Fiskal Kota Tasikmalaya Jadi Sorotan, KNPI Dorong Pj Sekda Jaga Keseimbangan Belanja

lintaspriangan.comBERITA TASIKMALAYA. Arah fiskal Kota Tasikmalaya mulai menjadi sorotan setelah muncul sejumlah keluhan terkait lambatnya pemenuhan beberapa kewajiban belanja daerah dalam sepekan terakhir. Keluhan itu tidak berdiri pada satu sektor saja, melainkan menyentuh sejumlah kebutuhan, mulai dari pembayaran pekerjaan yang telah selesai, operasional layanan, hingga dukungan anggaran bagi organ-organ mandatory pemerintahan.

Situasi tersebut mengemuka di tengah perhatian terhadap rencana pembayaran gaji ke-13 ASN. Di sisi lain, beredar pula selentingan mengenai kemungkinan adanya refocusing anggaran di lingkungan Pemkot Tasikmalaya. Isu tersebut belum menjadi penjelasan resmi pemerintah, tetapi cukup menimbulkan pertanyaan mengenai arah prioritas belanja daerah ke depan.

KNPI Dorong Fiskal Tetap Seimbang

Ketua KNPI Kota Tasikmalaya, Dhany Tardiwan Noor, menilai pembayaran gaji ke-13 ASN tetap harus dipandang sebagai kewajiban penting pemerintah. Menurutnya, hak aparatur negara perlu dipenuhi karena menyangkut kesejahteraan ASN dan keluarga mereka.

Namun, Dhany berharap konsentrasi terhadap satu pos kewajiban tidak membuat kewajiban belanja daerah lainnya ikut tersendat. Ia menilai tata kelola fiskal harus tetap menjaga keseimbangan antara belanja pegawai, pembayaran pekerjaan yang telah selesai, kebutuhan operasional layanan publik, serta dukungan terhadap kelembagaan yang bersifat mandatory.

Menurut Dhany, persoalan fiskal daerah tidak bisa dibaca secara sempit hanya dari satu sisi. Pemerintah daerah memiliki banyak kewajiban yang saling berkaitan. Jika salah satunya tertahan terlalu lama tanpa kepastian, efeknya bisa merembet ke banyak ruang.

Pembayaran atas pekerjaan yang telah selesai, misalnya, bukan semata urusan administrasi. Di dalamnya ada mata rantai yang berkaitan dengan tenaga kerja, material, biaya operasional, dan kelanjutan kegiatan di lapangan. Begitu pula dengan kebutuhan operasional layanan publik yang harus tetap berjalan agar pelayanan kepada masyarakat tidak ikut melambat.

Dhany menegaskan, gaji ke-13 ASN tidak perlu dibenturkan dengan kewajiban belanja daerah lainnya. Keduanya sama-sama berada dalam kerangka tanggung jawab fiskal pemerintah. Yang perlu dijaga adalah agar prioritas tidak berubah menjadi alasan untuk menunda kewajiban lain tanpa penjelasan yang memadai.

Ia berharap Pemkot Tasikmalaya mampu mengelola situasi ini dengan tenang, proporsional, dan terbuka. Sebab, dalam urusan fiskal daerah, kepastian informasi sering kali sama pentingnya dengan kepastian pembayaran.

Isu Refocusing Jangan Sampai Mengorbankan Kewajiban Dasar

Dhany juga menyoroti selentingan mengenai kemungkinan adanya refocusing anggaran. Ia menilai penyesuaian anggaran pada prinsipnya dapat dilakukan sepanjang memiliki dasar kebutuhan yang jelas, prosedur yang tertib, dan komunikasi yang terbuka.

Namun, ia berharap setiap langkah refocusing tidak membuat ada kewajiban dasar yang dikorbankan. Menurutnya, penataan fiskal seharusnya tidak hanya terlihat rapi dalam dokumen anggaran, tetapi juga tidak menimbulkan ketidakpastian baru di lapangan.

Refocusing, kata Dhany, sebaiknya tidak menjadi alasan untuk membuat kewajiban yang sudah semestinya dipenuhi menjadi menggantung. Bila ada penyesuaian, pemerintah perlu menjelaskan prioritasnya, alasannya, serta dampaknya terhadap kewajiban belanja daerah yang sedang berjalan.

Ia menilai Pemkot Tasikmalaya perlu menjaga agar seluruh pos penting tetap berada dalam kendali. Pembayaran gaji ke-13 ASN harus tetap disiapkan, tetapi operasional layanan, kewajiban atas pekerjaan yang telah selesai, dan dukungan anggaran bagi organ mandatory pemerintahan juga tidak boleh dibiarkan melemah.

Menurut Dhany, isu fiskal mudah melebar bila tidak segera dijelaskan secara jernih. Ketika muncul keluhan mengenai lambatnya sejumlah kewajiban, lalu beredar kabar tentang refocusing dan prioritas pembayaran gaji ke-13 ASN, publik tentu membutuhkan informasi yang lebih terang.

Ia berharap Pemkot Tasikmalaya dapat menjelaskan mana kewajiban yang sudah siap dipenuhi, mana yang masih dalam proses administrasi, dan bagaimana skema prioritas belanja daerah dijaga. Dengan begitu, ruang spekulasi dapat dipersempit dan kepercayaan terhadap tata kelola keuangan daerah tetap terawat.

Pj Sekda Baru Diharapkan Menjaga Arah Belanja Daerah

Dhany secara khusus menyampaikan harapan tersebut kepada Penjabat Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Hanafi SH MH, yang baru dilantik Wali Kota Tasikmalaya H Viman Alfarizi Ramadhan pada Kamis, 4 Juni 2026.

Sebagai Pj Sekda, Hanafi dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga arah fiskal Kota Tasikmalaya. Apalagi, salah satu tugas penting Sekda adalah memastikan koordinasi kebijakan pemerintahan berjalan tertib, termasuk dalam pengelolaan keuangan daerah.

Dhany berharap Pj Sekda baru dapat membaca situasi fiskal secara utuh. Bukan hanya dari angka dalam dokumen anggaran, tetapi juga dari dampak riilnya terhadap layanan publik, perangkat pemerintahan, dan kewajiban daerah yang sudah harus dipenuhi.

Menurut Dhany, momentum awal jabatan Pj Sekda bisa menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi fiskal Pemkot Tasikmalaya. Pemerintah perlu menunjukkan bahwa belanja daerah dikelola dengan hati-hati, tetapi tetap memberi kepastian kepada pihak-pihak yang terdampak oleh kebijakan anggaran.

Ia menilai fiskal daerah yang sehat bukan hanya ditandai oleh kemampuan membayar satu kewajiban besar. Fiskal yang sehat juga terlihat dari kemampuan pemerintah menjaga seluruh kewajiban dasar tetap berjalan secara proporsional.

Hak ASN harus dipenuhi. Layanan publik harus tetap bergerak. Organ mandatory pemerintahan harus tetap berfungsi. Kewajiban atas pekerjaan yang telah selesai juga perlu mendapat kepastian. Semua itu, menurut Dhany, merupakan bagian dari marwah tata kelola fiskal daerah.

Karena itu, KNPI Kota Tasikmalaya mendorong Pj Sekda baru untuk menjaga keseimbangan belanja daerah di tengah berbagai kebutuhan yang datang bersamaan. Dhany berharap tidak ada pos penting yang dikorbankan hanya karena pemerintah sedang menata ulang prioritas anggaran.

Bagi Dhany, kuncinya ada pada keterbukaan dan kepastian. Jika memang ada penyesuaian anggaran, publik perlu tahu arahnya. Jika ada kewajiban yang masih menunggu proses, pihak terkait perlu mendapat penjelasan. Sebab, dalam fiskal daerah, kabut informasi sering kali lebih cepat menyebar daripada angka dalam laporan keuangan.

Dengan komunikasi yang jelas, Pemkot Tasikmalaya dinilai dapat menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan seluruh kewajiban belanja daerah tetap berada dalam peta prioritas yang adil, terukur, dan tidak mengorbankan siapa pun. (AS)

JEJAK HEROIK JABAR

Membuka Jejak Pejuang Tionghoa di Cirebon

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ada satu kalimat pendek dalam arsip...

Taktik Buaya Mangap Pejuang Cirebon Bikin Belanda Kocar-kacir

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jembatan-jembatan menuju Bantarjati tampak seperti sedang...

Selama 5 Bulan, Markas Belanda Digempur Pejuang Cikatomas

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Ketika malam turun di wilayah selatan...

Pesantren Langkaplancar yang Berubah Menjadi Markas Laskar

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Jauh dari pantai yang kini menjadi...

Dari Perlindungan 1947 hingga Harmony Award 2025

lintaspriangan.com, JEJAK HEROIK JABAR. Bensin telah diletakkan di dekat rumah-rumah warga...

PRIANGAN TIMUR

Lowongan Kerja Tasikmalaya: Empat Posisi Tutup Pendaftaran 14 September

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Empat posisi lowongan kerja Tasikmalaya yang tercantum...

Benda Diduga Bom Tasikmalaya: Polisi Periksa Dua Pria, Asal-usul Masih Didalami

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Polisi masih mendalami asal-usul benda diduga bom...

Sayembara Jaipong Ciamis Masuki Hari Terakhir, 300 Penari Priangan Timur Tampil

lintaspriangan.com, BERITA CIAMIS. Sayembara Jaipong Ciamis bertajuk Ceta Ngajomantara memasuki...

Turbo Disebut Opsional, Ratusan Driver Maxim Tasikmalaya Tetap Minta Dihapus

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) Maxim...

KPK Geledah Rumah Guru SMA di Tasikmalaya, Diduga Jadi Pengepul Maba Unsoed

lintaspriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di...

JAWA BARAT

Festival Tari Tradisional Jawa Barat Dijadwalkan Berlangsung 9 Jam Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT. Festival Tari Tradisional Jawa Barat dijadwalkan...

Jambore Relawan Kebencanaan 2026 Dijadwalkan Dibuka di Cimenyan Pagi Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Jambore Relawan Kebencanaan 2026 dijadwalkan dibuka di...

KPK Geledah Rumah Anggota Polri, Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Suap Bupati Bekasi

lintaspriangan.com, BERITA BEKASI. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan...

GIIAS Education Day di Bandung Masuki Hari Kedua, Pelajar Diajak Kenali Industri Otomotif

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. GIIAS Education Day memasuki hari kedua di...

PPAN Jawa Barat 2026 Dijadwalkan Umumkan Peserta Lolos Tahap Provinsi Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA JAWA BARAT.  Peserta PPAN Jawa Barat 2026 dijadwalkan...

1,96 Ton Beras Bantuan Pangan Cirebon Malah Menumpuk di Rumah Warga, Bantuan buat Siapa?

lintaspriangan.com, BERITA CIREBON. Beras bantuan pangan yang seharusnya berada...

Drama Sunda Palagan Bubat Tampil Lima Sesi di Bandung Hari Ini

lintaspriangan.com, BERITA BANDUNG. Drama Sunda Palagan Bubat dijadwalkan tampil dalam lima...

Sukabumi Expo 2026 Mulai 10 September, Job Fair Jadi Salah Satu Agenda

lintaspriangan.com, BERITA SUKABUMI. Sukabumi Expo 2026 dijadwalkan mulai berlangsung di Kabupaten...

Olahraga

Popular Categories