lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan pembaruan angkot Bandung dengan kendaraan ramah lingkungan sekaligus perubahan sistem setoran. Gagasan itu disampaikan dalam forum CAFEO 44 di Bandung, Selasa, 20 Oktober 2026.
Kesejahteraan sopir masuk dalam konsep yang akan dibahas bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Pengemudi diarahkan memiliki kendaraan sendiri sehingga tidak terus bergantung pada pemilik armada.
Angkot Bandung Diarahkan Lepas dari Sistem Setoran
Dalam rilis Pemprov Jawa Barat yang diterbitkan Rabu, 21 Oktober 2026, Dedi menawarkan penggantian angkutan umum tua dengan kendaraan baru yang disesuaikan dengan karakter wilayah.
Kendaraan tersebut diinginkan ramah lingkungan, ramah anak, dan ramah bagi ibu hamil. Pembenahan transportasi itu dikaitkan dengan upaya mengatasi kemacetan yang dihadapi warga sehari-hari.
Usulan tersebut masih akan didiskusikan dengan PII. Rilis belum menjelaskan jumlah armada, sumber pembiayaan, maupun waktu pelaksanaan penggantian kendaraan.
Angkot Bandung Menuju Elektrifikasi, Pekerjaan Sopir Tetap Dijaga
Ketua Umum PII Ilham Akbar Habibie menyatakan kesiapan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan transportasi umum.
“Konsep secara umum tetap ada lapangan pekerjaan untuk para pengemudi angkot,” kata Ilham dalam rilis tersebut.
Ia mengemukakan arah elektrifikasi dan standardisasi kendaraan, disertai konsep pengemudi sebagai pelaku usaha yang memiliki armadanya sendiri. Mekanisme kepemilikan itu belum diuraikan dalam rilis.
Pembahasan berlangsung dalam rangkaian CAFEO 44, konferensi organisasi keinsinyuran ASEAN yang dijadwalkan berlangsung di Bandung pada 20–22 Oktober 2026. PII menjadi tuan rumah forum yang mempertemukan kalangan insinyur, akademisi, industri, dan pembuat kebijakan tersebut.
(AA)




