semua pengguna jalan. (GPS)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer