lintaspriangan.com. BERITA TASIKMALAYA. Isu adanya pemberhentian sejumlah PAC PPP tanpa pemberitahuan, khususnya di wilayah Indihiang, kembali mencuat dan menjadi sorotan internal partai. Situasi tersebut memunculkan dinamika di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW PPP Jawa Barat, H. Uu Ruzhanul Ulum, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa setiap proses penataan maupun evaluasi struktur partai harus mengikuti mekanisme organisasi.
“Jadi soal pemberhentian PAC, pergantian PAC, atau apapun namanya, pasti partai besar tidak akan membuat keputusan yang tidak sesuai koridor hukum,” tegasnya. Sabtu (18/04/2026)
Menurutnya, PPP selalu berpegang pada aturan organisasi yang berlaku. Pengambilan keputusan tidak boleh dilakukan secara sepihak tanpa komunikasi yang jelas kepada pihak terkait.
“Di PPP ada AD/ART. Semua keputusan dilakukan melalui mekanisme yang jelas. Tidak mungkin ada tindakan asal copot atau asal ganti,” ujarnya.
Namun, H. Uu juga mengakui bahwa dalam politik selalu ada ruang tafsir.
“Semua tergantung bagaimana mau menafsirkan. Karena yang namanya politik adalah tafsir,” katanya sambil tersenyum.
Ia memaklumi adanya dinamika di tingkat bawah. Menurutnya, gesekan maupun kesalahpahaman merupakan hal yang lumrah terjadi dalam partai besar.
“Yang penting semua dikembalikan ke aturan. Kalau ada yang merasa tidak puas, silakan tabayun. Pintu DPW selalu terbuka,” ucapnya.
Baca Juga : Dandim 0612 Tasikmalaya Video Viral TNI Pukuli Penjual Tramadol Itu Hoax
H. Uu mengimbau agar kader tidak mudah terpengaruh oleh isu yang berkembang. Ia meminta setiap persoalan diklarifikasi terlebih dahulu sebelum ditarik kesimpulan.
“Ini partai, bukan gosip. Kalau ada masalah, duduk bersama. Jangan diramaikan di luar,” pesannya.
Terkait persoalan di Indihiang, ia menyerahkan sepenuhnya kepada DPC untuk menanganinya. DPW, kata dia, percaya bahwa DPC akan bekerja sesuai koridor organisasi.
“Kami di DPW tidak mungkin melakukan intervensi teknis. Selama masih berada di rel AD/ART, kita hormati,” tutupnya. (DH)

