lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kabupaten Pangandaran menjadi lokasi kegiatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2026 di Jawa Barat. Berdasarkan agenda resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, rangkaian kegiatan World Tsunami Awareness Day 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–6 November 2026.
Salah satu agenda yang tercatat pada Kamis, 5 November hingga Jumat, 6 November 2026, berlokasi di panggung terbuka Pantai Barat Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran. Agenda tersebut tercantum dalam sistem informasi kegiatan BPBD Jabar dengan keterangan menghadiri undangan Hari Kesadaran Tsunami Dunia.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat pesisir, pelaku wisata, dan pemerintah daerah tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi tsunami. Namun, pencantuman agenda dalam sistem BPBD merupakan informasi rencana kegiatan, bukan konfirmasi bahwa seluruh rangkaian telah terlaksana.
Pangandaran Masuk Agenda Kegiatan BPBD Jabar
Data agenda BPBD Jabar mencatat kegiatan World Tsunami Awareness Day 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 4 November hingga Jumat, 6 November 2026, dengan lokasi Kabupaten Pangandaran.
Dalam daftar yang sama, terdapat agenda kehadiran BPBD Jabar pada peringatan Hari Kesadaran Tsunami Dunia di panggung terbuka Pantai Barat Pananjung. Jadwalnya tercatat mulai 5 November pukul 07.30 hingga 6 November 2026.
Pantai Barat Pananjung merupakan kawasan pesisir yang menjadi salah satu ruang aktivitas masyarakat dan wisatawan di Pangandaran. Karena itu, pesan kesiapsiagaan tsunami relevan disampaikan tidak hanya kepada warga yang tinggal di sekitar pantai, tetapi juga kepada pengunjung dan pelaku kegiatan wisata.
Meski demikian, informasi agenda tersebut belum merinci bentuk kegiatan, jumlah peserta, materi sosialisasi, ataupun pelaksanaan simulasi evakuasi. Rincian tersebut perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara sebelum dinyatakan sebagai kegiatan yang sudah berlangsung.
Peringatan 5 November Tekankan Kesiapsiagaan Masyarakat
Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan 5 November sebagai Hari Kesadaran Tsunami Sedunia. Pada 2026, tema yang diangkat adalah “Be Tsunami Ready: Resilience Starts With You”, yang menekankan bahwa ketangguhan menghadapi tsunami juga dimulai dari kesiapan individu dan komunitas.
Pesan kampanye tersebut mencakup pengenalan tanda-tanda alam tsunami, pemahaman jalur evakuasi, penyusunan rencana darurat keluarga, serta keterlibatan masyarakat dalam latihan kesiapsiagaan. Warga di kawasan pesisir juga didorong mengetahui lokasi aman di dataran tinggi atau wilayah yang lebih jauh dari garis pantai.
UNDRR mengingatkan bahwa guncangan gempa kuat atau tidak biasa, perubahan muka air laut secara mendadak, maupun suara gemuruh dari arah laut dapat menjadi tanda bahaya. Dalam situasi seperti itu, masyarakat perlu segera menjauh dari pantai dan bergerak menuju tempat yang lebih tinggi atau ke arah daratan.
Peringatan Hari Kesadaran Tsunami di Pangandaran karena itu dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat pemahaman risiko di kawasan pesisir. Ukuran pentingnya bukan hanya terselenggaranya kegiatan seremonial, melainkan sejauh mana informasi peringatan, jalur evakuasi, dan langkah penyelamatan dipahami serta dapat dilakukan masyarakat ketika keadaan darurat terjadi. (NS/AS)
