Banjir Apresiasi: Aksi Relawan TCC Menggantung di Kubah Masjid Agung Tasikmalaya

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Langit siang itu terasa berbeda di pusat Kota Tasikmalaya, Minggu (12 April 2026). Sejumlah warga yang melintas di sekitar Masjid Agung tampak berhenti sejenak, menengadah, dan saling bertanya. Di atas kubah, beberapa orang terlihat bergelantungan, bergerak perlahan dengan tali yang menahan tubuh mereka di ketinggian.

Bukan adegan darurat, bukan pula insiden. Yang terjadi ternyata, sebuah aksi sosial yang diam-diam menyentuh banyak hati.

Relawan dari Tasik Caving Community (TCC) tengah melakukan aksi bersih-bersih kubah di area ketinggian Masjid Agung Tasikmalaya dengan teknik vertikal. Dengan perlengkapan keselamatan, mereka menjangkau bagian-bagian yang selama ini sulit dibersihkan, menjadikan ikon kota itu kembali tampak lebih terawat.

- Advertisement -

Di tengah aktivitas itu, perhatian warga pun mengemuka.

Yani (34), seorang ibu rumah tangga asal Indihiang, mengaku sempat mengira ada peristiwa yang tidak biasa ketika melihat kerumunan orang di sekitar masjid.

Awalnya, ia hanya melintas. Namun pandangannya tertarik ke atas, mengikuti arah tatapan banyak orang.

Ia pun berhenti sejenak.

Menurutnya, rasa penasaran itu berubah menjadi rasa haru setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Ia sempat bertanya kepada warga lain di lokasi, dan mendapat penjelasan bahwa mereka adalah relawan dari komunitas pecinta alam dan panjat tebing yang tengah membersihkan kubah masjid.

Baginya, apa yang dilakukan para relawan itu bukan hal sederhana, bukan sekadar membersihkan yang kotor.

Masjid Agung Tasikmalaya, sebagai ikon Kota Santri sekaligus tempat ibadah, dinilainya memiliki makna penting. Melihat ada sekelompok orang yang dengan sukarela merawatnya dari ketinggian, menghadirkan perasaan tersendiri.

Hal serupa juga dirasakan Yadi (45), warga Purbaratu yang sehari-hari bekerja di Bandung. Kebetulan, akhir pekan kemarin ia pulang ke Tasikmalaya.

Momen tersebut menjadi pemandangan yang tidak ia duga.

Ia mengaku terharu melihat aksi para relawan. Dalam pandangannya, kegiatan itu bukan sekadar bersih-bersih, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai yang selama ini melekat pada identitas Tasikmalaya.

“Alhamdulillah, bukti kecil bahwa Kota Tasikmalaya masih layak disebut Kota Santri,” ujarnya.

Lalu Ahmad Mukhlis, Ketua Komunitas Media SWAKKA (Sawala Wartawan dan Konten Kreator Aspiratif), menilai aksi TCC sebagai bentuk nyata kontribusi komunitas terhadap daerah.

Ia yakin, warga pasti banyak yang mengapresiasi, atas konsistensi TCC yang dinilai telah lama berkiprah dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Menurutnya, peran komunitas seperti ini sepatutnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.

“Warga, pasti memberikan apresiasi sebesar-besarnya untuk saudara-saudara TCC. Ini komunitas yang terus berkiprah dan berkarya sejak lama, memberikan hal-hal baik untuk Tasikmalaya. Pemkot sepatutnya mengapresiasi komunitas seperti ini. Bentuknya bisa apa saja. Setidaknya pimpinan daerah ada yang bicara di ruang publik, mengapresiasi TCC. Dengan apresiasi, mereka akan merasa dihargai, dan jadi stimulan bagi komunitas lain,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih ini sendiri tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik bangunan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang pentingnya kolaborasi lintas komunitas.

Ratusan peserta dari berbagai komunitas turut terlibat, membersihkan berbagai area mulai dari kubah, pelataran, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Di atas ketinggian, para relawan bekerja dengan risiko yang tidak kecil. Dan dari bawah, apresiasi mengalir deras.

Mungkin benar, tidak semua aksi besar harus dimulai dari panggung megah. Kadang, cukup dari seutas tali di atas kubah, lalu perlahan, menyentuh hati banyak orang di yang berada di bawah. (AS)


Cek Berita Tasikmalaya lainnya di Google News

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer