Polsek Dibakar Warga: Ketika Kepercayaan pada APH Setipis Asap

lintaspriangan.com, BERITA NASIONAL. Siang itu, Sabtu (20/12), api menjalar cepat di Desa Singkuang. Asap hitam membubung dari kompleks Polsek Muara Batang Gadis (MBG), menandai sebuah peristiwa yang lebih dari sekadar kebakaran. Warga menyebutnya luapan amarah. Aparat menyebutnya situasi darurat. Publik melihatnya sebagai tanda tanya besar: mengapa polsek dibakar warga?

Api, menurut keterangan warga, berawal dari area depan bangunan, diduga sekitar tempat parkir, lalu merembet ke atap dan gedung di sebelahnya. Dalam waktu singkat, yang tersisa hanyalah rangka dan bangunan permanen tanpa isi. Satu unit mobil dan beberapa sepeda motor ikut rusak. Sekitar pukul 15.00 WIB, massa berangsur membubarkan diri, meninggalkan sisa hangus dan pertanyaan yang belum terjawab.

Peristiwa polsek dibakar warga ini tidak berdiri sendiri. Ada rangkaian kejadian yang mendahuluinya, berlapis emosi dan rasa keadilan yang terasa tak menemukan saluran.

- Advertisement -

Amarah yang Tersulut dari Rasa Tak Adil

Beberapa hari sebelum kejadian, warga Desa Singkuang, termasuk emak-emak, mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga pengedar narkoba. R kemudian diserahkan ke Polsek MBG. Di titik inilah cerita berbelok. Informasi yang beredar di kampung menyebutkan R dilepaskan setelah sempat dibawa ke kantor polisi. Kabar itu menyebar cepat, memantik kekecewaan yang mengendap lama.

“Kalau soal narkoba, warga di sini sudah terlalu sering menahan diri,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya. “Ketika yang kami amankan malah lepas, rasanya seperti dipermainkan.”

Kemarahan pun memuncak. Aksi protes berubah jadi ketegangan, lalu berujung pada pembakaran. Kepala Desa Singkuang II, Buyung Umak, membenarkan sebagian gedung Polsek MBG terbakar. Ia juga menyampaikan bahwa rumah dinas polisi tidak ikut dibakar massa. Di saat bersamaan, Kapolsek MBG Iptu Akmaluddin dikabarkan tidak berada di lokasi karena tengah melakukan pengejaran terhadap R.

Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh, yang dikonfirmasi pada hari kejadian, menyatakan sedang dalam perjalanan menuju lokasi. Tanggapan rinci belum disampaikan saat itu. Situasi yang serba cepat membuat ruang informasi diisi oleh kesaksian warga dan potongan kronologi yang terus berkembang.

Api yang Menghanguskan Kepercayaan

Kasus polsek dibakar warga ini membuka luka lama: hubungan yang rapuh antara warga dan aparat penegak hukum (APH). Bagi masyarakat desa, narkoba bukan sekadar isu hukum, melainkan ancaman langsung bagi keluarga. Ketika upaya warga merasa tak direspons sesuai harapan, kepercayaan menipis, setipis asap yang tersisa di udara.

Di Mandailing Natal, peristiwa ini menjadi cermin yang memantulkan kegelisahan banyak daerah. Warga berharap kehadiran negara terasa nyata, cepat, dan adil. Aparat diharapkan transparan menjelaskan prosedur, terutama ketika seorang terduga pelaku dilepaskan. Tanpa penjelasan yang memadai, ruang kosong diisi oleh prasangka.

Di momen genting, kecepatan dan kejernihan informasi sama pentingnya dengan penegakan hukum itu sendiri. Ketika informasi terlambat, rumor yang akan melesat. Ketika penjelasan tak utuh, emosi yang kemudian mengambil alih. Api pun mudah menyala.

Kini, setelah asap mereda, pekerjaan rumah justru dimulai. Penyelidikan atas pembakaran harus berjalan, begitu pula penjelasan menyeluruh terkait penanganan kasus R. Bukan untuk membenarkan tindakan anarkis, melainkan untuk mengembalikan satu hal yang paling mahal harganya: kepercayaan publik.

Peristiwa polsek dibakar warga seharusnya menjadi alarm dini. Bukan hanya bagi kepolisian setempat, tetapi bagi semua pihak yang berkepentingan dengan ketertiban dan rasa keadilan. Jika kepercayaan dibiarkan menipis, yang tersisa bukan hanya bangunan hangus, melainkan jurang yang kian sulit dijembatani antara warga dan negara. (AR)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer