Jelang Ramadhan, SAPMA PP Desak Pemkot Tasikmalaya Lindungi UMKM

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Menjelang bulan suci Ramadhan, SAPMA PP Cihideung mendesak Pemkot Tasikmalaya agar segera mengambil langkah nyata melindungi UMKM dan pasar tradisional yang kian terdesak oleh ekspansi ritel modern. Momentum Ramadhan dinilai sebagai ujian keberpihakan pemerintah daerah terhadap ekonomi rakyat kecil, yang setiap tahun menggantungkan harapan pada meningkatnya aktivitas jual beli.

Ketua SAPMA PP Cihideung, Yanuar Ilham Nuralam, menilai menjamurnya minimarket di sekitar pasar tradisional bukan lagi sekadar persoalan persaingan usaha, melainkan cerminan absennya negara dalam menegakkan aturan. Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan lemahnya fungsi pengendalian pemerintah daerah terhadap aktivitas ekonomi yang berdampak langsung pada pelaku usaha kecil.

“Ketika aturan ada tapi tidak dijalankan, maka yang bermasalah bukan pedagang kecil. Yang bermasalah adalah negara. Perda yang tidak ditegakkan hanya menjadi simbol tanpa daya, sementara UMKM dan pasar rakyat dipaksa bersaing tanpa perlindungan,” ujar Yanuar.

Ia menegaskan, secara normatif pemerintah telah memiliki landasan hukum yang jelas dalam menata keberadaan ritel modern. Mulai dari Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2007 hingga Perda Kota Tasikmalaya Nomor 1 Tahun 2014, yang mengatur jarak, zonasi, serta keberlangsungan pasar tradisional. Namun dalam praktiknya, aturan tersebut dinilai tidak dijalankan secara konsisten.

“Masalahnya bukan pada ketiadaan regulasi, tetapi pada keberanian politik untuk menegakkannya. Ketika pelanggaran dibiarkan, itu bukan lagi kelalaian administratif, melainkan pilihan kebijakan,” tegasnya.

SAPMA PP Cihideung juga menyoroti lemahnya implementasi kebijakan kemitraan antara ritel modern dan UMKM lokal. Kebijakan yang seharusnya memperkuat posisi UMKM justru dinilai tidak memberikan dampak nyata, terutama menjelang Ramadhan ketika kebutuhan masyarakat meningkat tajam.

“Kemitraan jangan hanya berhenti di laporan tahunan. Jika produk UMKM tidak mendapatkan ruang yang layak di rak ritel modern, maka kebijakan itu gagal secara substansial,” kata Yanuar.

Lebih jauh, ia mengkritik narasi pembangunan yang kerap menjadikan investasi sebagai alasan untuk menghindari penertiban. Menurutnya, investasi yang melanggar aturan tidak bisa disebut sebagai pembangunan yang berkeadilan.

“Ramadhan mengajarkan nilai keadilan dan keberpihakan. Jika pemerintah lebih sibuk menjaga kenyamanan pemodal daripada melindungi pasar rakyat, maka yang dikorbankan adalah ekonomi masyarakat kecil,” ujarnya.

Atas dasar itu, SAPMA PP Cihideung mendesak Pemkot Tasikmalaya untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan ritel modern. Beberapa langkah konkret yang didorong antara lain audit terbuka terhadap seluruh izin ritel modern, penegakan sanksi administratif sesuai perda tanpa kompromi, serta penataan ulang kebijakan ritel yang berpihak pada UMKM dan pasar tradisional.

“Tanpa keberanian menegakkan aturan, pemerintah kehilangan legitimasi moral untuk bicara soal keberpihakan pada rakyat kecil. SAPMA PP Cihideung akan terus mengawal isu ini agar UMKM dan pasar rakyat tidak terus menjadi korban dari pembangunan yang timpang,” pungkas Yanuar.

PRIANGAN TIMUR

Tiga Kali Gempa Pangandaran Hari Ini, Terkuat M4.4

lintaspriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Aktivitas kegempaan tercatat beberapa kali terjadi di...

Wow! Rektor Universitas Termewah di Indonesia Cari Putra Daerah Tasikmalaya untuk Diberi Beasiswa

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Peluang besar segera menghampiri putra daerah Tasikmalaya....

Warga Purbaratu Kelola Air Bersih Secara Swadaya, 150 KK Tetap Nikmati Pasokan Saat Musim Kemarau

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Saat sejumlah wilayah mulai menghadapi ancaman...

Wakil Wali Kota Banjar Bantu Korban Kebakaran, Lansia di Neglasari Terima Bantuan Pascamusibah

lintaspriangan.com, BERITA BANJAR. Dua hari setelah rumahnya hangus dilalap...

Ini Alasan Kenapa Langit Papandayan Cocok untuk Festival Layang-Layang Dunia

lintaspriangan.com, BERITA GARUT. Langit Papandayan akan memasuki babak yang tidak...

JAWA BARAT

Pilkades Sumedang Tak Sepenuhnya Digital, 337 TPS Tetap Manual

lintaspriangan.com, BERITA SUMEDANG. Pilkades Sumedang 2026 mulai memasuki babak digital....

32 Angkot Listrik Bandara Husein Masih Tunggu Lampu Hijau

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Sebanyak 32 angkot listrik Bandara Husein disiapkan...

Job Fair Bandung Barat: Ada Lowongan Kerja Dalam dan Luar Negeri

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG.  Job Fair Bandung Barat digelar di Aula...

Sekolah Nasional Terintegrasi, Apa Bedanya dari Sekolah Biasa?

Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang mulai menjalankan...

Nyuhun Buhun Tiba di Ujung Genteng Sukabumi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Semangat pelestarian tradisi Sunda bertajuk nyuhun buhun...

Ribuan Buruh Bekasi Konvoi ke Kemendagri Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Ribuan buruh Bekasi dijadwalkan menggelar konvoi sepeda...

Mengenal Jagawana: Penjaga Sunyi di Tepi Hutan Jabar

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Setiap 31 Juli, dunia memperingati Hari Jagawana Sedunia...

Hari Persahabatan: Masih Relevankah Silih Asah, Asih, Asuh?

lintaspriangan.com, BERITA JABAR. Hari Persahabatan Internasional akan diperingati pada Kamis, 30...

Olahraga

Popular Categories