Pengemis Anak di Kota Tasikmalaya Menuai Sorotan Publik

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Malam turun perlahan di pusat Kota Tasikmalaya. Lampu-lampu rumah makan menyala terang, kendaraan lalu-lalang tanpa jeda. Di antara deru knalpot dan obrolan pengunjung, seorang anak perempuan berhijab berdiri pelan di tepi trotoar. Tangannya tak membawa gitar, tak pula kotak tisu untuk dijual. Ia hanya menengadah, berharap receh berpindah tangan.

Namanya Nisa.

Siang hari, ia adalah siswi kelas IV SD dengan prestasi membanggakan. Ranking dua di kelasnya. Guru-gurunya mengenal ia sebagai anak yang tekun. Namun ketika malam datang, Nisa berjalan kaki dari kawasan Bojong menuju pusat kota, menempuh jarak beberapa kilometer untuk mengemis bersama adiknya.

- Advertisement -

Kisah pengemis anak di Kota Tasikmalaya ini sebelumnya mungkin hanya sepintas pemandangan bagi banyak orang. Anak kecil di lampu merah atau depan rumah makan bukan hal baru. Tapi ketika cerita Nisa terungkap di media, lengkap dengan fakta bahwa ia siswa berprestasi, reaksi publik pun berdatangan.

Sejak berita itu tayang pada 25 Februari 2026, redaksi Lintas Priangan menerima lebih dari sepuluh panggilan dan pesan dari warga. Mereka menanyakan identitas lebih rinci, lokasi tempat tinggal, bahkan cara untuk membantu. Ada yang mengaku merasa gelisah setelah membaca ceritanya. Ada pula yang merasa tersentak: bagaimana mungkin anak SD, ranking dua, jadi pememinta-minta di jalanan Kota Tasikmalaya?

Baca berita sebelumnya: Ranking 2 di Sekolah, Nisa Mengemis Tiap Malam di Pusat Kota Tasikmalaya

Perhatian tidak hanya datang dari masyarakat. Camat Cipedes, Cecep Ridwan, ikut menghubungi redaksi untuk menggali informasi lebih lanjut. Belum ada kebijakan yang diumumkan, belum ada langkah konkret yang terlihat. Namun komunikasi awal itu menjadi sinyal bahwa kisah ini tidak dibiarkan lewat begitu saja.

Di sisi lain, suara dari tokoh pemuda Kota Tasikmalaya memberi perspektif. Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Kota Tasikmalaya, Fikri Dikriansyah, S.Hum., menilai peristiwa ini menunjukkan peran penting media dalam membuka mata publik.

“Ini salah satu manfaat nyata dari media massa. Masalah sosial sebenarnya terjadi setiap hari, tapi sering tidak mendapat perhatian. Setelah diungkap media, barulah muncul kepedulian,” ujarnya.

Baginya, berita tentang pengemis anak di pusat Kota Tasikmalaya bukan sekadar cerita haru. Ia adalah cermin. Cermin tentang kemiskinan yang masih ada di sudut-sudut kota, tentang anak-anak yang tumbuh di antara cita-cita dan keterbatasan.

Momentum Ramadhan membuat refleksi itu terasa lebih dalam. “Sekarang bulan suci Ramadhan. Ini waktu yang tepat untuk berlomba dalam kebajikan. Siapapun yang ingin berkontribusi membantu solusi masalah sosial seperti ini, insya Allah menjadi kebaikan,” kata Fikri.

Ia juga mengapresiasi langkah Camat Cipedes yang dinilai responsif. “Meski belum melakukan apapun, saat seorang pejabat membangun komunikasi langsung dengan media massa, itu sudah pertanda baik. Semoga ini jadi contoh bagi pejabat-pejabat lain.”

Kisah Nisa kini bukan lagi hanya tentang satu anak. Ia menjadi simbol wajah lain Kota Tasikmalaya—kota yang tumbuh, yang ramai, yang bergerak maju, namun masih menyimpan cerita tentang anak-anak yang memikul beban terlalu dini.

Di ruang kelas, Nisa mungkin bermimpi menjadi sesuatu yang lebih besar. Tapi di jalanan malam, ia hanya berharap cukup uang untuk membeli beras esok hari.

Dan di antara dua dunia itu, Kota Tasikmalaya sedang diuji: apakah kisah ini akan berhenti sebagai berita yang viral sesaat, atau berubah menjadi langkah nyata agar tak ada lagi anak usia sekolah yang harus berdiri di trotoar saat malam tiba. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer