Kasus Bayi di RSHS, Sang Ibu Meradang Lihat Bayinya Digendong Orang

lintaspriangan.com,BERITA BANDUNG.  Kasus bayi di RSHS Bandung viral di media sosial setelah seorang ibu muda mengaku mengalami kejadian janggal saat bayinya dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin. Ia meradang setelah mendapati bayinya justru berada di gendongan orang lain.

Video yang diunggah akun TikTok bernama Nindy pada Kamis (09/04/2026) itu langsung menyedot perhatian publik. Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan terkait kasus bayi di RSHS ini ditonton ratusan ribu kali, mengumpulkan lebih dari 210 ribu like, 16 ribu komentar, dan dibagikan lebih dari 28 ribu kali.

Dalam penuturannya, ibu tersebut menjelaskan bahwa kasus bayi di RSHS bermula saat ia meninggalkan bayinya sejenak untuk makan. Bayi itu sebelumnya berada di ruang perawatan dan dalam pengawasan tenaga medis.

Namun, belum lama ia pergi, ia merasa tidak tenang dan memutuskan kembali ke ruangan. Saat itulah kejadian mengejutkan terjadi. Ia melihat bayinya sudah berada di gendongan perempuan lain yang juga memiliki bayi di ruang yang sama.

Sang ibu langsung panik. Ia kemudian memastikan dengan mengenali baju dan selimut yang digunakan bayi tersebut. Untuk memastikan, ia meminta melihat wajah bayi itu, dan benar saja, bayi tersebut adalah anaknya.

Melihat kondisi itu, ia langsung menegur perempuan yang menggendong bayinya. Situasi semakin janggal ketika perempuan tersebut tampak bingung dan tidak mengenali bayi yang ada dalam gendongannya.

Kejanggalan dalam kasus bayi di RSHS ini tidak berhenti di situ. Sang ibu juga menyoroti fakta bahwa gelang identitas bayi telah dilepas. Padahal, gelang tersebut merupakan bagian penting dalam sistem identifikasi bayi selama masa perawatan di rumah sakit.

Ketika ditanyakan kepada perawat RSHS yang berjaga, ia mengaku mendapat jawaban bahwa dirinya sempat dipanggil namun tidak ada di tempat, sehingga bayi diberikan kepada orang lain. Selain itu, disebutkan pula bahwa gelang dilepas karena alasan kesehatan, yakni untuk menghindari potensi penularan virus.

Penjelasan tersebut justru membuat sang ibu semakin tidak terima. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin bayi bisa diberikan kepada orang lain tanpa kehadirannya, terlebih dalam waktu yang sangat singkat.

Dalam video yang diunggah, ibu tersebut terlihat emosional dengan mata sembab. Ia mengaku telah menangis sebelum merekam video tersebut. Meski perawat disebut telah meminta maaf, ia tetap memutuskan untuk membagikan pengalaman kasus bayi di RSHS ini ke publik.

Menurutnya, langkah itu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan menjadi perhatian pihak terkait. Ia juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam, bahwa jika dirinya terlambat beberapa menit saja, bukan tidak mungkin ia akan kehilangan bayinya.

Kasus bayi di RSHS ini pun memicu gelombang reaksi dari netizen. Ribuan komentar membanjiri unggahan tersebut, sebagian besar mempertanyakan standar keamanan serta prosedur pengawasan bayi di rumah sakit.

Berita lainnya:

Viral! Bayi di RSHS Digendong Orang Lain, Untung Ibunya Keburu Datang

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak rumah sakit terkait kasus bayi di RSHS yang viral tersebut. Namun, besarnya perhatian publik diperkirakan akan mendorong adanya klarifikasi serta evaluasi terhadap sistem keamanan pasien, khususnya bayi.

Kasus bayi di RSHS menjadi pengingat penting bahwa pengawasan dan prosedur identifikasi bayi di fasilitas kesehatan harus dijalankan secara ketat. Kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada risiko besar yang tidak bisa dianggap sepele.

PRIANGAN TIMUR

Tiga Kali Gempa Pangandaran Hari Ini, Terkuat M4.4

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Aktivitas kegempaan tercatat beberapa kali terjadi di...

Wow! Rektor Universitas Termewah di Indonesia Cari Putra Daerah Tasikmalaya untuk Diberi Beasiswa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peluang besar segera menghampiri putra daerah Tasikmalaya....

Warga Purbaratu Kelola Air Bersih Secara Swadaya, 150 KK Tetap Nikmati Pasokan Saat Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat sejumlah wilayah mulai menghadapi ancaman...

Wakil Wali Kota Banjar Bantu Korban Kebakaran, Lansia di Neglasari Terima Bantuan Pascamusibah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Dua hari setelah rumahnya hangus dilalap...

Ini Alasan Kenapa Langit Papandayan Cocok untuk Festival Layang-Layang Dunia

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Langit Papandayan akan memasuki babak yang tidak...

JAWA BARAT

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Ribuan Buruh Bekasi Konvoi ke Kemendagri Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Ribuan buruh Bekasi dijadwalkan menggelar konvoi sepeda...

Mengenal Jagawana: Penjaga Sunyi di Tepi Hutan Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Setiap 31 Juli, dunia memperingati Hari Jagawana Sedunia...

Hari Persahabatan: Masih Relevankah Silih Asah, Asih, Asuh?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hari Persahabatan Internasional akan diperingati pada Kamis, 30...

Olahraga

Popular Categories