Aksi BEM UNSIL: “Wali Kota Tak Pro Petani!”

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Puluhan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi menggelar Aksi BEM UNSIL di depan Balai Kota Tasikmalaya. Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan petani yang semakin terpinggirkan.

Sejak siang, massa memenuhi kawasan Jalan Letnan Harun dan menutup sebagian ruas jalan. Mereka mengangkat spanduk dengan berbagai tuntutan, mengibarkan poster penuh sindiran, dan mengusung keranda mayat sebagai simbol matinya perlindungan terhadap petani.

Kritik Pedas untuk Wali Kota

Koordinator lapangan, Alik Abidin, menegaskan bahwa kondisi petani di Tasikmalaya sangat memprihatinkan. Ia menilai alih fungsi lahan terus berlangsung tanpa kendali, sementara pemerintah belum memberi regulasi yang benar-benar melindungi.

- Advertisement -

Alik juga menyoroti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). “Petani sering gagal panen karena banjir atau kekeringan, tapi mereka tidak pernah menerima kompensasi yang dijanjikan,” tegasnya di tengah kerumunan.

Mahasiswa memprotes sikap Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan yang tidak datang menemui massa. Mereka menilai wali kota memilih menghindar daripada mendengarkan suara petani. “Ketidakhadiran wali kota membuktikan pemerintah abai. Jika pemimpin menutup telinga, bagaimana nasib petani bisa membaik?” lanjut Alik.

Aspirasi Diterima Pejabat Pemkot

Beberapa pejabat Pemkot dan Kepala Dinas Pertanian akhirnya menemui mahasiswa. Mereka menerima daftar tuntutan dari peserta aksi dan berjanji menyampaikan langsung kepada wali kota.

Polisi bersama Satpol PP menjaga situasi sejak awal. Mahasiswa berorasi selama hampir empat jam, lalu membubarkan diri secara damai setelah menyampaikan aspirasi.

Tuntutan Mahasiswa

Dalam Aksi BEM UNSIL, mahasiswa menyampaikan empat tuntutan utama:

  1. Pemerintah harus menghentikan praktik alih fungsi lahan yang merugikan petani.
  2. Pemkot perlu memperbaiki program AUTP agar petani benar-benar merasakan manfaat.
  3. Pemerintah wajib menyusun regulasi yang berpihak kepada petani kecil.
  4. Pemkot harus melibatkan petani dalam setiap proses perumusan kebijakan.

Mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan tersebut lahir dari kepedulian mereka, bukan sekadar agenda rutin menjelang Hari Tani Nasional.

Momentum Hari Tani Nasional

Hari Tani Nasional jatuh pada 24 September. Mahasiswa menjadikan momen ini sebagai pengingat pentingnya peran petani dalam menjaga pangan.

Simbol keranda mayat yang mereka usung menambah daya tarik aksi. Menurut mahasiswa, simbol itu melambangkan matinya harapan petani kecil akibat kebijakan yang tidak berpihak.

Komitmen Aksi Lanjutan

Sebelum pulang, mahasiswa menegaskan bahwa mereka akan mengawal janji Pemkot. Jika pemerintah tetap abai, mereka siap kembali menggelar aksi lanjutan. “Kami tidak akan berhenti. Suara petani adalah suara kami,” pungkas Alik.

Aksi BEM UNSIL hari itu bukan hanya protes, tetapi juga peringatan agar pemerintah menempatkan petani sebagai prioritas dalam pembangunan daerah. (EH)

PRIANGAN TIMUR

Aksi Solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya, Ketua MUI Ajak Kota Santri Bergerak

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ajakan aksi solidaritas Sukoharjo di Tasikmalaya...

Tiang WiFi Roboh Timpa Kabel Listrik di Ciamis, Tiga Pekerja Tersengat

LintasPriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemasangan tiang jaringan internet di...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis: Sama-Sama Rapuh

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Statistik PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis Berubah, Kick-off Jam Berapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Jadwal PSS Sleman vs PSGC Ciamis...

JAWA BARAT

Atlet Muaythai Kota Cirebon Dilaporkan Raih Emas Perdana Porprov Jabar 2026

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Muaythai Kota Cirebon dilaporkan menyumbangkan medali...

Nasib Pedagang Bundaran Cibiru Usai 48 Bangunan Ditertibkan, Boleh Jualan tetapi Tanpa Relokasi

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Penertiban 48 bangunan di kawasan Bundaran...

Banjir dan Longsor Jawa Barat: 197 Kejadian Tercatat hingga November 2026

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Ancaman banjir dan longsor Jawa Barat...

Hujan Es di Kuningan Terjang Luragung, Angin Kencang Rusak Sejumlah Bangunan

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Hujan es di Kuningan disertai angin...

Video Viral Puskesmas Bantarujeg, Bupati Majalengka Datangi Pasien dan Siapkan Evaluasi

lintaspriangan.com, BERITA MAJALENGKA. Video viral Puskesmas Bantarujeg, Kabupaten Majalengka,...

Berulangnya Insiden Gas Pindo Deli Karawang, Sejauh Mana Pengawasan Keselamatan Industri?

lintaspriangan.com, BERITA KARAWANG. Insiden paparan bahan kimia di PT...

BMKG Perbarui Peringatan Cuaca Cianjur, Pasirkuda Masuk Wilayah Waspada Hujan

lintaspriangan.com, BERITA CIANJUR. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)...

Pemulihan Pascabencana Kuningan, Delapan Rumah Rusak Berat dan Dua Keluarga Mengungsi

lintaspriangan.com, BERITA KUNINGAN. Pemulihan pascabencana Kuningan menjadi perhatian setelah...

Olahraga

Kategori Populer