lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Dugaan keracunan MBG di Cirebon berujung pada penghentian sementara operasional dapur pemasok makanan bagi sejumlah sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Langkah tersebut dilakukan setelah sejumlah penerima makanan mengalami gangguan kesehatan pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Sampel makanan juga diperiksa untuk menelusuri penyebab kejadian. Hingga perkembangan yang tersedia pada Selasa malam, hasil pemeriksaan laboratorium belum diumumkan. Karena itu, penyebab keluhan para pasien belum dapat dipastikan.
Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Ditangani di Sejumlah Rumah Sakit
Keluhan yang dilaporkan setelah konsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) meliputi mual, muntah, sakit perut, dan diare. Para pasien kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.
RS Siloam Putera Bahagia menjadi salah satu rumah sakit yang menerima pasien. Sebagian pasien juga mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan lain di Kota Cirebon.
Laporan mengenai jumlah orang yang mengalami keluhan masih berkembang sepanjang penanganan berlangsung. Angka sementara tersebut belum dapat diperlakukan sebagai jumlah akhir pasien.
Perbedaan antara jumlah orang yang melaporkan keluhan, menjalani pemeriksaan, dan memerlukan rawat inap juga perlu diperhatikan. Ketiganya tidak selalu menunjukkan kelompok pasien dengan jumlah yang sama.
Dugaan Keracunan MBG di Cirebon Masih Menunggu Hasil Pemeriksaan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan terkait kejadian tersebut dihentikan sementara operasionalnya. Penghentian dilaporkan berlaku sejak Selasa malam, dengan waktu pembukaan kembali yang belum ditentukan.
Status penghentian sementara itu berbeda dari penutupan permanen. Langkah tersebut juga belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami penerima makanan.
Pemeriksaan sampel diperlukan untuk membantu menentukan apakah makanan yang dikonsumsi berkaitan dengan keluhan pasien. Tanpa hasil pemeriksaan, satu bahan atau jenis menu belum dapat dinyatakan sebagai penyebab pasti.
Perkembangan berikutnya yang masih ditunggu mencakup hasil laboratorium, pembaruan kondisi pasien, serta keputusan mengenai operasional dapur. Informasi tersebut akan menentukan tindak lanjut penanganan dan evaluasi keamanan pangan dalam layanan MBG di wilayah Kalijaga.
(AA)




