Kemenhaj Pangandaran Kawal Haji Inklusif 2027: Jangan Ada Jemaah yang Merasa Sendirian

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Perjalanan menuju Tanah Suci tidak selalu ditempuh dengan kekuatan fisik yang sama. Ada jemaah lanjut usia yang langkahnya mulai melambat. Ada pula penyandang disabilitas yang membutuhkan cara pelayanan berbeda. Namun, seluruhnya membawa kerinduan yang sama untuk memenuhi panggilan Allah.

Karena itu, gagasan Haji Inklusif 2027 tidak boleh berhenti sebagai wacana atau sekadar penambahan fasilitas. Inklusivitas harus hadir sebagai sistem pelayanan yang membuat setiap jemaah merasa aman, dipahami, dan tidak ditinggalkan.

Haji Inklusif 2027 belum lama ini dibahas di tingkat Kemenhaj pusat. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari langkah awal untuk mematangkan regulasi, pemetaan kebutuhan, pola pendampingan, serta standar pelayanan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

- Advertisement -

Kepala Kemenhaj Kabupaten Pangandaran, H. Hilman Saepullah, M.Ag., menilai gagasan tersebut sebagai kemajuan penting dalam menghadirkan penyelenggaraan haji yang semakin manusiawi.

“Ukuran keberhasilan pelayanan haji bukan hanya ketika seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur. Keberhasilan juga harus dirasakan oleh jemaah yang paling membutuhkan bantuan. Jangan sampai sistem terlihat tertib, tetapi masih ada jemaah yang merasa sendirian,” kata Hilman dalam wawancara melalui sambungan telepon, Jumat, 24 Juli 2026.

Kursi Roda Bukan Ukuran Tunggal Inklusivitas

Menurut Hilman, pelayanan inklusif sering kali dipahami secara sederhana sebagai penyediaan kursi roda, jalur khusus, atau petugas pendamping. Padahal, kebutuhan jemaah jauh lebih luas.

“Kursi roda adalah benda, sedangkan inklusivitas adalah sistem. Sistem itu harus mampu mengenali kebutuhan jemaah sejak awal, menyiapkan pendampingan yang tepat, serta memastikan pelayanan tetap berjalan dalam setiap tahapan perjalanan,” ujarnya.

Pelayanan tersebut dimulai sejak proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, bimbingan manasik, keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, hingga kepulangan ke daerah asal.

Jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas juga tidak dapat ditempatkan dalam satu pola pelayanan yang seragam. Setiap orang memiliki kondisi, kemampuan, dan kebutuhan pendampingan yang berbeda.

“Pelayanan yang adil bukan berarti memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang. Adil adalah memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masing-masing, sehingga setiap jemaah memperoleh kesempatan yang sama untuk beribadah dengan aman dan bermartabat,” tutur Hilman.

Data Adalah Bentuk Pertama Kepedulian

Hilman menekankan bahwa haji inklusif harus dibangun dari data yang akurat. Kondisi kesehatan, tingkat kemandirian, jenis disabilitas, penggunaan alat bantu, hingga kebutuhan pendampingan harus dikenali sejak dini.

“Data adalah bentuk pertama kepedulian. Kita tidak mungkin menyiapkan pelayanan yang tepat apabila kebutuhan jemaah baru diketahui ketika persoalan sudah terjadi,” katanya.

Pemetaan sejak awal akan membantu petugas menentukan pendekatan pelayanan. Sebab, kebutuhan jemaah dengan keterbatasan penglihatan tentu berbeda dengan jemaah yang mengalami hambatan pendengaran, mobilitas, intelektual, maupun kondisi kesehatan tertentu.

Di sinilah koordinasi antara petugas, tenaga kesehatan, keluarga, kelompok bimbingan, dan unsur terkait menjadi penting. Seluruhnya harus bergerak dalam satu pemahaman bahwa jemaah bukan sekadar nama dalam dokumen keberangkatan.

“Di balik satu nama terdapat penantian panjang, doa keluarga, serta harapan yang dijaga bertahun-tahun. Negara harus hadir untuk melindungi harapan itu,” ujar Hilman.

Manasik Harus Menumbuhkan Rasa Mampu

Pelaksanaan manasik bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas, lanjut Hilman, juga perlu disampaikan dengan metode yang adaptif. Materi tidak cukup hanya dijelaskan, tetapi harus dipastikan dapat dipahami dan dipraktikkan sesuai kemampuan jemaah.

Manasik dapat menggunakan bahasa yang lebih sederhana, simulasi berulang, materi visual, pendampingan keluarga, serta metode khusus berdasarkan kebutuhan peserta.

“Manasik yang baik bukan membuat jemaah merasa semakin takut menghadapi perjalanan. Manasik harus menumbuhkan rasa mampu. Jemaah perlu mengetahui apa yang harus dilakukan, kepada siapa meminta bantuan, dan bagaimana menjaga dirinya selama beribadah,” jelasnya.

Menurut Hilman, kemandirian jemaah tidak berarti membiarkan mereka menghadapi seluruh keadaan seorang diri. Kemandirian justru tumbuh ketika jemaah memiliki pengetahuan, kesiapan, dan keyakinan bahwa sistem pelayanan akan hadir saat dibutuhkan.

“Jangan biarkan jemaah yang sedang berjuang dengan keterbatasan tubuhnya masih harus berjuang melawan sistem. Sistemlah yang seharusnya mendekat, memahami, dan memudahkan,” tegasnya. (AS)

Memuliakan Jemaah, Menjaga Nilai Ibadah

Kemenhaj Pangandaran, kata Hilman, siap mengawal visi Haji Inklusif 2027 sesuai kebijakan dan petunjuk teknis yang nantinya ditetapkan pemerintah pusat. Persiapan daerah akan diarahkan pada penguatan data, komunikasi, edukasi, serta koordinasi dengan seluruh unsur pelayanan haji.

Ia menilai pelayanan inklusif bukan bentuk keistimewaan bagi kelompok tertentu. Pelayanan tersebut merupakan penghormatan terhadap hak setiap warga negara sekaligus bagian dari upaya menjaga kemuliaan ibadah haji.

“Jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas tidak sedang meminta dikasihani. Mereka membutuhkan sistem yang memahami keadaan dan menghormati martabatnya,” kata Hilman.

Baginya, haji inklusif harus meninggalkan kesan yang lebih dalam daripada sekadar pelayanan administratif. Kebijakan itu harus menjadi wajah negara yang hadir dengan empati di tengah keterbatasan warganya.

“Pada akhirnya, pelayanan haji bukan hanya tentang memindahkan jemaah dari satu tempat ke tempat lain. Ini tentang mengantarkan manusia memenuhi panggilan Tuhannya dengan aman, tenang, dan terhormat,” tuturnya.

Hilman berharap Haji Inklusif 2027 mampu melahirkan standar pelayanan yang semakin ramah, responsif, dan manusiawi, termasuk bagi jemaah dari Kabupaten Pangandaran.

“Kami ingin setiap jemaah berangkat dengan keyakinan bahwa dirinya diperhatikan. Jangan ada seorang pun yang merasa sendirian dalam perjalanan menuju rumah Allah,” pungkasnya.

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer