Mengenal Tradisi Nyepuh, Cara Warga Ciamis Menyambut Ramadhan

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Tradisi Nyepuh merupakan salah satu warisan budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Desa Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Upacara adat ini dilaksanakan secara turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan. Melalui tradisi ini, masyarakat berupaya mensucikan diri baik secara lahir maupun batin, serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sejarah Tradisi Nyepuh

Asal-usul Tradisi Nyepuh berkaitan erat dengan sosok Kiai Haji Panghulu Gusti, seorang tokoh penyebar agama Islam di Desa Ciomas. Beliau dikenal karena dedikasinya dalam menyebarkan ajaran Islam dan memberikan nasihat kepada masyarakat setempat. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, masyarakat Desa Ciomas rutin mengadakan upacara Nyepuh menjelang bulan Ramadhan. Upacara ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi generasi muda untuk selalu menghormati dan meneladani para leluhur mereka.

- Advertisement -

Tata Cara Pelaksanaan Nyepuh

Pelaksanaan Tradisi Nyepuh biasanya dilakukan pada pertengahan bulan Sya’ban, sekitar satu minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan. Rangkaian acara dimulai sehari sebelumnya dengan berbagai persiapan, seperti menghias kampung dengan ornamen Islami, menyalakan obor sebagai penerangan, dan mempersiapkan hidangan tradisional. Pada hari pelaksanaan, warga berkumpul di kediaman juru kunci makam Kiai Haji Panghulu Gusti, yaitu Ibu Siti Maryam. Acara dimulai dengan doa bersama dan tawasul yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Selanjutnya, warga berjalan menuju mata air Geger Emas untuk mengambil air yang dianggap suci. Air ini kemudian digunakan untuk membersihkan diri sebagai simbol penyucian lahir dan batin. Setelah itu, dilakukan ziarah ke makam Kiai Haji Panghulu Gusti untuk mendoakan arwah beliau. Acara ditutup dengan makan bersama, di mana hidangan utama yang disajikan adalah nasi kuning. Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antarwarga.

Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Nyepuh

Tradisi Nyepuh sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi oleh masyarakat Desa Ciomas. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Penghormatan kepada Leluhur: Melalui upacara ini, masyarakat menunjukkan rasa hormat dan terima kasih kepada Kiai Haji Panghulu Gusti atas jasa-jasanya dalam menyebarkan agama Islam di daerah tersebut.
  2. Penyucian Diri: Penggunaan air dari mata air Geger Emas sebagai media untuk membersihkan diri melambangkan pentingnya kesucian lahir dan batin sebelum memasuki bulan Ramadhan.
  3. Gotong Royong dan Kebersamaan: Persiapan dan pelaksanaan tradisi ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang kuat.
  4. Pelestarian Alam: Masyarakat Desa Ciomas sangat menjaga kelestarian hutan di sekitar makam Kiai Haji Panghulu Gusti. Ada kepercayaan bahwa menebang pohon di hutan tersebut tanpa izin dapat mendatangkan musibah, sehingga hutan tetap terjaga kelestariannya.
  5. Pendidikan Moral bagi Generasi Muda: Tradisi ini menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk menghormati orang tua dan leluhur, serta memahami pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai agama.

Dengan mempertahankan Tradisi Nyepuh, masyarakat Desa Ciomas tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat identitas komunitas dan nilai-nilai kebersamaan. Tradisi ini menjadi bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat berperan dalam membentuk karakter dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat. (Lintas Priangan)

PRIANGAN TIMUR

Siaga Bencana Ciamis, Polres Kerahkan 250 Personel Hadapi Musim Hujan

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Menghadapi potensi bencana alam selama...

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer