Perek Asal Inggris Ludahi Bendera Merah Putih, Netizen Murka!

lintaspriangan.com, BERITA DUNIA. Bali kembali terseret dalam pusaran sensasi global. Bukan karena pantainya, melainkan karena ulah seorang warga negara Inggris yang memilih panggung provokasi setelah pintu Indonesia ditutup rapat. Tia Billinger, yang dikenal luas dengan nama panggung Bonnie Blue, mendadak jadi musuh bersama warganet Indonesia usai video dirinya meludahi bendera Merah Putih beredar luas sejak Senin (22/12/2025). Rekaman itu diambil di depan KBRI London, sebuah lokasi yang bagi publik Indonesia punya makna simbolik yang tidak main-main.

Video berdurasi singkat itu cukup untuk memantik kemarahan massal. Bendera Merah Putih diperlakukan secara menghina—diludahi, dipamerkan dengan gestur provokatif—dan kemudian disebarluaskan di berbagai platform media sosial. Reaksi datang bertubi-tubi. Kolom komentar meledak. Amarah tumpah. Umpatan berhamburan. Salah satu komentar yang ramai dikutip warganet berbunyi singkat dan tajam: “Dasar perek!” Sentimen publik mengeras. Ini bukan lagi perkara konten, tapi harga diri bangsa.

Dari Bali ke London: Deportasi dan Dendam

Nama Bonnie Blue sejatinya sudah lebih dulu dikenal publik Indonesia—bukan karena prestasi, melainkan karena kasus keimigrasian. Perempuan kelahiran Stapleford, Nottinghamshire, Inggris, tahun 1999 itu berprofesi sebagai bintang porno dan sempat beraktivitas di Bali. Masalah bermula ketika kepolisian menggerebek sebuah studio di Badung pada awal Desember 2025. Bonnie diamankan bersama tiga pria asing—dua WN Inggris dan satu WN Australia—yang dicurigai terlibat dalam produksi konten dewasa.

- Advertisement -

Belakangan, polisi menyatakan tidak menemukan bukti distribusi pornografi dari lokasi penggerebekan. Namun perkara tidak berhenti di situ. Imigrasi Indonesia menilai Bonnie menyalahgunakan visa wisata untuk aktivitas komersial. Proses berjalan cepat. Deportasi dilakukan. Dan yang paling menohok, negara menjatuhkan penangkalan masuk ke Indonesia selama 10 tahun, meluruskan klaim Bonnie yang sebelumnya menyebut hanya enam bulan.

Pejabat imigrasi menegaskan, keputusan tersebut murni soal penegakan aturan, bukan penilaian moral. Visa wisata tidak boleh dipakai untuk produksi konten berbayar. Titik. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai bahkan menyebut aktivitas Bonnie telah membuat kegaduhan dan meresahkan. Hukum imigrasi bekerja tanpa perlu sorotan lampu ring light.

Namun, cerita tak berakhir di bandara. Pasca-deportasi, Bonnie memilih jalur yang tampaknya paling ia kuasai: konten. Video di depan KBRI London itu dibaca publik sebagai aksi balasan, bahkan dendam. Alih-alih meredam situasi, unggahan tersebut justru menyulut api lebih besar. Media sosial Indonesia bergolak. Seruan boikot, kecaman keras, hingga tuntutan sikap tegas negara menggema.

Negara, Simbol, dan Batas yang Tak Boleh Dilanggar

Kuasa hukum Bonnie, Edward Pangkahila, menegaskan kliennya tidak terbukti melanggar pornografi. Ia mengakui adanya pelanggaran lalu lintas dan izin tinggal. “Konsekuensi hukumnya ya seperti itu,” ujarnya. Pernyataan yang terdengar datar, kontras dengan panasnya reaksi publik di jagat maya.

Kini, isu bergerak ke wilayah yang jauh lebih sensitif: penghinaan terhadap simbol negara. Publik menanti langkah lanjutan pemerintah—apakah cukup dengan kecaman, atau akan ditempuh jalur diplomatik dan hukum internasional. Di tengah arus informasi yang serba cepat, satu garis tampak jelas: Merah Putih bukan properti konten, apalagi bahan provokasi.

Kasus Bonnie Blue menjadi pengingat pahit tentang era kamera depan dan klik instan. Sensasi memang mudah dibuat. Tapi ketika simbol negara dijadikan sasaran, harga yang dibayar tak lagi kecil. Kali ini, netizen Indonesia murka. Pesannya terang: ada batas yang tak boleh dilanggar, siapa pun pelakunya, dari mana pun asalnya. (AS)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer